KOMPAS.TV - Putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, terpilih menjadi pemimpin tertinggi Iran yang baru. Mojtaba menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang terbunuh dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Bagaimana negara-negara Timur Tengah merespons terpilihnya Mojtaba? Akankah pemimpin baru ini membawa Iran lebih agresif melawan Amerika Serikat? Dan bagaimana negara-negara lain bisa membuat Amerika Serikat, Israel, dan Iran menghentikan perang?
Pertanyaan-pertanyaan ini dibahas bersama narasumber, antara lain pengamat Timur Tengah Mustafa Abdul Rahman dan pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi.
#iran #mojtaba #as-israel
Baca Juga Bawa Narkoba Dalam Koper, 2 WN Malaysia Dituntut Hukuman Mati | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/655824/bawa-narkoba-dalam-koper-2-wn-malaysia-dituntut-hukuman-mati-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655826/full-mojtaba-khamenei-pimpin-iran-bagaimana-respons-negara-timur-tengah-ini-kata-pengamat
Bagaimana negara-negara Timur Tengah merespons terpilihnya Mojtaba? Akankah pemimpin baru ini membawa Iran lebih agresif melawan Amerika Serikat? Dan bagaimana negara-negara lain bisa membuat Amerika Serikat, Israel, dan Iran menghentikan perang?
Pertanyaan-pertanyaan ini dibahas bersama narasumber, antara lain pengamat Timur Tengah Mustafa Abdul Rahman dan pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi.
#iran #mojtaba #as-israel
Baca Juga Bawa Narkoba Dalam Koper, 2 WN Malaysia Dituntut Hukuman Mati | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/655824/bawa-narkoba-dalam-koper-2-wn-malaysia-dituntut-hukuman-mati-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655826/full-mojtaba-khamenei-pimpin-iran-bagaimana-respons-negara-timur-tengah-ini-kata-pengamat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kedua mendiang Ayatullah Ali Kamene, Mojtaba Kamene, terpilih menjadi pemimpin tertinggi Iran yang baru.
00:06Mojtaba menggantikan ayahnya, Ayatullah Ali Kamene, yang terbunuh dalam serangan gabungan Amerika-Israel.
00:13Lalu bagaimana negara Timur Tengah merespon terpilihnya Mojtaba?
00:18Akankah pemimpin yang baru ini akan membawa Iran lebih agresif melawan Amerika Serikat?
00:24Dan bagaimana pula negara-negara lain bisa membuat Amerika-Israel dan Iran menghentikan perang?
00:30Kami akan bahas di pagi hari ini bersama narasumber yang sudah hadir melalui sambungan daring.
00:35Ada pengamat Timur Tengah Mustafa Abdul Rahman dan juga pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies atau ISES
00:43Mas Khairul Fahmi.
00:44Selamat pagi, Assalamualaikum Bapak-Bapak.
00:46Selamat pagi, Waalaikumsalam.
00:49Saya ingin ke Pak Mustafa dulu. Pak Mustafa ini kan kalau kita lihat punya sejarah panjang kemudian tinggal di Timur
00:58Tengah khususnya di Mesir.
00:59Bagaimana kemudian Anda melihat Iran akhirnya kemudian memilih Mojtaba Kameni sebagai pemimpin tertinggi yang baru setelah ayahnya meninggal dunia pada
01:11beberapa waktu lalu.
01:13Akankah kemudian serangan kemudian yang akan dilancarkan oleh Iran ini lebih agresif atau seperti apa?
01:23Kalau menurut pengabatan Anda?
01:26Ya, baik.
01:29Lembaga yang memiliki pemimpin tertinggi Iran itu disebut lembaga pakar kepemimpinan yang memiliki 88 anggota.
01:45Mereka ini yang memilih pemimpin tertinggi Iran dan lembaga ini sudah melaksanakan tugasnya di mana lembaga ini telah menunjuk Ayatullah
01:59Mojtaba Hamini yang merupakan putra dari pemimpin tertinggi Iran sebelumnya Ali Hamini sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.
02:10Apa makna dari pemilihan atau penunjukkan Ayatullah Mojtaba Hamini sebagai pemimpin baru tinggi Iran ya?
02:22Yang pertama ada pesan di sektor internal yakni kepada rakyat Iran bahwa lembaga yang saya sebut tadi itu memilih Ayatullah
02:35Mojtaba Hamini sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru
02:38Ini adalah sebagai penghormatan terhadap mendiang almarhum Ali Hamini yang tewas pada hari pertama dari serangan Amerika dan Israel.
02:50Jadi sebagai penghormatan rakyat Iran maka putranya dipilih sebagai pemimpin atau pengganti ayahnya.
03:00Ini yang pertama.
03:00Yang kedua pesan eksternal ya pesan eksternal tentu ditujukan khususnya kepada Amerika dan Israel ya.
03:09Dalam pesan eksternal ini rakyat Iran dan elit Iran ingin menunjukkan bahwa proses suksesi pemimpin tertinggi di Iran itu adalah
03:22urusan dalam negeri Iran.
03:24Jadi ini ingin mematahkan atau menulak apa yang diinginkan Presiden Amerika Donald Trump bahwa menurut Donald Trump bahwa Amerika ingin
03:35melakukan intervensi atau memiliki peran terhadap pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru.
03:43Ini tentu dengan dipilihnya ayatullah menurut Donald Trump ini menepis ya menepis keinginan dari Presiden Trump.
03:54Ini pesan untuk eksternal.
03:57Yang kedua ini yang pertama.
03:59Yang kedua adalah pesan eksternal bahwa Iran saat ini menunjukkan persatuannya.
04:07Jadi antaranya dan elitnya di saat berkecamunya perang saat ini mereka justru ingin menunjukkan kesatuan dan persatuan dan dalam rangka
04:21terus melanjutkan perang ini selama Amerika dan Israel belum menghentikan agresinya terhadap Iran.
04:30Jadi apa yang ditanyakan tadi apakah dengan ditunjuknya atau dipilihnya Ayatullah Hamid, Ayatullah Hamid itu akan ada sekolah ini.
04:40Pasti ya dalam saat seperti sekarang siapapun pemimpin Iran yang dipilih dan sekarang sudah punya pemimpin baru pasti akan melanjutkan
04:51perang.
04:51Karena rakyat Iran sekarang merasa dia dalam posisi yang diserang dan dalam hal ini mereka akan mempertahankan ekstensi negaranya dengan
05:05harga apapun.
05:07Maka kalau ini terus tidak dihentikan oleh Amerika dan Israel pasti rakyat Iran akan melanjutkan perang sampai titik darah yang
05:16penghabisan.
05:17Sampai titik darah penghabisan itulah yang kemudian menjadi apa ya bisa dikatakan semangat baru bagi Iran dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei
05:27begitu ya.
05:28Kalau kita terlihat Mojtaba Khamenei ini kan dikenal sebagai sosok yang tangguh, pemimpin yang tangguh dan juga cakap begitu setelah
05:38menggantikan ayahnya begitu.
05:40Dan bahkan disebut sebagai penjaga gerbang menuju ayahnya begitu.
05:46Bagaimana kemudian kita bisa menyikapi dalam hal ini adalah khususnya negara-negara timur tengah terkait dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei?
06:01Sejauh-jauh ini yang menyampaikan apa namanya
06:11Apa namanya ya mengucapkan selamat terhadap terpilihnya Ayatullah Mojtaba Khamenei itu baru Kesultanan Oman.
06:20Jadi belum ada negara Arab yang menyampaikan ucapan selamat ya atas terpilihnya Ayatullah Mojtaba Khamenei.
06:31Untuk di tingkat internasional baru Rusia dan mungkin Cina ya yang sudah menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Ayatullah Mojtaba Khamenei
06:42ya.
06:42Itu kan jelas kan.
06:44Jadi baru di kubu atau negara-negara yang punya hubungan yang sangat baik dengan Iran
06:50yang menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Ayatullah Mojtaba Khamenei ini.
06:57Oke saya mau ke Mas Fahmi. Mas Fahmi ini kan kalau kita lihat Mojtaba Khamenei resmi menjadi pemimpin tertinggi Iran
07:04begitu ya
07:04untuk kemudian bisa melanjutkan perjuangan yang sudah dilakukan oleh sang ayah bersama dengan rakyat Iran.
07:13Walaupun kita tahu Presiden Donald Trump mengatakan siapapun pemimpin yang nantinya terpilih tidak akan berlangsung lama.
07:19Bahkan perang ini disebutkan akan berlangsung singkat karena kekuatan Amerika Serikat yang sebagai negara adidaya
07:27termasuk juga militernya yang kemudian tangguh.
07:29Bagaimana Anda melihat pernyataan dari Donald Trump ini?
07:34Ya saya kira siapapun bisa mengklaim ya perang akan diselesaikan dalam waktu singkat begitu ya.
07:48Dan itu bisa benar sih bagian dari propaganda, bagian dari upaya meremahkan lawan gitu.
07:58Walaupun Donald Trump menyatakan bahwa perang akan berlangsung singkat.
08:05Kita ingat beberapa tahun yang lalu ketika perang Rusia-Ukraine dimulai juga,
08:11Rusia juga menyatakan hal yang sama, perang akan segera diselesaikan.
08:15Tapi sampai hari ini kita belum melihat apa namanya, tanda-tanda selesai kan begitu.
08:24Nah karena perang itu kalau sudah dimulai, ya kita tidak akan pernah bisa memprediksi sebenarnya ya,
08:31kapan dia akan berakhir gitu ya.
08:33Tapi yang lebih mungkin adalah tensinya yang turun, artinya konfliknya belum berakhir,
08:50tapi akan kembali ke bawah ambang batas perang gitu ya.
08:56Itu yang saya kira lebih mungkin karena bagaimanapun, apa namanya,
09:06perang yang dengan gelar pasukan, gelar kekuatannya seperti kita lihat di, apa namanya,
09:14di pertengah beberapa waktu terakhir ini, itu akan mengurus logistik,
09:21menelan biaya yang sehat besar dan tentu siapapun yang memulai perang gitu ya.
09:28Itu kan tentu harapannya pasti akan, apa namanya, ini akan cepat berakhir,
09:33ini akan cepat selesai dan mereka akan, apa namanya, bergeser untuk,
09:38bergeser perhatian pada hal yang lain kan gitu.
09:43Sehingga dalam konflik ini saya kira, apa namanya,
09:46kalaupun top perang ini berakhir, ini bukan karena konfliknya selesai, apa,
09:50bukan karena salah satu pihak memenangkan perang,
09:53tapi karena, apa namanya, mereka akan kembali untuk ke bawah ambang batas perang
10:00dan memilih seperti sebelumnya, gesekan-gesekan,
10:04dan kemudian, ya apa, mungkin dimungkinkan juga untuk melanjutkan perundingan
10:11atau, apa, provokasi-provokasi seperti sebelumnya itu saja yang saya kira
10:16akan kita tunggu dalam beberapa pekan mendatang.
10:21Saya kira tidak akan sampai 12 minggu, tapi bisa kurang dari 12 minggu.
10:28Oke, jadi Anda memprediksi perang ini tidak akan berlangsung secara sampai maksimal 12 minggu.
10:35Tentu kita tidak ada yang berharap waktu ini bisa dipercepat begitu ya
10:40untuk peperangan ini, untuk bisa mencapai kesepakatan damai dalam perundingan tersebut.
10:47Nah, kalau kita melihat, dengan terpilihnya,
10:50Mojtaba Khamenei ini menjadi pemimpin tertinggi Iran.
10:55Sudah ada beberapa negara yang kemudian tadi disebutkan oleh Pak Mustafa,
10:59salah satunya yang kemudian menjadi sorotan adalah Putin.
11:03Residen Rusia sudah memberikan selamat dan juga akan menegaskan komitmennya
11:08untuk bisa berada di balik atau di belakang Iran dalam hal ini.
11:14Apa yang bisa Anda tangkap, Pak Mustafa, dari pernyataan seorang Putin
11:20menyusul juga China dan juga Korea Utara?
11:24Itu sudah diduga ya.
11:26Karena selama ini Rusia merupakan sahabat dekat Iran.
11:33Rusia itu punya hutang budi besar kepada Iran.
11:36Karena Iran dalam perang Rusia-Ukraina itu banyak pembantu Rusia.
11:41Seperti misalnya, Iran itu banyak memasuk pesawat drone yang sekarang dipakai oleh Iran juga
11:48untuk menyerang Israel sama Amerika.
11:51Jadi Rusia itu banyak dipasuk pesawat drone oleh Iran.
11:59setingkat Rusia pun dalam perang melawan Ukraina,
12:03jadi banyak menggunakan pesawat drone buatan Iran.
12:08Memang pesawat drone buatan Rusia yang dikenal pesawat drone Syahid 136
12:14ini memiliki teknologi yang cukup modern.
12:18diakui oleh Eropa, oleh Ukraina sendiri ya, yang menghadapi pesawat drone buatan Iran.
12:25Karena Ukraina itu merasa kewalahan ya, setiap lama menghadapi pesawat drone ini.
12:31Jadi pesawat drone buatan Iran itu termasuk salah satu pesawat drone terbaik di dunia saat-saat ini.
12:40Walaupun disebutkan oleh salah satu otoritas setempat Iran bahwa memang rudal-rudal dan juga drone yang saat ini
12:48tengah digencarkan menuju ke Israel dan juga beberapa lokasi lainnya adalah rudal atau drone buatan 2012.
12:57Itu artinya masih banyak lagi kemudian amunisi-amunisi yang dimiliki oleh Iran.
13:04Nah, bagaimana Mas Fahmi memandang ini, termasuk juga soal dukungan yang kemudian didapatkan dari negara Rusia,
13:15kemudian China, dan juga Korea Utara yang kemudian berada juga di belakang dari Iran.
13:20Bagaimana Anda melihat ini? Termasuk juga, kita juga mempertanyakan,
13:24Amerika Serikat, Inggris, sekutu Amerika Serikat, Inggris, dan juga Perancis, seperti apa Anda melihat ini?
13:31Iya, kalau kita lihat kan memang Iran ini menerapkan strategi asimetris ya.
13:41Mereka sangat menyadari interioritasnya dalam konteks kekuatan konvensional ya.
13:52Sehingga mereka sejak awal ya, untuk menerapkan strategi asimetris, termasuk dan strategi asimetrisnya itu bukan hanya dari dalam negeri Iran
14:06sendiri,
14:06tapi digelar ya, bersama-sama dengan proksi-proksinya di kawasan Timur Tengah, di utara,
14:13ada Rizpullah, ada dari Houthi, dari Yaman, kemudian dari Gilad juga ada.
14:23Nah itu kan, apa namanya, memang mereka ini sejak awal sudah sangat memahami bahwa
14:32kalau mereka berhidup-hidup hadapan, itu akan sulit untuk menanjingi Amerika,
14:42tapi dengan strategi serangan yang mampu membuat lewak, dengan serangan yang masing, yang melewakkan,
14:52dan yang menariknya lagi, dengan alutsista cuci gudang gitu ya, alutsista murah, meriah,
15:02itu mereka membuat lelah dan kemudian setelah, apa namanya, sistem itu kan selalu sistem pertahanan udara misalnya,
15:10seperti David Slim, dan apa namanya, dan yang lain gitu, Iron Dome misalnya,
15:18itu kan punya, ini juga, punya kelemahan ya, dari tidak mungkin 100 persen, apa namanya, serangan bisa ditangkis seluruhnya.
15:27Dari 100 persen, pasti akan ada 10-20 persen serangan yang masih mungkin luput, lolos ya, di area-nya.
15:37Nah itulah yang kemudian kita lihat, kemudian ditampilkan sebagai serangan-serangan yang diklaim oleh Iran sebagai mencapai target.
15:46Dan yang menarik lagi saya kira dari konteks perang Iran dan Israel dan Amerika beberapa hari ini adalah menonjolnya operasi
16:04kognitif,
16:05termasuk di sini ada perang informasi, perang persepsi, propaganda yang berlawanan satu sama lain.
16:15Itu kan menunjukkan bahwa, nah kali ini, perang bukan sekedar target pemenangannya, bukan sekedar target pemenangan fisik,
16:24tapi juga target pemenangan tadi ya, dengan kalau Amerika ingin, tentu ingin,
16:33memastikan bahwa Iran tidak lagi mampu melakukan keselawanan dan tunduk sepenuhnya pada kepentingan mereka.
16:41Nah, di sisi lain, Iran tentu, apa, akhirnya adalah, tadi meruntuhkan mitos supremasi dari Israel
16:50dan menunjukkan pada negara-negara di Timur Tengah bahwa Amerika tidak yang sangat superior begitu ya,
17:02artinya mereka masih bisa di lawan.
17:04Oke, termasuk juga bagaimana nantinya hubungan antara Iran dan juga negara-negara di Teluk di Timur Tengah
17:14terkait dengan terpilihnya Moshtaba Khamene ini.
17:16Karena kalau kita lihat kan, Iran juga sempat menggempur salah satu kilang minyak di Bahrain,
17:24termasuk juga beberapa wilayah.
17:26Nah, bagaimana nantinya hubungan yang akan terjalin, apakah memang nantinya akan merenggang atau seperti apa ini?
17:37Ya, kalau kita lihat sebenarnya reaksi Timur Tengah ini, khususnya negara-negara terut tadi yang disebut,
17:43ya sebenarnya mereka tampaknya sedang melakukan apa yang bisa kita sebut sebagai akrobat pragmatisme gitu ya.
17:52Di satu sisi, ya mereka mungkin merasa, ya dia merasa diuntungkan juga ya,
17:59kalau postur militer Iran ini dilemahkan gitu ya.
18:02Tapi di sisi lain, ya mereka juga punya kekhawatiran yang sesakaruh gitu ya,
18:07bahwa kalau rezim Moshtaba Khamene ini disudutkan,
18:17profsi Iran ya juga bisa dengan mudah menargetkan infrastruktur energi atau fasilitas-fasilitas vital lain di Semenanjung Arab ini.
18:27Makanya saya kira negara-negara terut juga tampak sekali ya,
18:33berusaha keras menjaga ininya, menjaga netralitasnya,
18:39kemudian menghindari wilayah udaranya dipakai untuk menyerang Iran gitu ya.
18:44Dan saya kira ada hal yang tidak boleh dilupakan gitu ya.
18:50Dan ini juga masih jadi pantauan pertama intelijen Amerika ya,
18:57soal titik kritis program nuklir Iran.
18:59Ini yang beberapa waktu ini justru tidak terlihat anehnya ya, apa namanya,
19:07apa namanya, perdebatannya atau perbincangannya,
19:12justru malah ya tadi ya, teralihkan dengan visual-visual tentang perusahaan yang presisi di berbagai pangkalan,
19:22di berbagai interaksi vital gitu.
19:24Itu yang terlihat adalah, apa namanya,
19:28saya kira Amerika dan kawasan Timur Benga sendiri pertama itu masih akan sangat waspada.
19:36Apakah Iran dibawa rezim Sabah yang ya jelas lebih mungkin dipandang lebih militan,
19:45lebih konseptif.
19:46Ini apakah akan melanjutkan pengayaan uranium level senjata sebagai instrumen ultimate deterensinya
19:56atau tidak, atau apa namanya,
20:01menaati apa yang dipatuhkan oleh ayahnya sebelumnya gitu ya Pak,
20:04melarang nuklir untuk senjata.
20:07Itu yang kita lihat juga.
20:09Kita nantikan.
20:10Negara-negara alam pasti akan menunggu itu juga untuk bergeser dari pragmatis dunia yang ada ini.
20:18Oke, saya ingin ke Pak Mustafa.
20:21Pak Mustafa, kalau menurut Anda seksinkat saja,
20:23dengan terpilihnya Mojtaba ini,
20:26kemudian agresi kita prediksi akan,
20:30tensinya akan meningkat,
20:31tetapi kemudian akan ada beberapa waktu yang nantinya bisa dilakukan atau dilakukan celah
20:39untuk bisa negara-negara lain yang ingin mendamaikan antara ketiga negara ini.
20:46Anda melihat potensinya apakah bisa atau kemudian butuh waktu yang lama
20:55untuk bisa kemudian menurunkan tensi ini, peperangan ini?
21:01Baik, di satu pihak, siapapun pemimpin Iran yang berkuasa sekarang
21:07pasti akan melanjutkan perang.
21:09Karena Iran ini kan dalam posisi yang diserang
21:13dan sudah dianggap mengancam ekstensi negara Iran.
21:18Ini di satu pihak.
21:19Tapi di pihak lain, sudah mulai muncul gerakan diplomasi
21:24untuk mengakhiri perang.
21:26Seperti Rusia, Cina, dan Perancis ya,
21:29untuk tingkat global, ini sudah mulai bergerak
21:31untuk bisa mengakhiri perang lebih cepat.
21:35Di tingkat regional, sudah beredar berita
21:39Mesir, dan Turki, dan Arab Saudi sendiri
21:43yang sekarang menjadi sasaran-sasaran Iran
21:45itu sudah mulai bergerak, sudah mulai berbicara
21:48untuk menggunakan jalur diplomasi
21:54agar perang ini berakhir dengan cepat.
21:58Tentu ini butuh beberapa hari mendatang ya.
22:01Akan kelihatan bagaimana upaya tingkat global maupun regional
22:05terhadap upaya diplomasi ini
22:08akan kita lihat beberapa hari mendatang.
22:10Sekarang memang belum kelihatan ya.
22:12Butuh beberapa hari, butuh waktu beberapa hari.
22:14Tentu reaksi Trump, apa sikap Trump
22:18ini yang paling menentukan nanti.
22:20Bagaimana Trump menanggapi upaya
22:22di tingkat global dan regional
22:26menuju bagaimana perang ini segera berakhir.
22:30Ini sangat, makanya Trump tadi kan sudah
22:32di apa namanya, di Florida, di depan Partai Republik
22:35sudah berbicara bahwa perang ini berperang adalah
22:37dalam waktu singkat, so time, yang sering disebutkan oleh Trump kan.
22:42Dan Trump juga sudah menyinggung
22:44bahwa perang ini sebetulnya sudah berakhir.
22:46Karena kekuatan utama Iran, katan laut, kemudian katan duran sudah habis.
22:52Jadi yang ada ini adalah sisa-sisa Iran.
22:54Nah ini, sisa-sisa kekuatan Iran.
22:57Ini yang dikhawatirkan oleh Israel juga.
22:59Jangan-jangan Trump ini akan melakukan skenario
23:03seperti perang 12 hari tahun lalu,
23:05tiba-tiba dia mengundurkan tangan untuk gejatan senjata.
23:09Ini yang dikhawatirkan oleh Israel juga.
23:10Karena Trump ini kan susah ditebak.
23:17Tentu saja kita berharap upaya ini,
23:20perdamaian ini bisa terlaksana.
23:22Begitu jangan sampai bahkan lebih bergulir,
23:25lebih panjang perang yang terjadi antara Amerika Serikat Israel
23:29dan juga Iran ini.
23:30Terima kasih.
23:31Bapak-bapak ada Pak Mustafa,
23:33kemudian juga ada Pak Khairul Fahmi dari ISA
23:36setelah bergabung bersama kami.
23:37Sehat selalu, wassalamualaikum.
23:39Selamat pagi.
23:39Terima kasih.
23:40Terima kasih.
Komentar