Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto bertemu lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa malam. Lima pengusaha nasional yang hadir adalah Prajogo Pangestu Barito Pacific Group, Anthony Salim pemilik Salim Group, Franky Widjaja Sinar Mas Group, Boy Thohir Adaro Energy, dan Sugianto Kusuma Agung Sedayu Group.

Audiensi digelar selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 waktu Indonesia Barat. Diskusi Presiden dengan pengusaha di antaranya mencakup kondisi ekonomi nasional serta peluang pengembangan sektor-sektor strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Seberapa besar dampak pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lima pengusaha besar terhadap pergerakan pasar? Apakah ini jadi sinyal perbaikan emiten-emiten konglo yang sempat terpuruk pasca bursa saham dijewer MSCI? Kita langsung bergabung dengan Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina Visindo.

#konglomerat #presidenprabowo #presiden

Baca Juga Ada Peran Istri Dibalik Keputusan Suami Beli Mobil, Seberapa Besar Pengaruhnya? | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/650213/ada-peran-istri-dibalik-keputusan-suami-beli-mobil-seberapa-besar-pengaruhnya-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650214/full-ceo-edvisor-profina-visindo-soroti-soal-pertemuan-5-konglomerat-dengan-presiden-prabowo
Transkrip
00:00Sisi saudara dan masih membahas terkait dengan pasar modal Indonesia dan kembali kita berbincang dengan Mas Plaska.
00:05Mas Plaska, Presiden membahas soal pentingnya Indonesia Incorporated atau kolaborasi pemerintah dengan pengusaha.
00:13Apakah ini sinyal positif bagi pasar modal terutama saham-saham Konglo karena ada dukungan dari pemerintah atau justru sebaliknya menurut
00:20Anda?
00:22Ya baik, dari sisi pendapat saya hal ini sebenarnya sinyal awal positif ya terhadap kondisi ekonomi kita dulu secara keseluruhan
00:31karena harapannya dengan adanya konsep Indonesia Incorporated
00:35jadi sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha itu kan bisa diharapkan meningkatkan yang pertama itu adalah ke penguatan industri dalam
00:42negeri
00:43seperti itu yang berimpak pada akhirnya ke penguatan di UMKM, peningkatan UMKM dan juga yang berujung pada lapangan kerja dan
00:51pengentasan atau pengurangan tingkat kemiskinan
00:55sekaligus juga berujung lagi terakhir ke peningkatan kualitas pendidikan dan gizi seperti itu secara harapan dari secara holistik.
01:03Namun ini semua atau saja impaknya kepada pasar modal bagaimana menurut saya menunggu bagaimana realisasinya
01:11karena kan kita bicara secara plan tentu saja merupakan hal yang bagus di atas menunjukkan sinyal optimisme pasar
01:17tapi akan kelihatan nanti bagaimana dengan rilis kinerja emiten-emiten di berusaha efek biasanya nanti di Q1, Q2
01:23nah itu akan kelihatan apakah sudah ada impaknya yang terefleksi pada sektor-sektor yang ke arah sektorial
01:31di antara seperti misalnya konsumsi, retail dan sebagainya
01:36secara data-data ekonomi kalau saya lihat indeks manufaktur PMI, indeks consumer confidence itu sudah menunjukkan adanya pemulihan
01:46bahkan manufaktur PMI kita itu sudah kembali berada di atas 52 ya
01:50menunjukkan optimisme kembali di sektor industri
01:53nah ini yang diharapkan bisa berkelanjutan sehingga membuat pasar modal kita khusus di pasar saham itu bisa tetap sustain ya
02:01sambil menunggu penyelesaian tadi dengan maklumat MSCI
02:04dan diharapkan jangka panjangnya di 2026 ini market kita bisa kembali bulis ekspektasi yang bisa kembali tebus ke level 9
02:10.000
02:10oke kita lihat bagaimana realisasinya
02:12tapi kalau kita flashback begitu Mas Praskar di tahun 2025 lalu
02:15IHSG ini ditopang oleh emiten-emitennya konglomerat begitu
02:18sehingga kalau kata Papurwe bilang sampai to the moon
02:21namun nampaknya pada awal tahun ini agak loyo nih
02:24analisis Anda bagaimana?
02:26ya jadi memang secara kinerja kan memang saham-saham kita
02:31IHSG ya sekarang kan mulai diperhitungkan dengan market cap yang disesuai dengan free float ya
02:35seperti itu dan kemarin emiten-emiten konglomerat itu di awal tahun cukup kencang
02:40tentu saja ditopang oleh saham-saham dari grup prajurupan esu ya
02:44seperti brand BPI, kemudian ada DCI juga ya kan
02:49Biar Suasantika yang juga harganya naik cukup kencang juga
02:53seperti yang memiliki tidak hanya market cap besar
02:56tapi free float market cap-nya pun juga cukup besar seperti itu
03:00nah saat ini saham-saham tersebut tentu saja karena mengalami koreksi dari titik tertinggi
03:04dan itu dan memang dalam data yang saya miliki ini
03:08masuk dalam top 10 atau top 15 ya
03:11dalam hal market cap yang berbasis free float
03:14ini membuat IHSG kita akhirnya juga ikutan loyo
03:16seperti terseret ke bawah
03:17nah harapannya adalah dengan pertemuan konglomerat
03:21lima konglomerat tersebut termasuk diantara dari grup Sinarmas
03:23grup Raju Kupanesu, grup dari Bagi Tohe
03:26dan tadi ada grup Aguan juga ya kan
03:28ini membuat pasar modal kita kembali bergairah
03:31yang juga terefleksi pada kinerja MA10-MA10 di grup konglomerasi tersebut
03:36kurang lebih seperti itu
03:37dan tambah lagi sebenarnya juga yang mempengaruhi bursa kita bisa bertahan kuat
03:41itulah sektor perbankan di mana tetap top 3 perbankan besar
03:45seperti BCA, BRI, dan Mandiri ini kan yang paling besar secara market cap free float ya
03:49ini yang ke depan jika mampu kembali mencetak kinerja positif secara laporan keuangan
03:54diharapkan juga sama-sama kembali di cover
03:57sekaligus menopat IISG kembali ke level 9.000
04:00Oke, Mas Praska
04:02kalau kita lihat dari teguran dari MSCI lalu
04:06IISG itu kan tidak selalu turun gitu
04:09ada penguatan artinya ada naik turun gitu
04:12apakah analisis Anda atau menurut Anda dampak teguran dari MSCI
04:16dan juga kemarin ada penurunan outlook dari Moody's begitu
04:19masih berpengaruh terhadap pelaju IISG
04:21sehingga kemarin lah paling tidak?
04:25Menurut saya dampaknya sudah minor
04:27karena dari analisi saya
04:28market tampaknya sudah memprice in banyak banget
04:32waktu MSCI mengumumkan pembekuan inklusi
04:35atau rebalancing saham-saham di Indonesia
04:38untuk indeks MSCI, seperti itu
04:39karena investor misalnya sudah melihat
04:42satu eksiden asing kan yang cukup besar masif keluar
04:44sampai sekarang
04:45akhirnya asing yang tadi ya sempat akumulasi bersih beli
04:49ya sepanjang year to date di kolom tidak salah
04:51sampai di minggu ketiga Januari
04:53sekarang malah jadi net sale di pasar regular
04:55mencapai 12-15 triliun
04:57seperti itu
04:58jadi investor asing juga investor lokal
05:00juga sudah melihat
05:01impak dari pembekuan sementara dari MSCI tersebut
05:04akan berdampak pada lembaga-lembaga lain
05:06yang melakukan
05:08apa namanya
05:09kayak semacam intrusi saham-saham Indonesia
05:11ke indeks mereka
05:12nah sehingga
05:13muncul setelah buat mansa
05:14seakan tambah lagi
05:15modus menurutkan auto-diprocrating kita
05:17kalau negatif itu sudah diantisipasi oleh investor
05:20sehingga pada saat kemarin
05:22terjadi apa
05:23rilis beritanya
05:24malah investor cenderung sudah
05:25mengakumulasi sahamnya
05:27jadi sudah berkoneknya
05:28sudah di prising semua
05:29oke justru dari beberapa investor
05:31menjadikan momentum kemarin itu
05:33sebuah kesempatan untuk masuk
05:34begitu ya mas Praskaya
05:35nah kalau kita berbicara soal masa depan
05:37proyeksi anda
05:38jika Indonesia mampu memenuhi
05:40permintaan dari MSCI
05:41apakah IASG akan terbang lagi
05:43seperti awal tahun ke level 9 ribu
05:45apa saja katalis-katalis yang diperlukan
05:47untuk mencapai level ini kembali
05:50ya baik
05:50jadi kalau dalam hal penyelesaian MSCI
05:52bisa
05:54apa namanya
05:56menghasilkan hasil yang
05:57menguaskan kedua belah pihak
05:59itu untuk saja IASG menurut saya
06:00akan kembali ke level
06:02tidak tutup gap dulu ya
06:03tutup gap atas di level 8.875
06:05sebelum pada akhirnya
06:06jika ekonomi kita mendukung ya
06:10kembali stabilitas 5%
06:12bahkan bisa mencapai lebih dari 5,5%
06:14nah ini akan membuat IASG
06:16kembali ke level 9 ribu
06:18seperti itu
06:18dan tentu saja
06:19harapan-harapan
06:20atau mungkin yang faktor-faktor
06:21paling mendukung adalah
06:22rilis kinerja emitan yang
06:24cukup menjadi tulang bunga ekonomi
06:25diantara sektor keuangan
06:27sektor
06:27apa namanya
06:28komoditas ya
06:29dan juga
06:30disini sektor
06:31kita bicara
06:32ini yang
06:32menjadi
06:34retail ya
06:35jadi yang berbasis pada sektor
06:37jadi
06:37berlebihan konsumsi
06:39jadi ada kembali konsumen primer
06:40yang primer retail ya kan
06:42dan juga sektor keuangan ini
06:43yang menurut saya menjadi
06:44pulang bunga
06:45kalau semua kinerjanya itu
06:46mencetak hal yang
06:47kinerja yang positif
06:48di tahun 2026 ini
06:49membaik
06:49tentu saja
06:50IASG dan juga ekonomi kita
06:52sama-sama bergerak searah
06:53oke
06:54berarti optimisme itu
06:55masih ada ya
06:56kita ada beberapa
06:57teguran dari asing
06:59termasuk tadi MSCI
07:00dan juga kemarin
07:01Moody's yang menurunkan outlook kita
07:02namun
07:03kesempatan potensi
07:04untuk naik lagi ke level 9 ribu
07:06ini masih terbuka lebar
07:07dan ada juga target
07:0810 ribu dari
07:09Menteri Keuangan Purbaya
07:10hingga akhir tahun
07:11tahun 2026
07:11juga memang
07:12perlu
07:13ada PR-nya
07:15begitu lah
07:15yang perlu dilakukan oleh
07:16pemerintah terkait juga
07:17perbaikan ekonomi
07:18terima kasih
07:19Praska Putrianto
07:20CEO Advisor Profi Navisindo
07:22atas waktunya bersama kami
07:23di Kompas Bisnis
07:24Mas Praska sehat selalu
07:26terima kasih
07:26masih ada
07:27pagi
07:27terima kasih
07:27terima kasih
Komentar

Dianjurkan