00:02Saudara Polrestual Maluku menetapkan oknum anggota BRIMOB berinisial MS sebagai tersangka
00:08dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap pelajar MTS hingga meninggal dunia.
00:13Kasus ini menjadi noda hitam dalam institusi Polri.
00:16Di tengah upaya negara mereformasi Polri agar lebih profesional dan mengutamakan wajah mengayomi masyarakat.
00:24Inilah catatan Kompas TV, pelajar tewas oleh BRIMOB peringatan keras untuk Polri.
00:35Yang kedua kami menyesalkan pindahkan kekerasan oleh anggota kepolisian BRIMOB dalam konteks ini.
00:43Yang pertama ini meminta ini pertemuan segera-teratnya.
00:54Amarah tak terbendung, warga dan keluarga korban penganiayaan anggota BRIMOB mengepung markas kompi BRIMOB dan Polrestual
01:02meminta penganiaya Ariyanto Tawakal ditangkap.
01:08Ariyanto yang merupakan pelajar MTS diduga dianiaya anggota BRIMO Polrestual usai dituduh sebagai pelaku balap liat.
01:18Menurut sang ayah, korban dan kakaknya mengendarai motor pada kamis pagi dan melintas di jalan RSUD Maren, Kota Tua.
01:25Di jalan tersebut sedang ada sejumlah anggota BRIMOB yang berpatroli cipta kondisi dan mendapat informasi adanya kegiatan balap liar.
01:34Saat korban dan sang kakak melintas, salah satu anggota BRIMOB memukul korban dengan helm hingga korban terjatuh dari motor.
01:43Sempat mendapat perawatan di rumah sakit, namun nyawa korban tidak tertolong.
01:50Sang ayah pun membantah kalau anaknya terlibat balap liar dan meminta pelaku dihukum seberang berhati.
01:58Saya di rumah itu sekitar jam setiap 7 itu saya larang, tidak boleh kemana-mana.
02:03Tapi di luar rumah mereka sudah jalan, saya larang.
02:06Tapi setahu saya mereka ini jalan saja, mereka berdua saja.
02:11Oke.
02:14Oke, artinya dugaan balap liar menjadi alasan terduga pelaku ini melakukan penganayaan itu tidak benar?
02:21Oh itu tidak benar.
02:23Tidak benar.
02:24Tidak benar.
02:25Dari yang kami pantau memang sudah didirikan, ini sudah tersangka.
02:29Jadi kami alat ini sudah berulang, sudah menang.
02:35Dari hasil gelar perkara dan pemeriksaan 14 aksi, Polres Tual menetapkan Brip DMS sebagai tersangka.
02:42Secara paralel, proses pidana terhadap Brip DMS ditangani Polres Tual,
02:47sementara proses kode etik ditangani Bit Propang, Polda, Maluku.
02:52Kapolri pun menjamin, penindakan hukum hingga kode etik kepada pelaku akan dilakukan secara transparan.
03:00Sudah diproses ya, saat ini sedang dalam mendalaman penyelidikan dari proses yang ditangani oleh Polres,
03:15diasistensi oleh Polda ya, kalau tidak salah, saat ini sedang berjalan.
03:20Saya kira hal-hal yang seperti itu kita transparan.
03:22Tidak hanya soal menjamin proses hukum yang transparan,
03:26namun Kompolnas juga mengingatkan agar aparat jangan menggunakan kewenangan secara berlebihan,
03:32apalagi dengan tindakan kekerasan terhadap anak.
03:36Nah, yang paling penting dari peristiwa ini adalah janganlah gunakan kewenangan secara berlebihan,
03:43apalagi dengan tindak kekerasan.
03:45Kalau dalam konteks dunia HAM itu terkenal dengan excessive use of force,
03:50penggunaan kewenangan secara berlebihan.
03:52Ini kan apalagi ini mengatapi anak-anak ya,
03:56karena anak-anak itu kena kalan anak-anak dan sebagainya itu ada mekanismenya kalau dianggap nakal.
04:02Bahkan kalau dianggap kejahatan juga ada mekanisme khusus,
04:06jadi tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang.
04:10Kasus ini tentu jadi noda hitam dalam institusi Polri,
04:14di tengah upaya negara mereformasi Polri agar lebih profesional
04:18dan mengutamakan wajah mengayom masyarakat.
04:22Tim Liputan, Kompas TV
04:31Di tengah upaya negara mereformasi Polri agar lebih profesional
04:36dan mengutamakan wajah mengayomi masyarakat,
04:39seorang anggota BRIMOB di kota Tual Provinsi Maluku justru bertindak tidak profesional
04:44dan mengakibatkan seorang warga kehilangan nyawa.
04:47Arianto Tawakal, pelajar Madrasah Sanawiyah berusia 14 tahun,
04:54tewas akibat dihantam menggunakan helm oleh seorang anggota BRIMOB berpangkat Brigadir 2.
05:01Sepanjang tidak ada perlawanan membahayakan,
05:03patroli bahkan melakukan penangkapan sekalipun tidak bisa menjadi alasan
05:09seorang polisi melakukan kekerasan terhadap masyarakat, apalagi hingga tewas.
05:17Selain menetapkan tersangka dan akan menggelar sidang etik yang berujung pemecatan,
05:22Polri harus menjadikan kejadian memilukan di Tual sebagai pelajaran penting.
05:28Semua kesatuan Polri secara berkala harus dicek
05:32dan dipastikan mental psikologis dan pemahaman tugas polisi anggotanya dalam kondisi baik.
05:38Tuntutan publik agar Polri lebih profesional dan mengayomi masyarakat.
05:43Civilian polis harus dijawab dengan kesungguhan perbaikan sistem pengawasan internal.
05:52Orang tua Arianto Tawakal sama juga dengan para orang tua lain
05:57seharusnya mengandalkan Polri untuk keselamatan dan keamanan anak-anaknya.
06:02Bukan sebaliknya, khawatir anak-anaknya dianiaya polisi.
06:07Harus ada pertanggungjawaban institusi atas tewasnya Arianto Tawakal
06:12demi menjaga marwah dan citrabaik kepolisian Republik Indonesia.
06:17Tidak cukup hanya tindakan hukum terhadap pelaku anggota BRIMOB,
06:21tetapi pertanggungjawaban publik berupa penjelasan transparan
06:25dan perbaikan apa yang akan dilakukan agar peristiwa buruk ini tidak terulang.
06:34Permintaan maaf atas nama Polri perlu juga dilakukan.
06:38Sekaligus menyampaikan komitmen Polri untuk memperbaiki diri dan melindungi masyarakat.
06:43Permintaan maaf tidak bisa mengembalikan nyawa Arianto Tawakal.
06:47Tetapi bagi orang tua Arianto Tawakal dan masyarakat lainnya,
06:51ada harapan, rasa aman, dan pengayuman dari negara melalui Polri.
06:56Atau setidaknya, tindakan brutal polisi tidak terulang lagi.
07:01Ada tim reformasi Polri, bentukan presiden, dan inisiatif internal Polri
07:06dengan segala pro kontranya dan hasil rekomendasi yang tidak kunjung diliris.
07:17Sementara tindakan melanggar hukum anggota Polri terus terjadi.
07:21Mulai dari Kapolres di NTB hingga Bintara di Tual Maluku
07:24yang memutus asa depan seorang pelajar dan harapan orang tuanya.
07:31Demikian catatan Kompas TV. Kita jumpa lagi pekan depan.
Komentar