00:00Sudara Singhol di desa Pondok Balik Aceh Tengah terus meluas.
00:04Untuk mengurangi luas longsoran,
00:06Kementerian PU menutup aliran limba masyarakat
00:08dan mengalihkan arus lalu lintas warga.
00:18Lubang raksasa di desa Pondok Balik Getol Aceh Tengah
00:22kian meluas lantaran longsoran yang terus bergerak aktif.
00:27Gambar udara menunjukkan detik-detik longsoran terus terjadi di lubang.
00:31Saat ini, luas lubang raksasa mencapai 3 hektare
00:36serta mengancam permukiman dan lahan pertanian.
00:42Kajian di lapangan menemukan longsoran sepanjang 1 meter terjadi setiap hari.
00:48Untuk mengurangi luasan longsoran,
00:51Kementerian Pekerjaan Umum sementara menutup aliran air
00:54dari limbah masyarakat.
00:57Kita masih survei,
00:59survei geolestrik dan geoteknik,
01:02itu adalah survei yang untuk menentukan
01:04jenis apa penanganan permanen di sini.
01:08Sehingga hasil yang kita tentukan nanti
01:11betul-betul tepat dengan kondisi tanah sekitar ini.
01:16Selanjutnya, kami langkah pertama sekali,
01:18sebenarnya kami sudah melakukan pukusan air,
01:20air limbah masyarakat,
01:22karena air itulah satu-satunya penyebab
01:25yang setiap hari tanah masih bergerak.
01:29Pihak utama karya yang turut menangani longsoran
01:31akan melakukan detur untuk pengalihan jalan sekitar longsoran
01:35untuk lalu lintas warga.
01:39Perharinya sekitar satu meter,
01:41jadi mendekati detur yang sudah kita buat.
01:44Jadi nanti yang kita lakukan yang pertama,
01:48kita hentikan dulu aliran air yang ada.
01:51Terus yang kedua,
01:52kita siapkan opsi detur,
01:54nanti jika untuk kegiatan
01:58di perlebaran sama majelan pulang puasa,
02:01kita siapkan opsi dulu untuk jalan akses,
02:04sehingga fungsional warga dan logistik
02:06tidak terganggu.
02:09Saat ini tim penanganan masih melakukan kajian
02:12untuk mendapatkan penyebab pasti pergerakan tanah.
02:15Kajian itu diharap selesai dilakukan akhir bulan ini,
02:18agar mendapat solusi permanen penanganan longsoran
02:21lubang raksasa.
02:22Tim Liputan, Kompas TV.
02:30Singhole di Aceh Tengah makin meluas.
02:32Lalu bagaimana penanganannya?
02:34Kita bahas bersama dengan Camat Ketol,
02:36Aceh Tengah, Zumara Wini.
02:39Selamat malam, Pak Camat.
02:43Assalamualaikum, selamat malam, Pak Camat.
02:45Baik, walaikumsalam.
02:46Jadi sekarang kondisinya bagaimana?
02:48Jaraknya seberapa jauh dari permukiman, Pak?
02:53Jarak yang sekarang itu hampir 500 meter tuh, Bang.
02:59Semakin dekat, Pak Camat, ya?
03:01Benar.
03:03Itu gimana?
03:04Dan sungai terdekat itu bagaimana?
03:06Sekarang kondisi lubangnya seperti apa?
03:09Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah
03:11untuk bisa menahan agar tidak terus meluas, Pak?
03:16Seperti yang dilihat di TV tadi,
03:18di Kompas TV tadi,
03:19oleh pihak Kementerian PU sudah melakukan pekerjaan pencegahan
03:25dengan mengalihkan air drenase yang menuju lubang,
03:34dialihkan ke sungai segena balik,
03:36yang hanya tinggal berjarak juga sekitar 450 meter lagi
03:40dari lubang raksasa ini.
03:42begitu.
03:45Namun kalau pekerjaan utamanya untuk penguatan tebing sungai
03:48dan penguatan tebing longsoran sendiri belum dilakukan.
03:53Masih-masih penjajakan, sepertinya.
03:56Pak Camat,
03:57ini awal mula,
03:59Anda kan mengenal tentu daerahnya.
04:02Awal mula terbentuknya lubang ini bagaimana?
04:04Bagaimana saat itu kondisinya ketika muncul pertama kali, Pak Camat, sebetulnya?
04:10Lubang ini di awal-awal tahun 2010 ini terjadi ini, Bang.
04:15Namun makin membesar itu ketika terjadi gempa ketol pada tahun 2013.
04:22Dari lubang kecil itu langsung menganggah menjadi lubang besar di gempa ketol itu.
04:27Gempa yang luar biasa besar kita.
04:31Nah, sejak saat itu lubang makin perlahan makin membesar.
04:36Nah, puncak-puncaknya kemarin pada waktu bencana hidrometeorologi tanggal 26-27 November,
04:42itu kecepatan perubahan besar lubang itu semakin cepat.
04:47Seperti yang disebutkan tadi, hampir 1 meter bisa setiap hari.
04:52Sehingga sekarang sudah lebih dari 3 hektare luas lubang tersebut.
04:57Dari tahun 2013 terjadi lubang menganggah akibat gempa,
05:03sudah dilaporkan, Pak, untuk ditangani sebelum meluas sampai sekarang?
05:08Sudah dilaporkan, Bang.
05:11Sudah diteliti juga oleh pihak-pihak terkait,
05:14termasuk universitas-universitas dan lembaga geologi.
05:18Sudah di rekomendasi yang dilakukan.
05:19Namun, dari 2013 sampai ke November 2025 kemarin,
05:25itu pergerakannya tidak terlalu signifikan, gitu.
05:28Cepatan lubangnya.
05:30Namun, sehingga tidak terlalu dikhawatirkanlah.
05:36Namun, ketika Junciana kemarin 2016-2017,
05:40itu kecepatan perubahan lubang itu semakin cepat.
05:44Dan itu sudah mengancam keselamatan.
05:47Seperti yang kita lihat, sudah jalan utama antara pendok balik,
05:51Kabupaten Nasi Tengah menuju Simpang Balik di Benam Ria,
05:54itu sudah putus.
05:55Sehingga dibuatlah jalan alternatif yang memang sudah ada,
05:59sejalan lama jalan pertubunan.
06:01Namun, sekarang kita lihat itu jaraknya juga sudah hampir 50 meter lagi
06:05ke jalan alternatif yang sudah dibangun.
06:07Kita khawatir juga ini, makin lama,
06:10kalau makin belum ada penanganan secepatnya,
06:13bisa kena lagi ke jalan alternatif begitu, Bang.
06:15Kalau permukiman warga tadi yang Anda sampaikan,
06:18hampir di 500 meter,
06:20sudah ada imbauan mereka untuk pindah atau bagaimana?
06:25Kita masih mengimbau untuk bisa berhati-hati dan waspada.
06:28Namun, kalau jarak lubang semakin mendekat ke permukiman,
06:33kita harus evakuasi itu, Bang.
06:35Itu pernah ada kajian kan dari tahun 2013,
06:38apa sebetulnya yang jadi penyebabnya, Pak?
06:42Kajian mungkin sama seperti yang disampaikan oleh
06:46Universitas-Universitas, termasuk Syahwala,
06:50bahwa itu memang tanahnya tanah pasir, Bang.
06:53Tanah pasir dan kedap air,
06:56dan di bawahnya ada sungai bawah tanah,
06:59kemudian ada terjadi air dari drenase,
07:03itu menyebabkan cepatnya terjadinya longsoran.
07:08Kalau misalkan tanah pasir,
07:10artinya area sekitarnya pun akan sama,
07:13berarti konturnya sebagai tanah pasir, Pak Cammat,
07:16ya itu warga kalau misalkan nanti direlokasi,
07:19seperti apa persiapannya?
07:22Dipindahkan ke mana?
07:23Kalau mereka harus berpindah, Pak?
07:27Kalau dipindahkan,
07:28saya kira kita relokasi ke kawasan yang lebih aman, Pak.
07:32Bisa di desa tersebut,
07:34masih kita,
07:35lalan-lalan perkebunan kita masih luas,
07:37seperti yang bisa dilihat di TV,
07:38kita meliputi wilayah perterian cabai yang luas,
07:42dan tebu-tebu itu di desa,
07:46di Kecamata Kepel,
07:47untuk luas apa,
07:49untuk relokasi saya pikir masih ada banyak lahan, Pak.
07:53Gitu.
07:54Tapi kalau misalkan sekarang,
07:56informasi dari pemerintah pusat,
07:59ataupun juga dari pemerintah daerah,
08:01bakal dibuat seperti apa penanganan lubang besar ini?
08:05Apakah nanti dibuat tanggul penahan?
08:09Atau seperti apa nanti?
08:10Atau diuruk misal?
08:12Rencananya?
08:13Dari informasi yang kami dapatkan dari Kementerian PU,
08:17seperti yang tadi kita lihat di Kompas TV,
08:20mereka akan melakukan,
08:22pertama,
08:23apa namanya itu,
08:24menahan longsoran itu dengan,
08:27apa tadi,
08:28kemudian,
08:30sungai yang berada dekat dengan lubang,
08:33itu akan dibuat tebing penahannya.
08:36Jadi, supaya air nantinya,
08:39dari sungai tidak akan masuk ke dalam lubang ini.
08:44Oh, baik.
08:45Ini pengalihan yang akan dibuatkan tebing penahan di aliran Sukain.
08:50Untuk, kami ingin tanya juga bagaimana soal infrastruktur listrik,
08:54Pak Cermat sejauh ini.
08:55Terganggu tidak?
08:59Terganggu, Bang.
09:00Kemarin,
09:01menara sutet kita sudah dirubuhkan,
09:05itu dirubuhkan oleh pihak PLN sendiri untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,
09:10sehingga jangan terjadi hal yang tidak diinginkan,
09:12itu sudah dirubuhkan,
09:14dan terjadi pemadaman cuma sehari,
09:17namun sudah normal kembali,
09:19itu dibuat sutet sementara,
09:21untuk pemindahan sutet begitu demikian.
09:25Semoga ini segera teratasi, Pak Cermat, ya.
09:27Dan ada solusi ke depan,
09:28karena ini untuk keamanan dan juga kenyamanan warga di sana juga.
09:31Terima kasih, Pak Zumara Wini,
09:34Cermat Ketol dari Aceh Tengah,
09:36telah bergabung di Komas Malam hari ini.
Komentar