00:00Trolli Taman Nasional Teso Nilo menemukan seekor anak gajah mati di Kabupaten Pelalawan Riau.
00:06Polisi temukan bekas jeratan pada kaki gajah.
00:11Anak kaki atau anak gajah ini saudara diperkirakan sudah mati sepekan lalu.
00:17Dalam penyelidikan polda Riau, polisi temukan adanya bekas jerat di kaki gajah.
00:23Namun polisi masih menunggu hasil nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian gajah.
00:31Polisi juga memburu pelaku jika ditemukan adanya unsur kesengajaan yang menyebabkan kematian anak gajah.
00:42Hasil sementara kaki gajah tersebut ada bekas jeratan dan talinya juga masih utuh.
00:50Kemungkinan-kemungkinan untuk matinya gajah ini masih kita buatkan beberapa hipotesa termasuk
00:58Apakah gajah ini karena dia kena jerat, kemudian mengalami infeksi, kemudian mati di TKP.
01:11Nah kami akan terus melakukan penyelidikan, mohon doa dan dukungannya.
01:19Terkait kematian anak gajah di Taman Nasional Teso Nilo dengan ditemukannya bekas jeratan di bagian kaki
01:26kita akan berbincang bersama dengan Direktur SRS Kriminal Kursus Pol Dario, Kombas Ade Kuncor Ritwan.
01:32Selamat sore Pak Kombas.
01:34Pak Ade?
01:36Masih di mute, boleh di unmute?
01:39Pak Ade?
01:41Oke, jadi saya mau tahu dulu pertanyaan pertama, apakah polisi sudah menemukan ada unsur kesengajaan
01:48dari jeratan yang kemudian membuat anak gajah ini meninggal atau tewas?
01:55Pak Dir?
02:08Pak Dir, mohon maaf, boleh dibesarkan untuk volume suaranya, karena kita tidak mendengar suaranya Pak Dir.
02:20Pak Dir, ya sambil diperbaiki kita akan tanya kembali sebenarnya apakah ada temuan unsur kesengajaan
02:29dari petunjuk yang didapat polisi usai anak gajah ini mati begitu dan ditemukan adanya bekas jeratan
02:40di bagian kaki anak gajah ini.
02:43Pak Dir?
02:44Pak Dir, silakan Pak Dir.
02:46Jadi ada unsur kesengajaan nggak sih?
02:49Gini Pak, kemarin memang kami ke TKP bersama Bapak Kapolda, bersama di Krim Um, bersama juga dengan Kapit Lapor,
02:57juga dengan Kepala BKSDA wilayah Rio.
03:01Termasuk dari dokter hewan yang menangani nekropsi, dokter hewan dari Balai TNPN.
03:09Jadi hasil dari nekropsi atau bedah terhadap mayat gajah itu ditemukan memang satu buah tali jerat kak yang berada di
03:23kaki depan sebelah kiri.
03:28Kemudian untuk isi perut dari gajah atau organ dalam dari gajah ini sedang diuji secara laboratoris di Balai Besar BKSDA.
03:41Nah, untuk kesimpulan awal dari kami bahwa penyebab sementara kematian dari anak gajah tersebut adalah infeksi yang bersumber dari bekas
03:56luka kaki gajah yang terkena jerat.
03:58Yang saat ini, anggota kami sedang di lapangan, baik tim dari Krim Suf maupun tim dari Polis Perlawan untuk melakukan
04:06penyelidikan terkait hal tersebut.
04:08Baik terhadap pemilik lahan maupun terhadap pelaku yang memasang jerat di sepun yang berada di TKP.
04:21Berarti artinya apakah jangan-jangan ada unsur kesengajaan ini menaruh jerat di situ?
04:26Ya, jerat itu memang biasa digunakan tidak hanya terhadap gajah, mbak.
04:33Juga terhadap hewan buruan yang lain juga seperti babi yang memang sering berada di wilayah TNPN,
04:40yang sering musak kebun sawit warga juga biasa dipasang jerat gajah.
04:45Nah, kita belum tahu apakah ini sengaja untuk menjerat gajah atau secara tidak sengaja jerat tersebut dilewati oleh gajah
04:55sehingga terjerat pada kegajah. Ini yang sedang masih dilakukan pendalaman oleh anggota kami di lapangan.
05:01Saat ini kami terfokus kepada mencari pemilik lahan yang merupakan menjadi TKP di tempat meninggalnya gajah tersebut.
05:10Oke, tapi kan ini kan anak gajah ini berada di Taman Nasional Tesonilo ya,
05:15artinya bukannya seharusnya hewan-hewan seperti gajah ini kemudian juga harusnya dilindungi,
05:21kemudian tidak ada jeratan yang sehingga membuat anak gajah ini kemudian tewas atau mati, Pak Dir?
05:27Ya, betul Mbak. Di Taman Nasional Tesonilo ini memang seharusnya tidak ada orang yang melakukan kegiatan usaha perkebunan.
05:35Dan fakta yang kita ketemukan kemarin, ternyata lahan tersebut sudah dirambah oleh orang, oleh masyarakat,
05:44yang digunakan untuk perkebunan sawit. Dan ini yang sedang kami cari siapa pemilik lahan tersebut.
05:49Nanti akan kita telusurin apakah memang yang bersangkutan yang sengaja memasang jerat untuk hewan yang biasa keluar masuk di kebun
05:58yang bersangkutan.
05:59Nanti kita akan terapkan apakah ada unsur sengajaan atau unsur kelalean, itu Mbak.
06:03Berarti ada dua dong padugaan ya, kalau gitu tadi adalah ahli fungsi ya dari Taman Nasional yang kedua tadi ada
06:09jerat.
06:10Nah kalau gitu mudah Pak, Pak Dir untuk menemukan atau mengetahui siapa pemilik lahan ini yang mengubah tadi harusnya Taman
06:17Nasional berubah jadi ahli fungsi?
06:20Ya, sekarang masih dalam pendalaman dari anggota saya di lapangan Mbak.
06:23Untuk identitas pemilik kita sudah tahu tapi sedang kita teralami lagi.
06:27Di situ memang ada berapa orang yang tinggal atau seperti apa di kawasan Taman Nasional Tesonilo itu?
06:34Kalau untuk TKP meninggalnya gajah itu tidak ada yang tinggal di situ Mbak, menetap.
06:38Jadi fungsinya hanya sebagai kebun saja.
06:41Jadi kita sudah mencari pemilik lainnya, nama sudah kita dapat, sedang kita cari yang bersangkutan berdomisili di mana.
06:48Oke, Pak Dir ini kan kalau kita lihat di visual kan kawasan Tesonilo ini sangat luas ya hamparannya begitu ya.
06:54Nah ini adakah pihak-pihak yang mengawasi begitu supaya tidak ada tadi ahli fungsi apalagi tadi ada jeratan sehingga membuat
07:01anak gajah yang harusnya dilindungi ini justru mati?
07:05Ada Mbak, di Taman Nasional Tesonilo itu ada namanya Balai Taman Nasional Tesonilo.
07:16Di bawah BKSDA Rio, kemudian di bawah Kementerian Kehutanan.
07:21Di situ memang ada kantornya, ada dua lokasi ada di Taman Nasional Tesonilo.
07:30Jadi pos 1 dan pos 2 yang memang bertugas untuk mengawasi Taman Nasional Tesonilo.
07:37Tapi memang keterbasan dari personil polisi hutan yang tidak bisa menghabar seluruh wilayah Taman Nasional Tesonilo yang seluas 81 ribu
07:47hutan.
07:48Oke, jadi di kawasan Tesonilo itu ada berapa gajah Pak saat ini di sana?
07:53Ada datanya?
07:56Data mungkin nanti bisa dikonfirmasi ke teman-teman dari Balai Besar Konservasi Sumber Daraya Alam, wilayah Rio khususnya.
08:04Atau ke Balai Tenten yang mungkin mereka lebih punya data akurat terkait dengan jumlah populasi gajah Pak.
08:10Oke, jadi saat ini juga masih dicari ya siapa pemilik lahannya.
08:14Kemudian juga kenapa ini jeratannya masih ada di sana berarti ya Pak Dir ya?
08:18Tapi dugaannya apa? Mengarah kemana sebenarnya Pak Dir?
08:20Ya, kita belum bisa berandai-andai.
08:24Nanti kami menunggu hasil penyelidikan anggota di lapangan, Pak.
08:29Oke, ada dua yang perlu diinvestigasi polisi.
08:32Yang tadi pertama adanya jeratan.
08:33Yang kedua adalah tadi perubahan alifungsi dari Taman Nasional Tesonilo.
08:37Menjadi kawasan alifungsi lahan yang kemudian digunakan tidak sebagaimana mestinya.
08:42Terima kasih Direktur Reserse Kriminal Khusus Pol Daria, Kombes Ade Kuncoro, Ritwan.
Komentar