Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bencana tanah bergerak berdampak di wilayah Tegal dan Semarang, Jawa Tengah, sehingga membuat warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, bencana tanah bergerak masih terus terjadi.

Tempat tinggal warga hingga infrastruktur mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Kondisi ini memaksa warga mengungsi, meski dengan keterbatasan sarana serta ketersediaan air bersih yang tidak sebanding dengan jumlah pengungsi.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan akan merelokasi para korban terdampak tanah bergerak ke lokasi yang lebih aman.

Baca Juga Viral! Detik-Detik Copet Beraksi di Blok M Terekam CCTV | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/649953/viral-detik-detik-copet-beraksi-di-blok-m-terekam-cctv-kompas-siang

#tanahbergerak #gubernurjateng #jawatengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/650016/situasi-terkini-bencana-tanah-bergerak-di-tegal-dan-semarang-gubernur-jateng-singgung-relokasi
Transkrip
00:00Saudara tanah bergerak berdampak di Tegal dan Semarang, Jawa Tengah
00:04membuat warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
00:12Bencana tanah bergerak di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah masih terus terjadi.
00:18Tempat tinggal warga hingga infrastruktur rusak akibat tanah bergerak.
00:22Akibatnya warga harus mengungsi meski dengan keterbatasan sarana
00:25dan keserbahan air bersih yang tidak sebanding dengan jumlah pengungsi.
00:56Menanggapi situasi ini, Guru Jawa Tengah Ahmad Lutfi bilang
00:59akan merelokasi korban tanah bergerak ke tempat yang lebih aman.
01:03Kita tidak hanya mengevakuasi masyarakat di tempat pengungsian,
01:07tetapi bagaimana masyarakat nanti bisa eksis kembali,
01:11bisa mandiri, serta bisa melakukan kehidupan secara normal.
01:15Maka secara tidak langsung, contohnya di wilayah Tegal,
01:19ini dampaknya sangat luar biasa sekali.
01:21Bahkan terhitung sampai hari ini, kita nanti harus merelokasi hampir mendekati angka 800 rumah.
01:29Jadi 810 rumah itu nanti akan kita pindahkan.
01:32Bupati sudah saya perintahkan untuk menyarikan tempat,
01:36dan sudah dapat tempat di wilayah perhutani yang nantinya sudah disurvey,
01:42tidak mungkin adanya tanah bergerak.
01:45Pergisiran tanah juga terjadi di Kampung Skip, Kota Semarang, Jawa Tengah.
01:50Warga secara swadaya mendirikan tenda pengungsian di depan musalah setempat
01:54untuk mengantisipasi jika nantinya kembali terjadi hujan
01:58yang mengibatkan pergisiran tanah.
02:20Sementara itu pakar geologi lingkungan dan kebencanaan UGM,
02:23Dwi Korita Kanawati bilang tanah bergerak dipengaruhi oleh curah hujan tinggi.
02:28Tanah bergerak di kontur yang landai, pergerakannya sistemik dan bertahap.
02:34Sebagian orang tidak menyadari jika ada pergerakan tanah di bawah rumah mereka.
02:40Sering terjadi di musim hujan, tiba-tiba tanah retak-retak.
02:46Biasanya memotong jalan, bahkan lantai rumah pun bisa terpotong menjadi retak.
02:53Berarti kekuatannya besar itu sebetulnya, meretakkan lantai rumah.
02:57Dalam penelitian kami, tanah bergerak bisa mengakibatkan rumah itu terpotong ambles,
03:05turunnya itu bisa 4 meter.
03:07Tapi pergerakannya tidak cepat.
03:11Perlahan-lahan, jadi kadang-kadang kita tidak merasakan, tidak langsung anjlok, itu tidak.
03:16Perlahan sehari turun 1 cm, turun lagi 5 cm, turun lagi,
03:21sampai akhirnya tidak terasa kalau hujannya semakin lebat, semakin meteran turunnya.
03:28Hingga kini petugas gabungan, terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan tanah,
03:33dan menyiagakan langkah antisipasi jika terjadi bencana susulan.
03:38Tim Liputan, Kompas TV
03:43Sudah sepekan rumah rusak para bahkan roboh menimpa rumah warga desa pada sari akibat tanah bergerak.
03:50Warga mulai menyelamatkan barang berharga yang dapat diselamatkan.
03:56Ratusan rumah warga terdampak tanah bergerak di desa pada sari Jatindegara, Kabupaten Tegal, rusak para sodara.
04:04Sudah sepekan warga mengungsi di posko pengungsian.
04:07Saat siang hari, warga mencoba untuk mengambil barang berharga yang masih tertinggal di rumah sejak kejadian.
04:13Saat ini seluruh warga desa pada sari yang terdampak tanah bergerak sudah dievakuasi di posko pengungsian.
04:19Selain itu juga, mengungsi di rumah warga sekitar yang lebih aman.
04:27Kita menuju Tegal, Jawa Tengah.
04:29Sudah bersiap jurnalis Kompas TV, Novelia Hasana dan juru kamera Praha Yuda Febrianto.
04:33Selamat siang, Novelia.
04:35Sudah sampai bagaimana penanganan bencana tanah bergerak di Tegal saat ini?
04:43Selamat siang, Bella dan juga saudara.
04:45Saat ini di desa pada sari yang terkena dampak dari tanah bergerak,
04:50mengungsikan rumah rusak bahkan rumah roboh dan didapatkan.
04:54ditinggalkan kembali.
04:55Seperti yang terlihat di belakang saya,
04:58ini adalah ponpes al-adalah satu yang terkena dampak sangat parah jika dikatakan.
05:06Yang dimana ada dua bangunan ponpes yang dua lantai roboh,
05:11ambruk bahkan juga amblas ke dalam tanah.
05:16Nah, terlihat untuk saat ini memang untuk para pesantren itu sudah para santri sudah direlokasi ke pondok pesantren al-adalah
05:27dua yang getaknya aman dari lokasi tanah bergerak.
05:31Ya saudara, terlihat bangunan ataupun sisa-sisa bangunan yang roboh dari pondok pesantren al-adalah satu,
05:40yang bisa dikatakan terkena dampak cukup parah,
05:44sangat parah bahkan dari fenomena ataupun bencana tanah bergerak satu pekan yang lalu.
05:50Selain itu, Bella dan juga saudara,
05:53untuk warga sekitar juga yang rumahnya roboh, rumahnya rusak,
05:58bahkan hancur begitu,
06:00itu sudah melakukan mengungsi,
06:02sudah mengungsi itu sejak hari Rabu minggu lalu atau pekan lalu,
06:05atau setelah kejadian itu langsung semua mengungsi ke empat posko yang disediakan.
06:12Selain dari posko pengungsian,
06:14juga warga memilih untuk mengungsi di rumah-rumah warga
06:18ataupun rumah saudara yang lokasinya lebih aman
06:21atau yang bisa dikatakan aman dibandingkan dengan rumah mereka.
06:25Selain itu, juga setelah satu pekan,
06:27warga mulai untuk mengambil ataupun menyelamatkan barang berharga mereka ke rumah
06:34yang rumahnya terdampak bencana tanah bergerak di desa Padasari.
06:40Mereka mulai mengambil beberapa barang berharga
06:42seperti pakaian ataupun elektronik dan juga barang berharga lainnya.
06:48Namun tetap dengan pengawasan ketat dari instansi terkait,
06:53karena memang bisa dikatakan tanah di desa Padasari masih labil.
06:58Apabila curah hujan itu semakin tinggi
07:01ataupun masih tinggi curah hujannya,
07:03maka tanah di desa Padasari masih bisa dikatakan labil.
07:08Dan bahkan tadi malam atau pada selasa malam tadi itu hujan ras turun di desa Padasari.
07:15Bela.
07:16Novelia, lalu bagaimana dengan pemantauan intensif terhadap pergerakan tanah
07:20dan antisipasi bencana susulan?
07:25Bela dan juga saudara sebagai antisipasi dari pihak BNPB
07:30dan juga dari instansi terkait itu sudah melakukan evakuasi
07:34dan juga warga-warga setelah terjadinya tanah bergerak pada pekan lalu
07:40itu langsung dievakuasi ke 4 posko yang tersedia.
07:43Di mana selain di posko ataupun 4 posko yang tersedia,
07:47warga juga memilih untuk mengungsi di rumah saudaranya
07:50yang terletak aman dan juga jauh dari tempat tanah
07:54ataupun lokasi tanah bergerak desa Padasari.
07:57Selain itu penanganannya untuk saat ini ya dari di posko-posko yang tepat pengungsian
08:02itu juga masih terus dilakukan ataupun dinalurkan bantuan dari relawan,
08:06dari instansi dan juga membantu warga apabila ingin menyelamatkan barang berharganya.
08:15Diberikan mobil khusus agar dapat membawa barang berharga para warga yang terdampak
08:22dikarenakan memang jalan-jalan yang menuju ke rumah warga itu sudah patah
08:25bahkan sudah tidak dapat dilewati oleh kendaraan
08:28karena kan memang benar-benar tidak ada akses kembali.
08:32Bela.
08:32Baik, terima kasih atas laporan Anda.
08:35Jurnalis Kompas TV Novelia Hasana dan juga Juru Kamera Perha Yuda Febrianto
08:39dari Tegal, Jawa Tengah.
08:40Selamat bertugas kembali dan harap berhati-hati.
Komentar

Dianjurkan