Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
NGADA, KOMPAS.TV - Polda NTT mendalami motif bunuh diri siswa SD di Kabupaten Ngada.

Polisi telah mendatangi keluarga korban dan memberi pendampingan psikologis.

Dari hasil penyelidikan awal, siswa kelas empat yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, itu sempat minta dibelikan buku dan pulpen kepada ibunya.

Permintaan itu tidak terpenuhi karena sang ibu tidak memiliki uang.

Polda NTT sudah mengirimkan psikolog dan konselor untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus meninggalnya seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga bunuh diri.

Mensos menegaskan, kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat pendampingan dan pemutakhiran data keluarga dengan kemiskinan ekstrem.

Lalu bagaimana update penanganan kasus ini, kita tanyakan kepada Jurnalis KompasTV, Citos Natun dari Kupang, NTT.

Baca Juga Siswa SD Diduga Bunuh Diri, DPR: Tamparan Keras Dunia Pendidikan, Selidiki Hingga Tuntas! di https://www.kompas.tv/nasional/648554/siswa-sd-diduga-bunuh-diri-dpr-tamparan-keras-dunia-pendidikan-selidiki-hingga-tuntas

#siswasd #bunuhdiri #ntt

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648608/pilu-siswa-sd-di-ntt-diduga-bunuh-diri-begini-kondisi-ekonomi-keluarga-kompas-petang
Transkrip
00:00Ini inui, kesempatan.
00:14Mama, saya pergi dulu.
00:17Mama, relakan saya pergi.
00:21Jangan menangis ya Mama.
00:23Tidak perlu mencari atau merindukan saya.
00:27Itulah arti tulisan surat dari siswa kelas 4 SD di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur yang ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri.
00:45Korban meninggalkan sepucuk surat yang ditulis tangan yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
00:52Kepala desa mengatakan, sehari-hari korban tinggal bersama neneknya yang berusia 80 tahun dengan kondisi yang serba kekurangan.
01:06Sementara ibunya tinggal terpisah.
01:08Kalau keseharian yang kami tahu ini tetangga, ini anak ini tidak tahu lagi mungkin dia juga terasa beban kehidupan terlalu tinggi.
01:23Kena tiap hari.
01:30Dia pun naik sekolah itu lapar.
01:32Psikolog anak, remaja dan keluarga Sani Budiantini Hermawa menilai,
01:42tekanan ekonomi dan ketidakpekaan orang tua terhadap keadaan emosi anak bisa jadi pemicu anak frustasi,
01:50sehingga berani melakukan hal ekstrim seperti bunuh diri.
01:55Ada beberapa faktor yang bisa muncul.
02:00Salah satunya faktor depresi, faktor bullying, faktor tekanan ekonomi.
02:04Dan yang jelas di sini adalah bagaimana ketidakpekaan orang tua terhadap keadaan emosi anak
02:10itu menjadi gerbang yang sangat menyakitkan anak, membuat anak merasa terabaikan, tidak dihargai.
02:17Mungkin ada rasa malu dan akhirnya dia frustasi dan lebih baik akhirnya mengakhiri hidupnya.
02:25Hasil pemeriksaan awal polisi sebelum ditemukan meninggal,
02:29korban meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pulpen.
02:34Namun permohonan itu tidak terkabul, karena sang ibu tidak memiliki uang.
02:41Polda NTT pun sudah mengirimkan psikolog dan konselor untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
02:55Lalu bagaimana OPD penanganan kasus ini, kita update penanganan kasus ini,
03:06kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, Citos Natun dari Kupang NTT.
03:11Selamat petang Citos, bagaimana update penyelidikan dari kasus ini?
03:16Selamat sore Ilona dan juga saudara.
03:21Memang untuk update dari peristiwa minggalnya bote yang berada di Kabupaten Ngada ini,
03:28tadi kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian,
03:31memang sejak kemarin pihak kepolisian telah mendatangi TKT dan melakukan sejumlah orang TKT begitu,
03:40dan juga tadi Kak Polda menyebut bahwa sudah ada pendampingan psikologis yang datang dari dokter Polda NTT.
03:48Dan Ilona, kalau kita melihat tadi saya berbincang dengan salah satu pejabat yang ada di Kabupaten Ngada,
03:54bahwa memang kondisi keluarga ini terbilang cukup miskin,
03:58karena selain buku tulis dan juga pensil yang tidak mampu dibelinya,
04:03kami mendapat informasi bahwa sang ibu tidak bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah begitu,
04:10karena memang identitas dari ibu ini sendiri belum bermigrasi dari Kabupaten Nagekeo ke Kabupaten Ngada,
04:18sehingga itu menyelidikan keluarga ini mendapat atau sentuhan dari bantuan-bantuan pemerintah
04:23seperti TKT dan DLPT dan sebagainya.
04:26Dan karena itu memang pemerintah Kabupaten Ngada tadi telah menurunkan timnya
04:32untuk melakukan migrasi data dari keluarga ini,
04:37dan juga melakukan pendampingan dan juga mencari jalan keluar sejauh ini
04:41seperti apa kendala dan kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarga ini.
04:45Dan saat ini juga tadi Gubernur NTT telah menyebut bahwa akan membentuk dana sosial begitu,
04:54karena memang ini menjadi satu keputulan berat bagi pemerintah Provinsi NTT,
04:59pemerintah Kabupaten Ngada, dan juga seluruh sektor termasuk pemerintah sektor-sektor agama begitu
05:06yang dinilai kurang peka ataupun peranata-peranata sosial yang terjadi di Kabupaten Ngada
05:13diabaikan begitu sehingga dengan peristiwa ini bisa menghidupkan kembali peranata-peranata sosial
05:20yang sudah terbangun sejak lama.
05:22Terima kasih Citos atas laporan Anda, selamat kembali bertugas.
Komentar

Dianjurkan