Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Hingga kini pergerakan tanah di Desa Padasari masih terjadi akibat curah hujan yang masih tinggi. Hampir setiap sore hujan turun, warga masih mengungsi.

Curah hujan yang cukup tinggi terjadi sejak sore hingga malam hari, membuat kondisi tanah masih tidak stabil di Desa Padasari, Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Bahkan suara retakan dari rumah warga yang sudah miring masih sering terdengar. Demi keamanan, kini warga masih mengungsi di posko pengungsian yang tersedia.

Warga berharap agar bantuan hunian sementara segera direalisasikan.

#tanahbergerak #tegal #korbantanbergerak

Baca Juga DPR Bahas Kisruh PBI Dinonaktifkan, Ini Klarifikasi Menkes & Dirut BPJS Kesehatan di https://www.kompas.tv/nasional/650201/dpr-bahas-kisruh-pbi-dinonaktifkan-ini-klarifikasi-menkes-dirut-bpjs-kesehatan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/650202/curah-hujan-tinggi-pergerakan-tanah-di-tegal-masih-terjadi-warga-akan-di-relokasi-sapa-pagi
Transkrip
00:00Hingga kini pergerakan tanah di desa Padasari masih terjadi akibat curah hujan yang masih tinggi.
00:06Hampir setiap sore hujan turun, warga masih mengungsi.
00:12Curah hujan yang cukup tinggi terjadi sejak sore hingga malam hari.
00:16Ini membuat kondisi tanah masih tidak stabil di desa Padasari, Jatindegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
00:22Bahkan, saudara, ada suara retakan dari rumah warga yang sudah miring masih sering terdengar.
00:28Demi keamanan, kini warga masih mengungsi di posko pengusian yang tersedia.
00:33Warga berharap agar bantuan hunian sementara segera direalisasikan.
00:44Informasi terkini terkait tanah bergerak, kita sudah bergabung dengan jurnalis Kompas TV,
00:49Noveli Hasanah dan juru kamera Praha Yuda Febrianto di Tegal, Jawa Tengah.
00:54Novel, selamat pagi.
00:56Pantuan Anda di sana saat ini bagaimana kondisinya?
00:59Dan sementara warga yang tinggal akan direlokasi kemana?
01:05Selamat siang, Ian dan juga saudara.
01:08Selamat pagi, maksud kami.
01:09Saat ini saya berada di lokasi tanah bergerak di desa Padasari, Jatindegara, Kabupaten Tegal.
01:15Yang di mana itu sudah terjadi 100 pekan yang lalu, hingga saat ini warga masih mengunggi.
01:20Seperti yang terlihat di belakang saya, yang digambarkan oleh juru kamera saya, Praha Yuda Febrianto,
01:28tampak jalan yang terjadi patahan bahkan sekitar 30 cm.
01:34Selain itu juga ada rumah warga yang dindingnya sudah menipatah dan juga miring,
01:41untuk atapnya juga sudah terlihat miring.
01:46Selain rumah warga yang tampak di saat ini oleh juru kamera kami,
01:52juga banyak rumah, ratusan rumah yang mengalami kerusakan.
01:56Selain itu tampak jalan, patah, dan juga ada rumah yang mengalami rusak parah,
02:04bahkan hampir rata dengan tanah.
02:07Sebagian besar rumah warga itu mengalami hampir sama seperti ini,
02:13selain rusak ataupun roboh separoh ataupun setengah rumahnya,
02:18juga roboh, keruntuh, rata dengan tanah.
02:22Tampak masih ada warga yang mencoba untuk mengambil atau menyelamatkan barang
02:29pribadi atau barang berharga miliknya di rumah yang sudah ditinggalkan mengungsi
02:36sejak selasa pekan lalu,
02:40bagaimana kejadiannya ini terjadi pada Senin, dunia hari.
02:43Selain itu tampak pula salah satu rumah kosong
02:46yang ditinggal oleh penghuninya dan juga dalamnya juga terkantau
02:50sudah kosong dari barang bawaan dan ada sisa-sisa hasil kebun
02:56yang ditinggalkan oleh warganya yang mengungsi.
03:02Kami akan mencoba untuk terus berjalan ke salah satu sisi jalan
03:05yang terdampak tanah bergerak.
03:09Nampak di kamera saat ini.
03:14Dan juga berbahaya apabila dimasifikasi kakak waktu-waktu bisa roboh.
03:18Karena saat ini pun kami masih mendengar retakan-retakan
03:23atau patakan dari rumah keluarga yang miring
03:26yang belum roboh sejak tapi sudah mengalami patakan.
03:33Tampak saudara ini salah satu rumah yang hampir roboh,
03:38sudah miring sekali bahkan,
03:39dan mengikuti arah gerakan tanah ke arah bawah
03:46terlihat bahkan sebelahnya juga rumahnya juga sudah hancur,
03:50sudah turun ke bawah amblas begitu ya.
03:54Karena ini jalannya harusnya awalnya itu rata atau sejajar,
03:58namun kini sudah amblas ke bawah efek atau akibat dari
04:02gerak tanah bergerak yang terjadi pada Senin pekan lalu.
04:07Tampak saudara ini rumah, salah satu rumah warga yang
04:09sudah ditinggalkan warganya mengungsi,
04:12sudah terlihat atapnya yang sudah roboh begitu,
04:17tampak miring,
04:19jindinya juga sudah mengalami patahan-patahan,
04:21dan jalan pun tampak patah gitu.
04:26Untuk kami lewati itu agak berhati-hati harus ada,
04:29karena kan jalan yang sudah mengalami patahan.
04:34Ya, saya melihat juga tadi dari gambar yang Anda perlihatkan
04:41begitu di layar kaca,
04:43untuk pemirsa kompas TV,
04:44bagaimana kondisi dan juga kerusakan,
04:46artinya daerah ini sudah clear,
04:48tidak boleh lagi ada warga yang memang memasuki daerah
04:51retakan ataupun pergerakan tanah yang rumahnya juga rusak
04:55dan rawan, roboh begitu.
04:56Nah, terkait dengan rencana hunian sementara,
05:00apakah sudah ada informasi terkait hal ini, Novel?
05:05Ya, iya, dan juga saudara,
05:07terakhir update yang kami dapatkan,
05:09itu ada sekitar warga yang mengungsi,
05:12itu ada sekitar 575 KK dengan 2.461 jiwa yang mengungsi.
05:19Rencananya terkait dengan relokasi hunian sementara
05:22maupun hunian tetap,
05:23itu masih dalam kajian geologi,
05:25terkait dengan keamanan tanah
05:27yang nantinya akan menjadi lahan hunian sementara.
05:30Untuk saat ini,
05:32informasi yang kami dapatkan adalah salah satu lahan
05:35di desa Padasari yang luasa sekitar 5 hektare,
05:38yang rencananya akan dibangun kurang lebih 500 rumah hunian sementara
05:43untuk warga yang terdampak di desa Padasari.
05:45Karena memang melihat lokasi kejadian,
05:48lokasi tanah bergerak di desa Padasari ini,
05:50rumah warga yang sudah pada rusak,
05:52para ada sekitar 800 di lebih rumah warga yang rusak,
05:56itu dan juga dengan kondisi tanah,
05:59struktur tanah yang miring,
06:01sudah tidak dapat dihuni kembali.
06:04Baik, terima kasih Jurnalis Kompas TV,
06:06Novelia Hassana,
06:07dan juga Juru Kamera Praha Yuda Febrianto,
06:10yang melaporkan langsung dari Tegal Jawa Tengah.
06:12Selalu berhati-hati dan selamat bertugas kembali.
Komentar

Dianjurkan