Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Upaya impor 105.000 mobil dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menuai kritik industri otomotif nasional, bahkan mereka mendesak pembatalan rencana impor itu.

Pemerintah diminta mempertimbangkan rencana impor mobil dengan kondisi utuh demi kembali menumbuhkan geliat industri otomotif nasional.

Impor mobil pikap dan truk dari India menjadi jalan pintas usai PT Agrinas Pangan Nusantara mengklaim tak menemukan produsen lokal yang bisa memenuhi target penyediaan lebih dari 100 ribu unit di tahun ini. Alasan spesifikasi dan harga yang lebih murah juga turut jadi pertimbangan.

Hal berbeda disampaikan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia. Wakil Ketua Kadin, Saleh Husin, bilang produsen otomotif dalam negeri mampu menyediakan kebutuhan mobil pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih. Kadin juga meminta impor dari India dibatalkan karena tidak berdampak multiplier effect.

Inilah catatan KompasTV, Dengarkan Suara Pelaku Industri Otomotif Dalam Negeri.

Baca Juga PLTS Koperasi Merah Putih Jadi Fondasi Ekonomi Warga Pulau Sembur Laut Batam di https://www.kompas.tv/nasional/638818/plts-koperasi-merah-putih-jadi-fondasi-ekonomi-warga-pulau-sembur-laut-batam

#koperasidesa #kamardagang #impor #india

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653869/kontroversi-impor-pikap-dari-india-kadin-industri-otomotif-lokal-desak-pemerintah-lindungi-produsen
Transkrip
00:00Saudara upaya impor 105.000 mobil dari India oleh PT Agrinas Panganusantara menuek kritik industri otomotif nasional, bahkan mereka mendesak
00:11pembatalan rencana impor tersebut.
00:13Pemerintah diminta mempertimbangkan rencana impor mobil dengan kondisi utuh demi kembali menumbuhkan geliat industri otomotif nasional.
00:23Inilah catatan Kompas TV, dengarkan suara pelaku industri otomotif dalam negeri.
00:33Kami sudah memastikan bahwa untuk melakukan impor mobil itu tidak perlu aturan khusus gitu.
00:40Sehingga saya rasa kalau sudah jangan ke aturan-aturan tidak ada yang kami langgar gitu.
00:50Impor mobil pickup dan truk dari India menjadi jalan pintas usai PT Agrinas Panganusantara mengklaim tak menemukan produsen nasional yang
00:59bisa memenuhi target penyediaan lebih dari 100.000 unit di tahun ini.
01:04Alasan spesifikasi dan harga yang lebih murah juga turut jadi pertimbangan.
01:09Dengan pengadaan prasarana ini Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp46.500.000.
01:19Pengadaan mobil dari India ini cukup fair gitu menurut saya.
01:26Karena kami sudah beri kesempatan kepada semua pihak dan ternyata memang produsen kita memang tidak mampu.
01:32Hal berbeda disampaikan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia.
01:36Wakil Ketua Kadin Salehusin bilang produsen otomotif dalam negeri mampu menyediakan kebutuhan mobil pickup untuk Koperasi Desa Merah Putih.
01:46Kadin juga meminta impor dari India dibatalkan karena tidak berdampak multi-flyer event.
01:52Produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan.
02:00Jangan hanya kita berpikir untuk nilai, wah ini beli harganya lebih murah sekian, tapi harus dipikirkan jangka panjangnya.
02:07Ini yang tentu sangat kami sayangkan dan sekali lagi kami berharap betul-betul bahwa Presiden dapat membatalkan rencana impor tersebut
02:18sehingga beralih kepada penggunaan produksi dalam negeri yang merupakan adalah ya menciptakan lapangan kerjaan buat.
02:26Menteri Koperasi Ferry Julian Tono dalam program ROSI menyatakan pemerintah akan mempertimbangkan pengadaan mobil impor dari India
02:34untuk Koperasi Desa Merah Putih dan mendengarkan industri otomotif tanah air.
02:39Untuk dipertimbangkan tentang pengadaan mobil ini juga bisa mengakomodir industri otomotif nasional semata-mata
02:48tidak hanya soal sekedar lebih murah, tapi juga untuk tetap mempertahankan atau justru bahkan kita bisa mengembangkan industri otomotif nasional
02:58kita.
02:59Saya rasa penting untuk didengarkan aspirasi dari dalam negeri untuk kepentingan dalam negeri.
03:06Sementara itu Indonesia Corruption Watch ICW meminta transparansi PT Agrinas Pangan Nusantara
03:12terkait impor mobil pick-up Koperasi Desa Merah Putih.
03:16ICW menilai sektor pengadaan barang dan jasa rentan terjadi korupsi.
03:21Pengadaan yang dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara tidak sesuai dengan peraturan Presiden No. 46 tahun 2025
03:27tentang pengadaan barang dan jasa, yakni prinsip transparansi.
03:31Ini ICW tidak melihat adanya situs resmi dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang menyampaikan informasi mengenai
03:39pengadaan mobil yang berjumlah 105 riset yang dilakukan oleh ICW.
03:44Pengadaan barang dan jasa merupakan sektor yang paling rentan untuk dikorupsi.
03:48Dari temuan tersebut, ketika tidak adanya transparansi yang dilakukan oleh PT Agrinas,
03:53maka rawan terjadi bancakan.
03:56Salah satunya adalah melalui markup harga.
04:00Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Suf Midasko Ahmad mengusulkan penundaan impor
04:04105 ribu unit mobil jenis pick-up dan truk dari India
04:08yang menjadi polemik di tengah lesunya industri otomotif dalam negeri.
04:12Namun, tak lama usai pernyataan itu,
04:14seribu unit pick-up dari India tiba di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.
04:18Tim Liputan, Kompas TV
04:25Saudara pemerintah melalui perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara atau PT Agrinas
04:30Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu mobil pick-up dari India
04:35yang akan digunakan sebagai alat transportasi kooperasi merah putih di pedesaan.
04:41Sebanyak seribu unit mobil pick-up itu bahkan sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priuk, Saudara.
04:46Padahal, Ketua Harian Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI, Suf Midasko Ahmad
04:51sudah meminta agar impor mobil dari India itu ditunda.
04:56Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia atau Kadin, Saleh Hussein bahkan meminta impor dibatalkan.
05:03Kebijakan ini pun jadi pro dan kontra.
05:06Dirut, Joe Angelo de Sousa mengaku PT Agrinas sudah menawarkan kepada produsen otomotif dalam negeri
05:13namun tidak ada yang sanggup menyediakan dengan jumlah yang diminta.
05:17Selain itu, harga yang ditawarkan produsen dalam negeri pun lebih mahal.
05:21Sehingga, Joe Angelo mengklaim pembelian mobil pick-up India justru menghasilkan efisiensi Rp46,5 triliun.
05:35Perdebatan apapun itu, yang jelas kebijakan impor mobil India ini jadi tamparan keras bagi industri otomotif Indonesia.
05:43Ironi, di saat pemerintah gencar berbicara tentang hilirisasi, industrialisasi dalam negeri
05:49untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekspor,
05:52tetapi justru seakan mematikan industri otomotif dalam negeri.
05:57Selain itu, urgensi penyediaan mobil pick-up asal India itu untuk mobilitas Koperasi Merah Putih masih bisa diperdebatkan.
06:06Apa iya sudah harus diadakan?
06:08Karena di satu sisi, Koperasi Merah Putih masih dalam proses menyiapkan sistem serta pembangunan fisik.
06:19Supaya kebijakan ini tidak jadi polemik yang berkepanjangan,
06:23pemerintah harus dapat menjelaskan secara transparan.
06:27Akuntabilitas penggunaan dana pengadaan mobil pick-up India ini jadi salah satu ujian.
06:33Apakah prinsip good governance sudah diterapkan atau tidak?
06:37Agar jangan muncul kecurigaan ini hanya jadi proyek bancakan kelompok tertentu.
06:44Selain itu, impor mobil pick-up India ini jangan sampai bertentangan dengan ketentuan Peraturan Menteri Perindustrian
06:51atau Permen Perin No. 35 Tahun 2025.
06:56Permen Perin ini jelas meminta pemerintah wajib memprioritaskan pembelian produk industri dalam negeri
07:02dibandingkan dengan produk impor.
07:04Dalam peraturan ini juga disebutkan penggunaan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN sebanyak 40% alias tidak full impor.
07:22Baru-baru ini gabungan industri kendaraan bermotor Indonesia menyampaikan
07:26ataupun menyampaikan kapasitas produksi dalam negeri masih memadai untuk menyediakan mobil pick-up sejenis.
07:33Industri komponen yang tergabung dalam gabungan industri alat-alat mobil dan motor
07:38juga siap mendukung penyediaan mobil dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi.
07:43Kita tentu berharap agar pemerintah mendengarkan suara pelaku industri otomotif,
07:49menunda sampai jelas aturan penggunaan TKDN atau bahkan membatalkan impor mobil pick-up India
07:57mungkin jadi pilihan yang bijak.
08:13Demikian catatan Kompas TV Saudara. Kita jumpa lagi pekan depan.
08:19Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan