00:00Kita ke informasi selanjutnya, Saudara Pemprov Papua Barat Daya menyusun kajian lingkungan hidup strategis
00:06untuk mengintegrasikan tata ruang laut dan darat demi pembangunan berkelanjutan 20 tahun ke depan.
00:15Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya lakukan peneratanganan perjanjian kerjasama
00:20dan pelepasan 16 dokter umum menuju program pendidikan dokter spesialis di Universitas Pejajaran Bandung.
00:28Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Provinsi Papua Barat Daya,
00:35mengingat hingga kini tenaga dokter spesialis masih sangat terbatas.
00:40Setelah menjalani pendidikan, para dokter diharapkan dapat kembali mengabdi di Papua Barat Daya.
00:45Pemerintah daerah juga minta agar para dokter mematuhi beberapa aturan yang disepakati,
00:52seperti pendidikan yang dijalani harus tempat waktu dan mandiri.
00:55Nantinya bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui dinas kesehatan,
01:01pengendalian penduduk dan keluarga berencana, seperti biaya pendidikan dan biaya hidup.
01:07Para dokter ini akan menjalani pendidikan dengan jangka waktu normal,
01:11dan nantinya akan ditambah 3 semester atau 1 tahun setengah bagi yang belum menyelesaikan pendidikannya.
01:17Ini akan terus kita lakukan, tahun ini juga akan kita seleksi lagi.
01:24Kita sesuaikan dengan kemampuan kita.
01:28Ini sementara kita terus, nanti juga kita akan gunakan untuk intervensi tahun depan.
01:35Saat kita melakukan evaluasi APBD, kita wajibkan untuk harus.
01:38Kalau itu baru kita bisa keluarkan persetujuan, kalau belum bisa.
01:46Jadi ada yang kita perlu intervensi itu kepentingan, kebutuhan.
01:53Kalau ini kita tidak lakukan, orang-orang Papua jarang sekali jadi dokter spesialis.
01:58Karena kita terbatas, mereka punya mimpi, ada semangat, ada.
02:01Tapi kemampuan untuk pembiayanya ini yang ada kerepot.
02:05Jadi puji-tuan kalau kita lihat hari ini semua anak-anak Papua.
02:12Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,
02:17ada kurang lebih 28 dokter yang telah disekolahkan
02:20untuk mengambil program pendidikan dokter spesialis.
02:24Tim Liputan Kompas TV, Sorong, Papua Barat Daya
Komentar