00:00Intro
00:06Kemunculan lubang raksasa sejak awal tahun 2000-an di Aceh Tengah terus memanjang dan melebar.
00:13Kini luasnya diperkirakan mencapai 3 hektare.
00:16Fenomena geologi ini kian mengkhawatirkan karena berada di tengah perkebunan dan permukiman warga,
00:23bahkan telah memutus akses jalan utama.
00:30Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Aceh Tengah,
00:37fenomena lubang raksasa ini diawali dengan munculnya lubang kecil yang terbentuk sejak awal tahun 2000-an.
00:44Pergerakan tanah terjadi secara bertahap sejak tahun 2004 hingga membuat kondisi lubang semakin membesar.
00:51Pada tahun 2006, longsoran tanah tersebut sempat memutus akses jalan penghubung antara Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Benar Maria.
01:00Bahkan pada tahun 2013 hingga 2014, masyarakat yang tinggal di kampung Bas Rempah direlokasi ke kampung Serampah Baru.
01:08Pada tahun 2021, luas lubang raksasa di Kabupaten Aceh Tengah berkisar 20.000 meter persegi,
01:16melesat drastis atau bertambah 7.000 meter persegi hanya dalam waktu satu tahun.
01:22Luasan lubang raksasa menjadi 28.000 meter persegi,
01:27dan pada tahun 2026, luas lubang raksasa telah mencapai angka 30.000 meter persegi atau seluas lebih dari 3 hektare
01:36dan terus bertambah hingga menyebabkan jalan simpang balik belang mancung terputus.
01:42Kepala Dinas ESDM Aceh ungkap pemicu terjadinya lubang raksasa.
01:47Perkajian yang menunjukkan bahwa pada lokasi terjadinya longsor secara geologi tersusun oleh batuan kolkanik
01:55didominasi oleh tufa dan pasir yang mudah pas,
02:01kemudian longsor juga terjadi karena dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi,
02:07serta lereng yang curang.
02:09Ini kami mengimbau juga agar semua pihak dan masyarakat
02:13muas padai terhadap kondisi ini dan lebih peka terhadap pada saat-saat terjadinya hujan.
02:23Pemerintah Aceh Tengah memutuskan menyerahkan penanganan lubang raksasa yang terus
02:27meluas di Aceh Tengah kepada pemerintahan pusat.
02:30Sebab kondisi lubang sudah mengkhawatirkan hingga mengancam permukiman warga.
02:38Dan sekarang ini tidak jauh lagi dari daerah pemukiman.
02:41Ini sekarang di lahan produksi cabai dan kopi.
02:47Tapi beberapa hari ke depan, ketika lihat setiap hari terus berangsur, tanahnya jatuh setiap hari seperti itu.
02:57Nah maka kami juga mengadakan rapat kemarin menyimpulkan bahwa ini harus ditangani oleh pemerintah pusat atau provinsi.
03:06Bahkan provinsi juga saya pikir ini tidak mampu, ini harus di pusat.
03:11Nah maka kami berharap nanti, kami sudah menuliskan secara tertulis bahwa ini harus betul-betul ditangani secara insensif
03:17dari pemerintah pusat dan para pakar yang paham terkait tentang kultur tanah daripada Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol ini.
03:29Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo meninjau langsung lokasi longsor lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah.
03:40Dodi Hanggodo menjelaskan penanganan akan dilakukan secara cepat dan konferensif
03:44sesuai arahan Presiden Prabowo melalui Sekretaris Kabinet serta koordinasi dengan Gubernur Aceh.
03:52Dengan agak beberapa hal yang kita kerjakan, harapannya memang ini tidak akan melebaran.
03:58Tapi ya, karena ini kan sudah tidak ada perumahan, tapi di sini kan tadi kan disampaikan Pak Bupati pergubungan besar
04:04KB,
04:05kalau ini sampai ke longsor kan jadi masalah baru, masalah inflasi dan seterusnya.
04:10Makanya saya suruh kerja cepat supaya sinkhole ini tidak mudah melebaran.
04:16Pak, apa dilakukan dalam pengunding juga Pak?
04:19Oh iya, bukan hal-hal ini, kalau bisa saya kerjakan kemarin, saya kerjakan kemarin.
04:23Ini yang perlu sedikit lagi datang untuk mulai kerjaan fisiknya.
04:27Harus kita kerjakan sekarang, nggak bisa tunggu dari siapun-siapun sekarang.
04:32Jadi karena bahaya pekerjaan, pasti akan berwaktu.
04:36Ya, harapannya sih memang secepat-cepatnya, tapi kan kualitas harus kita jaga ya,
04:43supaya apapun yang kita kerjakan hari ini, itu bisa bertahan.
04:47Karena bagaimana kita harus pikirkan, oke lah di sini nggak ada masyarakat,
04:51tapi kan di sini kan bergunaan cabai besar.
04:58Terima kasih telah menonton!
05:23Fenomena ini adalah fenomena ngarai.
05:26Nah ini kita lihat, longsor ini berkembang beberapa kilometer ya,
05:31dari awalnya sana mungkin ada beberapa kilometer sampai ke ketol.
05:35Kalau kita tarik garis lurus ya dari pondok balik ini ke,
05:39seperti sumbernya di situ, ya.
05:41Oke.
05:41Nah itu sekitar 4 kilometer.
05:434 kilometer?
05:444 kilometer, dan ini nampak sekali bentukan yang sudah lama sekali terbentuk ya.
05:49Nah ini ada patahan di Ketol, namanya patahan Lut Tawar dan patahan Pesangan.
05:55Patahan ini adalah deformasi dari patahan sesar besar Sumatera yang berjarak sekitar 37 kilometer.
06:02Ini sesar besar Sumatera.
06:04Ini sesar Sumatera?
06:05Ya, sesar besar.
06:06Bagaimana hubungannya dengan lubang raksasa ini?
06:08Pembentukannya.
06:09Pembentukannya?
06:10Jadi ini berjarak 35 meter.
06:12Ketika ini aktif juga membentuk sesar-sesar deformasi yang kecil ya,
06:16yang kita lihat tadi.
06:17Itu berarah N304 derjat east ke arah Tenggara.
06:21Sedangkan perkembangan longsor ini juga ke arah Tenggara.
06:24Kita bisa melihat adanya rembesan air.
06:27Nah ini, rembesan air.
06:28Ya, di sini kita lihat ada rembesan-rembesan air.
06:31Orang misalnya di beberapa titik ini, Pak?
06:32Ya, ada banyak itu rembesan.
06:34Karena air tanah ini kan jenuh dia.
06:35Tufa.
06:36Tufa ini bersifat poros.
06:38Jadi mudah menyerap air, sehingga mudah jenuh air.
06:41Ketika, apalagi ketika hujan.
06:43Dan ini ditambah dengan tebing yang curang.
06:47Kita hitung sampai 70 sampai 80 derjat.
06:49Dengan kedalaman sekitar 50 meter.
06:5150 meter.
06:52Ya, itu menambah ketidakstabilan lereng di area tersebut.
06:55Apalagi ketika siklon senyar kemarin menambah masa hujan dan pembebanan di area ini.
07:01Dan ini bergerak ke arah Tenggara.
07:03Nah ini kan kita lihat ada 700 meter ke arah barat.
07:09Dan juga 1 kilometer ke arah timur pemukiman.
07:13Dan jarak ke sungai itu juga sekitar 700 meter.
07:16Oke, ini ke pemukiman ya?
07:18Dan ini ke arah sungai?
07:19Nah itu ke arah sungai.
07:20Ini bisa nyatu nanti ke sungai kalau terus berkembang.
07:23Ini ada vegetasi yang sudah lebat ya.
07:26Ini artinya sudah stabil.
07:28Artinya ini yang sudah ada vegetasi ini sudah stabil ya?
07:30Ya, sudah stabil.
07:31Karena kalau bergerak dia pasti sudah hilang.
07:34Oke.
07:34Nah ini kan ada dan ini memanjang terus.
07:37Begitu juga nanti ini bakal tumbuh di vegetasi.
07:39Tapi kalau kita ingin meminimalisir dampak, ya kita lakukan penanaman di sini.
07:43Dilakukan penanaman.
07:44Dan itu memungkinkan?
07:46Memungkinkan.
07:46Bisa saja kita menanam jenis tanaman tertentu yang akarnya dalam.
07:50Oke.
07:50Ya itu bisa.
07:51Ya ini kalau kita lihat perkembangannya dari retakan-retakan yang muncul, itu arahnya ke Tenggara.
07:56Ke Tenggara?
07:57Tenggara itu ke arah Sutek ini ya.
07:59Oke.
07:59Sutek ke sana gitu ya.
08:00Ini itu ke arah Tenggara ke sana.
08:01Ke arah sana ya?
08:02Iya.
08:03Gitu ya.
08:04Artinya paling memungkinkan menuju ke arah sungai?
08:06Ke sana.
08:07Karena kita lihat retakan-retakan ini.
08:09Ini ada retakan-retakan.
08:11Itu arahnya Tenggara.
08:13Ya ini adalah retakan di mahkota longsornya.
08:15Ya di tebing longsor yang terbaru gitu ya.
08:17Jadi retakan ini kami menemukan ada beberapa yang memang arahnya ke arah Tenggara.
08:23Oke.
08:23Jadi ini salah satu tanda bahwa dia bergerak ke Tenggara.
08:26Dan ini kondisinya bercelah seperti ini Pak?
08:28Ya betul.
08:29Ini karena sudah tidak stabil lerengnya.
08:32Dia di erosi oleh air, air tanah ada rembesan.
08:36Kemudian karena tebingnya curam.
08:39Ini hampir 90 derajat ya.
08:4080 derajat mungkin.
08:41Itu jadi ada gravitasi yang menekan ke bawah.
08:44Ditambah dengan adanya ini bekas dari dry nasion yang jatuh.
08:48Jadi mitigasi yang sebaiknya dilakukan itu adalah mitigasi bertahap.
08:52Karena untuk melakukan relokasi itu banyak kajian aspek.
08:55Ada aspek ekonomi, sosial dan sebagainya.
08:58Jadi secara bertahap ketika ini berkembang terus.
09:02Apakah bisa dilihat dengan pemantauan berkala.
09:05Atau ada teknologi seperti CCTV atau alat early warning system lainnya.
09:10Itu akan ada kebijakan nanti.
09:13Oleh pemerintah Kupat Tenggara ini sudah tidak mungkin lagi.
09:16Dia harus segera direlokasi.
09:21Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
09:25Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
09:30Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar