Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran. Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, Sabtu (28/2/2026).

Jumat lalu saat menghadiri acara di Texas, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan ia sedang menghadapi "keputusan yang sangat besar" terkait Iran.

Trump menuding Iran telah menghancurkan berbagai hal.

Dalam kesempatan ini, Trump pun menyinggung serangan militer AS tahun lalu saat militer Amerika menggunakan pesawat bom B-2 Spirit dan mengklaim serangan itu secara signifikan melumpuhkan kemampuan nuklir Iran.

Mari kita bahas bersama mantan Duta Besar RI untuk Iran 2012-2016, Dian Wirengjurit.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Israel Serang Iran, Eks Dubes RI: Netanyahu & Trump, Orang yang Tidak Bisa Dipercaya! di https://www.kompas.tv/internasional/653714/full-israel-serang-iran-eks-dubes-ri-netanyahu-trump-orang-yang-tidak-bisa-dipercaya

#iran #rudal #israel #teheran #donaldtrump

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/653716/full-israel-serang-iran-siang-bolong-di-bulan-ramadan-eks-dubes-ri-trump-netanyahu-biadab
Transkrip
00:00Saudara Anda masih menyaksikan Breaking News Kompas TV bersama saya Niputu Trisnada.
00:04Saudara hari ini Israel kembali memberikan serangan rudal kepada Iran khususnya di kota Teheran
00:11dan juga mengakibatkan sejumlah kerusakan meskipun sampai dengan saat ini
00:16belum ada data pasti terkait dengan dampak dari kerusakan yang
00:23atau dampak dari kerusakan rudal yang dilancarkan atau diluncurkan oleh Israel
00:30dimana dari visual yang kami terima tampak sejumlah gedung ataupun juga rumah-rumah
00:37ini mengalami kerusakan kemudian asap juga nampak membumbung tinggi
00:41tapi berkaitan dengan korban jiwa ataupun juga korban luka datanya ini belum terverifikasi secara pasti.
00:49Untuk mengetahui apa langkah yang bisa kita lakukan terkait dengan upaya perdamaian di Timur Tengah
00:56kami akan mengajak Anda untuk kembali berbincang dengan mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran
01:04Dian Wirengjurit selamat sore Pak
01:07Selamat sore Mbak Putu mudah-mudahan suaranya lancar
01:12Nah ini suaranya sudah jauh lebih baik jika dibandingkan tadi
01:16tadi terakhir sebelum mengalami gangguan begitu pertanyaan kami adalah
01:21apa yang kemudian bisa dilakukan Pak?
01:23Karena perdamaian itu adalah hak segala bangsa begitu
01:27jadi itu satu-satunya harapan yang kita harap juga terjadi di Timur Tengah
01:31khususnya baik itu di Gaza, di Palestina, ataupun juga di Iran
01:35dengan adanya serangan ini dan mungkin akan memicu juga serangan balasan
01:39apa yang bisa kita lakukan Pak langkah-langkahnya?
01:42Terima kasih Mbak maaf sekali
01:44saya adalah mantan Duta Besar Iran yang beranggapan Indonesia tidak punya leverage
01:51untuk turut beserta berpartisipasi dalam upaya damai
01:55kalau tadi Mbak singgung slogan apapun katanya piagam PBB menciptakan perdamaian
02:03undang-undang dasar kita menciptakan perdamaian semua negara yang anggota PBB sadar
02:09dan banyak negara yang undang-undang dasarnya juga mengedepankan upaya perdamaian
02:14sudah terbukti kok kita nggak bisa menamaikan Iran dan Serap Saudi
02:18kita tidak punya leverage Islam moderat, non-block segala macam
02:22bukan lagi leverage dalam paradigma geopolitik sekarang
02:26lupakan itu
02:27sekarang kita harus review kebijakan kita dalam BOP misalnya
02:31sudah pasti ini tidak akan jalan apa yang dilakukan Trump melalui BOP-nya
02:37apa yang dilakukan sudah jelas pengkhianatan terhadap janji-janjinya
02:40bahwa upaya perdamaian di satu pihak
02:43serang pihak yang sekarang sedang menikmati bulan Ramadan secara tiba-tiba dilakukan
02:48apakah itu orang yang cinta damai?
02:51buat saya sama sekali tidak
02:52jadi tidak usahlah ikut-ikutan apalagi dalam kerangka perdamaiannya Donald Trump
02:57nah yang saya mau tegaskan di sini tolong diingat
02:59bahwa kejadian ini memberikan pelajaran sangat berarti
03:04buat kita, masyarakat kita di Indonesia
03:06yang selama ini hanya heboh
03:08bahwa kita dipuji-puji
03:10kita disambut dengan antusias
03:13diterima dengan
03:14itu sama sekali berita hanya untuk Indonesia
03:17oleh media Indonesia
03:18maaf ya
03:19di luar negeri kita bukan siapa-siapa
03:21berita kita tidak besar
03:22tidak ada
03:23tidak usah, buat saya kita terlalu narsis ya dengan diri kita sendiri gitu loh
03:27padahal tidak ada yang memuji-muji kita
03:30yang ada
03:31yang ada adalah
03:32negara-negara teman-temannya Amerika sendiri menjauh dari Amerika
03:36kok kita malah mendekati
03:38akibatnya sekarang kita lihat
03:39kita pun ditipu
03:40oke
03:41baik, Indonesia tidak punya
03:43dalam tanda kutip
03:44kemampuan untuk memberikan perdamaian dunia
03:46tapi pertanyaannya
03:47apakah kemudian
03:48PBB ini juga bisa mengambil sikap
03:51dan juga negara-negara lain mengambil sikap
03:53untuk menciptakan perdamaian tersebut Pak
03:56pasti
03:57PBB itu carternya menciptakan perdamaian dunia
04:01pasti akan mengambil tindakan
04:03pasti ada negara yang melaporkan
04:05serangan Israel ini ke
04:07ke PBB
04:08dan itu akan ditindaklanjuti oleh PBB
04:11tapi masalahnya kan satu
04:12Trump itu sudah kehilangan akal sehat
04:14sudah memutuskan meninggalkan
04:16multilateral melalui jalur PBB
04:18kita lihat saja
04:19apapun yang dilakukan oleh Dewan Keamanan
04:22selama itu
04:23intinya
04:26mengutuk atau mengecam Israel
04:28pasti di veto Amerika
04:29jadi PBB dalam kain ini tidak jalan
04:31tapi yang saya mau tekankan
04:34justru disinilah nanti yang akan berperan
04:37bahwa negosiasi itu
04:38pada level kawasan
04:40khususnya Timur Tengah
04:41kawasan Teluk
04:42negara-negara Teluk
04:43pasti tidak akan tinggal diam
04:45melihat
04:46rudal-rudal itu melayang di atas wilayahnya
04:49itu satu pelanggaran internasional
04:52yang tidak
04:52sangat nyata
04:54dan tidak mungkin dibantah oleh siapapun
04:56saya menyampaikan begini
04:58Iran ketika membalas serangan
05:00waktu 12 Perang Dua Besar itu
05:02ketika membalas serangan
05:04untuk menyerang
05:05pangkalan
05:05militer Amerika di Doha
05:08karena Qatar adalah negara teman Iran
05:10Iran pun harus
05:11minta
05:12minimal menginfokan
05:14akan melakukan serang balasan
05:16karena itulah
05:17pangkalan Amerika
05:18sudah dikosongkan
05:19itulah etika perang
05:21yang seharusnya
05:22ditegakkan
05:22gitu loh
05:23artinya
05:25meminimalisir korban
05:26di pihak
05:27sipil
05:28apalagi
05:28nah waktu itu pun
05:29Qatar
05:30memindahkan
05:31mengungsihkan
05:32penduduknya
05:34yang dekat pangkalan Amerika
05:35kalau ingat lagi
05:36ketika Qasem Soleimani
05:38ditembak secara pengecut
05:39oleh Amerika
05:39di Irak
05:40Iran pun minta izin Irak
05:42untuk menyerang pangkalan Amerika
05:44di Irak
05:45sehingga pangkalan itu pun
05:46sudah dikosongkan
05:47korban sipil
05:48juga jadi minimum
05:49nah dari dua peristiwa ini
05:51saja kita lihat
05:52bahwa Iran masih melakukan
05:54apa yang namanya
05:55etika dalam perang
05:58sesuai hukum humaniter
05:59berus payah mengurangi
06:01korban di kalangan warga sipil
06:03lihat apa yang dilakukan
06:04Israel di tengah hari bolong
06:06seperti ini
06:07di dalam bulan suci
06:09Ramadan seperti ini
06:10buat saya
06:11tidak ada kata lain
06:12Amerika dan
06:13dan Israel
06:15khususnya Trump
06:16dan Netanyahu itu
06:17biadab
06:18oke
06:19terakhir Pak
06:20sebelum kita tutup
06:21diskusi ini
06:21artinya memang
06:22tanggung jawabnya
06:24atau harapan besarnya
06:25untuk kemudian
06:26menghentikan aksi
06:27saling kirim
06:29rudal
06:30ini ada di negara-negara
06:32di kawasan teluk ya Pak ya
06:33buat saya iya
06:35tapi ditambah
06:36kali ini
06:36sudah waktunya
06:38China dan Rusia
06:39harus tampil
06:40lebih tegas
06:42lebih nyata
06:42bahwa mereka
06:43akan di belakang Iran
06:44menghadapi tindakan
06:46pengecut dari
06:47Netanyahu
06:48yang hanya bisa melakukan
06:49hal ini tanpa
06:50dengan restu dari
06:51Trump
06:52nah negara-negara teluk
06:54harus menyadari
06:55bahwa kalau ini
06:56perang lebih besar
06:57dari perang 12 hari lalu
06:59pasti mereka
07:00mulai merasakan
07:01dampaknya
07:01paling tidak
07:04ekspatriat
07:04di negara-negara itu
07:05sudah mulai mikir-mikir
07:06untuk meninggalkan
07:07kawasan teluk
07:08artinya apa
07:09investor mungkin
07:10juga akan ikut
07:11pergi dan sebagainya
07:12ini dampak yang mungkin
07:14harus dipikirkan
07:15untuk mencegah
07:16perluasan perang
07:17kali ini
07:17menjadi perang
07:19yang lebih dasyat
07:20daripada yang 12 hari
07:21tapi saya yakin
07:22perang ini pun
07:23tidak akan
07:24berlangsung lama
07:25oke
07:26satu lagi Pak
07:27kalau tadi
07:28tuntutannya adalah
07:29China dan Rusia
07:30berperan lebih aktif lagi
07:31untuk berdiri
07:32di depan Iran
07:33tapi kalau kita lihat
07:34Rusia punya urusan sendiri
07:35dengan konfliknya
07:36dengan Ukraina
07:37nah China di satu sisi
07:38juga sejauh ini
07:39kita lihat
07:40dia lebih memilih
07:41tipe perang dagang
07:42ketimbang perang
07:44yang menggunakan
07:46senjata
07:47kemudian perang
07:48yang langsung
07:49head to head
07:49gitu
07:49melihat ini
07:51apakah
07:51China dan juga Rusia
07:53punya
07:55momentum
07:56atau punya
07:57kemungkinan
07:58untuk berdiri
07:59di belakang Iran Pak
08:00nah
08:01Mbak Putu sudah
08:03menyatakan
08:04dua hal yang berbeda
08:05bagian awal
08:06Iran dan
08:07China dan Rusia
08:08dibilang tadi
08:09berdiri di depan
08:10Iran
08:11sekarang di belakang Iran
08:12buat saya begini
08:13tolong
08:14berdiri di belakang
08:16atau di depan
08:16itu bukan berarti
08:17secara fisik
08:18ada di depan
08:18atau di belakang
08:19tapi paling tidak
08:20Rusia dan China
08:21mulai mengizinkan
08:23senjata-senjata
08:24yang dikirim ke Iran
08:25itu untuk digunakan
08:27karena senjata-senjata
08:28yang dikirim dari Iran
08:29itu senjata-senjata
08:30yang juga
08:31luar biasa
08:32canggihnya
08:33dan yakin
08:34bisa mengimbangi
08:36Amerika
08:37sementara
08:38kalau rudal-rudalnya
08:39Israel sendiri
08:41yang juga
08:41buatan Amerika itu
08:42yakin Iran
08:43masih punya
08:44kemampuan
08:44menangkal
08:45karena cyber-cyber
08:46Iran itu
08:47sudah diakui
08:48kecanggihannya
08:48bisa
08:49bisa
08:49melakukan
08:51jam terhadap
08:52waktu demonstrasi
08:53kemarin itu
08:53bisa melakukan
08:54jam sehingga
08:55drone-nya bisa
08:56ada di atas
08:57kapal Induk Amerika
08:58buat saya
08:59China dan Rusia
09:01berdiri itu
09:02bukan berarti fisik
09:03tetapi paling tidak
09:04mungkin
09:05penasehat-penasehatnya
09:07juga
09:07sudah mulai
09:08bisa dikirim
09:09mungkin juga
09:10mereka sudah
09:11mulai
09:13secara terbuka
09:14bahwa
09:16kami
09:16kali ini
09:17tidak akan
09:18cuma diam
09:18gitu loh
09:19oke
09:20baik
09:21artinya
09:22kita berharap
09:22negara-negara
09:23di kawasan Teluk
09:24ini juga bergerak
09:25secara aktif
09:26begitu untuk
09:26menciptakan perdamaian
09:28menghentikan konflik
09:29yang ada di Timur Tengah
09:30di satu sisi juga
09:31kalau saya mengutip Anda
09:33Cina dan Rusia
09:34diharapkan ini
09:35bisa hadir
09:36secara lebih
09:37nyata lagi
09:38untuk kemudian
09:39juga membantu
09:40menghentikan
09:41konflik yang ada
09:42di Timur Tengah
09:42terima kasih
09:43mantan Duta Besar
09:44Republik Indonesia
09:45untuk Iran
09:46Dian Wireng Jurit
09:47sudah berbagi
09:47dengan Kompas TV
09:48terima kasih
Komentar

Dianjurkan