Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/02/13/070938/cak-imin-bencana-bertubi-tubi-bisa-picu-kemiskinan-baru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengingatkan bahwa rentetan bencana yang menimpa berbagai wilayah Indonesia pada awal tahun ini berpotensi memicu kemunculan kemiskinan baru di tengah masyarakat. Pernyataan itu disampaikan pada peluncuran program “Kolaborasi Indonesia Berdaya” yang dihadiri Cak Imin secara online pada Kamis, 12 Februari 2026.

Program tersebut berlangsung di Jakarta. Secara daring Cak Imin menegaskan, meskipun angka kemiskinan nasional telah turun menjadi sekitar 8,25 persen per September 2025, ancaman baru tetap mengintai akibat dampak berulangnya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Ia menekankan bahwa kondisi itu bisa menghambat target pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen di tahun 2026 jika tidak ditangani dengan strategi pemberdayaan yang kuat.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa selama bulan pertama tahun 2026 saja telah terjadi 205 kejadian bencana di berbagai daerah, dengan banjir sebagai jenis bencana yang paling sering terjadi.

Untuk itu, Cak Imin menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi warga. Ia juga menggarisbawahi bahwa penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan angka statistik, tetapi harus dilengkapi program pemberdayaan yang berkelanjutan untuk mencegah kemiskinan menjadi realitas struktural di berbagai komunitas terdampak bencana.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Zahwa/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Caimin ingatkan dampak bencana bisa ciptakan kemiskinan baru.
00:04Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat,
00:07Abdul Muhaymin Iskandar, atau yang akrab di Sapa Caimin,
00:10mengingatkan bahwa rentetan bencana yang menimpa di berbagai wilayah Indonesia
00:14pada awal tahun ini berpotensi memicu kemunculan kemiskinan baru di tengah masyarakat.
00:20Hampir tidak pernah target-target bisa terpenuhi dengan baik.
00:25Jadi, pengalaman 20 tahun terakhir, bahkan 55 tahun terakhir,
00:34kita mengalami berbagai kegagalan-kegagalan yang fundamental.
00:39Karena itu, dengan gerakan Indonesia Berdaya ini, kita tidak ingin mengulangi kegagalan.
00:46Perlihatan itu disampaikan pada peluncuran program kolaborasi Indonesia Berdaya
00:51yang dihadiri Caimin secara online pada Kamis 12 Februari 2026.
00:56Program tersebut berlangsung di Jakarta.
00:58Secara daring, Caimin menegaskan,
01:01meskipun angka kemiskinan nasional telah turun menjadi sekitar 8,25% per September 2025,
01:08ancaman baru tetap mengintai akibat dampak berulangnya bencana alam
01:12seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrim.
01:15Ia menekankan bahwa kondisi itu bisa menghambat target pengentasan kemiskinan ekstrim
01:20menjadi 0% di tahun 2026, jika tidak ditangani dengan strategi pemberdayaan yang kuat.
01:27Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa
01:31selama bulan pertama tahun 2026,
01:34telah terjadi 205 kejadian bencana di berbagai daerah,
01:37dengan banjir sebagai jenis bencana yang paling sering terjadi.
01:41Untuk itu, Caimin menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen pemerintah
01:45dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahterahan
01:49dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi warga.
01:52Ia juga menggarisbawahi bahwa penanggulangan kemiskinan tidak cukup
01:56hanya mengandalkan angka statistik,
01:58tetapi harus dilengkapi program pemberdayaan yang berkelanjutan
02:01untuk mencegah kemiskinan menjadi realitas struktural
02:05di berbagai komunitas berdampak bencana.
02:11Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan