Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Jakarta - Pemerintah buka suara soal impor beras dari Amerika Serikat (AS). Dijelaskan bahwa yang akan diimpor dari negara tersebut adalah beras khusus seperti beras Jepang, yang tidak dikonsumsi sehari-hari.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa impor tersebut hanya sebesar 1.000 ton dan masuk dalam skema kerja sama dagang timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dikenal dengan Agreement of Reciprocal Trade (ART).

“Oh yang beras, itu mengenai beras khusus,” kata Zulhas usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).

Ia menekankan, beras yang dimaksud bukan beras biasa yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari. Melainkan beras dengan spesifikasi tertentu yang memang menyasar segmen khusus.

“Seperti Jepang gitu, ada beras Jepang, disebut beras khusus. Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita,” ujarnya.

Menurutnya, praktik impor beras khusus bukan hal baru. Indonesia juga punya perjanjian serupa dengan Jepang, terutama untuk kebutuhan restoran Jepang yang memang membutuhkan jenis beras tertentu yang tidak diproduksi massal di dalam negeri.

Saat ditanya kenapa tidak diproduksi saja di dalam negeri, Zulhas tak menampik bahwa faktor harga menjadi pertimbangan utama.

Pro TV - Televisi Digital Berjaringan

Pro TV (@protv_id) bagian dari ekosistem Promedia Group (@promediateknologi)
-
SUBSCRIBE OFFICIAL CHANNEL YOUTUBE :
@protv_official | PROMEDIA TV
www.protv.id

#zulkiflihasan #imporberas #amerikaserikat #prabowo #prabowosubianto #ProTV

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:02Seperti Jepang, itu kan ada beras Jepang, ada basmati, disebut beras khusus ya.
00:11Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu.
00:16Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita.
00:20Jadi berbeda dengan jenisnya ya Pak?
00:22Kalau beras khusus ya memang ada, termasuk perjanjian kita dengan Jepang kan ada beras Jepang tuh.
00:27Yang buat restoran-restoran Jepang kan dia berasnya khusus mendatangkan dari sana.
00:32Ya itu kita boleh ya.
00:34Kita nggak bisa produksi sendiri Pak emang Pak?
00:36Mahal itu, 100 ribu lebih 1 kilo kan?
00:39Iya, siapa mau beli kan?
00:41Yang beli kan yang makan di restoran Jepang aja kalau yang Jepang kan gitu.
00:45Jadi di muarai-muaranya Pak?
00:47Bukan mahal harganya ya.
00:49Kayak beras Jepang itu 100 ribu kan 1 kilonya.
Komentar

Dianjurkan