Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Petugas patroli Taman Nasional Tesso Nilo menemukan seekor anak gajah mati di Kabupaten Pelalawan, Riau. Polisi menemukan bekas jeratan pada kaki gajah. Anak gajah ini diperkirakan sudah mati sepekan lalu. Dalam penyelidikan Polda Riau, polisi menemukan bekas jerat di kaki gajah.

Namun, polisi masih menunggu hasil nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini. Polisi juga memburu pelaku jika ditemukan unsur kesengajaan yang menyebabkan kematian anak gajah.

Kita tanyakan lebih dalam terkait kematian anak gajah di Taman Nasional Tesso Nilo dengan temuan bekas jeratan di kakinya, bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan.

#tessonilo #gajah #anakgajah

Baca Juga Hasil Drawing Fase Gugur Liga Champions 2025-26: Real Madrid vs Manchester City, PSG vs Chelsea di https://www.kompas.tv/olahraga/653497/hasil-drawing-fase-gugur-liga-champions-2025-26-real-madrid-vs-manchester-city-psg-vs-chelsea



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/653500/dirkrimsus-polda-riau-usut-motif-kematian-anak-gajah-si-tesso-nilo-kesengajaan-atau-kelalaian
Transkrip
00:00Trolli Taman Nasional Teso Nilo menemukan seekor anak gajah mati di Kabupaten Pelalawan Riau.
00:06Polisi temukan bekas jeratan pada kaki gajah.
00:11Anak kaki atau anak gajah ini saudara diperkirakan sudah mati sepekan lalu.
00:17Dalam penyelidikan polda Riau, polisi temukan adanya bekas jerat di kaki gajah.
00:23Namun polisi masih menunggu hasil nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian gajah.
00:31Polisi juga memburu pelaku jika ditemukan adanya unsur kesengajaan yang menyebabkan kematian anak gajah.
00:42Hasil sementara kaki gajah tersebut ada bekas jeratan dan talinya juga masih utuh.
00:50Kemungkinan-kemungkinan untuk matinya gajah ini masih kita buatkan beberapa hipotesa termasuk
00:58Apakah gajah ini karena dia kena jerat, kemudian mengalami infeksi, kemudian mati di TKP.
01:11Nah kami akan terus melakukan penyelidikan, mohon doa dan dukungannya.
01:19Terkait kematian anak gajah di Taman Nasional Teso Nilo dengan ditemukannya bekas jeratan di bagian kaki
01:26kita akan berbincang bersama dengan Direktur SRS Kriminal Kursus Pol Dario, Kombas Ade Kuncor Ritwan.
01:32Selamat sore Pak Kombas.
01:34Pak Ade?
01:36Masih di mute, boleh di unmute?
01:39Pak Ade?
01:41Oke, jadi saya mau tahu dulu pertanyaan pertama, apakah polisi sudah menemukan ada unsur kesengajaan
01:48dari jeratan yang kemudian membuat anak gajah ini meninggal atau tewas?
01:55Pak Dir?
02:08Pak Dir, mohon maaf, boleh dibesarkan untuk volume suaranya, karena kita tidak mendengar suaranya Pak Dir.
02:20Pak Dir, ya sambil diperbaiki kita akan tanya kembali sebenarnya apakah ada temuan unsur kesengajaan
02:29dari petunjuk yang didapat polisi usai anak gajah ini mati begitu dan ditemukan adanya bekas jeratan
02:40di bagian kaki anak gajah ini.
02:43Pak Dir?
02:44Pak Dir, silakan Pak Dir.
02:46Jadi ada unsur kesengajaan nggak sih?
02:49Gini Pak, kemarin memang kami ke TKP bersama Bapak Kapolda, bersama di Krim Um, bersama juga dengan Kapit Lapor,
02:57juga dengan Kepala BKSDA wilayah Rio.
03:01Termasuk dari dokter hewan yang menangani nekropsi, dokter hewan dari Balai TNPN.
03:09Jadi hasil dari nekropsi atau bedah terhadap mayat gajah itu ditemukan memang satu buah tali jerat kak yang berada di
03:23kaki depan sebelah kiri.
03:28Kemudian untuk isi perut dari gajah atau organ dalam dari gajah ini sedang diuji secara laboratoris di Balai Besar BKSDA.
03:41Nah, untuk kesimpulan awal dari kami bahwa penyebab sementara kematian dari anak gajah tersebut adalah infeksi yang bersumber dari bekas
03:56luka kaki gajah yang terkena jerat.
03:58Yang saat ini, anggota kami sedang di lapangan, baik tim dari Krim Suf maupun tim dari Polis Perlawan untuk melakukan
04:06penyelidikan terkait hal tersebut.
04:08Baik terhadap pemilik lahan maupun terhadap pelaku yang memasang jerat di sepun yang berada di TKP.
04:21Berarti artinya apakah jangan-jangan ada unsur kesengajaan ini menaruh jerat di situ?
04:26Ya, jerat itu memang biasa digunakan tidak hanya terhadap gajah, mbak.
04:33Juga terhadap hewan buruan yang lain juga seperti babi yang memang sering berada di wilayah TNPN,
04:40yang sering musak kebun sawit warga juga biasa dipasang jerat gajah.
04:45Nah, kita belum tahu apakah ini sengaja untuk menjerat gajah atau secara tidak sengaja jerat tersebut dilewati oleh gajah
04:55sehingga terjerat pada kegajah. Ini yang sedang masih dilakukan pendalaman oleh anggota kami di lapangan.
05:01Saat ini kami terfokus kepada mencari pemilik lahan yang merupakan menjadi TKP di tempat meninggalnya gajah tersebut.
05:10Oke, tapi kan ini kan anak gajah ini berada di Taman Nasional Tesonilo ya,
05:15artinya bukannya seharusnya hewan-hewan seperti gajah ini kemudian juga harusnya dilindungi,
05:21kemudian tidak ada jeratan yang sehingga membuat anak gajah ini kemudian tewas atau mati, Pak Dir?
05:27Ya, betul Mbak. Di Taman Nasional Tesonilo ini memang seharusnya tidak ada orang yang melakukan kegiatan usaha perkebunan.
05:35Dan fakta yang kita ketemukan kemarin, ternyata lahan tersebut sudah dirambah oleh orang, oleh masyarakat,
05:44yang digunakan untuk perkebunan sawit. Dan ini yang sedang kami cari siapa pemilik lahan tersebut.
05:49Nanti akan kita telusurin apakah memang yang bersangkutan yang sengaja memasang jerat untuk hewan yang biasa keluar masuk di kebun
05:58yang bersangkutan.
05:59Nanti kita akan terapkan apakah ada unsur sengajaan atau unsur kelalean, itu Mbak.
06:03Berarti ada dua dong padugaan ya, kalau gitu tadi adalah ahli fungsi ya dari Taman Nasional yang kedua tadi ada
06:09jerat.
06:10Nah kalau gitu mudah Pak, Pak Dir untuk menemukan atau mengetahui siapa pemilik lahan ini yang mengubah tadi harusnya Taman
06:17Nasional berubah jadi ahli fungsi?
06:20Ya, sekarang masih dalam pendalaman dari anggota saya di lapangan Mbak.
06:23Untuk identitas pemilik kita sudah tahu tapi sedang kita teralami lagi.
06:27Di situ memang ada berapa orang yang tinggal atau seperti apa di kawasan Taman Nasional Tesonilo itu?
06:34Kalau untuk TKP meninggalnya gajah itu tidak ada yang tinggal di situ Mbak, menetap.
06:38Jadi fungsinya hanya sebagai kebun saja.
06:41Jadi kita sudah mencari pemilik lainnya, nama sudah kita dapat, sedang kita cari yang bersangkutan berdomisili di mana.
06:48Oke, Pak Dir ini kan kalau kita lihat di visual kan kawasan Tesonilo ini sangat luas ya hamparannya begitu ya.
06:54Nah ini adakah pihak-pihak yang mengawasi begitu supaya tidak ada tadi ahli fungsi apalagi tadi ada jeratan sehingga membuat
07:01anak gajah yang harusnya dilindungi ini justru mati?
07:05Ada Mbak, di Taman Nasional Tesonilo itu ada namanya Balai Taman Nasional Tesonilo.
07:16Di bawah BKSDA Rio, kemudian di bawah Kementerian Kehutanan.
07:21Di situ memang ada kantornya, ada dua lokasi ada di Taman Nasional Tesonilo.
07:30Jadi pos 1 dan pos 2 yang memang bertugas untuk mengawasi Taman Nasional Tesonilo.
07:37Tapi memang keterbasan dari personil polisi hutan yang tidak bisa menghabar seluruh wilayah Taman Nasional Tesonilo yang seluas 81 ribu
07:47hutan.
07:48Oke, jadi di kawasan Tesonilo itu ada berapa gajah Pak saat ini di sana?
07:53Ada datanya?
07:56Data mungkin nanti bisa dikonfirmasi ke teman-teman dari Balai Besar Konservasi Sumber Daraya Alam, wilayah Rio khususnya.
08:04Atau ke Balai Tenten yang mungkin mereka lebih punya data akurat terkait dengan jumlah populasi gajah Pak.
08:10Oke, jadi saat ini juga masih dicari ya siapa pemilik lahannya.
08:14Kemudian juga kenapa ini jeratannya masih ada di sana berarti ya Pak Dir ya?
08:18Tapi dugaannya apa? Mengarah kemana sebenarnya Pak Dir?
08:20Ya, kita belum bisa berandai-andai.
08:24Nanti kami menunggu hasil penyelidikan anggota di lapangan, Pak.
08:29Oke, ada dua yang perlu diinvestigasi polisi.
08:32Yang tadi pertama adanya jeratan.
08:33Yang kedua adalah tadi perubahan alifungsi dari Taman Nasional Tesonilo.
08:37Menjadi kawasan alifungsi lahan yang kemudian digunakan tidak sebagaimana mestinya.
08:42Terima kasih Direktur Reserse Kriminal Khusus Pol Daria, Kombes Ade Kuncoro, Ritwan.
Komentar

Dianjurkan