Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Aksi 'Karaoke WNI Mumet' diinisiasi oleh komunitas Ibu Berisik berkolaborasi dengan jaringan gusdurian juga komunitas Suara Ibu Indonesia.

Aksi ini diselenggarakan di Bundaran UGM pada Jumat, 13 Februari 2026. Dalam aksi ini, beberapa emak-emak dan aktivis lainnya menggenggam mic, melantangkan suaranya, mengeluarkan semua unek-unek yang ada di kepala.

Mulai dari MBG, pemangkasan anggaran yang berdampak pada Pendidikan, Kesehatan, dan banyak kesejahteraan rakyat yang menjadi korban.

Emak-emak dan aktivis di sini menggabungkan suara, lirik, dan kritik social di ruang public, secara tegas menyampaikan keresahan Bersama.

"Merespon negara yang salah urus dengan nyanyik bareng-bareng. Kali aja didenger ya kan," tulis caption pada Instagram Ibu Berisik.

Lalu seperti apa lirik dan kritik mereka terhadap pemerintah?

Saksikan selengkapnya liputan tim Suara.com berikut ini.


Reporter/Videografer/Editor: Azky/Adit
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Yang tolak MBG, tepul tangan!
00:02Yang tolak MBG, yang tolak MBG, yang tolak MBG, tepul tangan!
00:23Gara-gara MBG, pemangkasan anggaran secara masif telah berdampak dalam dua sektor bidang
00:29yang secara mendasar seharusnya memenuhi kesejahteraan rakyat, yaitu bidang pendidikan dan bidang kesehatan.
00:36Oleh karena itu, pada hari ini, Jumat 13 Februari 2026, komunitas Ibu Berisik bersama masyarakat, bersama mahasiswa secara kolektif
00:45melaksanakan aksi demonstrasi bertajuk Karoke WNI Movement.
00:51Tapi, ini bukan karoke biasa, ini bukan karoke konvensional,
00:55melainkan medium kritik untuk menyampaikan keresahan sebagai warga negara Indonesia.
01:01Mari kita simak bersama laporannya.
01:13Jadi, sebenarnya kita sudah melakukan beberapa aksi sebelumnya ya, ada kenduri 1, 2, dan 3, ini adalah untuk karoke itu
01:21kenapa?
01:22Karena saat ini masyarakat Indonesia itu lagi banyak yang stres.
01:26Kesehatan mentalnya tidak baik-baik saja.
01:27Kenapa? Tiap kali lihat berita, kita lihat ada anak racunan, kemudian kita lihat ada 11 juta penerima manfaat PBI dinonaktifkan,
01:36belum lagi Indonesia masuk BEP, dan terakhir kita lihat bahwa ada anak di NTT yang harus mengakhiri hidupnya
01:41karena tidak bisa membeli buku tulis.
01:42Itu kan pasti bikin kita stres ya, menangis.
01:45Jadi, karoke ini sebagai release test juga sebagai cara untuk merawat kesadaran bersama-sama.
01:56Saya ingin ikut bersuara, ikut bersuara.
02:03Dan bagaimana saya ikut menyuarakan perasaan dari rekan semua, dari komunitas ini.
02:15Agar apa yang menjadi perasaan mereka itu benar-benar persampaikan, gak gitu.
02:24Jadi, saya kepengen, ini loh suara mereka seperti ini, gak gitu.
02:29Jadi, saya kayak gitu.
02:36Kita akan punya masa yang paling gelap, krisis keuangan, krisis ekonomi.
02:44Karena MBG itu menyerap APBN kita 335 triliun, dan potensi korupsinya luar biasa.
02:51Sampai hari ini gak ada satupun pihak yang bisa mengaudit SPPG, pelaksanaan SPPG,
02:55supaya punya transparansi terhadap pengelolaan keuangannya.
02:58Maka yang terjadi adalah akan ada korupsi luar biasa, dan itu terjadi secara sistematis dibiarkan oleh Presiden.
03:06Yang kedua, jangan lupa ada kompresi desain merah putih yang menggelontarkan 400 triliun uang dari Bang Mimbara.
03:12Kami memprediksi, kalau Presiden membiarkan ini terus-terusan terjadi, gak lama, 1-2 tahun lagi kita akan kolaps secara keuangan.
03:21Terima kasih telah menonton!
04:03Terima kasih telah menonton!
04:35Terima kasih telah menonton!
05:03Terima kasih telah menonton!
05:04Terima kasih telah menonton!
05:10Terima kasih telah menonton!
05:27Terima kasih telah menonton!
05:29Terima kasih telah menonton!
05:29Terima kasih telah menonton!
05:29Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan