00:05Intro
00:08Konflik di Timur Tengah antara Iran, Israel dan Amerika Serikat belum meredah.
00:14Potensi perang yang berkepanjangan yang berakibat pada penutupan Selat Hormuz
00:19berdampak pada ekonomi dunia termasuk Indonesia.
00:23Inilah catatan Kompas TV, Perang di Timur Tengah, Ujian Ekonomi Indonesia.
00:45Konflik di Timur Tengah antara Iran, Israel dan Amerika belum meredah.
00:50Kondisi ini membuat dunia ketar-ketir, apalagi setelah jalur ekonomi dunia di Selat Hormuz ditutup oleh Iran.
00:56Ancaman krisis energi menghantui dunia tidak terkecuali Indonesia.
01:00Indonesia menyiapkan sejumlah antisipasi, diantaranya mengalihkan impor minyak mentah, BBM dan LPG
01:05dari Timur Tengah ke Amerika Serikat dan memastikan cadangan BBM nasional masih aman
01:10dan mencukupi untuk kebutuhan bahkan sampai lebaran.
01:13Meski demikian, ada warga yang mengaku panik, takut BBM langka imbas perang di Timur Tengah.
01:19Akibatnya, antrian kendaraan pun terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar
01:23seperti SPBU Jember Jawa Tibur dan SPBU di Banda Aceh.
01:27Menteri SDM, Bahri Lahadalia, meminta masyarakat tetap tenang karena stok BBM nasional masih aman.
01:33Saat ini, BBM yang tersedia mencapai 23 hari sehingga stok nasional masih aman.
01:37Karena minyak kita itu aman, jadi nggak perlu ada panik, nggak perlu.
01:45Suplai lancar, kita itu ambil dari Middle East, itu minyak mentahnya bukan minyak jagi.
01:54Tapi nasional mencukupi dari Middle East, kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria dan dari Brazil.
02:04Sementara itu, Menteri Keuangan Purubaya bilang,
02:06pemerintah membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM bersubsidi
02:09jika harga minyak dunia terus melonjak, imbas perang di Timur Tengah.
02:13Purubaya menggambarkan, jika harga minyak mencapai rata-rata 92 dolar per barel,
02:18maka berpotensi memperlebar defisit anggaran.
02:21Namun pemerintah mengklaim, masih punya opsi untuk menahan defisit anggaran di bawah batas 3 persen.
02:27Kita eksersis untuk masing-masing harga minyak,
02:29sampai berapa-berapa, bagaimana kondisi APBN kita,
02:33sama mereka masih rahasia, jadi gak saya keluarkan,
02:35nanti mungkin di Rabu kita keluarkan gambarnya.
02:39Tapi yang jelas, kita udah eksersis sampai kalau harga minyak naik ke 92 dolar per barel,
02:45apa dampaknya ke defisit?
02:49Kalau gak ada apa-apain, defisit kita naik ke 3,6 persen,
02:54kalau gak salah dari PDB, itu kalau kita gak ngapa-ngapain.
02:59Tapi kan biasanya kita bisa melakukan langkah-langkah penyesuaian,
03:03sehingga kita bisa menjaga tetap di bawah 3 persen.
03:09Tak hanya kenaikan harga minyak,
03:11mempunyai dampak perang Timur Tengah yang berkepanjangan juga berpotensi
03:13membuat Indonesia terancam kesulitan mendapatkan pasokan minyak,
03:17dikarenakan negara-negara lain yang turut berembus stok minyak yang terbatas di pasar global.
03:21Selain adanya resiko harganya menonjak tinggi,
03:24kedua, belum tentu kita bisa mendapatkan pasokan.
03:26Karena pertama, kita harus mencari dari negara lain.
03:31Salah satu yang paling memungkinkan adalah dari Amerika,
03:34karena pemerintah juga sudah melakukan kerjasama bilateral.
03:37Yang kedua, negara-negara lain tentunya juga akan berebut.
03:39Jadi bukan hanya Indonesia yang mengalami kegentingan terhadap pasokan energi,
03:45tetapi juga negara-negara besar lain seperti Tiongkok dan juga India.
03:48Nah itu artinya kita memang dalam situasi yang saling memperbutkan pasokan yang terbatas dari mas.
03:55Bila perang terus berkepanjangan, terutama blokade selat hormus
03:58yang menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah ke seluruh dunia,
04:01maka potensi terjadinya krisis ekonomi akan menjadi kenyataan.
04:04Langkah antisipasi jangka panjang pemerintah tentu diharapkan bisa menekan dampak ekonomi
04:08dari perang di Timur Tengah ini.
04:10Tim Liputan Kompas TV
04:15Ketahanan ekonomi Indonesia saat ini sedang diuji.
04:20Eskalasi perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dampaknya terasa di tanah air.
04:26Mulai dari kelangkaan bahan baku bagi pelaku industri petrokimia
04:31hingga panik buying di SPBU sejumlah daerah karena khawatir stok BBM habis.
04:38Bila perang terus berkepanjangan, terutama blokade selat hormus
04:43yang menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah ke seluruh dunia terus berlangsung,
04:47maka potensi terjadinya krisis ekonomi akan menjadi kenyataan.
04:52Termasuk bagi Indonesia yang menjadi salah satu negara importir minyak dunia.
04:58Para ekonom menghitung kenaikan harga minyak 1 dolar Amerika per barel
05:03akan menambah defisit APBN sekitar 6,8 triliun rupiah.
05:08Sementara itu saudara, pada sesi perdagangan New York Jumat lalu,
05:13harga minyak mentah brand yang jadi patokan internasional tembus 92,69 dolar Amerika Serikat per barel.
05:22Harga ini melonjak 22 dolar AS per barel dari asumsi harga minyak yang dipatok dalam APBN kita,
05:30yakni 70 dolar Amerika per barel.
05:33Ujian bagi ketahanan ekonomi kita semakin lengkap,
05:37karena pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika cukup fluktuatif.
05:42Pada perdagangan Jumat lalu, nilai tukar rupiah melemah 16.919 rupiah per dolar AS
05:50setelah sempat menguat di 16.886 rupiah per dolar sehari sebelumnya.
06:02Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa menjamin pila APBN kita sehat dan kemampuan fiskal aman.
06:10Tetapi kita tahu juga, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara per 28 Februari 2026
06:18sudah menembus Rp135,7 triliun atau 0,53% terhadap produk domestik bruto atau PDB.
06:30Angka ini melonjak tajam bila kita bandingkan dengan realisasi defisit pada Februari tahun lalu
06:37yang hanya sebesar Rp30,7 triliun atau sekitar 0,13% dari PDB.
06:45Jadi meski APBN sehat dan kemampuan fiskal aman,
06:49pemerintah masih punya pekerjaan rumah mengurangi defisit APBN
06:53agar kita memiliki ruang fiskal yang lebih leluasa untuk menghadapi ketidakpastian global.
07:03Untuk itu, pemerintah harus segera melakukan penyesuaian kebijakan berupa penghematan belanja negara,
07:10menunda rencana belanja yang tidak mendesak,
07:14hingga menjatuhalkan ulang pelaksanaan berbagai proyek pembangunan ke tahun depan,
07:19termasuk menyesuaikan kembali target sasaran dari pelaksanaan berbagai program prioritas
07:25agar lebih tepat manfaat.
07:28Pemerintah juga perlu memperhatikan peringatan yang diberikan sejumlah lembaga pemeringkat internasional
07:35untuk tetap disiplin, menjaga batas defisit APBN di 3%,
07:40serta menjaga independensi Bank Indonesia.
07:43Hal ini penting dilakukan supaya Indonesia tetap berada dalam kategori negara layak investasi.
07:50Sebagai Kepala Pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto sebaiknya tetap berada di dalam negeri
07:57dan fokus bekerja untuk menjaga stabilitas ekonomi kita.
08:02Kehadiran Presiden Prabowo tidak semata agar langkah penyesuaian kebijakan berjalan efektif,
08:08tetapi juga pesan positif ke publik,
08:11bahwa pemerintah berespon serius ancaman krisis terhadap ekonomi Indonesia.
08:18Kita memang harus optimis bisa melewati situasi ini,
08:23tetapi perlu langkah antisipatif serta khusus untuk menghindari dampak buruk krisis ekonomi
08:30akibat gejolak Timur Tengah.
08:32Demikian catatan Kompas TV, kita jumpa lagi pekan depan.
08:36Terima kasih telah menonton!
Komentar