00:00Anda masih di Breaking News Kompas TV, sebelum jeda kita tadi mendengarkan pernyataan dari sejumlah ekonom
00:06bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Yusuf Kala terkait dengan pertemuan mereka
00:13yang mendiskusikan soal dampak perang Amerika Serikat Israel dengan Iran terhadap sektor ekonomi dalam negeri.
00:21Yusuf Kala menyebut pertemuan ekonom dengan dirinya sebagai bentuk tukar pikiran
00:26soal dinamika perkembangan ekonomi tanah air. Ketidakseimbangan fiskal tanah air membuat JK memberi pandangannya
00:33soal bagaimana sebaiknya menentukan prioritas untuk memajukan perekonomian.
00:39Mengambil keputusan, ini tukar pikiran, tapi intinya sederhana.
00:48Dalam kondisi di mana negeri mengalami ketidakseimbangan fiskal,
00:55artinya divisi besar, maka solusinya antara lain, ya terungkan pilih
01:02pembiayaan yang dapat memajukan negara, yang pembangunan dantam masyarakat,
01:09dan bagaimana menaikkan penerimaan, itu aja.
01:14Jadi kita kembali lagi memilih prioritas, harus memilih prioritas yang dapat memberikan suatu pertumbuhan yang baik untuk negeri ini.
01:27Kalau prioritasnya memang seperti, contohnya bicara, embik itu penting.
01:34Beli alutsista penting, kooperasi penting.
01:38Cuma ada yang lebih penting lagi.
01:42Cari alami penting yang dapat, ya bukan cari, memilih prioritas yang produktif,
01:50yang dapat meningkatkan pertumbuhan, memperbaiki, dan kehidupan ekonomi masyarakat.
01:56Jadi bukan hanya kita bicara tentang hal tersebut.
02:02Jadi kita lagi berbicara, apa yang prioritas itu?
02:05Kita sudah mengatakan apa yang prioritas, apa yang tidak prioritas.
02:09Bahwa itu bukan penting, itu perlu, tapi ada waktunya.
02:17Nah, tapi apa yang dewasa ini sangat penting, itu yang harus kita, pemerintah harus memilih yang terbaik.
02:27Kualitasnya tidak kepada yang lain.
02:29Terima kasih telah menonton!
Komentar