00:00Ini inui, kesempatan.
00:14Mama, saya pergi dulu.
00:17Mama, relakan saya pergi.
00:21Jangan menangis ya Mama.
00:23Tidak perlu mencari atau merindukan saya.
00:27Itulah arti tulisan surat dari siswa kelas 4 SD di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur yang ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri.
00:45Korban meninggalkan sepucuk surat yang ditulis tangan yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
00:52Kepala desa mengatakan, sehari-hari korban tinggal bersama neneknya yang berusia 80 tahun dengan kondisi yang serba kekurangan.
01:06Sementara ibunya tinggal terpisah.
01:08Kalau keseharian yang kami tahu ini tetangga, ini anak ini tidak tahu lagi mungkin dia juga terasa beban kehidupan terlalu tinggi.
01:23Kena tiap hari.
01:30Dia pun naik sekolah itu lapar.
01:32Psikolog anak, remaja dan keluarga Sani Budiantini Hermawa menilai,
01:42tekanan ekonomi dan ketidakpekaan orang tua terhadap keadaan emosi anak bisa jadi pemicu anak frustasi,
01:50sehingga berani melakukan hal ekstrim seperti bunuh diri.
01:55Ada beberapa faktor yang bisa muncul.
02:00Salah satunya faktor depresi, faktor bullying, faktor tekanan ekonomi.
02:04Dan yang jelas di sini adalah bagaimana ketidakpekaan orang tua terhadap keadaan emosi anak
02:10itu menjadi gerbang yang sangat menyakitkan anak, membuat anak merasa terabaikan, tidak dihargai.
02:17Mungkin ada rasa malu dan akhirnya dia frustasi dan lebih baik akhirnya mengakhiri hidupnya.
02:25Hasil pemeriksaan awal polisi sebelum ditemukan meninggal,
02:29korban meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pulpen.
02:34Namun permohonan itu tidak terkabul, karena sang ibu tidak memiliki uang.
02:41Polda NTT pun sudah mengirimkan psikolog dan konselor untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
02:55Lalu bagaimana OPD penanganan kasus ini, kita update penanganan kasus ini,
03:06kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, Citos Natun dari Kupang NTT.
03:11Selamat petang Citos, bagaimana update penyelidikan dari kasus ini?
03:16Selamat sore Ilona dan juga saudara.
03:21Memang untuk update dari peristiwa minggalnya bote yang berada di Kabupaten Ngada ini,
03:28tadi kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian,
03:31memang sejak kemarin pihak kepolisian telah mendatangi TKT dan melakukan sejumlah orang TKT begitu,
03:40dan juga tadi Kak Polda menyebut bahwa sudah ada pendampingan psikologis yang datang dari dokter Polda NTT.
03:48Dan Ilona, kalau kita melihat tadi saya berbincang dengan salah satu pejabat yang ada di Kabupaten Ngada,
03:54bahwa memang kondisi keluarga ini terbilang cukup miskin,
03:58karena selain buku tulis dan juga pensil yang tidak mampu dibelinya,
04:03kami mendapat informasi bahwa sang ibu tidak bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah begitu,
04:10karena memang identitas dari ibu ini sendiri belum bermigrasi dari Kabupaten Nagekeo ke Kabupaten Ngada,
04:18sehingga itu menyelidikan keluarga ini mendapat atau sentuhan dari bantuan-bantuan pemerintah
04:23seperti TKT dan DLPT dan sebagainya.
04:26Dan karena itu memang pemerintah Kabupaten Ngada tadi telah menurunkan timnya
04:32untuk melakukan migrasi data dari keluarga ini,
04:37dan juga melakukan pendampingan dan juga mencari jalan keluar sejauh ini
04:41seperti apa kendala dan kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarga ini.
04:45Dan saat ini juga tadi Gubernur NTT telah menyebut bahwa akan membentuk dana sosial begitu,
04:54karena memang ini menjadi satu keputulan berat bagi pemerintah Provinsi NTT,
04:59pemerintah Kabupaten Ngada, dan juga seluruh sektor termasuk pemerintah sektor-sektor agama begitu
05:06yang dinilai kurang peka ataupun peranata-peranata sosial yang terjadi di Kabupaten Ngada
05:13diabaikan begitu sehingga dengan peristiwa ini bisa menghidupkan kembali peranata-peranata sosial
05:20yang sudah terbangun sejak lama.
05:22Terima kasih Citos atas laporan Anda, selamat kembali bertugas.
Komentar