00:01Intro
00:04Masih bersama kami di Breaking News Kompas TV
00:07Saudara terkait kabar ataupun konfirmasi meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
00:14Dan yang Anda saksikan di layar kaca saat ini adalah saudara suasana di Iran
00:20Dimana warga Iran berkumpul setelah konfirmasi meninggalnya pemimpin tertinggi mereka
00:28Dan tentunya ini menjadi kabar yang mengejutkan dan juga menyedihkan bagi warga di Iran
00:36Terutama ketika kabar ini disampaikan kurang dari 24 jam setelah serangan dari Amerika Serikat dan juga Israel menghantam Iran pada
00:46hari Sabtu
01:00Dan konfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei juga disampaikan oleh jurnalis di Associated Press yang berada di Iran Saudara
01:07Dan berikut pernyataannya
01:10Iran Supreme Leader
01:13Ayatollah Ali Khamenei
01:16Is dead
01:16That's according to reports on both Iranian State Television
01:20Andik
01:21It's IRNA
01:21State run news agency
01:23Now我不 tersebut 선생님
01:25On seкиng Suynos
01:26Homeni
01:27Sinti
01:27Homeni
01:28But he was
01:28the target of joint American-Israeli aistrikes
01:32that have just pummeled Iran over the last 24 hours.
01:36Now his death is going to set up a new moment for Iran.
01:41Iran has only had two supreme leaders so far.
01:44The Rula Khomeini who led the 1979 revolution
01:48and Khamenei who came into power in 1989
01:52and led Iran through decades of tensions with the United States
01:56over its nuclear program as well as its support for proxies
02:00in the wider Middle East.
02:03Masih bergabung bersama kami juga, Dian Wirengjurit,
02:06Duta Besar RI untuk Iran 2012-2016,
02:08dan juga Mas Hasibullah Satrawi, pengamat Timur Tengah.
02:11Tadi seperti sebelum jeda, saya mau ke Pak Dian.
02:15Pak Dian, dengan kemudian sikap sementara paling tidak
02:17yang sekarang diambil oleh negara-negara diteluk
02:21untuk tidak menyerang kembali Iran.
02:24Dan kemudian ada kemungkinan dua tadi ya Pak ya,
02:26antara penggulingan rezim yang mungkin diharapkan
02:29oleh sebagian negara-negara diteluk
02:31dan juga pengukuhan revolusi Islam Iran di sana.
02:36Mana yang kemudian akan lebih mengarah gitu Pak?
02:40Penggulingan atau pengukuhan?
02:42Terima kasih Mas.
02:44Begini, saya dalam hal ini menegaskan apa yang disampaikan Mas Hasibullah.
02:50Tidak akan terjadi pergantian rezim.
02:52Artinya apa?
02:53Yang ada adalah pengukuhan rezim Islam
02:55yang usianya, maaf, baru 47
02:59dengan dua pemimpin.
03:01Buat saya perjalanan masih jauh dibandingkan dengan monarki yang ribuan tahun.
03:06Dan sekarang, apa namanya, terjadi tragedi ini.
03:12Buat saya begini, Mas.
03:13Kalau ditanya kawasan,
03:15saya yakin sekarang pemimpin-pemimpin teluk itu
03:19beberapa negara kawasan yang pangkalannya diserang Iran
03:22memikirkan kembali reaksi mereka yang tadinya sempat emosional
03:27termasuk Arab Saudi yang mengatakan akan melakukan serangan balik.
03:30Buat saya mereka akan lebih-lebih mempertimbangkan secara hati-hati
03:35secara waras bahwa tindakan membalas serangan
03:38sudah tidak relevan lagi.
03:41Karena apa?
03:42Satu, tewasnya Ayatollah Al-Himah ini
03:46merupakan tujuan utama Trump dan Netanyahu.
03:52Kalau mau kita ingat statement-statement sebelumnya,
03:56tujuannya adalah pergantian, artinya rezim.
04:00Buat saya, tewasnya Ayatollah Al-Himah ini
04:05akan menjadi capaian buat Amerika dan Israel.
04:11Artinya pemimpin Iran sudah berhasil ditewaskan.
04:15Tapi kalau sistem ketenagaraannya, saya kira tidak.
04:19Yang ada justru penegasan kembali pengukuhan
04:22seperti kata Mas Hasibullah.
04:23Kenapa?
04:25Kawasan Timur Tengah yang ketika revolusi di tahun 1979 itu
04:32dibayangkan akan bergolak.
04:33Akan ada revolusi Iran.
04:36Dan revolusi akan menjelar kemanapun.
04:39Ternyata tidak pernah terbukti itu.
04:40Iran tidak pernah melakukan invasi atau agresi
04:44dari negara lain.
04:44Bahkan dalam tahun 1980 ketika dianggap lemah,
04:48Irak yang menyerang dibantu Amerika lagi.
04:51Amerika ini kan memang pengecut ya.
04:53Sifatnya hanya membantu, membantu, membantu gitu.
04:55Tidak pernah berhadapan berani langsung
04:57dengan yang setara seperti Rusia atau Cina.
04:59Nah, dalam kaitan itu saja kita lihat
05:02kawasan Timur Tengah
05:03relatif tenang di bawah rezim Islam Iran.
05:08Tidak ada pergolakan di dalam negeri Iran
05:11walaupun secara politik tentunya ada di parlemennya.
05:14Tapi secara kenegaraan dia membuktikan
05:17negara berdolak yang baik dengan tetangganya.
05:21Nah, hal ini tercipta sampai saat ini.
05:26Artinya tidak ada yang namanya sengketa
05:29atau konflik militer secara langsung
05:33dengan tetangganya.
05:35Walaupun di sekitarnya Iran,
05:37ada Pakistan yang rame sekarang dengan Afghanistan,
05:39Irak yang rame dengan ISIS,
05:42ada Syria.
05:43Iran tidak pernah usil
05:45dengan negara tetangganya.
05:48Walaupun diakui memang di negara-negara itu
05:52ada elemen Syiah dukungan Iran.
05:56Tapi Iran tidak mengganggu tetangga
05:59dalam konteks invasional.
06:00Artinya apa?
06:01Pemimpin Arab dituluk berhutang budi
06:04kepada Ayatullah Khomeini dan Khomeini
06:07untuk ketertiban kawasan.
06:10Dan itu hanya terganggu
06:12akibat ulah Amerika dan Israel.
06:15Khususnya di bawah pemimpin yang sakit jiwa
06:18seperti Netanyahu dan Trump
06:20yang secara licik menggunakan teknologi
06:23untuk membunuh pemimpin
06:27yang memang sangat sederhana
06:28dan pengawalannya sangat light,
06:33sangat ringan.
06:34Oke, baik.
06:35Yang kemudian saya ingin tanyakan kembali
06:37ke Mas Hasibulo.
06:38Mas Hasibulo,
06:39tadi kata Pak Dian mungkin
06:41kalau untuk serangan balik
06:42dari negara-negara teluk ini
06:44tidak relevan gitu ya.
06:45Tapi kalau menurut Anda,
06:47keputusan mereka untuk tidak menyerang balas
06:49ataupun belum menyerang balas Iran ke sana
06:51ini lebih ke dasar untuk
06:53apa ya, istilahnya
06:54menghindari konflik,
06:56menghindari kerugian ekonomi,
06:57atau tadi
06:59kemungkinan bakal terjadi rezim gitu
07:02atau pergantian rezim di sana?
07:05Ya, sebenarnya untuk negara-negara Arab teluk sendiri
07:09mereka kan juga ada kerawanan,
07:11malah bisa jadi lebih rawan daripada Iran.
07:13Yaitu bukan hanya secara ekonomi,
07:16tapi juga khawatirnya krisis ini
07:18juga bisa menyerempet,
07:20bisa melebar,
07:21katakanlah ke negara-negara Arab teluk tadi
07:24yang kalau kita bandingkan
07:26demokrasi sebagai salah satu
07:28kundamen yang sangat kuat
07:30bagi tegaknya sebuah negara,
07:32maka sebenarnya Iran memiliki itu,
07:34karena walau bagaimanapun
07:35Iran tetap ada pemilihan langsung.
07:37Walaupun memang di ujungnya,
07:39di, apa namanya,
07:41di kalangan para pemimpin elit,
07:43ayatullah alaihi meni'i,
07:44kemudian terutama di kalangan
07:46majelis khubarok itu,
07:49atau majelis ahli itu,
07:51itu memang khusus
07:53pemilihannya tidak langsung semuanya
07:55dari rakyat.
07:56Tapi kalau dibandingkan negara-negara Arab teluk,
07:58bahkan Timur Tengah secara umum yang
08:00sampai sekarang secara demokrasi
08:02mereka belum punya,
08:03artinya apa?
08:04Negara-negara ini ada kerapuhan
08:06yang luar biasa,
08:07karena kekuasaannya
08:08dibangun,
08:09didaga sekali lagi dengan
08:11kekuasaan yang kuat oleh mereka.
08:13Karena dari rakyat,
08:15itu kan mereka tidak punya suara,
08:17karena sekali lagi,
08:18mereka oposisi,
08:19kalau menjadi bahaya mungkin
08:21katakanlah sistem hukumnya berjalan
08:23dan menangkap mereka yang dianggap
08:26sebagai pengganggu bagi kekuasaan misalkan.
08:29Dan tidak ada penjadwalan
08:30yang teratur berkaitan dengan
08:33pergantian rezid.
08:34Ini kerawanan sebenarnya
08:36kalau kita lihat
08:37dalam sistem kerajaan
08:39ataupun yang belum mengikuti
08:41sistem demokrasi.
08:42Nah, dalam konteks itu,
08:44sebenarnya
08:46kerawanan bagi negara-negara Arab
08:48Teluk secara khusus dan Timur Tengah
08:50secara umum,
08:50itu lebih berlipat-lipat.
08:52Karena itu mereka ingin,
08:53maunya itu
08:54sebisa mungkin
08:56berada dalam zona aman dan nyaman.
08:58Tidak perlu terpengaruh
09:00dengan berbagai macam
09:01kondisi yang membuat
09:03rakyatnya bisa bertanya,
09:04apalagi bisa menggugat misalkan.
09:06Kita ingat,
09:08peristiwa Arab Spring misalkan,
09:09itu kan betul-betul
09:10luar biasa menjadi sebuah
09:12ketakutan karena
09:13mereka bisa
09:14mengalami seperti yang terjadi
09:16di Tunisia,
09:17yang terjadi di Mesir,
09:18yang terjadi di Libya,
09:19dan di banyak lagi
09:21negara yang lainnya.
09:22Dan,
09:22kalau krisis ini berkepanjangan,
09:24menjadi,
09:25katakanlah,
09:26mengganggu
09:26kondisi rakyat
09:28di negara-negara Arab Teluk ini,
09:29bukan tidak mungkin,
09:30juga akan
09:32menimbulkan
09:34gelombang
09:34protes
09:35atau mungkin krisis
09:36lebih lanjut.
09:37Selain soal krisis ekonomi,
09:38selain soal krisis
09:40politik yang mereka hadapi.
09:42Nah, oleh karena itu,
09:43menurut saya,
09:43sekali lagi,
09:44perang ini betul-betul menjadi
09:46sebuah jebakan
09:47dilematis,
09:49terutama bagi negara-negara Arab.
09:50Kalau bagi Iran,
09:51dia sudah fighting.
09:52Memang dia berada
09:53pada posisi yang diseran.
09:55Jadi,
09:55mau tidak mau,
09:56pilihannya adalah melawan.
09:57Apalagi dengan nilai-nilai
09:59yang kita kenal dari Iran,
10:00tentang perlawanan,
10:02kemudian tentang
10:03bahkan
10:04kemartiran,
10:05dan lain sebagainya,
10:05yang sudah mengakar
10:06dalam tradisi rakyat Iran,
10:08itu
10:08tidak usah
10:09dual ke Iran.
10:10Akan dibeli.
10:11jual tantangan,
10:12maka mereka akan beli.
10:13Dan,
10:13Iran membuktikan itu
10:14dalam banyak perang
10:15yang sudah dilakukan,
10:16termasuk yang paling baru,
10:17dari tahun 2024,
10:212025,
10:21dan sekarang 2026.
10:23Jadi,
10:23Iran siap untuk
10:24menghadapi
10:25yang tadi disampaikan oleh Pak Dian,
10:27kalau diganggu,
10:28mereka siap.
10:29Tapi,
10:29yang sangat baik,
10:31menurut saya,
10:32dan itu juga kita saksikan,
10:33itu yang di dalam bahasa Arab
10:35dikenal sebagai prinsip
10:36khusnol jiwar.
10:37Jadi,
10:38kekuatan yang
10:40menjaga
10:41pertetanggaan.
10:42Dan itu terawat selama ini,
10:43kecuali memang ketika Iran diserang,
10:45seperti yang terjadi sekarang.
10:47Oke.
10:47Diserang
10:48maupun oleh
10:49Amerika,
10:50ataupun proksi-proksinya,
10:51atau sekutu-sekutunya.
10:52Lalu,
10:53yang jadi pertanyaan nanti,
10:54kemudian bagaimana
10:55ke depannya nanti Iran,
10:57apakah kemudian akan dibantu juga
10:58nanti oleh Rusia,
10:59Tiongkok,
11:00ataupun Inggris?
11:00Jangan dijawab dulu,
11:01Mas Hasibulo,
11:02dan juga Pak Dian.
11:03Kita akan bahas selesai
11:04di daa berikut.
11:11Kembali di Breaking News Kompas TV.
11:14Saudara,
11:14tadi sebelum jeda,
11:15ada janji yang kami ingin
11:17tanyakan kepada Pak Dian,
11:19maupun Mas Hasibulo,
11:20yang juga masih bergabung.
11:21Namun,
11:22sayang sekali,
11:22Bapak-Bapak,
11:23waktu kita terbatas.
11:24Terima kasih sudah bergabung
11:25di Breaking News Kompas TV.
11:27Kita harapkan semoga konflik
11:28yang terjadi antara Iran
11:29dan juga Israel ini
11:30tercepat merda,
11:31karena apapun tujuannya,
11:33perang tentunya hanya akan
11:34membawa kehancuran.
11:35Terima kasih,
11:36Pak Dian Wiringjurit,
11:37Tertat Besar RI untuk Indonesia
11:382012-2016,
11:40dan juga Mas Hasibulo,
11:42Satrawi,
11:43pengamal Timur Tengah,
11:44sudah di Breaking News Kompas TV.
11:46Selamat pagi.
11:47Assalamualaikum.
11:48Selamat pagi,
11:48terima kasih.
11:50Waalaikumsalam.
11:51Kami tutup Breaking News
11:53kali ini,
11:53saudara.
11:54Jangan lewatkan informasi
11:55terkenal lainnya
11:56dalam program Kompas
11:57yang sesaat lagi.
11:58Saya berimanan,
11:58sampai jumpa.
11:59Sampai jumpa.
Komentar