Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Misteri kematian satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan merupakan salah satu anak korban.

Rekaman CCTV di sekitar rumah kontrakan korban memperlihatkan pelaku sendirian keluar dari rumah mengendarai motor. Pelaku membawa panci atau teko yang dipakai untuk meracuni keluarganya. Dari rekaman CCTV tertulis kejadian terjadi pukul 9 pagi.

Kemudian tersangka diantar bersama temannya pulang ke rumah kontrakan. Polisi mengungkap motif pelaku membunuh ibu dan saudaranya. Pelaku yang merupakan anak ketiga melakukan pembunuhan berencana didasari rasa dendam karena merasa diperlakukan berbeda oleh ibunya dari saudara lainnya.

Pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara. Pada 2 Januari 2026, seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tewas di dalam rumah kontrakannya di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pelaku sempat berpura-pura kaget saat menemukan keluarganya sudah tak bernyawa. Pelaku juga sempat menunjukkan kesedihan mendalam saat mengubur ibu dan kedua saudaranya.

Pelaku merencanakan pembunuhan terhadap keluarganya. Benarkah motif "perlakuan beda" bisa jadi pemicunya?

Kita bahas bersama kriminolog Universitas Budi Luhur, Lucky Hardiyanto.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Psikolog Bedah Kasus Pria Nekat Bunuh Ibu dan Saudara Kandung Akibat Dendam di https://www.kompas.tv/regional/649065/full-psikolog-bedah-kasus-pria-nekat-bunuh-ibu-dan-saudara-kandung-akibat-dendam

#pembunuhan #sekeluargatewas #keracunan #warakas

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649075/full-analisis-kriminolog-soal-anak-jadi-tersangka-kasus-tewasnya-satu-keluarga-di-warakas
Transkrip
00:00Intro
00:00Kami mulai jumpa kita kali ini dengan berita kriminal
00:05Misteri kematian satu keluarga di Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara
00:10Akhirnya terungkap
00:11Pelaku pembunuhan merupakan salah satu anak korban
00:17Rekaman kamera pemantau atau CCTV di sekitar rumah kontrakan korban
00:26Menunjukkan pelaku seorang diri keluar dari rumah mengendarai motor
00:29Pelaku membawa panci atau teko yang dipakai untuk meracuni keluarganya
00:37Dari rekaman itu tertulis peristiwa berlangsung pada pukul 9 pagi waktu Indonesia bagian Barat
00:46Kemudian tersangka diantar bersama temannya pulang ke rumah kontrakan
00:59Polisi mengungkap motif pelaku membunuh ibu dan saudaranya
01:07Pelaku yang merupakan anak ketiga korban
01:10Melakukan pembunuhan berencana didasari rasa dendam
01:14Karena merasa diperlakukan berbeda oleh ibunya dari saudaranya yang lain
01:19Pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara
01:23Akumulasi kejengkelan dari pelaku yang terhadap lingkungan internal di keluarganya
01:36Terambah terhadap ibunya yang bersama dari pelaku
01:39Dia merasa jengkel, merasa diperlakuan berbeda
01:45Itu pun juga sebetulnya karena berlaku dari pelaku sendiri
01:49Karena pelaku ini sering pulang malam, sering tidak pulang bahkan dari-baru ibunya
01:56Jadi memang sudah ada perencanaan untuk melakukan itu
02:01Dan momennya mungkin dirasa pas oleh pelaku di tanggal 1 itu
02:08Mari kita ingat pada 2 Januari 2026
02:14Seorang ibu dan 2 anaknya ditemukan tewas dalam rumah kontrakan di Warakas Tanjung Priuk, Jakarta Utara
02:20Saat itu pelaku sempat berpura-pura kaget saat menemukan keluarganya sudah tak bernyawa
02:26Pelaku juga sempat menunjukkan rasa sedih mendalam saat mengubur ibu dan kedua saudaranya
02:33Pelaku merencanakan pembunuhan terhadap keluarganya
02:50Benarkah motif perlakuan beda bisa jadi pemicu?
02:54Saya coba diskusikan ini bersama kriminolog dari Universitas Budi Luhur, Luki Hardianto
02:59Pak Luki, selamat sore dengan Tifal Pak, apa kabar?
03:01Selamat sore Mas Tifal, kabar baik
03:04Terima kasih sudah bergabung bersama kami
03:06Anda sudah menduga bahwa ujungnya akan seperti ini
03:09Karena mengukur waktunya dari rentang awal Januari dan baru terungkap sekarang
03:13Ternyata anak ketiganya yang melakukan pembunuhan ini Pak?
03:17Ya memang ini perlu perhatian khusus ya
03:20Bahwa kemudian orang-orang sekali lagi yang membuktikan bahwa orang-orang terdekat lah
03:24Yang seringkali tega gitu ya untuk bisa menghabisi keluarganya
03:28Bahkan kemudian orang tuanya sendiri
03:30Itu kemudian premis yang bisa kita ambil pertama
03:32Yang kedua ini mengindikasikan bahwa memang
03:34Pembunuhan ini dilakukan dengan cukup terukur
03:37Mas Tifal
03:38Jadi saat kemudian dia sudah merencanakan
03:40Bahkan mohon maaf dia sudah melakukan bagaimana
03:42Upaya untuk pengelambuan terhadap
03:46Apa namanya?
03:46Atensi terhadap dirinya
03:47Tapi sekali lagi
03:48Sebagus-bagusnya misalnya
03:50Atau kemudian secanggih-canggihnya kejahatan itu dirancang
03:52Maka memiliki jejak juga
03:53Yang ketiga yang bisa kita garis bawahi secara lebih mendalam adalah
03:57Kondisi di mana ini terindikasi sebagai strawberry generation di sana
04:01Jadi orang-orang yang memang kelihatan cukup superior
04:05Terus kemudian terutama adalah anak gitu ya
04:07Yang kemudian menjadi di sisi lain
04:10Begitu dia diberikan penasihat
04:11Atau kemudian dia diberikan satu hantaman-hantaman tertentu
04:14Maka dia akan mudah untuk terkoyak
04:17Bahkan di sisi lain
04:17Bisa juga kemudian memberikan efek bouncing di sana
04:20Jadi dia akan melakukan balas dendam secara lebih terencana
04:23Bahkan kemudian tidaknya menyasar
04:25Orang-orang yang memang dia tuju
04:26Tapi sekitar atau kemudian support sistem dari korban
04:30Dalam hal ini adalah saudara kandungnya sendiri
04:32Itu juga menjadi target dari asik kejahatannya
04:34Yang keempat
04:35Yang kemudian bisa kita garis bawahi kemudian adalah
04:38Saat kemudian ini dilakukan oleh seorang anak
04:41Maka tentu ini adalah salah satu bentuk akumulasi kekesalannya
04:43Orang lebih demikian
04:44Kita masih ingat saat
04:46Belum lama gitu ya
04:47Kejadian di Medan gitu
04:48Seorang anak melakukan kekerasan juga kepada orang tuanya
04:51Dan ternyata terulang dengan pola yang hampir sama
04:53Sehingga dalam konteks ini
04:55Yang perlu kemudian bisa digaris bawahi adalah
04:57Apakah memang relasi diantara
04:59Apa namanya keluarga
05:01Atau kemudian rumah tangga
05:03Yang ada akikat antara peran ayah
05:05Atau kemudian peran ibu
05:06Itu menjadi salah satu
05:07Menjadi figur yang penting lagi
05:08Di masa sekarang ini
05:10Yang kemudian itu kemudian menjadi abai
05:12Dan menjadikan orang-orang tersebut menjadi lebih rentan
05:14Untuk menjadi target kekerasan
05:15Bahkan dari anak kandungnya sendiri
05:17Pelaku ini usia 23 tahun Pak
05:20Kemudian atas dasar diperlakukan beda oleh ibunya
05:24Ketimbang saudara-saudaranya yang lain
05:26Dengan kondisi kejiwaan normal
05:28Saat melakukan tindakan semacam itu
05:30Kalau merujuk dari kasus yang mungkin serupa
05:32Dari apa yang pernah Anda analisis sejauh ini
05:34Memang begitukah polanya bahwa ujung-ujungnya
05:37Ada pembunuhan berencana di situ Pak
05:39Ya memang saat kemudian ada adanya niat
05:43Dimana kita semoga intended crime disana
05:45Maka tentu dia sudah bisa mengkalkulasikan
05:47Mas Tifal
05:48Mengkalkulasikan mulai dari upaya
05:50Untuk mendapatkan racunnya
05:53Terus kemudian cara untuk bisa
05:54Memberikan itu kepada korban
05:56Terus kemudian yang disini lain adalah
05:58Saat dia untuk bisa mengelabui
05:59Masa bahkan kemudian dalam konteks
06:01Seliputan tertentu gitu yang tadi juga ditampilkan
06:03Dia berupaya untuk membangun citra giri
06:06Yang menjadi korban yang secara berempati gitu
06:09Bahwa telah terjadi kematian yang dia tidak ketahui
06:11Tentu ini bisa mengindikasikan bahwa memang
06:13Sudah ada preparation disana
06:15Yang kedua yang tadi juga disampaikan Mas Tifal
06:17Secara kejiwaan dalam konteks tertentu
06:19Bisa jadi sebenarnya tidak ada masalah
06:21Tapi orang-orang seperti ini
06:22Di usia-usia yang memang berada pada tingkatan
06:24Yang membutuhkan suatu atensi
06:26Mereka cenderung impulsif disana
06:27Jadi kekesalan-kekesalan yang kemudian terbentuk
06:30Mereka atau kemudian ada stimulus yang cukup besar
06:33Maka mereka akan mudah untuk mencari jalan keluar
06:35Dengan cara kekerasan
06:36Yang ketiga adalah dia menganggap bahwa
06:38Dalam hal ini adalah orang tuanya sendiri
06:40Yang kemudian menyasar adalah
06:41Apa namanya ibunya
06:42Dianggap tidak cukup mampu
06:45Untuk bisa menahan laju emosi dari dirinya sendiri
06:47Makanya orang tua seringkali menjadi target kekerasan
06:50Yang bahkan kemudian
06:51Dia merasa adanya perbedaan
06:53Terus kemudian dari saudara-saudaranya sendiri
06:55Dan itu mengindikasikan kekesalan-kesalan
06:57Dan kemudian membunca
06:58Nah yang aspek yang keempat
06:59Yang kemudian bisa kita generalisir adalah
07:01Ada kemungkinan besar
07:03Ada pengaruh-pengaruhnya
07:04Apakah kemudian dalam konteks ini media
07:06Atau kemudian game
07:07Yang cukup rentan adalah pertemanan
07:10Karena tadi juga disampaikan Mas Tifal
07:11Ada aktivitas-aktivitas yang menjurus
07:13Kepada sub-delingkuen disana
07:15Dia pulang malam
07:16Terus kemudian berkendara motor
07:18Bahkan kemudian diingatkan
07:19Dia cenderung marah
07:19Maka tentu bisa jadi juga
07:21Jika memang aktivitas peer group ini
07:24Mengindikasikan terjadinya kekerasan
07:25Maka di salah satu sisi tersebut
07:27Yang kemudian mendukung
07:28Kepala-pelaku
07:28Untuk bisa melakukan kekerasan
07:30Bahkan kepada orang tua sendiri
07:31Dan keluarganya
07:32Oke sehingga kalau tujuannya
07:34Saya butuh penegasan lagi
07:35Kalau begitu
07:36Dengan dia masih punya rasa dendam
07:38Pada sang ibu
07:39Tapi kemudian dua saudaranya
07:41Ikut dijadikan korban disini
07:42Tujuannya buat apa
07:43Sejauh analisis anda?
07:46Ya ini menunjukkan bahwa
07:47Dirinya adalah korban gitu
07:49Korban dari perlakuan
07:50Keluarga yang dia rasa
07:52Itu tidak cukup seimbang
07:53Yang kedua ini mengindikasikan
07:55Bahwa dia ingin menunjukkan
07:56Revenge
07:57Apa namanya
07:58Violence
07:58Yang dia dapati
08:00Terhadap orang-orang yang berada di sekitar
08:02Dalam hal ini
08:02Adalah orang tua sendiri
08:03Tidak hanya secara fisik gitu
08:05Tapi kemudian yang terjadi adalah
08:07Mohon maaf
08:08Misalnya mungkin secara verbal
08:09Atau kemudian non-fisik
08:10Yang itu terindikasikan
08:11Dari sedemikian
08:12Dasyatnya
08:13Emosinya
08:13Untuk bisa merencanakan
08:14Pembunuhan tersebut
08:15Oke
08:16Bahkan disebutkan oleh polisi
08:18Dua tahap yang disiapkan
08:19Korban dibuat pingsan
08:21Ketiga korban itu
08:22Lalu kemudian disodorkan
08:24Sesuatu yang mengandung racun
08:25Begitu
08:25Nah melihat ini semua
08:27Ditambah dengan konteks
08:28Pasal yang diterapkan
08:29Terhadap
08:30Tersangka ini
08:32Pasal
08:32Pembunuhan berencana
08:33Itu sudah terpenuhi
08:34Menurut Anda
08:35Atau
08:35Rasanya perlu ada yang digali lagi
08:37Kalau betul kemudian
08:38Arahnya pembunuhan berencana Pak
08:39Ya tentu memang sudah tepat ya
08:44Pihak kepolisian
08:45Dengan waktu yang tadi juga
08:46Mungkin kita mengapresiasi
08:47Meskipun
08:47Waktunya terkesan cukup panjang gitu ya
08:49Tapi kemudian mengindikasikan
08:50Polisian
08:51Bekerja secara
08:52Apa namanya
08:53Scientific investigation
08:54Di sana
08:54Saat kemudian
08:55Dibutuhkan ahli forensik
08:57Sampai kemudian
08:58Ahli racun taksologi
09:00Di sana untuk bisa
09:00Menemukan nali identifikasi tersebut
09:02Yang kedua
09:03Jika memang berbicara
09:03Mengenai hukuman
09:04Yang kemudian menimpa
09:05Tersangka gitu
09:06Maka ini sudah cukup tepat juga
09:08Karena memang sudah ada niat di sana
09:09Ada eksekusi
09:10Dan upaya untuk bisa mengabui
09:12Maka sudah terpenuhilah
09:13Mulai dari niatan
09:14Bagaimana kemudian modus
09:16Atau kemudian caranya
09:17Dan dia escaping di sana
09:18Upaya untuk bisa melarikan diri
09:20Dalam konteks tertentu gitu ya
09:21Dan untuk menutupi perbuatannya
09:23Maka memang saat
09:24Meskipun di usia yang sangat muda
09:26Pelaku yang seperti ini
09:28Memang sudah memiliki
09:28Paparan yang cukup tinggi
09:29Dan memiliki satu kontrol diri
09:30Yang tergolong lama
09:31Dan bisa melakukan kekerasan
09:33Terhadap orang-orang yang terdekatnya
09:34Baik
09:35Pak Luki
09:36Terima kasih banyak
09:37Sudah berbagi perspektif bersama kami
09:38Sehat selalu ya Pak
09:39Selamat sore
09:39Selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan