Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sinkhole di Desa Pondok Balek, Aceh Tengah, terus meluas. Untuk mengurangi luas longsoran, Kementerian PU menutup aliran limbah masyarakat dan mengalihkan arus lalu lintas warga.

Lubang raksasa di Desa Pondok Balek, Ketol, Aceh Tengah, kian meluas lantaran longsoran yang terus bergerak aktif.

Gambar udara menunjukkan detik-detik longsoran terus terjadi di lubang.

Saat ini, luas lubang raksasa mencapai 3 hektar serta mengancam permukiman dan lahan pertanian.

Kajian di lapangan menemukan longsoran sepanjang 1 meter terjadi setiap hari.

Untuk mengurangi luasan longsoran, Kementerian Pekerjaan Umum sementara menutup aliran air dari limbah masyarakat.

#aceh #sinkhole #longsor

Baca Juga [FULL] Respons Willem Frans dan Adi Prayitno soal Manuver Parpol Incar Kursi Cawapres di 2029 di https://www.kompas.tv/nasional/650575/full-respons-willem-frans-dan-adi-prayitno-soal-manuver-parpol-incar-kursi-cawapres-di-2029



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/650576/full-camat-ketol-sebut-sinkhole-di-aceh-bertambah-1-meter-per-hari-kompas-malam
Transkrip
00:00Sudara Singhol di desa Pondok Balik Aceh Tengah terus meluas.
00:04Untuk mengurangi luas longsoran,
00:06Kementerian PU menutup aliran limba masyarakat
00:08dan mengalihkan arus lalu lintas warga.
00:18Lubang raksasa di desa Pondok Balik Getol Aceh Tengah
00:22kian meluas lantaran longsoran yang terus bergerak aktif.
00:27Gambar udara menunjukkan detik-detik longsoran terus terjadi di lubang.
00:31Saat ini, luas lubang raksasa mencapai 3 hektare
00:36serta mengancam permukiman dan lahan pertanian.
00:42Kajian di lapangan menemukan longsoran sepanjang 1 meter terjadi setiap hari.
00:48Untuk mengurangi luasan longsoran,
00:51Kementerian Pekerjaan Umum sementara menutup aliran air
00:54dari limbah masyarakat.
00:57Kita masih survei,
00:59survei geolestrik dan geoteknik,
01:02itu adalah survei yang untuk menentukan
01:04jenis apa penanganan permanen di sini.
01:08Sehingga hasil yang kita tentukan nanti
01:11betul-betul tepat dengan kondisi tanah sekitar ini.
01:16Selanjutnya, kami langkah pertama sekali,
01:18sebenarnya kami sudah melakukan pukusan air,
01:20air limbah masyarakat,
01:22karena air itulah satu-satunya penyebab
01:25yang setiap hari tanah masih bergerak.
01:29Pihak utama karya yang turut menangani longsoran
01:31akan melakukan detur untuk pengalihan jalan sekitar longsoran
01:35untuk lalu lintas warga.
01:39Perharinya sekitar satu meter,
01:41jadi mendekati detur yang sudah kita buat.
01:44Jadi nanti yang kita lakukan yang pertama,
01:48kita hentikan dulu aliran air yang ada.
01:51Terus yang kedua,
01:52kita siapkan opsi detur,
01:54nanti jika untuk kegiatan
01:58di perlebaran sama majelan pulang puasa,
02:01kita siapkan opsi dulu untuk jalan akses,
02:04sehingga fungsional warga dan logistik
02:06tidak terganggu.
02:09Saat ini tim penanganan masih melakukan kajian
02:12untuk mendapatkan penyebab pasti pergerakan tanah.
02:15Kajian itu diharap selesai dilakukan akhir bulan ini,
02:18agar mendapat solusi permanen penanganan longsoran
02:21lubang raksasa.
02:22Tim Liputan, Kompas TV.
02:30Singhole di Aceh Tengah makin meluas.
02:32Lalu bagaimana penanganannya?
02:34Kita bahas bersama dengan Camat Ketol,
02:36Aceh Tengah, Zumara Wini.
02:39Selamat malam, Pak Camat.
02:43Assalamualaikum, selamat malam, Pak Camat.
02:45Baik, walaikumsalam.
02:46Jadi sekarang kondisinya bagaimana?
02:48Jaraknya seberapa jauh dari permukiman, Pak?
02:53Jarak yang sekarang itu hampir 500 meter tuh, Bang.
02:59Semakin dekat, Pak Camat, ya?
03:01Benar.
03:03Itu gimana?
03:04Dan sungai terdekat itu bagaimana?
03:06Sekarang kondisi lubangnya seperti apa?
03:09Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah
03:11untuk bisa menahan agar tidak terus meluas, Pak?
03:16Seperti yang dilihat di TV tadi,
03:18di Kompas TV tadi,
03:19oleh pihak Kementerian PU sudah melakukan pekerjaan pencegahan
03:25dengan mengalihkan air drenase yang menuju lubang,
03:34dialihkan ke sungai segena balik,
03:36yang hanya tinggal berjarak juga sekitar 450 meter lagi
03:40dari lubang raksasa ini.
03:42begitu.
03:45Namun kalau pekerjaan utamanya untuk penguatan tebing sungai
03:48dan penguatan tebing longsoran sendiri belum dilakukan.
03:53Masih-masih penjajakan, sepertinya.
03:56Pak Camat,
03:57ini awal mula,
03:59Anda kan mengenal tentu daerahnya.
04:02Awal mula terbentuknya lubang ini bagaimana?
04:04Bagaimana saat itu kondisinya ketika muncul pertama kali, Pak Camat, sebetulnya?
04:10Lubang ini di awal-awal tahun 2010 ini terjadi ini, Bang.
04:15Namun makin membesar itu ketika terjadi gempa ketol pada tahun 2013.
04:22Dari lubang kecil itu langsung menganggah menjadi lubang besar di gempa ketol itu.
04:27Gempa yang luar biasa besar kita.
04:31Nah, sejak saat itu lubang makin perlahan makin membesar.
04:36Nah, puncak-puncaknya kemarin pada waktu bencana hidrometeorologi tanggal 26-27 November,
04:42itu kecepatan perubahan besar lubang itu semakin cepat.
04:47Seperti yang disebutkan tadi, hampir 1 meter bisa setiap hari.
04:52Sehingga sekarang sudah lebih dari 3 hektare luas lubang tersebut.
04:57Dari tahun 2013 terjadi lubang menganggah akibat gempa,
05:03sudah dilaporkan, Pak, untuk ditangani sebelum meluas sampai sekarang?
05:08Sudah dilaporkan, Bang.
05:11Sudah diteliti juga oleh pihak-pihak terkait,
05:14termasuk universitas-universitas dan lembaga geologi.
05:18Sudah di rekomendasi yang dilakukan.
05:19Namun, dari 2013 sampai ke November 2025 kemarin,
05:25itu pergerakannya tidak terlalu signifikan, gitu.
05:28Cepatan lubangnya.
05:30Namun, sehingga tidak terlalu dikhawatirkanlah.
05:36Namun, ketika Junciana kemarin 2016-2017,
05:40itu kecepatan perubahan lubang itu semakin cepat.
05:44Dan itu sudah mengancam keselamatan.
05:47Seperti yang kita lihat, sudah jalan utama antara pendok balik,
05:51Kabupaten Nasi Tengah menuju Simpang Balik di Benam Ria,
05:54itu sudah putus.
05:55Sehingga dibuatlah jalan alternatif yang memang sudah ada,
05:59sejalan lama jalan pertubunan.
06:01Namun, sekarang kita lihat itu jaraknya juga sudah hampir 50 meter lagi
06:05ke jalan alternatif yang sudah dibangun.
06:07Kita khawatir juga ini, makin lama,
06:10kalau makin belum ada penanganan secepatnya,
06:13bisa kena lagi ke jalan alternatif begitu, Bang.
06:15Kalau permukiman warga tadi yang Anda sampaikan,
06:18hampir di 500 meter,
06:20sudah ada imbauan mereka untuk pindah atau bagaimana?
06:25Kita masih mengimbau untuk bisa berhati-hati dan waspada.
06:28Namun, kalau jarak lubang semakin mendekat ke permukiman,
06:33kita harus evakuasi itu, Bang.
06:35Itu pernah ada kajian kan dari tahun 2013,
06:38apa sebetulnya yang jadi penyebabnya, Pak?
06:42Kajian mungkin sama seperti yang disampaikan oleh
06:46Universitas-Universitas, termasuk Syahwala,
06:50bahwa itu memang tanahnya tanah pasir, Bang.
06:53Tanah pasir dan kedap air,
06:56dan di bawahnya ada sungai bawah tanah,
06:59kemudian ada terjadi air dari drenase,
07:03itu menyebabkan cepatnya terjadinya longsoran.
07:08Kalau misalkan tanah pasir,
07:10artinya area sekitarnya pun akan sama,
07:13berarti konturnya sebagai tanah pasir, Pak Cammat,
07:16ya itu warga kalau misalkan nanti direlokasi,
07:19seperti apa persiapannya?
07:22Dipindahkan ke mana?
07:23Kalau mereka harus berpindah, Pak?
07:27Kalau dipindahkan,
07:28saya kira kita relokasi ke kawasan yang lebih aman, Pak.
07:32Bisa di desa tersebut,
07:34masih kita,
07:35lalan-lalan perkebunan kita masih luas,
07:37seperti yang bisa dilihat di TV,
07:38kita meliputi wilayah perterian cabai yang luas,
07:42dan tebu-tebu itu di desa,
07:46di Kecamata Kepel,
07:47untuk luas apa,
07:49untuk relokasi saya pikir masih ada banyak lahan, Pak.
07:53Gitu.
07:54Tapi kalau misalkan sekarang,
07:56informasi dari pemerintah pusat,
07:59ataupun juga dari pemerintah daerah,
08:01bakal dibuat seperti apa penanganan lubang besar ini?
08:05Apakah nanti dibuat tanggul penahan?
08:09Atau seperti apa nanti?
08:10Atau diuruk misal?
08:12Rencananya?
08:13Dari informasi yang kami dapatkan dari Kementerian PU,
08:17seperti yang tadi kita lihat di Kompas TV,
08:20mereka akan melakukan,
08:22pertama,
08:23apa namanya itu,
08:24menahan longsoran itu dengan,
08:27apa tadi,
08:28kemudian,
08:30sungai yang berada dekat dengan lubang,
08:33itu akan dibuat tebing penahannya.
08:36Jadi, supaya air nantinya,
08:39dari sungai tidak akan masuk ke dalam lubang ini.
08:44Oh, baik.
08:45Ini pengalihan yang akan dibuatkan tebing penahan di aliran Sukain.
08:50Untuk, kami ingin tanya juga bagaimana soal infrastruktur listrik,
08:54Pak Cermat sejauh ini.
08:55Terganggu tidak?
08:59Terganggu, Bang.
09:00Kemarin,
09:01menara sutet kita sudah dirubuhkan,
09:05itu dirubuhkan oleh pihak PLN sendiri untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,
09:10sehingga jangan terjadi hal yang tidak diinginkan,
09:12itu sudah dirubuhkan,
09:14dan terjadi pemadaman cuma sehari,
09:17namun sudah normal kembali,
09:19itu dibuat sutet sementara,
09:21untuk pemindahan sutet begitu demikian.
09:25Semoga ini segera teratasi, Pak Cermat, ya.
09:27Dan ada solusi ke depan,
09:28karena ini untuk keamanan dan juga kenyamanan warga di sana juga.
09:31Terima kasih, Pak Zumara Wini,
09:34Cermat Ketol dari Aceh Tengah,
09:36telah bergabung di Komas Malam hari ini.
Komentar

Dianjurkan