00:00Saudara upaya impor 105.000 mobil dari India oleh PT Agrinas Panganusantara menuek kritik industri otomotif nasional, bahkan mereka mendesak
00:11pembatalan rencana impor tersebut.
00:13Pemerintah diminta mempertimbangkan rencana impor mobil dengan kondisi utuh demi kembali menumbuhkan geliat industri otomotif nasional.
00:23Inilah catatan Kompas TV, dengarkan suara pelaku industri otomotif dalam negeri.
00:33Kami sudah memastikan bahwa untuk melakukan impor mobil itu tidak perlu aturan khusus gitu.
00:40Sehingga saya rasa kalau sudah jangan ke aturan-aturan tidak ada yang kami langgar gitu.
00:50Impor mobil pickup dan truk dari India menjadi jalan pintas usai PT Agrinas Panganusantara mengklaim tak menemukan produsen nasional yang
00:59bisa memenuhi target penyediaan lebih dari 100.000 unit di tahun ini.
01:04Alasan spesifikasi dan harga yang lebih murah juga turut jadi pertimbangan.
01:09Dengan pengadaan prasarana ini Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp46.500.000.
01:19Pengadaan mobil dari India ini cukup fair gitu menurut saya.
01:26Karena kami sudah beri kesempatan kepada semua pihak dan ternyata memang produsen kita memang tidak mampu.
01:32Hal berbeda disampaikan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia.
01:36Wakil Ketua Kadin Salehusin bilang produsen otomotif dalam negeri mampu menyediakan kebutuhan mobil pickup untuk Koperasi Desa Merah Putih.
01:46Kadin juga meminta impor dari India dibatalkan karena tidak berdampak multi-flyer event.
01:52Produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan.
02:00Jangan hanya kita berpikir untuk nilai, wah ini beli harganya lebih murah sekian, tapi harus dipikirkan jangka panjangnya.
02:07Ini yang tentu sangat kami sayangkan dan sekali lagi kami berharap betul-betul bahwa Presiden dapat membatalkan rencana impor tersebut
02:18sehingga beralih kepada penggunaan produksi dalam negeri yang merupakan adalah ya menciptakan lapangan kerjaan buat.
02:26Menteri Koperasi Ferry Julian Tono dalam program ROSI menyatakan pemerintah akan mempertimbangkan pengadaan mobil impor dari India
02:34untuk Koperasi Desa Merah Putih dan mendengarkan industri otomotif tanah air.
02:39Untuk dipertimbangkan tentang pengadaan mobil ini juga bisa mengakomodir industri otomotif nasional semata-mata
02:48tidak hanya soal sekedar lebih murah, tapi juga untuk tetap mempertahankan atau justru bahkan kita bisa mengembangkan industri otomotif nasional
02:58kita.
02:59Saya rasa penting untuk didengarkan aspirasi dari dalam negeri untuk kepentingan dalam negeri.
03:06Sementara itu Indonesia Corruption Watch ICW meminta transparansi PT Agrinas Pangan Nusantara
03:12terkait impor mobil pick-up Koperasi Desa Merah Putih.
03:16ICW menilai sektor pengadaan barang dan jasa rentan terjadi korupsi.
03:21Pengadaan yang dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara tidak sesuai dengan peraturan Presiden No. 46 tahun 2025
03:27tentang pengadaan barang dan jasa, yakni prinsip transparansi.
03:31Ini ICW tidak melihat adanya situs resmi dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang menyampaikan informasi mengenai
03:39pengadaan mobil yang berjumlah 105 riset yang dilakukan oleh ICW.
03:44Pengadaan barang dan jasa merupakan sektor yang paling rentan untuk dikorupsi.
03:48Dari temuan tersebut, ketika tidak adanya transparansi yang dilakukan oleh PT Agrinas,
03:53maka rawan terjadi bancakan.
03:56Salah satunya adalah melalui markup harga.
04:00Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Suf Midasko Ahmad mengusulkan penundaan impor
04:04105 ribu unit mobil jenis pick-up dan truk dari India
04:08yang menjadi polemik di tengah lesunya industri otomotif dalam negeri.
04:12Namun, tak lama usai pernyataan itu,
04:14seribu unit pick-up dari India tiba di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.
04:18Tim Liputan, Kompas TV
04:25Saudara pemerintah melalui perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara atau PT Agrinas
04:30Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu mobil pick-up dari India
04:35yang akan digunakan sebagai alat transportasi kooperasi merah putih di pedesaan.
04:41Sebanyak seribu unit mobil pick-up itu bahkan sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priuk, Saudara.
04:46Padahal, Ketua Harian Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI, Suf Midasko Ahmad
04:51sudah meminta agar impor mobil dari India itu ditunda.
04:56Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia atau Kadin, Saleh Hussein bahkan meminta impor dibatalkan.
05:03Kebijakan ini pun jadi pro dan kontra.
05:06Dirut, Joe Angelo de Sousa mengaku PT Agrinas sudah menawarkan kepada produsen otomotif dalam negeri
05:13namun tidak ada yang sanggup menyediakan dengan jumlah yang diminta.
05:17Selain itu, harga yang ditawarkan produsen dalam negeri pun lebih mahal.
05:21Sehingga, Joe Angelo mengklaim pembelian mobil pick-up India justru menghasilkan efisiensi Rp46,5 triliun.
05:35Perdebatan apapun itu, yang jelas kebijakan impor mobil India ini jadi tamparan keras bagi industri otomotif Indonesia.
05:43Ironi, di saat pemerintah gencar berbicara tentang hilirisasi, industrialisasi dalam negeri
05:49untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekspor,
05:52tetapi justru seakan mematikan industri otomotif dalam negeri.
05:57Selain itu, urgensi penyediaan mobil pick-up asal India itu untuk mobilitas Koperasi Merah Putih masih bisa diperdebatkan.
06:06Apa iya sudah harus diadakan?
06:08Karena di satu sisi, Koperasi Merah Putih masih dalam proses menyiapkan sistem serta pembangunan fisik.
06:19Supaya kebijakan ini tidak jadi polemik yang berkepanjangan,
06:23pemerintah harus dapat menjelaskan secara transparan.
06:27Akuntabilitas penggunaan dana pengadaan mobil pick-up India ini jadi salah satu ujian.
06:33Apakah prinsip good governance sudah diterapkan atau tidak?
06:37Agar jangan muncul kecurigaan ini hanya jadi proyek bancakan kelompok tertentu.
06:44Selain itu, impor mobil pick-up India ini jangan sampai bertentangan dengan ketentuan Peraturan Menteri Perindustrian
06:51atau Permen Perin No. 35 Tahun 2025.
06:56Permen Perin ini jelas meminta pemerintah wajib memprioritaskan pembelian produk industri dalam negeri
07:02dibandingkan dengan produk impor.
07:04Dalam peraturan ini juga disebutkan penggunaan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN sebanyak 40% alias tidak full impor.
07:22Baru-baru ini gabungan industri kendaraan bermotor Indonesia menyampaikan
07:26ataupun menyampaikan kapasitas produksi dalam negeri masih memadai untuk menyediakan mobil pick-up sejenis.
07:33Industri komponen yang tergabung dalam gabungan industri alat-alat mobil dan motor
07:38juga siap mendukung penyediaan mobil dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi.
07:43Kita tentu berharap agar pemerintah mendengarkan suara pelaku industri otomotif,
07:49menunda sampai jelas aturan penggunaan TKDN atau bahkan membatalkan impor mobil pick-up India
07:57mungkin jadi pilihan yang bijak.
08:13Demikian catatan Kompas TV Saudara. Kita jumpa lagi pekan depan.
08:19Terima kasih telah menonton!
Komentar