Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dalam beberapa hari terakhir, ruang digital dan pemberitaan global diramaikan oleh kemunculan kumpulan dokumen yang dikenal dengan sebutan Epstein Files. Berkas tersebut merupakan hasil telaah Departemen Kehakiman Amerika Serikat terhadap arsip milik Jeffrey Epstein, sosok yang sempat menjadi pusat perhatian publik setelah terseret kasus perdagangan seksual terhadap anak di bawah umur

Sorotan publik tak hanya tertuju pada sejumlah nama kalangan berpengaruh yang tercantum dalam dokumen tersebut, tetapi juga pada adanya rekaman korespondensi email yang berkaitan dengan Bill Gates. Sosok pendiri Microsoft yang belakangan lebih dikenal lewat kiprahnya dalam kegiatan filantropi, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.

Salah satu dokumen yang diperkirakan berasal dari tahun 2017 memuat pembahasan mengenai berbagai inisiatif strategis di ranah kesehatan dunia, jauh sebelum pandemi COVID-19 resmi diumumkan pada akhir 2019. Dalam komunikasi tersebut, terdapat pembahasan tentang pemanfaatan teknologi data kesehatan digital, kemungkinan penerapan neuroteknologi, hingga masukan teknis terkait pelaksanaan simulasi pandemi berskala besar.

Istilah simulasi pandemi ini menjadi sorotan karena di masa kini banyak netizen yang kemudian mengaitkannya dengan wabah COVID-19 yang sempat melanda dunia sejak awal 2020. Namun perlu ditekankan: dalam dunia kesehatan dan kebijakan global, simulasi semacam ini sering digunakan sebagai latihan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan wabah besar.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan oleh Bill Gates terkait temuan tersebut. Sementara itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menegaskan bahwa seluruh dokumen masih dalam tahap penelaahan lebih lanjut, sehingga informasi yang beredar perlu disikapi secara cermat hingga ada kepastian dari proses pengadilan 3/2/2026.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/02/03/145946/epstein-files-singgung-bill-gates-dan-proyek-pandemi-sebelum-wabah-covid-19

#Epstein #Covid19 #BillGates

Creative/Video Editor: Nazwa/Leo

==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Epstein Files singgung simulasi pandemi sebelum COVID-19.
00:04Nama Bill Gates pun terseret.
00:05Dalam beberapa hari terakhir, ruang digital dan pemberitaan global diramaikan oleh kemunculan dokumen yang dikenal dengan sebutan Epstein Files.
00:13Berkas tersebut merupakan hasil telah Departemen Kehakiman Amerika Serikat terhadap arsip milik Jeffrey Epstein,
00:20sosok yang sempat menjadi pusat perhatian publik setelah terseret kasus perdagangan seksual terhadap anak di bawah umur.
00:27Sorotan publik tak hanya tertuju pada sejumlah nama kalangan berpengaruh yang tercantum dalam dokumen tersebut,
00:36tetapi juga pada adanya rekaman korespondensi email yang berkaitan dengan Bill Gates,
00:41sosok pendiri Microsoft yang belakangan lebih dikenal lewat kiprahnya dalam kegiatan filantropi khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.
00:50Salah satu dokumen yang diperkirakan berasal dari tahun 2017 memuat pembahasan mengenai berbagai inisiatif strategis di ranah kesehatan dunia
01:00jauh sebelum pandemi COVID-19 resmi diumumkan pada akhir 2019.
01:05Dalam komunikasi tersebut, terdapat pembahasan tentang pemanfaatan teknologi data kesehatan digital,
01:12kemungkinan penerapan neuroteknologi, hingga masukan teknis terkait pelaksanaan simulasi pandemi berskala besar.
01:19Istilah simulasi pandemi ini menjadi sorotan karena di masa kini banyak netizen yang kemudian mengkaitkannya dengan wabah COVID-19
01:27yang sempat melanda dunia sejak awal 2020 lalu.
01:31Namun, perlu ditekankan dalam dunia kesehatan dan kebijakan global, simulasi semacam ini sering digunakan sebagai latihan kesiap siagaan untuk menghadapi kemungkinan wabah besar.
01:43Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi yang disampaikan oleh Bill Gates terkait temuan tersebut.
01:50Sementara itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menegaskan bahwa seluruh dokumen masih dalam tahap penelahan lebih lanjut
01:59sehingga informasi yang beredar perlu disikapi secara cermat hingga ada kepastian dari proses pengadilan.
02:05Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan