- 2 hari yang lalu
- #bpjswatch
- #dinsosbekasi
- #bekasi
KOMPAS.TV - Maeni harus kembali ke rumah karena tidak bisa berobat lagi di Rumah Sakit Umum Daerah. Warga Indramayu peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran atau PBI ini tidak bisa mendapat layanan kesehatan karena kepesertaan BPJS PBI miliknya dinyatakan telah nonaktif.
Maeni pun akhirnya hanya bisa menunggu BPJS PBI miliknya diaktifkan kembali agar bisa berobat gratis lagi. Hal serupa dialami Ajat. Pedagang es keliling asal Lebak, Banten, ini menderita gagal ginjal kronis. Sudah 11 tahun Ajat harus melakukan cuci darah dua kali seminggu.
Status kepesertaan BPJS PBI-nya dinyatakan nonaktif saat dirinya sedang menjalani cuci darah di rumah sakit. Sementara itu di Bekasi, Jawa Barat, Dinas Sosial menyebut ada 113 ribu 800 peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran atau PBI yang merupakan fakir miskin dan warga tidak mampu yang dinonaktifkan oleh pemerintah.
Akibat penonaktifan ini, Dinas Sosial pun ramai didatangi warga yang melakukan pengaktifan kepesertaan kembali. Pihak Dinas Sosial mengungkap baru mengaktifkan kembali sebanyak 475 kepesertaan. Mayoritas warga yang sudah datang untuk melakukan pengaktifan kembali adalah mereka yang tengah dalam tahap pengobatan mendesak sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan.
Untuk bisa mengaktifkan kepesertaan kembali, warga disarankan membawa KTP, kartu keluarga, dan surat rujukan pengobatan dari rumah sakit. Kadinsos menegaskan pihaknya akan terus melayani warga untuk pengaktifan kembali kepesertaan setiap harinya.
Bagaimana update proses pengaktifan kembali BPJS Penerima Bantuan Iuran? Apakah hanya yang perlu pengobatan mendesak saja? Lalu apa solusinya supaya hal ini bisa cepat selesai? Kita bahas bersama Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Robert Siagian, dan Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar.
#BPJSwatch #dinsosbekasi #bekasi
Baca Juga [FULL] CEO Edvisor Profina Visindo Soroti soal Pertemuan 5 Konglomerat Dengan Presiden Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/650214/full-ceo-edvisor-profina-visindo-soroti-soal-pertemuan-5-konglomerat-dengan-presiden-prabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/650215/kritik-pedas-bpjs-watch-soal-penonaktifan-bpjs-pbi-disaat-pasien-butuh-perawatan-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Maini harus kembali ke rumah karena tidak bisa berobat lagi di rumah sakit umum daerah.
00:08Warga Indramayo peserta BPJS penerima bantuan IURAN atau PBI ini.
00:14Tidak bisa mendapat layanan kesehatan karena kebesaran BPJS PBI miliknya dinyatakan non-aktif.
00:21Maini pun akhirnya hanya bisa menunggu.
00:23BPJS PBI miliknya diaktifkan kembali agar bisa berobat gratis lagi.
00:30Sekarang mau berobat, sebulan sekali berobatnya.
00:33Tidak aktif Pak. Rumah kebanjiran Pak.
00:38Jadi tadi kagetnya itu kagetnya mau dengan si pembakannya itu ya?
00:42Tidak aktif deh pagi itu, iya pasti, iya.
00:46Tidak aktif, iya mau diaktifkan Pak, iya.
00:51Hal serupa dialami ajat.
00:54Pedagang es keliling asal lebak banten ini menderita gagal ginjal kronis.
00:57Sudah 11 tahun, ajat harus melakukan cuci darah dua kali seminggu.
01:03Status kepesertaan BPJS PBI-nya dinyatakan non-aktif saat dirinya sedang menjalani cuci darah di rumah sakit.
01:12Ke dina sosial, istri ditolak katanya ini karena desilnya desil 6 gitu.
01:21Katanya, katanya saya udah tergolong orang menengah ke atas gitu, kalau udah desil 6 gitu.
01:29Jadi katanya kalau mau aktif lagi, harus keadaannya lagi dirawat katanya gitu.
01:34Bisa BPJS yang PBI itu bisa seperti biasa lagi gitu.
01:39Soalnya kalau saya harus bayar mandiri, kata saya buat sehari-hari aja kadang-kadang susah gitu.
01:49Sementara itu di Bekasi, Jawa Barat, dina sosial menyebut ada 113.800 peserta BPJS Kesehatan
01:57penerima bantuan iuran yang merupakan fakir miskin dan warga tidak mampu yang dinonaktifkan pemerintah.
02:04Akibat peran aktifan ini, Dinsos pun ramai didatangi warga yang bukan mengaktifkan kepesertaan kembali.
02:11Dinsos mengungkap, baru mengaktifkan kembali sebanyak 475 kepesertaan.
02:18Mayoritas warga yang sudah datang untuk melakukan aktifan kembali adalah mereka
02:22yang tengah dalam tahap pengobatan mendesak sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan.
02:27Untuk bisa mengaktifkan kepesertaan kembali, warga sarankan membawa KTP, kartu keluarga,
02:33dan surat ujukan pengobatan dari rumah sakit.
02:36Dinsos menegaskan pihaknya akan terus melayani warga untuk mengaktifkan kembali kepesertaan.
02:43Ada sebanyak 475 usulan yang sudah diaktifasi oleh Kementerian Sosial dan BPJS.
02:51Untuk di Kota Bekasi, kita tentunya yang saat ini kita melakukan adalah
02:55dengan masyarakat itu membawa KTP, kartu keluarga,
02:59dan tentunya ada catatan rujukan surat dari Puskesmas atau dari rumah sakit
03:05yang menyatakan bahwa yang bersangkutan atau keluarga bersangkutan ini
03:09membutuhkan pelayanan kesehatan yang mendesak dalam hal ini atau kronis.
03:19Menteri Sosial Saifolo Yusuf memastikan lebih dari 106 ribu peserta penerima bantuan Iuran Jaminan Sehatan Nasional
03:26yang sempat dinonaktifkan, kini sudah otomatis diaktifkan kembali.
03:31Reaktifasi difokuskan terhadap mereka yang mengidap penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan.
03:36Sementara status BPJS-PBI di luar penyakit kronis harus diaktifkan mandiri melalui dinasosial.
03:42Untuk yang 106 ini tidak perlu reaktifasi.
03:45Yang 106 ribu ini tidak perlu reaktifasi.
03:48Ini otomatis sudah direaktifasi selama 3 bulan ke depan.
03:54Tidak aktif, dia harus ada inisiatif untuk mereaktifasi.
03:59Tapi kalau yang 106 ribu ini otomatis, karena tadi dia memiliki penyakit katastrofi.
04:09Reaktifasi kepeseran PBI JKN bersifat sementara selama 3 bulan ke depan
04:13sambil menunggu hasil verifikasi lapangan.
04:17Tim Liputan Kompas TV
04:24Saudara bagaimana update proses pengaktifan kembali BPJS penerima bantuan iuran?
04:29Apakah hanya yang perlu pengobatan mendesak saja?
04:32Lalu apa solusinya supaya hal ini bisa cepat selesai?
04:35Kita bahas bersama Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Robert Siagian
04:38dan Koordinator Advokasi BPJS Watch Timbul Segera.
04:42Selamat pagi Pak Robert, selamat pagi Pak Timbul.
04:44Selamat pagi Pak Hadis, Pak Okta.
04:47Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:49Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
04:50Saya ke Pak Robert dulu.
04:51Pak Robert, kalau tadi dalam pengantar kan
04:54Mensos bilang sudah ada 106 ribu yang sudah reaktifasi.
04:57Berarti artinya sudah bisa digunakan kembali.
04:59Nah kalau di Kota Bekasi sendiri
05:01sudah ada berapa peserta BPJS penerima bantuan iuran
05:04yang sudah diaktifkan kembali Pak?
05:06Apa saja syarat yang bisa dilakukan masyarakat
05:09untuk bisa diaktifkan kembali?
05:12Terima kasih Mbak Okta,
05:13para pemirsa Kompas TV yang berbahagia.
05:16Kami di Dinas Sosial Kota Bekasi
05:18menindaklanjuti proses aktifasi terhadap
05:23penonaktifan peserta BPJSBBIJK atau APBNI ini
05:29sejak tanggal 2 Februari
05:31sampai dengan kemarin tanggal 11 Februari
05:34kita sudah menerima pengajuan masyarakat sebanyak 922
05:38dan sampai dengan kemarin malam
05:41sudah disetujui oleh Kemensos sebanyak 907 Mbak Okta.
05:46Jadi memang proses ini terus berjalan tentunya
05:49bagi masyarakat yang saat ini betul-betul membutuhkan untuk pelayanan.
05:54Itu yang kami lakukan terus pelayanan
05:57dan masyarakat itu datang ke Dinas Sosial Kota Bekasi
06:02dengan membawa KTP tentunya
06:04kartu keluarga dan surat rujukan
06:07tadi sebagaimana yang sudah disampaikan
06:09dan kami melakukan input ke dalam sistem aplikasi SIKNG
06:13akan diproses oleh Kemensos dan disetujui dalam prosesnya.
06:18Demikian Mbak Okta.
06:18Oke Pak Robert tadi sudah ada 907 yang sudah disetujui
06:22nah ini mereka yang dalam kategori mengidap penyakit katastropik
06:27atau sudah kronis
06:28atau ada juga Pak yang mengajukan
06:30tetapi memang tidak termasuk dalam penyakit kronis itu tadi
06:33atau misalnya ada kalau tadi kita juga sempat melihat
06:36ada yang mengeluhkan masuknya ternyata di desil 6
06:39artinya masih dalam golongan menengah ke atas gitu
06:41masih bisa BPJS mandiri.
06:43Ini seperti apa Pak kondisinya?
06:46Ya terima kasih Mbak Okta.
06:47Memang di Kota Bekasi saat ini
06:49yang datang banyak warga masyarakat
06:52itu adalah memang yang sedang dalam perawatan
06:54sedang dalam perawatan
06:55atau memang dia ada terkait dengan penyakit kronis tadi
06:59namun ada juga warga masyarakat
07:01yang tentunya juga yang mengajukan
07:03makanya tadi dari 922 itu kan baru 907
07:07jadi memang ada juga yang mengajukan
07:08memang dia ada di desil 6 sampai dengan 10
07:15nah inilah yang perlu juga diketahui oleh masyarakat
07:18bahwa memang proses penongnat pidan ini adalah
07:21dalam rangkakan pemutahiran data
07:22nah inilah memang verifikasi data yang kira-kira dilakukan
07:25nah untuk di Kota Bekasi tentunya kita
07:28proses yang ada di desil 6 dan desil 3 sampai dengan desil 10 ini
07:32tentunya yang akan diverifikasi lapangan
07:34dimutahirkan ke depan
07:35mudah-mudahan kalau memang kondisinya memang
07:37betul-betul memang adalah masyarakat tidak mampu
07:39yang rentan miskin dan miskin
07:41tentunya nanti akan bisa diaktifasi kembali
07:46oke saya ke Pak Timbul
07:48Pak Timbul tadi kan dikatakan oleh Pak Robert
07:51yang direaktifasi adalah mereka yang memang
07:54sedang dalam masa perawatan
07:56nah pengaktifan ini kan juga dikatakan
07:58untuk yang perlu pengobatan mendesak
07:59tanggapan Anda seperti apa Pak?
08:02ya jadi memang kemarin sudah keluar
08:05putusan mensos nomor 24 tahun 2026
08:09mengaktifkan 105.028 orang penderita penyakit
08:14katastropik dan kronis
08:15bagi bayi 645 dan yang lainnya 480
08:19jadi memang sekitar 106.000
08:21seperti yang disampaikan Pak Mensos di DPR kemarin
08:26nah tentunya ini bayi otomatis
08:29tanpa lagi melakukan reaktifasi ke Dinsos
08:32tetapi kan yang menjadi persoalan
08:3511 juta dikurangin 106.000
08:37itu kan juga ada yang rawat jalan
08:40yang memang membutuhkan obat
08:43jadi kemarin ya
08:45kemarin itu saya menangani 2 kasus
08:47yang dinonaktifkan
08:48satu di Menado
08:49satu di Jakarta Utara
08:52nah mereka bukan kasus rawat jalan
08:54eh rawat inap
08:55kalau dibilang surat rujukan
08:57pastikan dia ada yang dari puskesmas
08:59ke rumah sakit
09:00tapi sekarang dia di puskesmas
09:02ya jadi dia datang sakit anaknya
09:05dinonaktifkan
09:06nah saya bilang ini ada surat Menkes nih
09:09Menkes bilang rumah sakit paskes tidak boleh ada yang menolak
09:12tapi dia datang ditolak
09:15Pak nonaktifkan dulu ke Dinsos Jakarta Utara
09:19saya bilang dia lapor lagi
09:20saya bilang ini ada surat Menkes
09:22bawa bacain dan sebagainya
09:23tetap juga ditolak
09:25harus ke Dinsos
09:26saya bilang surat Menkes
09:28mental nih di puskesmas
09:30nah
09:30ini kan persoalan
09:32bahwa
09:33anaknya
09:34butuh layanan segera
09:37tapi ditolak oleh puskesmas
09:39nah
09:39yang satu lagi di Menado
09:40disabilitas yang butuh obat
09:42obatnya sudah habis
09:43dia dia
09:44dia nonaktif
09:46nah waktu itu
09:47langsung saya
09:47kemarin itu saya langsung
09:48proaktif
09:49langsung kontak ke BPJS
09:51kesehatan
09:52cabang Menado
09:53dan baik
09:54akhirnya langsung aktif
09:55dan obat bisa diterima
09:57jadi gak ada
09:58keterputusan obat
09:59nah yang mau saya katakan begini
10:01di tahun lalu
10:03itu kan memang
10:04ada
10:05di 13 juta
10:06kalau Pak Menso bilang
10:07secara keseluruhannya
10:08kalau di bulan Juli
10:097,3 juta
10:10dinonaktifkan
10:11tapi satu tahun itu
10:12ada 13
10:13metode pelayanan
10:15di tahun lalu
10:16orang sakit
10:17langsung dilayani
10:18untuk diaktifkan
10:19dia gak perlu ke Dinsos
10:21nah
10:22sekarang bedanya
10:23dia harus ke Dinsos
10:24nah ini yang terjadi
10:26dengan di
10:26kasus teman saya
10:27di Jakarta Utara
10:28maksud saya
10:29masyarakat Jakarta Utara
10:31yang memang tentunya
10:32akan menjadi persoalan
10:34dia bilang juga begini
10:35Pak
10:36belum tentu juga
10:37katanya
10:37disetujui
10:38ini kan baru pengajuan
10:39ya
10:40ampun
10:41saya bilang
10:41kenapa
10:42harus dipersulit
10:43kenapa
10:44tidak pakai
10:45metode
10:45tahun lalu
10:46yang memang
10:48dinonaktifkan
10:49tapi kalau
10:49dia datang
10:50untuk
10:51minta layanan
10:52kesehatan
10:53atau yang rutin
10:54minta tambah
10:55apa
10:55perpanjang obat
10:56dilayanin saja
10:58nah tinggal
10:59nanti
11:00itu memang
11:01dicatat aktif
11:02ya
11:03nah
11:03kan persoalannya
11:05tadi saya sampaikan
11:06surat
11:07Menkes
11:07Menteri Kesehatan
11:08jadi kemarin
11:09itu kan muncul
11:10dua surat
11:11surat dari Menkes
11:12dan surat dari
11:13Mensos
11:13kalau Mensos
11:15itu jelas
11:15berapa jumlah
11:17angkanya
11:17kalau Menkes
11:18hanya bilang
11:19rumah sakit
11:20dilarang
11:21menolak
11:22pasien
11:22tapi faktanya
11:24di tingkat
11:25uskesmas saja
11:26surat Menkes
11:28itu mental
11:28gitu
11:29pastian
11:30masyarakat kita
11:31butuh
11:32kepastian
11:32untuk dilayanin dulu
11:34jadi
11:35saya berharap
11:36sekarang yang datang
11:39dilayanin dulu
11:40aktifkan
11:40aktifkan
11:42bagi yang sehat-sehat
11:43yang gak datang
11:44oke deh
11:44dia memang
11:45misalnya harus mendapatkan
11:47reaktifasi
11:47ke Dinsos
11:48oke gak ada masalah
11:49memang itu kan sesuai juga
11:50dengan pasal 13
11:51dan 14
11:52PP101
11:53tahun 2012
11:54tentang
11:55partisipasi
11:56masyarakat
11:57dia boleh datang
11:58untuk meminta
11:59nah tetapi
12:00yang urgent
12:00adalah
12:01yang sakit
12:03jangan sampai
12:04seperti
12:04kemarin
12:05anak yang sakit
12:06ditolak
12:07akhirnya
12:07dia pulang
12:08nah sekarang
12:10saya lagi
12:10mau bantuin lagi
12:11dengan meminta
12:11bantuan dari
12:13BPJS Kesehatan
12:13untuk
12:14diaktifkan
12:15karena anak ini
12:16butuh
12:16kalau yang dimenado
12:17kemarin udah selesai
12:18nah
12:19jadi kembali
12:20yang penting
12:21adalah
12:22jangan sampai
12:23masyarakat
12:24terkendala
12:25mendapat
12:25layanan kesehatan
12:26hanya gara-gara
12:27non-aktif
12:27dan menurut saya
12:29Menkes
12:30tolong lebih
12:31operasional
12:32tidak akan bisa
12:33mengatakan
12:34paskes
12:35rumah sakit
12:36harus menerima
12:37kalaupun
12:38dia non-aktif
12:39mohon maaf ya
12:39perjanjian kerjasama
12:41antara BPJS
12:42dengan paskes
12:43rumah sakit
12:44atau puskes
12:44atau klinik
12:45itu
12:46mensyaratkan
12:48keaktifan
12:48peserta dulu
12:50kalau enggak aktif
12:51enggak akan dibayar
12:52karena apa
12:53yang enggak aktif
12:54pertama
12:55rumah sakit
12:56harus kita juga
12:57perhatikan
12:58bahwa mereka juga
12:59sekarang masih punya
12:59problem
13:00masih banyak
13:01dispute claim
13:02pending claim
13:04yang memang
13:05ini pun
13:06kalau dia enggak aktif
13:07dilayanin
13:08mungkin
13:09pending claim
13:10dan dispute claim
13:10akan semakin banyak
13:11kita juga harus
13:13mengerti rumah sakit
13:14mengerti
13:15paskes tingkat 1
13:16supaya
13:17ada kepastian
13:18hukum aja
13:19diaktifkan dulu
13:21baru nanti
13:22dilayani
13:22enggak usah
13:23ke Dinsos
13:24bagi yang sakit
13:25tapi bagi yang
13:26masih sehat
13:27pasal 13 dan 14
13:28dia dateng aja
13:29enggak apa-apa
13:30silahkan
13:31untuk mereaktifasi
13:32dengan nanti
13:33tadi kata Pak Robert
13:35kakaknya
13:36dan sebagainya
13:36nanti enggak apa-apa
13:37cuma yang kita poten
13:39apa yang kami harapkan
13:41selamatkan
13:41yang sakit dulu
13:43baik rawat
13:44jalan
13:44yang butuh obat
13:45karena rutin
13:46dia harus minum obat
13:47dan ada rujuk balik
13:48dan sebagainya
13:49dia kan enggak perlu
13:50surat rujukan lagi ya
13:52maupun yang memang
13:53harus ke pas
13:53ke tingkat lanjut
13:54karena ada rujukan
13:56dan sebagainya
13:56nah ini
13:58maksimalkan dulu
13:59pelayanan
13:59untuk yang
14:00sedang sakit
14:02kira-kira gitu
14:02Mbak
14:02oke Pak Timbul
14:03kami tangkapnya begini
14:04berarti ada
14:05administrasi yang berbelit
14:06kalau kemarin
14:07dalam rapat di DPR
14:08juga yang jadi sorotan
14:09adalah soal
14:10sosialisasinya gimana nih
14:11gitu
14:11karena masyarakat juga
14:12kaget
14:12terutama mereka yang tadi
14:13kalau dikatakan oleh Pak Robert
14:15soal mereka yang dalam
14:16masa perawatan
14:16tiba-tiba PBI-nya
14:17tidak aktif
14:18nah kalau dari Pemkot Bekasi
14:20Pak Robert
14:20informasi yang diterima
14:21sebelumnya
14:22soal penonaktifan BPJS PBI ini
14:24seperti apa komunikasi
14:25sosialisasinya harus dilakukan
14:26seperti apa Pak
14:26apakah ada jeda waktu
14:27untuk bisa memberitahu
14:29Pak
14:29bagi pemegang PBI ini
14:31gitu
14:31bahwa mereka akan
14:32dinonaktifkan
14:33dalam rangka
14:34itu tadi
14:34untuk rewakasi data
14:35dari Kemensos
14:37ya
14:39baik Mbak Oktah
14:40untuk di Kota Bekasi
14:41memang kita
14:41menindaklanjuti
14:43dari
14:43surat dari
14:45Kementerian Sosial
14:46Republik Indonesia
14:46nah kita juga
14:48melakukan
14:48sosialisasinya
14:49melalui
14:50media sosial pemerintah
14:51kita juga
14:52menyampaikan
14:53melalui RTRW
14:53dan tadi malam
14:54juga kita baru
14:55melakukan juga
14:56sapa warga
14:57yang dipravakasi oleh
14:58Bapak Wali Kota
14:59kita menyampaikan
15:00kepada seluruh
15:01RTRW
15:01di Kota Bekasi
15:04melalui
15:05DINCES
15:05BPJS
15:06dan
15:06sosial
15:06proses-proses
15:07yang bisa dilakukan
15:09masyarakat
15:09dalam aktifasi
15:10seperti yang tadi
15:11disampaikan
15:11Pak Timbul
15:12memang di Kota Bekasi
15:14kita melihat
15:15ada dua hal
15:16mau nijin
15:17Pak Timbul
15:17di Kota Bekasi
15:18selain BPJS
15:19PBI
15:20JK
15:20di Kota Bekasi
15:22juga kita punya
15:22BPJS
15:23PBI
15:23APBD
15:24Pak
15:24jadi
15:25masyarakat tadi
15:26yang memang
15:27mendesak
15:27yang belum bisa
15:28diaktifasi
15:29secara nasional
15:30pemerintah Kota Bekasi
15:31juga melakukan
15:32langkah cepat
15:33dengan melalui
15:34PBI
15:34APBD
15:35Pak
15:35sehingga mudah-mudahan
15:36di Kota Bekasi
15:37bisa kami
15:37cover
15:39sehingga masyarakat
15:40tidak perlu
15:41panik
15:41karena pemerintah
15:43tetap hadir
15:43untuk melayani
15:44demikian Pak Timbul
15:45ya betul Mbak
15:46oke
15:46Pak Timbul
15:47ya
15:48ya jadikan begini
15:50memang
15:50ketika rapat
15:52kemarin DPR
15:53dengan pemerintah
15:54kan sebenarnya
15:54enggak begitu
15:55clear ya
15:56clear jelasnya
15:57gimana
15:58yang diaktifkan
16:003 bulan itu
16:01siapa
16:01apakah memang
16:03yang
16:03106 ribu
16:06kata mensos
16:07kata menkes
16:07110 ribu
16:09atau yang
16:1011 juta
16:11kan enggak clear
16:12nah kemarin
16:13baru keluar surat
16:14dari sos
16:15bahwa yang
16:16diaktifkan
16:17otomatis
16:18itu yang
16:18serat 6
16:19dari sos 5
16:20465
16:21dan 445
16:22dengan 480
16:24orang dewas
16:24nah ini
16:25tentunya
16:26yang menjadi
16:27rujukan
16:28bagi
16:28para
16:29paskes
16:30yang bahwa
16:31yang diaktifkan
16:33ya ini
16:33kalau yang
16:3411 juta
16:35dikurangin
16:36106 ini
16:37enggak ada
16:38kepastian
16:39nah
16:39tetapi kan
16:40fakta lapangan
16:41adalah
16:42orang yang
16:4311 juta
16:44dikurangin
16:44106 ribu
16:45ini
16:45ada yang
16:46ke dokter
16:46ada yang
16:47ke puskesmas
16:48nah ini
16:49yang harus
16:49diberikan
16:49kepastian
16:50jadi menurut saya
16:52yang lebih
16:53maju
16:53itu mensos
16:54hanya mengungkap
16:56yang
16:56paskes
16:57tidak boleh
16:58menolak
16:58paskes itu
16:59harus kita
16:59mengerti juga
17:00jangan sekedar
17:02hanya
17:02organ
17:03tidak boleh
17:04menolak
17:05aktifkan
17:06dulu
17:06baru
17:06dilayani
17:07nah
17:07saya sangat
17:08senang
17:09dengan Pak
17:09Robert
17:10tadi bilang
17:10bahwa
17:11kalaupun
17:12PBIJKN
17:13itu tidak
17:14maka
17:15dia diambil
17:16PBPU daerah
17:17betul
17:18nah cuman
17:19masalahnya gini
17:19kalau saya
17:20angkat jempol
17:21sama
17:21Bekasi
17:22cuman Pak
17:23di daerah lain
17:24Pak
17:24dengan transfer
17:25ke daerah
17:26berkurang
17:26200 triliun
17:27itu juga
17:28menjadi
17:28persoalan
17:29bagi fiskal
17:30daerah
17:31APBD
17:31membiayai
17:32PBPU daerah
17:34tadi Pak
17:34malah justru
17:35ada beberapa
17:36daerah
17:36yang saya
17:37amati ya
17:38yang kemarin
17:38kasusnya
17:39di Kabupaten Pali
17:4040 ribu
17:41masyarakat
17:42dinonaktifkan oleh
17:43Pemda
17:44karena mereka
17:44nggak punya uang lagi
17:45transfer dari pusat
17:47itu kan kurang
17:48200 triliun
17:49dengan daerah-daerah
17:50lainnya
17:50nah
17:50kalau
17:51Bekasi
17:52oke
17:53tapi daerah lainnya
17:54makanya menurut saya
17:55sekarang
17:56yang
17:56tentunya yang kita
17:58coba fokus
17:59yang 11 juta
18:00dikurangin
18:00106 ribu ini
18:01yang memang
18:02kalau sakit
18:03langsung
18:04nah
18:05kalau APBD
18:06mampu
18:07dan cukup
18:07fiskalnya
18:08oke bisa dialihkan
18:09PBI
18:10JKN
18:11dilarikan ke
18:12PBPU daerah
18:13yang dibayar oleh
18:14si
18:15Pemda
18:16nggak lagi oleh
18:16si APBN
18:17nah
18:18ini tentunya
18:19kolaborasi yang harus
18:20dicontoh oleh
18:21Pemda-Pemda lain
18:22contoh Bekasi
18:23yang memang
18:23dia bisa mengalihkan
18:25ke PBPU daerah
18:26tetapi memang
18:27kalau
18:28fiskal daerahnya
18:29cukup
18:30nah
18:31kalau ada yang
18:32tidak cukup
18:33dia juga malah menurunkan
18:34bukan malah menambah
18:35PBI JKN lah
18:38yang harus mengambil
18:39alih
18:39saya berharap
18:40seperti tahun lalu
18:42memang ada
18:43penonaktifan
18:44sampai 13 juta
18:46cuma memang
18:46selama 3 bulan ini
18:48yang sakit
18:49dilayani saja
18:50dulu
18:51dengan proses
18:52pendataan
18:53sehingga
18:53orang sakit
18:55kita nggak tahu
18:55jadwal kalendernya
18:56hari ini sehat
18:58mungkin lusa akan sakit
18:59nah
19:00kalau dia nanti sakit
19:01disusahin dengan
19:03ke Dinsos lagi
19:04seperti pasien kemarin
19:06yang di Jakarta Utara
19:07dia akan sulit
19:08gitu
19:09makanya aktifkan saja
19:10tinggal kontak
19:12BPJS Kesehatan
19:13ini
19:14dinonaktifkan
19:15kemarin
19:151 Februari
19:16sekarang sakit
19:17aktifkan
19:18dengan contrek aktif
19:19langsung dilayani
19:21nggak ada lagi
19:22perdebatan
19:23rumah sakit
19:24harus menerima
19:24rumah sakit
19:25nggak usah lah
19:27bernarasi
19:28seperti itu
19:29yang penting
19:29ada kepastian juga
19:30bagi rumah sakit
19:31kalau rumah sakit
19:32melayani
19:33tidak aktif
19:34ya nanti
19:35pending claim lah
19:36dispute claim lah
19:37meningkat lagi
19:38susah juga
19:39buat paskes
19:39seperti itu
19:40itu Pak Timbul berarti
19:41begini
19:41kemarin kan Menkes bilang
19:42pasien BPJS PBI
19:43dilayani aja
19:44meskipun masih
19:45dalam proses reaktifasi
19:46kalau tadi Pak Timbul bilang
19:47ya orang sakit
19:48nggak ada di kalender
19:49nggak tahu
19:49kapan bisa sakitnya
19:50nah sebenarnya
19:51apa yang nantinya
19:51bisa jadi masalah ke depan
19:52kalau misalnya
19:53peserta yang non aktif ini
19:54tetap dilayani
19:55oleh rumah sakit
19:56Pak Timbul
19:56ya jadi kan artinya
19:59yang tadi saya bilang
20:01rumusnya kan adalah
20:02yang dilayani
20:03dengan perlindungan JKN
20:05adalah
20:06pasien aktif
20:07kalau paskes
20:09melayani yang
20:10tidak aktif
20:11apalagi tadi bilang
20:12nanti proses reaktifasi
20:13kan reaktifasi kan juga
20:15belum tentu langsung
20:16satu menit
20:17satu detik
20:18kemudian selesai
20:19kan dia harus ke
20:20dinsos lagi
20:21kalau dinsosnya dekat
20:22kalau dinsosnya jauh
20:23kemudian belum tentu
20:24pengajuan disetujui
20:26kan artinya
20:27ada ketidakpastian
20:28sementara
20:29si pasien harus
20:30mendapatkan layanan langsung
20:32nah ini yang menurut saya
20:34sekarang
20:34pakailah metode
20:36tahun lalu
20:37yang memang
20:38datang
20:39sakit
20:41aktifkan
20:41tinggal kontak BPJS
20:43nah ini yang
20:44bisa memberikan kepasian
20:45mengenai nanti
20:463 bulan
20:47dalam proses 3 bulan
20:48dilakukan proses
20:50cleansing lagi
20:50atau pendataan
20:51dilakukan
20:52itu kan sesuai dengan
20:53janji yang ada di
20:54DPR
20:55nah saya sih hanya
20:56mau mengatakan begini
20:57bahwa
20:58pasien
21:00yang sakit ini
21:01yang dinonaktifkan
21:02berhak atas
21:03kepastian hukum
21:04aja untuk
21:05dilayani
21:06ya
21:06karena tentunya
21:07ke dinsos
21:09mereaktifasi
21:10juga kan juga
21:11bagian-bagian hal
21:12yang mudah
21:13tadi jalannya
21:14nah seperti
21:15periode lalu juga
21:16dia itu
21:18reaktifasinya
21:18kemana
21:19ke puskesmas saja
21:20jadi sekalian
21:21datang
21:21reaktifasi
21:23gak usah ke
21:24dinsos
21:24kalau ke dinsos
21:25kan
21:26Jakarta
21:27kemarin
21:27puskesmasnya disini
21:29dibilang
21:30dinsosnya
21:30agak jauh pak
21:31yaudahlah
21:31jalanin aja lah
21:32tapi akhirnya kan
21:33belum tentu
21:34dapat juga
21:35yang penting
21:36sekarang
21:36lakukanlah
21:37seperti
21:38tahun lalu
21:39yang tahun lalu
21:39tadi saya dibilang
21:4013 juta
21:41sekarang masih
21:4211 juta
21:43nah kemarin ya
21:44semalam
21:45sorry
21:45semalam saya ketemu
21:46dengan Pak Mensos
21:47dengan Pak Dirut
21:48BPJS Kesehatan
21:48di sebuah
21:49stasiun TV
21:49Pak Mensos
21:51bilang yaudah kita akan coba
21:52untuk mengatakan
21:54bahwa yang sakit
21:55datang
21:56ke paskes
21:57untuk dilayani
21:59ya misalnya dia
22:00gawat darurat
22:01ke rumah sakit
22:02terima di IGD
22:03kalaupun
22:04non aktif
22:05aktifkan di paskes itu
22:07di rumah sakit itu
22:08tentunya dengan kerjasama
22:09langsung dengan
22:10konek ke BPJS Kesehatan
22:11supaya
22:12BPJS Kesehatan
22:13langsung
22:13contreng aktif
22:14kalau contreng aktif
22:15seluruh
22:17di rumah sakit
22:18akan tercatat aktif
22:19nah ini yang memang
22:21tentunya
22:21bisa lagi ngomong
22:23nantilah
22:23berharap Pak Mensos
22:25dan Pak Menkes
22:26dan Pak Menkeu
22:27ngobrol lagi
22:28pastikan yang sakit
22:30yang 11 juta
22:31dikurangin 106 ini
22:32kalau sakit
22:34datang langsung aktif
22:35gak usah lagi
22:36mereaktifasi
22:37ke Dinsos
22:37reaktifasi cukup
22:39di puskesmas
22:40seperti tahun lalu
22:41ini kan
22:42memberikan
22:43kemudahan
22:45sehingga
22:46pasien bisa
22:47langsung
22:47dilayani
22:48kita gak tahu
22:48kalau dia pulang
22:49mungkin akan
22:50lebih berat
22:51sakitnya
22:52akan mengakibatkan
22:53korban jiwa
22:54dan sebagainya
22:55kita gak tahu
22:55tapi mudah-mudahan
22:56semoga
22:57langsung
22:58dilayani
22:58seperti itu
22:59oke
22:59yang jadi sorotan
23:00adalah bagaimana
23:01sinkronisasi
23:02antar kementerian
23:03soal kebijakan
23:04tersebut
23:05tadi
23:05kalau Pak Timbul
23:06bilang reaktifasi
23:07harusnya cukup aja
23:08nih di puskesmas
23:08gak perlu
23:09ibaratnya
23:10pingpong kesana
23:11kemari
23:12gitu
23:12untuk masyarakat
23:13bisa mendapatkan
23:14layanan kesehatan
23:15saya ke Pak Robet
23:16Pak Robet
23:16sebetulnya
23:17untuk tahapan
23:18proses pengaktifan
23:19kembali BPJ SPB
23:20ini seperti apa sih Pak?
23:24terima kasih Mbak Okta
23:25untuk saat ini
23:26memang
23:26pemerintah
23:27dalam hal ini
23:28kami di Kota Bekasi
23:29proses aktifasi ini
23:31kan memang
23:31kita lakukan
23:32berdasarkan
23:34permohonan
23:35dari warga masyarakat
23:36kami menerima
23:38berkasnya
23:38kami input kembali
23:39ke aplikasi
23:40SIKNG
23:41GAMENSOS
23:42jadi memang
23:42yang ini
23:44saat ini
23:44dilakukan seperti itu
23:45nanti
23:46di-report oleh
23:46Kemensos
23:47ya jadi
23:47ya mudah-mudahan
23:51apabila ada
23:52kemudahan
23:52ya mudah-mudahan
23:53ini bisa membantu
23:54tapi saat ini
23:55proses yang dilakukan
23:56adalah
23:57antara
23:57Dina Sosial Kota Bekasi
23:58atau Dina
24:01Sosial
24:01Suri Indonesia
24:02berkoordinasi
24:03melalui aplikasi
24:04SIKNG
24:04yang dikelola oleh
24:05Kementerian Sosial
24:06nah ini yang
24:07bisa melakukan
24:07proses aktifasi
24:08tadi Mbak Okta
24:09demikian
24:10oke prosesnya
24:11itu berapa lama Pak?
24:15Sebenarnya untuk saat ini kita kemarin dari tanggal 2 sampai tanggal 11
24:18Kita sangat dibantu oleh Pusdat Inkemensos
24:21Untuk hal-hal yang kemarin sifatnya mendesak Pak Timbul
24:25Hari itu kita lakukan juga siangnya sudah aktif
24:29Itu memang kita mendapatkan kemudahan
24:33Prosesnya, tapi paling lambat memang satu hari Mbak
24:35Jadi besoknya sudah aktif, jadi paling lambat
24:37Tapi untuk hal-hal mendesak yang kita informasikan melalui Pusdatin
24:40Itu dalam waktu sangat singkat, siang itu juga sudah aktif
24:43Tapi karena jumlahnya per hari itu kita cukup banyak juga, bisa seratusan
24:48Paling tidak seperti pelayanan kemarin sore, pagi sudah aktif
24:51Itu yang kami alami di Bekasi, Mbak
24:54Oke, tentunya bagaimana administrasi ini bisa berjalan dengan lancar
24:56Pak Timbul, di luar kisru BPJS, PBI non-aktif
24:59Menurut Anda, apa sih Pak sebetulnya yang perlu dievaluasi dari pelayanan terhadap pasien BPJS?
25:06Ya, jadi memang diawali dengan status kepesertaan
25:10Ya, kalau dia aktif dia langsung dilayani
25:13Nah, apakah hanya itu saja?
25:16Tidak juga
25:16Masih ada persoalan tentang pelayanan
25:19Yang tadi, ada kasus-kasus yang pagi hari datang ke IGD ditolak
25:25Atau belum gawat darurat
25:26Padahal itu orang sudah nggak kuat gitu ya
25:29Karena harus 40 derajat demamnya dan sebagainya
25:33Trombositnya harus di atas, di bawah 100 ribu dan sebagainya
25:36Nah, ini kan persoalan pelayanan
25:38Ada juga yang dipulangkan belum layak pulang
25:41Ada juga yang disuruh beli obat sendiri
25:43Padahal obat jadi bagian yang ditanggung di INASI BIJIS
25:47Bagaimana juga dengan alat kesehatan?
25:49Masih banyak yang memang perlu diperbaiki
25:52Tetapi memang sekarang kan kita fokus di pulunya, di peserta
25:56Kalau pesertanya non-aktif ya nggak akan mungkin dapat layanan ke depannya
26:00Jadi saya sih hanya berharap begini Pak Robert juga bahwa
26:04Tentunya yang kita harapkan adalah pelayanan yang langsung
26:09Yang memang tanpa harus melakukan proses administrasi
26:13Tapi yang sehat silahkan
26:14Dia memprosesnya dengan terdinsos atau kemana dan sebagainya
26:19Tapi yang sakit
26:20Nah, kemudian juga kan ini misalnya 105-106 ribu ya
26:24Yang diaktifkan
26:26Itu kan orang
26:27Padahal kan kalau satu kakak
26:30Itu kalau dia aktif
26:32Masa satu orang yang lainnya nggak aktif
26:35Ini kan berarti bukan berbasis pada kakak ya
26:39Nah, saya sih berharap sebenarnya orang ini aktif
26:42Harusnya satu kakak aktif
26:44Nah, yang berikutnya juga kan terkait dengan persoalan kemudahan-kemudahan
26:51Yang juga harus diberikan untuk memastikan orang ini dijelaskan
26:56Jadi gini
26:56Kalau tadi tukang jualan itu dibilang 6
26:59Kalau dia masih statusnya 6
27:01Ke dinsos, dia akan berdebat
27:03Maksud saya
27:04Dia harus dijelaskan
27:06Lebih dipastikan dilayanin dulu
27:08Ya
27:09Dan tidak ditolak
27:11Nah, kemudian dalam 3 bulan
27:13Yang 6 ini diklarifikasi
27:15Ya itulah tugasnya ke mensos
27:17Jadi, maksud saya gini
27:18Jangan sampai seperti kemarin ya
27:20Kasus yang anak ini
27:21Dia datang
27:23Dibilang ini baru pengajuan pak
27:25Sampai sekarang belum di ACC
27:27Nah, mungkin disebut orang ini 6
27:31Tapi kan 6 desil 6 ini kan mereka juga gak ngerti
27:34Apa, kenapa desil 6
27:35Rumah saya sudah disurvey atau belum
27:38Perdebatan lagi
27:39Yang memang tadi
27:40Ada 922 yang sudah
27:44Mengajukan
27:45907 yang di ACC
27:47Berarti kan ada 15
27:48Nah, 15 ini kan mungkin
27:50Dia desil 6
27:52Apakah memang sudah disurvey kembali
27:54Untuk mengatakan
27:55Eh, 15
27:56Anda gak berhak
27:57Karena kami sudah surve
27:58Tapi mereka butuh layanan kan misalnya
28:01Nah, jadi
28:02Kembali
28:03Persoalannya
28:04Berikan dulu
28:06Pelayanan kesehatan
28:07Baru nanti
28:09Didiskusikan
28:10Yang desil 6 betul
28:12Apakah masih desil 6
28:13Apakah memang salah pendataan
28:15Sehingga dia harusnya desil 5
28:16Dan sebagainya
28:18Ini kan yang
28:18Tadi
28:19Tujuan hukum
28:21Harus memberikan
28:22Satu
28:23Keadilan
28:23Dua
28:24Pemanfaatan
28:25Dan tiga
28:26Kepastian hukum
28:27Rakyat Indonesia
28:28Punya
28:29Kepastian hukum
28:31Amanat konstitusi
28:32Pasal 28
28:33Hayat 1
28:34Pasal 28
28:34Hayat 3
28:35Pasal 34
28:36Hayat 3
28:37Hayat 1
28:37Pasal 34
28:38Hayat 3
28:39Undang-Undang Dasar 45
28:40Nah, kedepankan
28:42Kepastian hukum
28:43Untuk mendapatkan
28:44Manfaat
28:45Untuk memberikan
28:46Keadilan
28:47Kalau mereka disuruh
28:49Jadi pasien umum
28:50Susah
28:51Seperti itu
28:52Oke, tentunya kita harapkan
28:54Bagaimana kesuluh BPJSPB ini
28:55Segera selesai teratasi
28:56Dengan pendataan
28:57Yang harapannya bisa rapi
28:58Tepat sasaran
28:59Dan juga bisa membantu
29:00Masyarakat yang
29:01Membutuhkan layanan kesehatan
29:02Terutama bagi mereka
29:03Yang praseja terlalu
29:04Terima kasih
29:04Kadin Soskota Bekasi
29:05Pak Robert Siagian
29:06Dan juga Koordinator Advokasi
29:07BPJS Watch
29:08Pak Teguh Serga
29:09Sudah bersama di Sapa Indonesia Pagi
29:10Salamu
29:11Assalamualaikum
29:12Selamat menikmati
Komentar