Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Konflik di Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat belum mereda.

Potensi perang berkepanjangan yang berakibat pada penutupan Selat Hormuz dapat berdampak pada ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Inilah catatan KompasTV: perang di Timur Tengah menjadi ujian bagi ekonomi Indonesia.

Baca Juga China Buka Suara! Menlu Wang Yi Serukan Penghentian Perang Iran vs AS dan Israel di https://www.kompas.tv/internasional/655546/china-buka-suara-menlu-wang-yi-serukan-penghentian-perang-iran-vs-as-dan-israel

#selathormuz #perang #timurtengah #ekonomi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/655547/full-konflik-timur-tengah-berpotensi-guncang-ekonomi-dunia-apa-antisipasi-pemerintah-indonesia
Transkrip
00:05Intro
00:08Konflik di Timur Tengah antara Iran, Israel dan Amerika Serikat belum meredah.
00:14Potensi perang yang berkepanjangan yang berakibat pada penutupan Selat Hormuz
00:19berdampak pada ekonomi dunia termasuk Indonesia.
00:23Inilah catatan Kompas TV, Perang di Timur Tengah, Ujian Ekonomi Indonesia.
00:45Konflik di Timur Tengah antara Iran, Israel dan Amerika belum meredah.
00:50Kondisi ini membuat dunia ketar-ketir, apalagi setelah jalur ekonomi dunia di Selat Hormuz ditutup oleh Iran.
00:56Ancaman krisis energi menghantui dunia tidak terkecuali Indonesia.
01:00Indonesia menyiapkan sejumlah antisipasi, diantaranya mengalihkan impor minyak mentah, BBM dan LPG
01:05dari Timur Tengah ke Amerika Serikat dan memastikan cadangan BBM nasional masih aman
01:10dan mencukupi untuk kebutuhan bahkan sampai lebaran.
01:13Meski demikian, ada warga yang mengaku panik, takut BBM langka imbas perang di Timur Tengah.
01:19Akibatnya, antrian kendaraan pun terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar
01:23seperti SPBU Jember Jawa Tibur dan SPBU di Banda Aceh.
01:27Menteri SDM, Bahri Lahadalia, meminta masyarakat tetap tenang karena stok BBM nasional masih aman.
01:33Saat ini, BBM yang tersedia mencapai 23 hari sehingga stok nasional masih aman.
01:37Karena minyak kita itu aman, jadi nggak perlu ada panik, nggak perlu.
01:45Suplai lancar, kita itu ambil dari Middle East, itu minyak mentahnya bukan minyak jagi.
01:54Tapi nasional mencukupi dari Middle East, kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria dan dari Brazil.
02:04Sementara itu, Menteri Keuangan Purubaya bilang,
02:06pemerintah membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM bersubsidi
02:09jika harga minyak dunia terus melonjak, imbas perang di Timur Tengah.
02:13Purubaya menggambarkan, jika harga minyak mencapai rata-rata 92 dolar per barel,
02:18maka berpotensi memperlebar defisit anggaran.
02:21Namun pemerintah mengklaim, masih punya opsi untuk menahan defisit anggaran di bawah batas 3 persen.
02:27Kita eksersis untuk masing-masing harga minyak,
02:29sampai berapa-berapa, bagaimana kondisi APBN kita,
02:33sama mereka masih rahasia, jadi gak saya keluarkan,
02:35nanti mungkin di Rabu kita keluarkan gambarnya.
02:39Tapi yang jelas, kita udah eksersis sampai kalau harga minyak naik ke 92 dolar per barel,
02:45apa dampaknya ke defisit?
02:49Kalau gak ada apa-apain, defisit kita naik ke 3,6 persen,
02:54kalau gak salah dari PDB, itu kalau kita gak ngapa-ngapain.
02:59Tapi kan biasanya kita bisa melakukan langkah-langkah penyesuaian,
03:03sehingga kita bisa menjaga tetap di bawah 3 persen.
03:09Tak hanya kenaikan harga minyak,
03:11mempunyai dampak perang Timur Tengah yang berkepanjangan juga berpotensi
03:13membuat Indonesia terancam kesulitan mendapatkan pasokan minyak,
03:17dikarenakan negara-negara lain yang turut berembus stok minyak yang terbatas di pasar global.
03:21Selain adanya resiko harganya menonjak tinggi,
03:24kedua, belum tentu kita bisa mendapatkan pasokan.
03:26Karena pertama, kita harus mencari dari negara lain.
03:31Salah satu yang paling memungkinkan adalah dari Amerika,
03:34karena pemerintah juga sudah melakukan kerjasama bilateral.
03:37Yang kedua, negara-negara lain tentunya juga akan berebut.
03:39Jadi bukan hanya Indonesia yang mengalami kegentingan terhadap pasokan energi,
03:45tetapi juga negara-negara besar lain seperti Tiongkok dan juga India.
03:48Nah itu artinya kita memang dalam situasi yang saling memperbutkan pasokan yang terbatas dari mas.
03:55Bila perang terus berkepanjangan, terutama blokade selat hormus
03:58yang menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah ke seluruh dunia,
04:01maka potensi terjadinya krisis ekonomi akan menjadi kenyataan.
04:04Langkah antisipasi jangka panjang pemerintah tentu diharapkan bisa menekan dampak ekonomi
04:08dari perang di Timur Tengah ini.
04:10Tim Liputan Kompas TV
04:15Ketahanan ekonomi Indonesia saat ini sedang diuji.
04:20Eskalasi perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dampaknya terasa di tanah air.
04:26Mulai dari kelangkaan bahan baku bagi pelaku industri petrokimia
04:31hingga panik buying di SPBU sejumlah daerah karena khawatir stok BBM habis.
04:38Bila perang terus berkepanjangan, terutama blokade selat hormus
04:43yang menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah ke seluruh dunia terus berlangsung,
04:47maka potensi terjadinya krisis ekonomi akan menjadi kenyataan.
04:52Termasuk bagi Indonesia yang menjadi salah satu negara importir minyak dunia.
04:58Para ekonom menghitung kenaikan harga minyak 1 dolar Amerika per barel
05:03akan menambah defisit APBN sekitar 6,8 triliun rupiah.
05:08Sementara itu saudara, pada sesi perdagangan New York Jumat lalu,
05:13harga minyak mentah brand yang jadi patokan internasional tembus 92,69 dolar Amerika Serikat per barel.
05:22Harga ini melonjak 22 dolar AS per barel dari asumsi harga minyak yang dipatok dalam APBN kita,
05:30yakni 70 dolar Amerika per barel.
05:33Ujian bagi ketahanan ekonomi kita semakin lengkap,
05:37karena pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika cukup fluktuatif.
05:42Pada perdagangan Jumat lalu, nilai tukar rupiah melemah 16.919 rupiah per dolar AS
05:50setelah sempat menguat di 16.886 rupiah per dolar sehari sebelumnya.
06:02Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa menjamin pila APBN kita sehat dan kemampuan fiskal aman.
06:10Tetapi kita tahu juga, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara per 28 Februari 2026
06:18sudah menembus Rp135,7 triliun atau 0,53% terhadap produk domestik bruto atau PDB.
06:30Angka ini melonjak tajam bila kita bandingkan dengan realisasi defisit pada Februari tahun lalu
06:37yang hanya sebesar Rp30,7 triliun atau sekitar 0,13% dari PDB.
06:45Jadi meski APBN sehat dan kemampuan fiskal aman,
06:49pemerintah masih punya pekerjaan rumah mengurangi defisit APBN
06:53agar kita memiliki ruang fiskal yang lebih leluasa untuk menghadapi ketidakpastian global.
07:03Untuk itu, pemerintah harus segera melakukan penyesuaian kebijakan berupa penghematan belanja negara,
07:10menunda rencana belanja yang tidak mendesak,
07:14hingga menjatuhalkan ulang pelaksanaan berbagai proyek pembangunan ke tahun depan,
07:19termasuk menyesuaikan kembali target sasaran dari pelaksanaan berbagai program prioritas
07:25agar lebih tepat manfaat.
07:28Pemerintah juga perlu memperhatikan peringatan yang diberikan sejumlah lembaga pemeringkat internasional
07:35untuk tetap disiplin, menjaga batas defisit APBN di 3%,
07:40serta menjaga independensi Bank Indonesia.
07:43Hal ini penting dilakukan supaya Indonesia tetap berada dalam kategori negara layak investasi.
07:50Sebagai Kepala Pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto sebaiknya tetap berada di dalam negeri
07:57dan fokus bekerja untuk menjaga stabilitas ekonomi kita.
08:02Kehadiran Presiden Prabowo tidak semata agar langkah penyesuaian kebijakan berjalan efektif,
08:08tetapi juga pesan positif ke publik,
08:11bahwa pemerintah berespon serius ancaman krisis terhadap ekonomi Indonesia.
08:18Kita memang harus optimis bisa melewati situasi ini,
08:23tetapi perlu langkah antisipatif serta khusus untuk menghindari dampak buruk krisis ekonomi
08:30akibat gejolak Timur Tengah.
08:32Demikian catatan Kompas TV, kita jumpa lagi pekan depan.
08:36Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan