Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

ACEH, KOMPAS.TV - Fenomena lubang raksasa yang muncul di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin meluas.

Kondisi ini memicu terjadinya longsor susulan setiap saat, terutama ketika intensitas hujan meningkat di wilayah tersebut.

Pergerakan tanah di kawasan tersebut telah berlangsung sejak awal 2000-an dan terus berkembang hingga kini menjadi ancaman serius bagi permukiman warga serta infrastruktur utama.

Dampak dari meluasnya lubang raksasa ini telah melenyapkan lahan milik masyarakat. Hampir seluruh lahan perkebunan warga yang berada di sekitar titik lokasi telah habis akibat ambles tergerus longsor.

Video editor: Aqshal

#lubangraksasa #sinkhole #aceh

Baca Juga Penampakan Udara Luasan Longsor Lubang Raksasa di Aceh Bertambah | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/650541/penampakan-udara-luasan-longsor-lubang-raksasa-di-aceh-bertambah-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/650637/kronologi-terbentuknya-lubang-rakasa-aceh-tengah-dari-retakan-awal-hingga-putuskan-akses-jalan
Transkrip
00:00Intro
00:06Kemunculan lubang raksasa sejak awal tahun 2000-an di Aceh Tengah terus memanjang dan melebar.
00:13Kini luasnya diperkirakan mencapai 3 hektare.
00:16Fenomena geologi ini kian mengkhawatirkan karena berada di tengah perkebunan dan permukiman warga,
00:23bahkan telah memutus akses jalan utama.
00:30Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Aceh Tengah,
00:37fenomena lubang raksasa ini diawali dengan munculnya lubang kecil yang terbentuk sejak awal tahun 2000-an.
00:44Pergerakan tanah terjadi secara bertahap sejak tahun 2004 hingga membuat kondisi lubang semakin membesar.
00:51Pada tahun 2006, longsoran tanah tersebut sempat memutus akses jalan penghubung antara Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Benar Maria.
01:00Bahkan pada tahun 2013 hingga 2014, masyarakat yang tinggal di kampung Bas Rempah direlokasi ke kampung Serampah Baru.
01:08Pada tahun 2021, luas lubang raksasa di Kabupaten Aceh Tengah berkisar 20.000 meter persegi,
01:16melesat drastis atau bertambah 7.000 meter persegi hanya dalam waktu satu tahun.
01:22Luasan lubang raksasa menjadi 28.000 meter persegi,
01:27dan pada tahun 2026, luas lubang raksasa telah mencapai angka 30.000 meter persegi atau seluas lebih dari 3 hektare
01:36dan terus bertambah hingga menyebabkan jalan simpang balik belang mancung terputus.
01:42Kepala Dinas ESDM Aceh ungkap pemicu terjadinya lubang raksasa.
01:47Perkajian yang menunjukkan bahwa pada lokasi terjadinya longsor secara geologi tersusun oleh batuan kolkanik
01:55didominasi oleh tufa dan pasir yang mudah pas,
02:01kemudian longsor juga terjadi karena dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi,
02:07serta lereng yang curang.
02:09Ini kami mengimbau juga agar semua pihak dan masyarakat
02:13muas padai terhadap kondisi ini dan lebih peka terhadap pada saat-saat terjadinya hujan.
02:23Pemerintah Aceh Tengah memutuskan menyerahkan penanganan lubang raksasa yang terus
02:27meluas di Aceh Tengah kepada pemerintahan pusat.
02:30Sebab kondisi lubang sudah mengkhawatirkan hingga mengancam permukiman warga.
02:38Dan sekarang ini tidak jauh lagi dari daerah pemukiman.
02:41Ini sekarang di lahan produksi cabai dan kopi.
02:47Tapi beberapa hari ke depan, ketika lihat setiap hari terus berangsur, tanahnya jatuh setiap hari seperti itu.
02:57Nah maka kami juga mengadakan rapat kemarin menyimpulkan bahwa ini harus ditangani oleh pemerintah pusat atau provinsi.
03:06Bahkan provinsi juga saya pikir ini tidak mampu, ini harus di pusat.
03:11Nah maka kami berharap nanti, kami sudah menuliskan secara tertulis bahwa ini harus betul-betul ditangani secara insensif
03:17dari pemerintah pusat dan para pakar yang paham terkait tentang kultur tanah daripada Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol ini.
03:29Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo meninjau langsung lokasi longsor lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah.
03:40Dodi Hanggodo menjelaskan penanganan akan dilakukan secara cepat dan konferensif
03:44sesuai arahan Presiden Prabowo melalui Sekretaris Kabinet serta koordinasi dengan Gubernur Aceh.
03:52Dengan agak beberapa hal yang kita kerjakan, harapannya memang ini tidak akan melebaran.
03:58Tapi ya, karena ini kan sudah tidak ada perumahan, tapi di sini kan tadi kan disampaikan Pak Bupati pergubungan besar
04:04KB,
04:05kalau ini sampai ke longsor kan jadi masalah baru, masalah inflasi dan seterusnya.
04:10Makanya saya suruh kerja cepat supaya sinkhole ini tidak mudah melebaran.
04:16Pak, apa dilakukan dalam pengunding juga Pak?
04:19Oh iya, bukan hal-hal ini, kalau bisa saya kerjakan kemarin, saya kerjakan kemarin.
04:23Ini yang perlu sedikit lagi datang untuk mulai kerjaan fisiknya.
04:27Harus kita kerjakan sekarang, nggak bisa tunggu dari siapun-siapun sekarang.
04:32Jadi karena bahaya pekerjaan, pasti akan berwaktu.
04:36Ya, harapannya sih memang secepat-cepatnya, tapi kan kualitas harus kita jaga ya,
04:43supaya apapun yang kita kerjakan hari ini, itu bisa bertahan.
04:47Karena bagaimana kita harus pikirkan, oke lah di sini nggak ada masyarakat,
04:51tapi kan di sini kan bergunaan cabai besar.
04:58Terima kasih telah menonton!
05:23Fenomena ini adalah fenomena ngarai.
05:26Nah ini kita lihat, longsor ini berkembang beberapa kilometer ya,
05:31dari awalnya sana mungkin ada beberapa kilometer sampai ke ketol.
05:35Kalau kita tarik garis lurus ya dari pondok balik ini ke,
05:39seperti sumbernya di situ, ya.
05:41Oke.
05:41Nah itu sekitar 4 kilometer.
05:434 kilometer?
05:444 kilometer, dan ini nampak sekali bentukan yang sudah lama sekali terbentuk ya.
05:49Nah ini ada patahan di Ketol, namanya patahan Lut Tawar dan patahan Pesangan.
05:55Patahan ini adalah deformasi dari patahan sesar besar Sumatera yang berjarak sekitar 37 kilometer.
06:02Ini sesar besar Sumatera.
06:04Ini sesar Sumatera?
06:05Ya, sesar besar.
06:06Bagaimana hubungannya dengan lubang raksasa ini?
06:08Pembentukannya.
06:09Pembentukannya?
06:10Jadi ini berjarak 35 meter.
06:12Ketika ini aktif juga membentuk sesar-sesar deformasi yang kecil ya,
06:16yang kita lihat tadi.
06:17Itu berarah N304 derjat east ke arah Tenggara.
06:21Sedangkan perkembangan longsor ini juga ke arah Tenggara.
06:24Kita bisa melihat adanya rembesan air.
06:27Nah ini, rembesan air.
06:28Ya, di sini kita lihat ada rembesan-rembesan air.
06:31Orang misalnya di beberapa titik ini, Pak?
06:32Ya, ada banyak itu rembesan.
06:34Karena air tanah ini kan jenuh dia.
06:35Tufa.
06:36Tufa ini bersifat poros.
06:38Jadi mudah menyerap air, sehingga mudah jenuh air.
06:41Ketika, apalagi ketika hujan.
06:43Dan ini ditambah dengan tebing yang curang.
06:47Kita hitung sampai 70 sampai 80 derjat.
06:49Dengan kedalaman sekitar 50 meter.
06:5150 meter.
06:52Ya, itu menambah ketidakstabilan lereng di area tersebut.
06:55Apalagi ketika siklon senyar kemarin menambah masa hujan dan pembebanan di area ini.
07:01Dan ini bergerak ke arah Tenggara.
07:03Nah ini kan kita lihat ada 700 meter ke arah barat.
07:09Dan juga 1 kilometer ke arah timur pemukiman.
07:13Dan jarak ke sungai itu juga sekitar 700 meter.
07:16Oke, ini ke pemukiman ya?
07:18Dan ini ke arah sungai?
07:19Nah itu ke arah sungai.
07:20Ini bisa nyatu nanti ke sungai kalau terus berkembang.
07:23Ini ada vegetasi yang sudah lebat ya.
07:26Ini artinya sudah stabil.
07:28Artinya ini yang sudah ada vegetasi ini sudah stabil ya?
07:30Ya, sudah stabil.
07:31Karena kalau bergerak dia pasti sudah hilang.
07:34Oke.
07:34Nah ini kan ada dan ini memanjang terus.
07:37Begitu juga nanti ini bakal tumbuh di vegetasi.
07:39Tapi kalau kita ingin meminimalisir dampak, ya kita lakukan penanaman di sini.
07:43Dilakukan penanaman.
07:44Dan itu memungkinkan?
07:46Memungkinkan.
07:46Bisa saja kita menanam jenis tanaman tertentu yang akarnya dalam.
07:50Oke.
07:50Ya itu bisa.
07:51Ya ini kalau kita lihat perkembangannya dari retakan-retakan yang muncul, itu arahnya ke Tenggara.
07:56Ke Tenggara?
07:57Tenggara itu ke arah Sutek ini ya.
07:59Oke.
07:59Sutek ke sana gitu ya.
08:00Ini itu ke arah Tenggara ke sana.
08:01Ke arah sana ya?
08:02Iya.
08:03Gitu ya.
08:04Artinya paling memungkinkan menuju ke arah sungai?
08:06Ke sana.
08:07Karena kita lihat retakan-retakan ini.
08:09Ini ada retakan-retakan.
08:11Itu arahnya Tenggara.
08:13Ya ini adalah retakan di mahkota longsornya.
08:15Ya di tebing longsor yang terbaru gitu ya.
08:17Jadi retakan ini kami menemukan ada beberapa yang memang arahnya ke arah Tenggara.
08:23Oke.
08:23Jadi ini salah satu tanda bahwa dia bergerak ke Tenggara.
08:26Dan ini kondisinya bercelah seperti ini Pak?
08:28Ya betul.
08:29Ini karena sudah tidak stabil lerengnya.
08:32Dia di erosi oleh air, air tanah ada rembesan.
08:36Kemudian karena tebingnya curam.
08:39Ini hampir 90 derajat ya.
08:4080 derajat mungkin.
08:41Itu jadi ada gravitasi yang menekan ke bawah.
08:44Ditambah dengan adanya ini bekas dari dry nasion yang jatuh.
08:48Jadi mitigasi yang sebaiknya dilakukan itu adalah mitigasi bertahap.
08:52Karena untuk melakukan relokasi itu banyak kajian aspek.
08:55Ada aspek ekonomi, sosial dan sebagainya.
08:58Jadi secara bertahap ketika ini berkembang terus.
09:02Apakah bisa dilihat dengan pemantauan berkala.
09:05Atau ada teknologi seperti CCTV atau alat early warning system lainnya.
09:10Itu akan ada kebijakan nanti.
09:13Oleh pemerintah Kupat Tenggara ini sudah tidak mungkin lagi.
09:16Dia harus segera direlokasi.
09:21Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
09:25Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
09:30Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan