Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu (1/3/2026).

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026).

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal. Ini bukan hanya keadilan untuk rakyat Iran, tetapi untuk semua rakyat Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia," ungkap Donald Trump, dikutip dari akun Instagram pribadinya @realdonaldtrump pada Minggu (1/3/2026).

"Ini adalah satu-satunya kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali negaranya," lanjutnya.

Klaim tersebut diumumkan Trump setelah serangan Israel-AS terhadap Iran.

Selengkapnya kita bahas bersama Pengamat Timur Tengah Hasibullah dan Dubes RI untuk Iran 2012-2016 Dian Wirengjurit.

Baca Juga BREAKING NEWS! Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di https://www.kompas.tv/internasional/653808/breaking-news-iran-konfirmasi-kematian-pemimpin-tertinggi-ayatollah-ali-khamenei

#iran #trump #alikhamenei #amerika

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/653812/ayatollah-ali-khamenei-tewas-akan-ada-penggulingan-rezim-begini-analisis-pengamat-dan-eks-dubes-ri

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:01Intro
00:04Masih bersama kami di Breaking News Kompas TV
00:07Saudara terkait kabar ataupun konfirmasi meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
00:14Dan yang Anda saksikan di layar kaca saat ini adalah saudara suasana di Iran
00:20Dimana warga Iran berkumpul setelah konfirmasi meninggalnya pemimpin tertinggi mereka
00:28Dan tentunya ini menjadi kabar yang mengejutkan dan juga menyedihkan bagi warga di Iran
00:36Terutama ketika kabar ini disampaikan kurang dari 24 jam setelah serangan dari Amerika Serikat dan juga Israel menghantam Iran pada
00:46hari Sabtu
01:00Dan konfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei juga disampaikan oleh jurnalis di Associated Press yang berada di Iran Saudara
01:07Dan berikut pernyataannya
01:10Iran Supreme Leader
01:13Ayatollah Ali Khamenei
01:16Is dead
01:16That's according to reports on both Iranian State Television
01:20Andik
01:21It's IRNA
01:21State run news agency
01:23Now我不 tersebut 선생님
01:25On seкиng Suynos
01:26Homeni
01:27Sinti
01:27Homeni
01:28But he was
01:28the target of joint American-Israeli aistrikes
01:32that have just pummeled Iran over the last 24 hours.
01:36Now his death is going to set up a new moment for Iran.
01:41Iran has only had two supreme leaders so far.
01:44The Rula Khomeini who led the 1979 revolution
01:48and Khamenei who came into power in 1989
01:52and led Iran through decades of tensions with the United States
01:56over its nuclear program as well as its support for proxies
02:00in the wider Middle East.
02:03Masih bergabung bersama kami juga, Dian Wirengjurit,
02:06Duta Besar RI untuk Iran 2012-2016,
02:08dan juga Mas Hasibullah Satrawi, pengamat Timur Tengah.
02:11Tadi seperti sebelum jeda, saya mau ke Pak Dian.
02:15Pak Dian, dengan kemudian sikap sementara paling tidak
02:17yang sekarang diambil oleh negara-negara diteluk
02:21untuk tidak menyerang kembali Iran.
02:24Dan kemudian ada kemungkinan dua tadi ya Pak ya,
02:26antara penggulingan rezim yang mungkin diharapkan
02:29oleh sebagian negara-negara diteluk
02:31dan juga pengukuhan revolusi Islam Iran di sana.
02:36Mana yang kemudian akan lebih mengarah gitu Pak?
02:40Penggulingan atau pengukuhan?
02:42Terima kasih Mas.
02:44Begini, saya dalam hal ini menegaskan apa yang disampaikan Mas Hasibullah.
02:50Tidak akan terjadi pergantian rezim.
02:52Artinya apa?
02:53Yang ada adalah pengukuhan rezim Islam
02:55yang usianya, maaf, baru 47
02:59dengan dua pemimpin.
03:01Buat saya perjalanan masih jauh dibandingkan dengan monarki yang ribuan tahun.
03:06Dan sekarang, apa namanya, terjadi tragedi ini.
03:12Buat saya begini, Mas.
03:13Kalau ditanya kawasan,
03:15saya yakin sekarang pemimpin-pemimpin teluk itu
03:19beberapa negara kawasan yang pangkalannya diserang Iran
03:22memikirkan kembali reaksi mereka yang tadinya sempat emosional
03:27termasuk Arab Saudi yang mengatakan akan melakukan serangan balik.
03:30Buat saya mereka akan lebih-lebih mempertimbangkan secara hati-hati
03:35secara waras bahwa tindakan membalas serangan
03:38sudah tidak relevan lagi.
03:41Karena apa?
03:42Satu, tewasnya Ayatollah Al-Himah ini
03:46merupakan tujuan utama Trump dan Netanyahu.
03:52Kalau mau kita ingat statement-statement sebelumnya,
03:56tujuannya adalah pergantian, artinya rezim.
04:00Buat saya, tewasnya Ayatollah Al-Himah ini
04:05akan menjadi capaian buat Amerika dan Israel.
04:11Artinya pemimpin Iran sudah berhasil ditewaskan.
04:15Tapi kalau sistem ketenagaraannya, saya kira tidak.
04:19Yang ada justru penegasan kembali pengukuhan
04:22seperti kata Mas Hasibullah.
04:23Kenapa?
04:25Kawasan Timur Tengah yang ketika revolusi di tahun 1979 itu
04:32dibayangkan akan bergolak.
04:33Akan ada revolusi Iran.
04:36Dan revolusi akan menjelar kemanapun.
04:39Ternyata tidak pernah terbukti itu.
04:40Iran tidak pernah melakukan invasi atau agresi
04:44dari negara lain.
04:44Bahkan dalam tahun 1980 ketika dianggap lemah,
04:48Irak yang menyerang dibantu Amerika lagi.
04:51Amerika ini kan memang pengecut ya.
04:53Sifatnya hanya membantu, membantu, membantu gitu.
04:55Tidak pernah berhadapan berani langsung
04:57dengan yang setara seperti Rusia atau Cina.
04:59Nah, dalam kaitan itu saja kita lihat
05:02kawasan Timur Tengah
05:03relatif tenang di bawah rezim Islam Iran.
05:08Tidak ada pergolakan di dalam negeri Iran
05:11walaupun secara politik tentunya ada di parlemennya.
05:14Tapi secara kenegaraan dia membuktikan
05:17negara berdolak yang baik dengan tetangganya.
05:21Nah, hal ini tercipta sampai saat ini.
05:26Artinya tidak ada yang namanya sengketa
05:29atau konflik militer secara langsung
05:33dengan tetangganya.
05:35Walaupun di sekitarnya Iran,
05:37ada Pakistan yang rame sekarang dengan Afghanistan,
05:39Irak yang rame dengan ISIS,
05:42ada Syria.
05:43Iran tidak pernah usil
05:45dengan negara tetangganya.
05:48Walaupun diakui memang di negara-negara itu
05:52ada elemen Syiah dukungan Iran.
05:56Tapi Iran tidak mengganggu tetangga
05:59dalam konteks invasional.
06:00Artinya apa?
06:01Pemimpin Arab dituluk berhutang budi
06:04kepada Ayatullah Khomeini dan Khomeini
06:07untuk ketertiban kawasan.
06:10Dan itu hanya terganggu
06:12akibat ulah Amerika dan Israel.
06:15Khususnya di bawah pemimpin yang sakit jiwa
06:18seperti Netanyahu dan Trump
06:20yang secara licik menggunakan teknologi
06:23untuk membunuh pemimpin
06:27yang memang sangat sederhana
06:28dan pengawalannya sangat light,
06:33sangat ringan.
06:34Oke, baik.
06:35Yang kemudian saya ingin tanyakan kembali
06:37ke Mas Hasibulo.
06:38Mas Hasibulo,
06:39tadi kata Pak Dian mungkin
06:41kalau untuk serangan balik
06:42dari negara-negara teluk ini
06:44tidak relevan gitu ya.
06:45Tapi kalau menurut Anda,
06:47keputusan mereka untuk tidak menyerang balas
06:49ataupun belum menyerang balas Iran ke sana
06:51ini lebih ke dasar untuk
06:53apa ya, istilahnya
06:54menghindari konflik,
06:56menghindari kerugian ekonomi,
06:57atau tadi
06:59kemungkinan bakal terjadi rezim gitu
07:02atau pergantian rezim di sana?
07:05Ya, sebenarnya untuk negara-negara Arab teluk sendiri
07:09mereka kan juga ada kerawanan,
07:11malah bisa jadi lebih rawan daripada Iran.
07:13Yaitu bukan hanya secara ekonomi,
07:16tapi juga khawatirnya krisis ini
07:18juga bisa menyerempet,
07:20bisa melebar,
07:21katakanlah ke negara-negara Arab teluk tadi
07:24yang kalau kita bandingkan
07:26demokrasi sebagai salah satu
07:28kundamen yang sangat kuat
07:30bagi tegaknya sebuah negara,
07:32maka sebenarnya Iran memiliki itu,
07:34karena walau bagaimanapun
07:35Iran tetap ada pemilihan langsung.
07:37Walaupun memang di ujungnya,
07:39di, apa namanya,
07:41di kalangan para pemimpin elit,
07:43ayatullah alaihi meni'i,
07:44kemudian terutama di kalangan
07:46majelis khubarok itu,
07:49atau majelis ahli itu,
07:51itu memang khusus
07:53pemilihannya tidak langsung semuanya
07:55dari rakyat.
07:56Tapi kalau dibandingkan negara-negara Arab teluk,
07:58bahkan Timur Tengah secara umum yang
08:00sampai sekarang secara demokrasi
08:02mereka belum punya,
08:03artinya apa?
08:04Negara-negara ini ada kerapuhan
08:06yang luar biasa,
08:07karena kekuasaannya
08:08dibangun,
08:09didaga sekali lagi dengan
08:11kekuasaan yang kuat oleh mereka.
08:13Karena dari rakyat,
08:15itu kan mereka tidak punya suara,
08:17karena sekali lagi,
08:18mereka oposisi,
08:19kalau menjadi bahaya mungkin
08:21katakanlah sistem hukumnya berjalan
08:23dan menangkap mereka yang dianggap
08:26sebagai pengganggu bagi kekuasaan misalkan.
08:29Dan tidak ada penjadwalan
08:30yang teratur berkaitan dengan
08:33pergantian rezid.
08:34Ini kerawanan sebenarnya
08:36kalau kita lihat
08:37dalam sistem kerajaan
08:39ataupun yang belum mengikuti
08:41sistem demokrasi.
08:42Nah, dalam konteks itu,
08:44sebenarnya
08:46kerawanan bagi negara-negara Arab
08:48Teluk secara khusus dan Timur Tengah
08:50secara umum,
08:50itu lebih berlipat-lipat.
08:52Karena itu mereka ingin,
08:53maunya itu
08:54sebisa mungkin
08:56berada dalam zona aman dan nyaman.
08:58Tidak perlu terpengaruh
09:00dengan berbagai macam
09:01kondisi yang membuat
09:03rakyatnya bisa bertanya,
09:04apalagi bisa menggugat misalkan.
09:06Kita ingat,
09:08peristiwa Arab Spring misalkan,
09:09itu kan betul-betul
09:10luar biasa menjadi sebuah
09:12ketakutan karena
09:13mereka bisa
09:14mengalami seperti yang terjadi
09:16di Tunisia,
09:17yang terjadi di Mesir,
09:18yang terjadi di Libya,
09:19dan di banyak lagi
09:21negara yang lainnya.
09:22Dan,
09:22kalau krisis ini berkepanjangan,
09:24menjadi,
09:25katakanlah,
09:26mengganggu
09:26kondisi rakyat
09:28di negara-negara Arab Teluk ini,
09:29bukan tidak mungkin,
09:30juga akan
09:32menimbulkan
09:34gelombang
09:34protes
09:35atau mungkin krisis
09:36lebih lanjut.
09:37Selain soal krisis ekonomi,
09:38selain soal krisis
09:40politik yang mereka hadapi.
09:42Nah, oleh karena itu,
09:43menurut saya,
09:43sekali lagi,
09:44perang ini betul-betul menjadi
09:46sebuah jebakan
09:47dilematis,
09:49terutama bagi negara-negara Arab.
09:50Kalau bagi Iran,
09:51dia sudah fighting.
09:52Memang dia berada
09:53pada posisi yang diseran.
09:55Jadi,
09:55mau tidak mau,
09:56pilihannya adalah melawan.
09:57Apalagi dengan nilai-nilai
09:59yang kita kenal dari Iran,
10:00tentang perlawanan,
10:02kemudian tentang
10:03bahkan
10:04kemartiran,
10:05dan lain sebagainya,
10:05yang sudah mengakar
10:06dalam tradisi rakyat Iran,
10:08itu
10:08tidak usah
10:09dual ke Iran.
10:10Akan dibeli.
10:11jual tantangan,
10:12maka mereka akan beli.
10:13Dan,
10:13Iran membuktikan itu
10:14dalam banyak perang
10:15yang sudah dilakukan,
10:16termasuk yang paling baru,
10:17dari tahun 2024,
10:212025,
10:21dan sekarang 2026.
10:23Jadi,
10:23Iran siap untuk
10:24menghadapi
10:25yang tadi disampaikan oleh Pak Dian,
10:27kalau diganggu,
10:28mereka siap.
10:29Tapi,
10:29yang sangat baik,
10:31menurut saya,
10:32dan itu juga kita saksikan,
10:33itu yang di dalam bahasa Arab
10:35dikenal sebagai prinsip
10:36khusnol jiwar.
10:37Jadi,
10:38kekuatan yang
10:40menjaga
10:41pertetanggaan.
10:42Dan itu terawat selama ini,
10:43kecuali memang ketika Iran diserang,
10:45seperti yang terjadi sekarang.
10:47Oke.
10:47Diserang
10:48maupun oleh
10:49Amerika,
10:50ataupun proksi-proksinya,
10:51atau sekutu-sekutunya.
10:52Lalu,
10:53yang jadi pertanyaan nanti,
10:54kemudian bagaimana
10:55ke depannya nanti Iran,
10:57apakah kemudian akan dibantu juga
10:58nanti oleh Rusia,
10:59Tiongkok,
11:00ataupun Inggris?
11:00Jangan dijawab dulu,
11:01Mas Hasibulo,
11:02dan juga Pak Dian.
11:03Kita akan bahas selesai
11:04di daa berikut.
11:11Kembali di Breaking News Kompas TV.
11:14Saudara,
11:14tadi sebelum jeda,
11:15ada janji yang kami ingin
11:17tanyakan kepada Pak Dian,
11:19maupun Mas Hasibulo,
11:20yang juga masih bergabung.
11:21Namun,
11:22sayang sekali,
11:22Bapak-Bapak,
11:23waktu kita terbatas.
11:24Terima kasih sudah bergabung
11:25di Breaking News Kompas TV.
11:27Kita harapkan semoga konflik
11:28yang terjadi antara Iran
11:29dan juga Israel ini
11:30tercepat merda,
11:31karena apapun tujuannya,
11:33perang tentunya hanya akan
11:34membawa kehancuran.
11:35Terima kasih,
11:36Pak Dian Wiringjurit,
11:37Tertat Besar RI untuk Indonesia
11:382012-2016,
11:40dan juga Mas Hasibulo,
11:42Satrawi,
11:43pengamal Timur Tengah,
11:44sudah di Breaking News Kompas TV.
11:46Selamat pagi.
11:47Assalamualaikum.
11:48Selamat pagi,
11:48terima kasih.
11:50Waalaikumsalam.
11:51Kami tutup Breaking News
11:53kali ini,
11:53saudara.
11:54Jangan lewatkan informasi
11:55terkenal lainnya
11:56dalam program Kompas
11:57yang sesaat lagi.
11:58Saya berimanan,
11:58sampai jumpa.
11:59Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan