00:02Saudara, kita bahas lebih dalam soal serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia,
00:13Hikmahanto Juwana.
00:14Selamat malam Prof. Hikmahanto.
00:16Selamat malam Audrey.
00:18Prof, ini kan di tengah berlangsungnya perundingan dan juga negasiasi. Apa sih sebenarnya pemicu serangan Amerika Serikat dan Israel ke
00:25Iran?
00:26Jadi pemicunya, dugaan saya adalah Presiden Trump sudah tidak sabar karena mungkin Iran dianggap mengelurur waktu untuk menyepakati.
00:38Terkait dengan kesepakatan yang dibuat, intinya adalah agar Iran tidak mengembangkan uranium senjata nuklir
00:47dan kemudian Iran meminta Amerika Serikat untuk mencabut embargonya dan tentu membolehkan Iran untuk mempunyai nuklir tapi untuk tujuan damai.
01:01Nah ini kelihatannya tidak tercapai, sehingga beberapa jam yang lalu Presiden Trump kelihatannya berinteraksi dengan Perdana Menteri Netanyahu
01:14karena Netanyahu juga yang mendorong agar Presiden Amerika Serikat melupakan negosiasi dan langsung melakukan serangan ke Iran.
01:23Nah namun Trump sepertinya menganggap bahwa tidak memiliki basis yang kuat apabila Amerika Serikat yang melakukan serangan
01:31sehingga dia meminta kepada Netanyahu untuk melakukan serangan terlebih dahulu.
01:36Nah Netanyahu menyerang dengan alasan bahwa ini merupakan preemptive strike, jadi serangan sebelum diserang
01:44karena ada dugaan menurut Israel bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir untuk menyerang Israel.
01:53Nah oleh karena itu preemptive strike ini diluncurkan pagi tadi oleh Israel, lalu kemudian ada balasan dari Iran
01:59dan disinilah kemudian Amerika Serikat masuk karena ada perjanjian keamanan antara Amerika Serikat dengan Israel
02:07yang intinya seperti pasal 5 dari NATO yaitu serangan terhadap Israel itu merupakan serangan terhadap Amerika Serikat.
02:14Dan sekarang kita lihat bahwa Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan ke Iran
02:20sementara Iran selain menyerang ke Israel, dia juga menyerang ke pangkalan-pangkalan militer yang ada di Timur Tengah.
02:28Ini apa yang dibacanya Prof ketika saling serang nih sekarang ini?
02:32Ya, yang bagi Amerika, maaf, bagi Iran yang penting adalah menyerang pangkalan militer
02:39sehingga Amerika Serikat tidak punya apa namanya basis untuk menerbangkan pesawat-pesawat tempurnya
02:48pesawat-pesawat yang akan mengangkut mungkin prajuritnya untuk diterjunkan ke Iran.
02:52Karena yang ada sekarang adalah kapal-kapal induk, memang kapal induk bisa meluncurkan rudal dan lain sebagainya
03:00dan juga bisa menerbangkan pesawat.
03:03Tapi yang dikhawatirkan oleh Iran adalah kalau pangkalan-pangkalan dari negara-negara Arab
03:10itu digunakan oleh Amerika Serikat untuk melakukan serangan ke Iran.
03:15Karena itu lebih bisa dijamin keakuratan dan kemudian juga soal bahan bakar dan lain sebagainya
03:25itu bisa lebih efisien daripada di kapal induk seperti itu.
03:29Oke, Prof. Ketika Israel dan Amerika menyerang Iran, sebenarnya lebih berat yang mana ketika tadi?
03:34Ingin agar Iran ini tidak punya senjata nuklir atau ngincar pemimpin Iran itu sendiri, Kameni?
03:41Nah, sekarang kalau saya lihat, sebenarnya kalau Amerika Serikat mengkhawatirkan terhadap warganya
03:48yang mungkin akan terdapat dengan senjata nuklir ataupun tindakan dari, menurut Presiden Trump,
03:57tindakan radikal dari kepemimpinan dari Ayatollah terhadap warga Amerika Serikat.
04:02Nah, sementara kalau Israel, dan ini kemudian saya rasa disetujui oleh Amerika Serikat,
04:08menghendaki agar pemusnahan terhadap senjata nuklir, dan yang kedua adalah pada ujungnya
04:14mengganti kepemimpinan di Iran. Nah, karena apa?
04:18Karena menurut Israel, bahwa setelah tahun 79, setelah berkuasanya Syahiran,
04:26maka Iran sudah berubah dari kepemimpinannya itu, yang tadinya bersahabat dengan Israel,
04:32menjadi negara yang bermusuhan dengan Israel.
04:36Dan Israel tahu bahwa senjata nuklir yang dikembangkan oleh Iran, itu sebenarnya ditujukan untuk Israel.
04:43Sehingga Israel punya kepentingan untuk membinasakan itu, dan kemudian mengganti kepemimpinan di Iran.
04:50Nah, ini yang sekarang ada anaknya Syahiran, Reza Palevi, yang dia sudah mengatakan bahwa,
04:59kalau saya nanti bisa kembali ke Iran dan memimpin Iran, maka tiga hal yang akan dia lakukan.
05:05Pertama adalah, dia akan memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.
05:10Yang kedua adalah, dia akan menghentikan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan uranium dan senjata nuklir.
05:19Dan yang ketiga adalah, dia tidak akan lagi membantu proksi-proksi yang selama ini dibantu oleh Iran,
05:27yaitu Hamas, Hezbollah, dan Houthi, untuk menyerang Israel.
05:30Jadi seperti itu.
05:31Ketika Israel dan Amerika sama-sama bersekutu, apakah juga sekutu-sekutu di Iran juga akan membantu Iran,
05:37dan apakah ada dan apa dampak globalnya yang lebih besar lagi, Prof, yang ditakutkan?
05:43Ya, yang pasti beberapa hari yang lalu, atau beberapa hari yang lalu,
05:48dari pihak Rusia sudah mempunyai kesepakatan dengan Iran untuk memutahirkan rudal-rudal Iran.
05:53Nah, ini yang tentu menjadi khawatir, apakah Rusia akan masuk dan terlibat dalam peperangan ini.
06:01Karena kalau sekarang ini kan tidak imbang ya, antara Israel dengan Amerika Serikat dan Iran sendiri.
06:08Nah, ini yang kita tidak tahu akan seberapa jauh Rusia akan turut dalam perang ini dan mendukung Iran.
06:16Dan yang kedua yang kita perlu khawatirkan adalah, walaupun ini jauh, yaitu Korea Utara.
06:22Karena Korea Utara itu, dia akan siap untuk berperang kalau ada Amerika di sana.
06:26Nah, ini yang kita juga harus amati.
06:29Sementara kalau negara-negara sekutu Amerika Serikat,
06:32saya merasa bahwa mereka tidak akan mendukung tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
06:38Karena selain ada hubungan yang kurang baik dengan Amerika Serikat,
06:43negara-negara Eropa ini terkait dengan Green Line, terkait dengan tarif yang dikenakan terhadap sekutu-sekutunya,
06:51dan juga masalah BOP.
06:53Maka mereka tidak akan dukung dan mereka justru akan mengutuk mungkin tindakan dari Israel
07:01yang sudah melakukan serangan awal ke Iran dan kemudian juga dibantu oleh Amerika Serikat.
07:09Seperti itu.
07:09Rauf, ini kan baru saja kami dapatkan informasi bahwa direncanakan Presiden Prabowo siap untuk menjadi fasilitator.
07:15Apakah ini kemudian perlu gitu diperlukan untuk sesegera mungkin Presiden kita menjadi fasilitator bagi kedua negara yang berkonflik saat ini?
07:23Kalau saat sekarang sepertinya belum diperlukan ya, karena saat sekarang perang itu sudah meletus.
07:29Jadi saat sekarang ini sudah meletus dan kemudian saling serang sudah dilakukan.
07:34Nah, nanti kalau misalnya perang ini masih terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan,
07:41memang mungkin saja Presiden kita menjadi mediator untuk apa?
07:45Untuk menyelamatkan muka dari pihak-pihak yang berperang.
07:49Karena mungkin dari Amerika tidak mendapat dukungan dari rakyatnya,
07:54mungkin saja seperti itu Israel juga terus diserang oleh Iran,
07:58dan Iran juga sudah mendapat serangan.
08:01Sehingga mereka perlu untuk keluar dari situasi ini,
08:05tetapi kalau mereka bilang bahwa saya menyerah, mereka tidak akan mau.
08:08Oleh karena itu penting ada pihak ketiga yang mencoba untuk menyelamatkan muka.
08:15Nah, yang kedua harusnya Bapak Presiden mulai sekarang sudah harus berkontak dengan chairman dari BOP.
08:21Karena kita sudah jadi anggota BOP.
08:23Kalau misalnya tidak dilakukan ini, maka yang kita khawatirkan adalah BOP itu tidak ada manfaatnya.
08:30Dan baiknya ya kita keluar saja dari situ.
08:33Oke, sudah kita tangkap pesannya.
08:34Tapi yang pasti adalah semoga ada deal-deal yang kemudian tidak membuat perang ini atau serangan-serangan ini lebih besar
08:44lagi.
Komentar