Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, hingga Gubernur Jakarta Pramono Anung mengenang sosok Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno usai melayat ke rumah duka Try Sutrisno pada Senin (2/3/2026).

Penasihat Khusus Presiden Indonesia Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, hingga Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga tampak melayat ke rumah duka.

Baca Juga Breaking News! Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di https://www.kompas.tv/nasional/653961/breaking-news-wakil-presiden-ke-6-ri-try-sutrisno-meninggal-dunia

#trysutrisno #wapreske6 #breakingnews


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653965/full-kenang-sosok-wapres-ke-6-ri-try-sutrisno-duka-menko-airlangga-gubernur-pramono
Transkrip
00:00Kalau kita lihat, disini sudah hadir bersama dengan kita di Rumah Duka.
00:13Oke, disini sudah ada Wiranto.
00:19Yang ada juga saudara, dan ya, diikuti oleh petugas yang mendampinginya.
00:25Dan ini berarti juga menandakan proses penyemayaman di Rumah Duka ini akan segera dimulai.
00:32Dan sedikit tentang Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, yang menjabat dari 1993 hingga 1998,
00:41dan juga saudara Almarhum, Wakil Presiden ke-6, Trisu Trisno, disini kita lihat dari jejak karirnya.
00:50Merupakan sosok militer berprestasi dan memang menjabat Wakil Presiden mendampingi Soeharto, Presiden Soeharto.
00:58Dan sejauh ini memang kalau kita lihat dari pihak keluarga dan juga kerabat sendiri,
01:06itu memang sudah berangsur-angsur masuk.
01:17Kemudian ini ada beberapa sosok lagi yang diperkirakan datang,
01:22sedang berjalan kaki dari pantauan kami di sini, ya, dan juga saudara.
01:29Namun nampaknya memang dari para sosok juga kemudian masih berangsur-angsur hadir.
01:34Tadi juga kami mendengar informasi dari staf yang hadir di sini,
01:39bahwa akan ada kehadiran dari pemerintah dan juga menteri-menteri yang mungkin akan kemudian hadir.
01:45Dan kami masih akan mengkonfirmasi hal tersebut kembali.
01:50Yang kembali ke studio untuk sementara.
01:53Baik, terima kasih.
01:55Jurnalis Kompas TV, Edwin Chan, dan juga Juru Kamera Andika Pratama atau selaporan langsungnya
02:00dari Rumah Duka di Jalan Purwakarta nomor 6 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
02:06Selamat bertugas kembali dan kami akan terus menunggu update informasi dari Anda
02:10karena mobil jurnasa saat ini tadi yang terbaru sudah berangkat dari RSPA di Gatuh Subroto
02:17menuju ke Menteng, Jakarta Pusat, tempat rumah duka dari Almarhum Tri Sutrisno.
02:32Saudara dari pantauan, jurnalis Kompas TV, Edwin Chan, tadi menyebutkan bahwa
02:42penjagaan terus dilakukan di Jalan Purwakarta Menteng, Jakarta Pusat
02:48menunggu mobil jurnasa tiba.
02:50Dan yang terbaru saat ini, Saudara yang Anda saksikan, mobil telah tiba di Jalan Purwakarta,
02:59Menteng, Jakarta Pusat, tempat rumah duka.
03:11Cinazat sudah datang di rumah duka saat ini pukul 9.23 waktu Indonesia Barat.
03:18Dan memang juga sebelumnya kami mendapatkan informasi bahwa
03:22Almarhum Haji Tri Sutrisno meninggal di dunia pada hari ini,
03:25Senin 2 Maret 2026 pada pukul 6 lewat 58.00.
03:31Cinazat sudah memang dikandigasi rumah duka FNAP.
03:38Tadi yang seperti disebutkan oleh jurnalis Kompas TV, Edwin Chan,
03:41bahwa dari pantauan Edwin begitu, ada apresihat khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan,
03:50Jenderal TNI Pernahwirawan Wiranto yang juga telah hadir di rumah duka
03:58sebelum jenazah dari Almarhum Tri Sutrisno tiba di rumah duka.
04:05Kalau kita hitung perjalanan tadi, Saudara, dari RSPAD Gatau Subroto menuju rumah duka,
04:12kurang lebih sekitar 20 menit terakhir, tadi sekitar pukul 9 lewat 5 menit begitu diberangkatkan
04:24dari RSPAD Gatau Subroto.
04:26Dan saat ini pada pukul 9 lewat 24 menit tiba di rumah duka di Menteng, Jakarta Pusat.
04:44Saudara, jika diterangkan begitu sebelumnya, bahwa Tri Sutrisno ini,
04:52ataupun Almarhum Tri Sutrisno telah berpulang, sebelumnya juga telah menuliskan buku
05:01pada November tahun 2025, tepat di usianya yang ke-90.
05:05Dimana dituliskan pula bahwa Tri Sutrisno, ataupun Almarhum Tri Sutrisno
05:11adalah sosok yang bisa menjadi inspirasi anak muda jika ingin meraih mimpi yang tinggi.
05:19Sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai wakil presiden,
05:24masa kecil dari Almarhum Tri Sutrisno tidaklah mudah.
05:27Tri Sutrisno lahir di kota Surabaya pada 15 November 1935.
05:35Mantan Panglima TNI ini lahir dari keluarga sederhana,
05:39dimana ayahnya bernama Subandi, bekerja sebagai pengemudi ambulans,
05:44dan sang ibu bernama Mardiah adalah ibu rumah tangga.
05:49Dan kala itu, saudara, ketika Belanda melakukan agresi militer,
05:56Tri Sutrisno bersama keluarganya harus pindah dari Surabaya menuju ke Mojokerto.
06:02Sang ayah bekerja sebagai petugas medis untuk Batalion Angkatan Darat Poncowati.
06:14Dan kala itu, saudara, penghasilan sang ayah sebagai petugas medis ini dituliskan begitu tidak seberapa,
06:22sehingga Tri Sutrisno pun terpaksa berhenti sekolah demi mencari nafkah.
06:27Ia mencoba peruntungan dengan berjualan koran kala itu.
06:37Dan bila ditarik ke belakang lagi, saudara, ketika Mojokerto diduduki oleh Belanda,
06:43Tri Sutrisno ikut ayahnya untuk pindah ke diri dan menyambung hidup dengan bekerja sebagai
06:50asisten di Batalion Poncowati sebagai pembersih sepatu dan juga pengantar makanan.
06:57Dirinya juga bekerja sebagai kurir sekaligus anggota penyelidik dalam
07:02dengan tugas mencari informasi ke daerah pendudukan Belanda
07:07dan menyampaikan kepada para pejuang kemerdekaan.
07:12Kemudian, histori Tri Sutrisno masuk ke dalam militer dimulai pada tahun 1949
07:18saat Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.
07:21Tri Sutrisno bersama dengan keluarganya kembali ke Surabaya.
07:27Di Surabaya inilah, Tri Sutrisno akhirnya menyelesaikan pendidikan di SMA bagian B pada tahun 1956.
07:35Kemudian setelah lulus SMA, Tri Sutrisno mendaftar di Akademi Teknik Angkatan Darat.
07:45Dan saudara lebih lengkap kita bahas bersama wartawan Istana Kepresidenan Harian Kompas
07:51periode ataupun tahun 2004-2025, Suhartono.
07:56Selamat pagi, Mas Har.
08:00Selamat pagi, Mas.
08:02Mas Har, secara pribadi Anda sudah bertemu begitu dengan Almarhum Tri Sutrisno.
08:10Seperti apa sosok Pak Tri pada saat Anda bertugas sekalai itu?
08:16Saya bertemu dengan beliau itu justru setelah saya pensiun, menjadi wartawan anak.
08:25Terakhir saya bertemu beliau itu 4 Juli tahun lalu ketika saya mengundang beliau menjadi salah satu pemuliara ya
08:34untuk membahas buku Sekjen Persatuan Alumni GMNI Pak Abi Yuwana tentang perubahan Undang-Undang Dasar 45.
08:47Sebelumnya mungkin, Mas, saya ikut berduka cita ya atas kepentingannya Pak Tri Sutrisno.
08:54Ya, saya agak ikut sedih juga karena terakhir baru ketemu beliau itu 4 Juli tahun lalu ya dalam sebuah diskusi.
09:04Dan beliau buat saya adalah tokoh nasional yang sangat concern dengan konstitusi.
09:13Beliau sangat galau ya setelah 4 kali perubahan Undang-Undang Dasar 45 yang dilakukan oleh MPR pada tahun 1999 sampai
09:27dengan 2002.
09:29Nah, dalam perubahan Undang-Undang Dasar itu ada poin-poin yang menurut beliau sangat meresahkan,
09:37yaitu MPR, Majelis Permusawaratan Rakyat itu bukan lagi sebagai lembaga tertinggi negara,
09:45tapi lembaga tinggi negara ya.
09:48Sehingga Indonesia tidak lagi memiliki siapa lembaga tertinggi negara itu.
09:55Yang kedua, beliau resah karena pemerintahan sekarang dianggap tidak punya lagi haluan negara
10:02sejak dihapuskannya GPHM dari amandemen Undang-Undang Dasar 45 yang berjalan ke 4 tahapan itu.
10:11Sehingga beliau menginginkan adanya perubahan kembali Undang-Undang Dasar 45
10:17untuk mengembalikan posisi MPR dan juga posisi GPHM.
10:23Jadi, menurut saya kita kehilangan bangsa Indonesia tokoh yang sangat concern dengan Undang-Undang Dasar 45.
10:31Boleh dibilang beliau bukan orang yang kaku ya terhadap konstitusi,
10:36tapi beliau orang yang sangat menghargai para pendiri bangsa ini ketika merumuskan Undang-Undang Dasar 45.
10:46Karena itu betul-betul dirumuskan dengan baik oleh para pendiri negara.
10:52Dan mereka rata-rata adalah tokoh bangsa.
10:55Dan semua orang-orang ternama waktu itu ya pada zamannya tahun 1945.
11:01Nah, sementara ketika perubahan Undang-Undang Dasar 45 yang 4 periode itu,
11:05itu kan bermacam-macam ya latar belakang anggota MPR ya.
11:09Nah, yang barangkali concernnya terhadap kebangsaan mungkin bisa diperdebatkan.
11:18Nah, itu yang membuat Pak Tri Galau ya.
11:23Sehingga dia berharap jika ada perubahan Undang-Undang Dasar kembali.
11:27Yang kelima, poin-poin itu dikembalikan.
11:31Bukan mengembalikan seperti misalkan pemilu harus melalui MPR lagi, pemilihan presiden melalui MPR, pemilihan kabupati atau melalui DPRD, tidak.
11:44Tapi tetap demokrasi berjalan, pemilihan langsung.
11:48Hanya dua yang dia ingin kembalikan adalah MPR sebagai lembaga tertinggi,
11:54dan presiden mempunyai haluan negara untuk pemerintahan.
11:59Karena yang sekarang ada adalah RPJP aja.
12:02Rencana pembangunan jangka panjang.
12:05Yang menurut beliau tidak mewadahi seluruh aspirasi bangsa Indonesia.
12:10Itu hanya program presiden yang kemudian diwajantahkan dalam RPJP.
12:20Itu, itu mas kira-kira dari...
12:23Oke, selain soal MPR tadi, apakah ada concern-concern lain begitu yang sempat disampaikan oleh Pak Tri Sutrisno terkait soal
12:33kenegaraan begitu?
12:35Ya, beliau meninggalkan kita untuk mengembalikan kembali fungsi MPR yang nantinya bukan hanya seperti sekarang yang terdiri dari anggota DPR
12:53dan anggota DPD,
12:55tapi ada semacam utusan golongan yang hilang di dalam kelembagaan MPR.
13:04Nah, itu yang harus muncul kembali.
13:06Karena utusan derah sudah diakomodasi di dalam DPD.
13:13Sementara utusan golongan tidak ada sama sekali, sehingga itu perlu diwadahi.
13:20Memang ada utusan golongan, perwakilan-perwakilan golongan yang ada di partai politik,
13:28tapi itu tetap adalah wakil partai politik.
13:32Bukan utusan golongan yang betul-betul muni memperjuangkan misalnya kelompok akademik.
13:39Nah, itu belum ada. Jadi, itu yang perlu diperjuangkan.
13:44Selain itu juga garis-garis besar haluan negara.
13:47Kita berhutang dengan kepergiannya Pak Tri Sutrisno ini.
13:55Mas Har, saya melihat dulu ke lokasi ya, Mas Har.
13:59Ini di lokasi ada tokoh begitu yang juga melayat ke rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta.
14:09Ada Wiranto yang memang sudah datang dari sejak pagi tadi.
14:19Yang merupakan penasihat khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan,
14:24Jenderal TNI Puna Wirawan Wiranto,
14:26yang bahkan sudah tiba di rumah duka sebelum jenazah datang,
14:32begitu, ataupun tiba di rumah duka di kawasan Menteng.
14:34Dan saat ini kita dengarkan bersama keterangan dari Wiranto.
14:37Kita kehilangan seorang tokoh ya, seorang tokoh yang perlu ditoladani,
14:42Bapak Jenderal Purna Wirawan Haji Tri Sutrisno ya,
14:47yang telah wafat tadi pagi ya.
14:50Kita kehilangan ya, sosok yang memang selalu aktif ya dalam berbagai kegiatan.
14:56Ada dua hal, sebagai prajurit saya kira beliau adalah prajurit sejati ya.
15:01Yang sejak letan 2 sampai bintang 4, tidak pernah berhenti untuk berjuang,
15:07memperjuang keyakinan beliau membela Nusa dan bangsanya.
15:13Beliau selalu berhasil dalam misi yang timbannya.
15:16Ada kesungguhan, ada ketekunan terhadap apa yang ditugaskan kepada beliau.
15:23Beliau merupakan prajurit yang saya kira sangat luar biasa dalam pengabdiannya.
15:30Tanpa pamrih, tak kena lelah.
15:33Saya mengikuti perjuangan beliau ya,
15:35dari beliau masih ke, masih menjadi pangdam sampai panglimahabri.
15:43Saya terus ya dekat dengan beliau, melihat dari kejauhan dan dari kedekatan apa yang beliau lakukan.
15:49Dan sebagai negarawan, saya kira beliau negarawan yang paripurna ya.
15:57Kesederhanaannya, kepatuhan terhadap konstitusi,
16:01perjuangan yang selalu membela kebenaran dan berkiblat kepada sesuatu yang menjadi keyakinan beliau
16:08bahwa sebagai wakil presiden waktu itu,
16:14selalu mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan beliau sendiri.
16:17beliau selalu berpikir bagaimana agar memberikan yang terbaik ya bagi rakyat, bagi masyarakat.
16:24Dan saya kira itu suatu sikap yang perlu kita toladani,
16:28sikap yang perlu dicontoh baik sebagai prajurit maupun bagi teman-teman yang saat ini duduk ya di dalam jabatan-jabatan
16:38kenegaraan.
16:39Ada komunikasi terakhir Pak? Ada komunikasi terakhir dengan Almar Bu?
16:44Saya selalu komunikasi dengan beliau ya.
16:48Hal-hal yang kira-kira menyangkut masalah-masalah kenegaraan,
16:52beliau selalu memberikan nasihat kepada saya.
16:55Saat ini saya masih menjadi penasihat presiden,
16:59penasihat khusus presiden bidang politik, hukum, dan keamanan.
17:02Selalu beliau mengontak saya untuk hal-hal yang prinsip ya,
17:06yang beliau anggap sebagai hal-hal yang perlu dilaporkan kepada presiden.
17:12Bapak mungkin mendapatkan informasi,
17:14rencananya nanti disepamkan di TV Kalimbatan pukul berapa ya Bapak?
17:18Hampir selohor ya.
17:19Setelah ini rencana keluarga untuk melaksanakan sholat jenazah nanti di mesjid,
17:27mesjid Sunda Kelapa ya.
17:28Setelah itu baru akan diberangkatkan ke Makam Pangkawan Karibat.
17:33Nanti akan itu mengantarkan Pak?
17:35Iya pasti nanti banyak-banyak.
17:37Bapak mungkin sedikit mau bertanya Pak izin,
17:40apakah memang keadaan dari Pak Tersyuk Esmoli beberapa hari ini
17:43memang sudah tidak baik atau sudah terjerat?
17:46Nanti keluarga yang menjawab ya, bukan saya.
17:48Oke, baik Pak.
17:49Tapi untuk informasi sementara Pak,
17:50yang dikatakan keluarga kepada Pak Tersyuk Esmoli,
17:53Pak ini keluar terkait,
17:55alhamdulillah mendingan karena kesehatan yang berada di ruang kebitu.
17:57Ya, ya pastilah ya.
17:59Ya, ya pastilah ya.
18:00Ya, ya pastilah ya.
18:00Oke.
18:01Ya.
18:01Tapi yang penting adalah mari kita doakan bersama-sama,
18:04ya, beri wafat dan khusus khotimah,
18:06diampuni segala dosa dan kesalahannya,
18:09dan diterima, ya, diharibaan Allah SWT.
18:12Dan keluarga yang ditinggalkan,
18:14mudah-mudah hanya diberikan kekuatan ketabahan
18:15untuk menerima hal semacam ini.
18:17Baik, terima kasih.
18:23Ya, saudara, itu tadi pernyataan dari penasihat khusus
18:27Presiden Bidang Politik dan Keamanan,
18:29Wiranto, yang memang sudah berada di rumah duka
18:32sejak pagi tadi.
18:33Wiranto menyebutkan atau memberikan pesan
18:36begitu kepada wartawan terkait
18:37bagaimana sosok almarhum Trisutrisno
18:41semasa hidupnya.
18:42Wiranto menyebutkan bahwa
18:44Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia,
18:46Trisutrisno, merupakan sosok yang konsisten,
18:50memiliki ketekunan yang tinggi,
18:53luar biasa dalam pengabdian,
18:55dan negarawan yang paripurna.
18:58Dan saudara, kita dengarkan pula
19:00dari lokasi
19:01berkait dengan meninggalnya
19:04Wakil Presiden ke-6 RI, Trisutrisno.
19:07Nah, khususnya bagi BPIP,
19:10Badan Pemindang Pancasila Republik Indonesia,
19:11ya, beliau kan menjabat sebagai
19:14Wakil Ketua Dewan Pengarah
19:16BPIP, ya, sejak didirikan
19:18sampai berhari ini.
19:21Yang, kalau SK-nya,
19:23sampai 7 Juni
19:252027, ya, tapi
19:26beliau lebih dulu dipanggil Allah SWT.
19:29Nah, yang perlu kami sampaikan,
19:31jadi kami juga mengucapkan terima kasih sekali
19:32kepada beliau sebagai pribadi
19:35dan juga keluarga, dan juga
19:36TNI, Ketandarat, dan
19:39Asilusara keseluruhan.
19:40Karena beliau ini seorang tokoh yang
19:42luar biasa, ya, dan pengabiannya.
19:45Beliau ini orangnya penuh disiplin,
19:48sopan,
19:50tegas,
19:50tapi juga
19:51penuh perhatian, ya.
19:54Beliau itu hampir tidak pernah marah.
19:56Tidak pernah marah,
19:58dan datang,
19:59kalau rapat itu,
20:00pasti beliau mendahuli jadwal.
20:02Tapi beliau pulang,
20:04itu pasti setelah rapat.
20:06Ya, ini keteladanan,
20:08kedisiplinan yang
20:09dalam bahasa BPP itu
20:11sangat pancah, sinayis.
20:14Saya kira begitu.
20:15Jadi kami dari BPP,
20:17yang pertama merasa kehilangan,
20:19yang kedua juga
20:20mengucapkan terima kasih
20:22atas jasa beliau,
20:23tapi yang ketiga kali juga,
20:25ya,
20:26kami juga mohon maaf
20:27kepada beliau,
20:28kalau ada kekurangan-kekurangan kami,
20:30selama beliau
20:31menjabat sebagai
20:32Kepala BPP.
20:33Saya kira begitu, ya.
20:35Cukup, ya.
20:35Ada komunikasi terakhir, Pak, ini?
20:37Apa ada komunikasi terakhir,
20:38nggak, Pak, bersama dengan?
20:39Ya, kalau kami dari BPP itu,
20:42dari arahan,
20:44atas arahan Ibu Ketua Dewan Pengarah,
20:46ya, Ibu Prof. Dr. Haja Megawati,
20:47Sukarno Putri,
20:48itu setiap hari harus ada yang
20:50mendampingi beliau,
20:51menjenguklah islamnya, ya.
20:53Nah, di rumah sakit,
20:55atau yang ketika saya sampai di rumah,
20:57atau yang ketika saya sampai di rumah.
20:59Cuma, kan,
21:00kami,
21:02dalam batas terakhir itu,
21:04siapapun kan tidak boleh langsung
21:05mendekat ke beliau demi keamanan beliau,
21:07ya, kesehatan, dan sebagainya.
21:09Nah, juga jangan terdekat apa itu,
21:10karena kalau terbawa dari luar,
21:12ketularan, begitu.
21:13Jadi, kami hanya bisa sampai di
21:15rumah sakit dan di rumah tugas.
21:18Nah,
21:19jadi, setiap hari itu,
21:21ada yang ditugasi oleh Ibu Megawati,
21:25supaya menjenguk beliau, ya.
21:27Nah, tapi seperti tadi,
21:28komunikasi kami itu sudah tidak bisa,
21:30karena itu alasan kesehatan
21:32yang dipentukan oleh dokter,
21:34ya, Pak beliau.
21:36Dari informasi yang Bapak dapat,
21:38dalam kurun waktu seminggu
21:39atau satu bulan terakhir,
21:40itu kondisinya memang sudah menurun?
21:42Memang sudah menurun,
21:43tapi beliau itu kemarin sudah,
21:45kalau makan,
21:45sudah normal kembali, gitu ya.
21:47Nah, gitu.
21:48Tapi ya sudah,
21:49karena itu, ya.
21:50Terakhir,
21:51sakitnya tahu, ya, Pak?
21:52Mungkin ada tahu, Pak?
21:53Kalau saya tahunya, ya,
21:54karena usia.
21:55Beliau kan usianya sudah 90 tahun, ya.
21:58Nah, itu saja.
21:58Ya, saya tahunya begitu.
21:59Apakah ke rumah sakit ini
22:00dari tadi malam,
22:01atau memang?
22:02Tidak, kalau ke rumah sakit,
22:03Bapak kan sudah lama di rumah sakit.
22:04Oke.
22:04Di terawat,
22:05nah, jawat inap,
22:07dan itu sangat dijaga, ya.
22:08Maksudnya,
22:09karena demi keamanan beliau,
22:10kesehatan beliau,
22:12maka terbatas,
22:13yang boleh menghadap langsung.
22:15Ya, saya kira cukup, ya.
22:16Cukup, ya.
22:17Terima kasih, Pak.
22:29Terima kasih.
22:33Saudara, itu tadi pernyataan
22:36dari BPIP
22:39atau Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,
22:43yang juga melayat begitu ke rumah duka
22:47di Menteng, Jakarta,
22:49menyampaikan Bela Sungkawa,
22:51dan juga menggambarkan
22:54bagaimana sosok
22:55Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia,
22:58Trisno,
22:58semasa hidupnya,
23:00merupakan sosok yang baik,
23:02teguh, begitu,
23:02dan juga konsisten.
23:14Oke, kita lanjut
23:16perbincangan kita
23:18bersama dengan
23:21wartawan Istana
23:22Kepresidenan Harian Kompas
23:23tahun 2004-2025,
23:26Soehartono.
23:27Mas Har, masih bersama kami?
23:28Iya, Mas.
23:29Mas Har, kita lihat
23:31tadi ada
23:35penasihat khusus Presiden
23:36bidang politik
23:37dan keamanan Wiranto
23:38yang
23:39melayat begitu
23:40di rumah duka,
23:41bahkan
23:42sangat pagi
23:43begitu telah tiba
23:44di rumah duka.
23:45Pak Wiranto tadi menyebutkan
23:47bahwa
23:48Trisu Trisno
23:49ataupun almarhum Trisu Trisno
23:51merupakan sosok yang konsisten,
23:54tekun,
23:55luar biasa dalam pengabdian,
23:57negarawan yang paripurna.
23:58Ini sebetulnya
23:59kalau kita melihat
24:00hubungan antara
24:01lintas generasi
24:03Trisu Trisno
24:05dengan Wiranto
24:06begitu seperti apa, Mas Har?
24:09Ya, beliau
24:10sebagai wakil
24:12ketua
24:13Dewan Pengarah
24:14ya,
24:15Badan Pembinaan
24:16Ideologi Pancasila
24:17ya, wakilnya
24:18Ibu Mega,
24:20itu
24:20seperti yang saya
24:22pernah dengar,
24:23itu berusaha
24:24bagaimana
24:25Pancasila itu
24:27bisa disosialisasikan
24:29kepada generasi muda.
24:31Nah, itu sudah ada
24:32beberapa contoh
24:34yang sudah
24:35diputuskan oleh
24:37BPIP,
24:38yaitu
24:39misalkan ada
24:40semacam
24:41film-film
24:42atau karikatur,
24:44ya,
24:45film kartun
24:46tentang
24:46sosialisasi
24:47Pancasila ya,
24:49yang
24:50diharapkan
24:51bisa
24:52menjangkau
24:53anak-anak muda
24:54sekarang.
24:55Jadi,
24:55anak-anak muda
24:56sekarang ini kan
24:57memang harus
24:58dikenalkan ya,
25:00tetap
25:00dengan ideologi.
25:01Mas Har, boleh tahan dulu.
25:02Oke, pribadi
25:03yang mengenal
25:04dekat lama
25:05dengan Pak Trisu Trisno
25:07tentunya
25:08merasa
25:09kehilangan
25:10karena beliau
25:11ini adalah sosok
25:12Bapak Bangsa
25:14yang
25:15merangkul
25:16semua orang.
25:18Saya mengenal beliau
25:19dari tahun
25:20sekitar
25:201995.
25:21Jadi, mengenalnya
25:22cukup lama sekali.
25:23Dan kita semua
25:25kehilangan
25:25orang yang sampai
25:27akhir hayatnya
25:28mendedikasikan
25:29hidupnya untuk
25:30bangsa dan negara.
25:32Kita semua
25:33pasti kehilangan
25:33Pak Trisu Trisno.
25:35Pak, ada
25:35sempat pesan-pesan
25:37terakhir nggak Pak?
25:38Mungkin beberapa bulan ini
25:39sempat bertemu?
25:39Saya ketemu
25:40beliau terakhir
25:41kurang lebih
25:425-6 bulan yang lalu.
25:44Jadi, beliau
25:44masih aktif
25:45di BPIP.
25:46Beliau kalau
25:47urusan Pancasila
25:48kemudian
25:49apa, konstitusi kita
25:51itu selalu
25:52dipegang teguh.
25:53Jadi, itulah
25:54yang membedakan
25:55Pak Trisu Trisno
25:56dengan
25:57tokoh-tokoh yang lain.
25:58Memang beliau
25:59urusan konstitusi itu
26:01sesuatu yang
26:02apa, dalam
26:03inherent dalam hidupnya.
26:05Jadi, sekali lagi
26:06saya sebagai pribadi
26:07yang cukup
26:08sering bertemu
26:09dan mengenal beliau
26:10saya sangat kehilangan.
26:11Pak, tapi apakah
26:12dalam pertemuan
26:13terakhir tersebut
26:14yang 5-6 bulan terakhir
26:15Pak, ini kondisi
26:16kesehatan dari Pak?
26:17Ya, memang
26:17saya juga pernah
26:19ke kediaman beliau.
26:20Kondisinya memang
26:21terakhir-terakhir ini
26:23kan beliau
26:23mengalami penurunan.
26:24Tetapi
26:25semangatnya
26:25nggak pernah turun.
26:26Dalam usia beliau
26:28pada waktu
26:28hampir 90 tahun
26:30semangatnya
26:30nggak pernah turun.
26:31Itulah yang
26:32apalagi beliau
26:33mempunyai kedekatan
26:34pribadi dengan
26:35Bu Mega.
26:36Saya seringkali
26:36diskusi juga
26:37bertiga.
26:40Saya kebetulan
26:41sidang paripurna.
26:42Jadi,
26:43baik.
26:43Terima kasih ya semuanya.
26:45Terima kasih.
26:45Terima kasih Pak Pak.
26:47Hati-hati, Mas Bro.
26:49Saudara,
26:50itu tadi pernyataan
26:51dari Gubernur DKI Jakarta
26:53Pramunanum
26:54yang juga
26:54melayat
26:55ke rumah duka
26:57Almarhum Trisutrisno
26:58di Menteng, Jakarta
26:59di mana tadi
27:00Pram
27:02menyebutkan
27:02bahwa
27:03Almarhum Trisutrisno
27:05merupakan
27:05sosok yang penuh
27:07dengan dedikasi
27:08ia
27:08merasakan kehilangan
27:10yang teramat sangat
27:11karena
27:11Trisutrisno
27:13merupakan
27:15tokoh negara
27:17yang memiliki
27:18dedikasi
27:18yang tinggi
27:20untuk
27:20Republik Indonesia
27:22dan juga
27:23Pram menyebutkan
27:24terakhir bertemu
27:25dengan
27:26Almarhum Trisutrisno
27:27pada
27:28lima bulan lalu
27:29begitu dan
27:30memang secara komunikasi
27:32juga intens
27:32begitu
27:33dan sempat
27:36bertemu
27:37saat
27:39Petri
27:40Satrisutrisno sakit
27:41dan kondisinya
27:43disebutkan
27:43menurun
27:45meski demikian
27:46semangatnya
27:47tidak pernah turun
27:48itulah yang disebutkan
27:49oleh
27:49Gunung DKI Jakarta
27:50Pramunanum
27:51dan kita
27:51pantau kembali
27:52saudara
27:53di rumah duka
27:54kita lihat juga
27:55ada Erick Tohir
27:56di sana
27:57dan sejumlah
27:58tokoh lainnya
27:58sudah tiba
27:59di rumah duka
28:01di Jalan Purwakarta
28:02di kawasan
28:02Menteng Jakarta
28:06kalau kita melihat
28:07jadwal
28:08saudara
28:08setelah
28:10jenazah
28:10diantarkan
28:11dari RSPAD
28:12menuju ke rumah duka
28:14di Menteng
28:15menurut rencana
28:16jenazah
28:17Almarhum Trisutrisno
28:18akan
28:19diantarkan
28:21ke
28:21Masjid Sunda Kelapa
28:23untuk disolatkan
28:23pada siang hari nanti
28:25dan kemudian
28:26apabila sesuai dengan
28:27jadwal
28:28begitu akan
28:29dibawa ke
28:30Taman Makam
28:32Pahlawan Kalibata
28:33setelah
28:34zuhur
28:35ini artinya
28:36sekitar pukul 12
28:37hingga pukul 1
28:39siang nanti
28:40kita terus
28:43pantau
28:43saudara
28:43bagaimana
28:45kondisi
28:46dan juga
28:47situasi terkini
28:48di rumah duka
28:49dan hingga kini
28:51memang sejumlah
28:52tokoh
28:53berdatangan
28:54tadi
28:55yang dipantau
28:56oleh Jurnalis Kompas TV
28:57yang berada
28:58di Jalan Purwakarta
29:00memantau
29:01begitu
29:01sejumlah
29:03tokoh
29:04yang pertama
29:05tadi
29:05yang paling pagi
29:07yang tiba di rumah duka
29:08ada penasihat
29:09khusus
29:10Presiden
29:10Widang Politik
29:11dan juga
29:11Keamanan
29:12Wiranto
29:13tadi juga
29:14ada dari
29:15Kepala BPIP
29:16yang juga
29:17memberikan
29:17pernyataan
29:18dan terakhir
29:19juga yang memberikan
29:20keterangannya
29:21atau pernyataannya
29:21ada
29:22Gubernur DKI Jakarta
29:24Pramono Anung
29:25kalau kita
29:27melihat kembali
29:28Saudara
29:29apa yang dijelaskan
29:30oleh
29:30Wiranto
29:32penasihat khusus
29:33Presiden Bidang Politik
29:34dan Keamanan
29:35yang menyebutkan
29:35bahwa sosok
29:37Wakil Presiden
29:37ke-6 Republik Indonesia
29:38Trisutrisno
29:39merupakan
29:40sosok yang
29:42konsisten
29:42begitu
29:43tekun
29:43dan juga luar biasa
29:45dalam pengabdiannya
29:47dan Saudara
29:47kita akan
29:48pantau lagi
29:49situasi terkini
29:50di rumah duka
29:51sesaat lagi
29:52tetaplah bersama kami
29:53di Breaking News
29:55Kompas TV
30:00Terima kasih
30:10Terima kasih
30:41Terima kasih
30:51Terima kasih
31:11Periode yang kritikal di Indonesia
31:14yaitu periode 93-98
31:17dan pada saat
31:19beliau
31:19menjabat
31:21tentu
31:21masalah kebangsaan
31:23menjadi perhatian beliau
31:24juga masalah
31:26pembangunan
31:27dan juga
31:29duifungsi
31:30abri
31:31pada waktu itu
31:32dan sesudah
31:33beliau
31:34tidak menjabat
31:35beliau
31:36aktif
31:37sebagai
31:37tokoh bangsa
31:39terutama
31:40beliau punya
31:40konsen terhadap
31:41persatuan bangsa
31:43dan juga
31:44dan juga terkait
31:44dan juga terkait
31:45dengan hal yang
31:47berhubungan dengan
31:48konstitusi
31:49sehingga beliau
31:50sering memberikan
31:53nasihat
31:54ataupun komentar
31:55terkait dengan
31:57masalah
31:58konstitusi
31:59dan persatuan-kesatuan
32:00bangsa
32:01pada prinsipnya
32:02kami kehilangan
32:03seorang
32:04tokoh bangsa
32:05yang juga
32:07apa
32:07sangat
32:09tenang
32:10dalam
32:11menghadapi
32:12berbagai persoalan
32:13Bapak izin
32:14mungkin ada informasi
32:15akan ada rencananya
32:16Pak Presiden
32:17akan milik sini Pak
32:19nanti monitor
32:20saya dengar demikian
32:21kalau untuk memikir
32:22upacara militer sendiri
32:24saya belum
32:24terinformasi
32:26ya
32:26terima kasih
32:29pada satu acara
32:30hari ABRI
32:32kalau tidak salah
32:32ya
32:34terima kasih
32:34terima kasih
32:35terima kasih banyak
32:36Pak Maniko
Komentar

Dianjurkan