Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan keanggotaan Indonesia di Board of Peace memicu perdebatan. Sejumlah ulama dan organisasi masyarakat Islam menyampaikan penolakan terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut. Namun pemerintah menilai forum ini masih dapat dimanfaatkan sebagai jalur diplomasi internasional, termasuk untuk mendorong upaya perdamaian dan membahas isu Palestina.

Dalam pertemuan antara Presiden dan perwakilan ulama di Istana Kepresidenan Jakarta, pemerintah menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyebut forum ini masih menjadi ruang dialog penting sebelum Indonesia mempertimbangkan langkah lebih jauh, seperti menarik diri dari keanggotaan.

Di sisi lain, sejumlah tokoh ulama seperti Habib Hanif Alatas dan Cholil Nafis menyampaikan kritik serta menyarankan agar Indonesia memaksimalkan diplomasi melalui forum internasional lain. Lalu mengapa pemerintah tetap memilih bertahan? Simak penjelasan lengkapnya dalam video berikut

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/03/06/084434/diprotes-ulama-prabowo-tetap-pertahankan-keanggotaan-ri-di-board-of-peace-mengapa

Creative/Video Editor: Nura/Leo

#Ulama #PresidenPrabowo #BoardofPeace
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Dapat penolakan ulama, Prabowo pilih pertahankan keanggotaan Indonesia di Port of Peace.
00:16Presiden Prabowo Subianto memutuskan Indonesia tetap mempertahankan keanggotaan dalam forum Port of Peace,
00:22meskipun menuai protes dari sejumlah ulama dan organisasi masyarakat Islam.
00:27Keputusan tersebut disampaikan setelah Presiden menerima perwakilan ulama dan tokoh hormas Islam
00:33dalam sebuah pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis 5 Maret 2026.
00:39Pertemuan itu dikelar untuk membahas polemik keikut sertaan Indonesia dalam forum internasional tersebut.
00:45Dalam pertemuan itu, pemerintah menjelaskan alasan mempertahankan keanggotaan Indonesia.
00:51Menteri ATR atau BPN Nusron Wahid menyampaikan bahwa Presiden menilai forum Port of Peace
00:56dapat menjadi salah satu jalur diplomasi bagi Indonesia untuk memperjuangkan perdamaian,
01:02termasuk terkait isu Palestina.
01:04Pemerintah ingin memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang dialog internasional
01:09sebelum mengambil langkah lebih jauh seperti keluar dari keanggotaan.
01:13Namun, sejumlah ulama menyampaikan keberatan terhadap keputusan tersebut.
01:18Sekretaris Majelis Syura DPP Front Persaudaraan Islam, Habib Hanif Alatas,
01:23diketahui mengirimkan surat kepada Presiden yang berisi desakan agar Indonesia menarik diri dari forum itu.
01:29Penolakan muncul karena forum tersebut digagas oleh Amerika Serikat
01:33dan juga melibatkan Israel sebagai salah satu pihak yang terlibat.
01:37Selain itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Holil Nafis,
01:41juga menilai forum tersebut tidak lagi efektif,
01:44terutama setelah meningkatnya ketegangan internasional termasuk serangan Amerika Serikat ke Iran.
01:50Ia menyarankan pemerintah lebih memaksimalkan jalur diplomasi
01:54melalui forum internasional lain seperti PBB dan Organisasi Kerjasama Islam.
01:59Meski demikian, Presiden menegaskan,
02:02pemerintah tetap membuka ruang evaluasi dan kemungkinan menarik diri
02:06jika forum tersebut tidak memberikan manfaat bagi upaya perdamaian Palestina
02:10maupun kepentingan Indonesia.
02:14Terima kasih telah menonton!
02:16Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan