Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Jubir TV - Sukabumi - Sebuah Tugu Ikan Layur yang dibangun secara permanen, kini berdiri megah di depan Kantor Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Tugu setinggi kurang lebih tiga meter itu merupakan ikon, sekaligus simbol kebanggaan masyarakat Palabuhanratu.

Menariknya, pembangunan tugu ikan layur ini tidak menggunakan anggaran pemerintah. Seluruh biaya pembangunan berasal dari dana pribadi Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi.

Inisiatif tersebut lahir dari kecintaan Yadi terhadap daerah tempat ia dilahirkan. Ia ingin menghadirkan identitas khas Palabuhanratu yang lekat dengan potensi kelautan, khususnya ikan layur yang menjadi ciri wilayah pesisir ini.

Selain sebagai wujud kecintaan terhadap daerah, Yadi Supriadi memandang kantor kelurahan tempat ia bertugas sebagai rumah keduanya.

Pandangan tersebut menjadi motivasi kuat baginya untuk memberikan pelayanan yang optimal dan sepenuh hati kepada masyarakat Palabuhanratu.

Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Yadi berharap dapat memberi contoh positif bagi aparatur pemerintahan di wilayah lain, bahwa membangun daerah bisa dimulai dari kepedulian dan ketulusan, bukan semata-mata anggaran.


Yadi Supriadi mengungkapkan bahwa proses pembangunan tugu ikan layur tersebut melibatkan warga asli Palabuhanratu. Selain memberdayakan masyarakat setempat, pengerjaan tugu ini juga menjadi bentuk kebersamaan dalam membangun daerah.

Untuk merealisasikan tugu tersebut, Yadi menghabiskan dana pribadi sekitar Rp12 juta.

Ternyata, inisiatif Yadi Supriadi dalam menata kantor Kelurahan Palabuhanratu dengan dana pribadinya tidak berhenti sampai di situ.

Sebelumnya, ia juga telah membangun pagar pembatas di lingkungan kantor kelurahan.

Ke depan, Yadi berencana melanjutkan penataan dengan membangun portal dan pos keamanan, juga menata wajah depan kantor Palabuhanratu.


Langkah yang dilakukan Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, menjadi bukti bahwa membangun daerah tidak selalu harus menunggu anggaran besar. Dengan kepedulian, ketulusan, dan keberanian memberi contoh, perubahan bisa dimulai dari hal sederhana.

Tugu ikan layur yang kini berdiri megah bukan sekadar hiasan, melainkan simbol cinta terhadap Palabuhanratu dan semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Dari Kabupaten Sukabumi, Muri Melaporkan untuk Jubir TV
Editor : Asrul


------------------------------------------------------------------------

Suscrabe kami: https://www.youtube.com/@JubirTV

Dapatkan berita artikel terbaru dan terupdate disini:
jubirtvnews: https://jubirtvnews.com/
corongsukabumi: https://corongsukabumi.com/

Ikuti juga media sosial kami:
Official TikTok Jubir TV: https://www.tiktok.com/@jubirtv.official
Official Twitter Jubir TV: https://twitter.com/jubirtvofficial
Official Facebook Jubir TV: https://www.facebook.com/official.jubirtv
Official Instagram Jubir TV: https://www.instagram.com/jubirtv.official/
Official DailyMotion Jubir TV: https://www.dailymotion.com/JubirTV
Official SnackVideo Jubir TV: https:/
Transkrip
00:00Sebuah tugu ikan layur yang dibangun secara permanen,
00:05kini berdiri megah di depan kantor kelurahan Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.
00:13Tugu setinggi kurang lebih 3 meter itu merupakan ikon,
00:16sekaligus simbol kebanggaan masyarakat Palabuhan Ratu.
00:22Menariknya, pembangunan tugu ikan layur ini tidak menggunakan anggaran pemerintah.
00:26Seluruh biaya pembangunan berasal dari dana pribadi lurah Palabuhan Ratu, Yadi Supriyadi.
00:34Inisiatif tersebut lahir dari kecintaan Yadi terhadap daerah tempat ia dilahirkan.
00:41Ia ingin menghadirkan identitas khas Palabuhan Ratu yang lekat dengan potensi kelautan,
00:46khususnya ikan layur yang menjadi ciri wilayah pesisir ini.
00:51Ini bukan apa-apa, ini ciri khas yang ada di kelurahan Palabuhan Ratu.
00:55Karena layur merupakan pendapatan layan yang biasa ada setiap hari.
01:03Itu mau di, kalau basah kita di pagangan atau pancingan ini kalau layur ada setiap harinya.
01:11Makanya kami berinisiasi bahwa kita akan membuat tugu layur.
01:16Selain sebagai wujud kecintaan terhadap daerah, Yadi Supriyadi memandang kantor kelurahan tempat ia bertugas sebagai rumah keduanya.
01:27Pandangan tersebut menjadi motivasi kuat baginya untuk memberikan pelayanan yang optimal dan sepenuh hati kepada masyarakat Palabuhan Ratu.
01:34Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Yadi berharap dapat memberi contoh positif bagi aparatur pemerintahan di wilayah lain.
01:44Bahwa membangun daerah bisa dimulai dari kepedulian dan ketulusan, bukan semata-mata anggaran.
01:50Kami berinisiasi bahwa kami kerja di kelurahan ini tentunya kami ingin ada kenang-kenangan itu yang utama yang terinspirasi di dalam hati saya, dalam lubuk hati saya.
02:03Dan tentunya ini pun juga jadi motivasi buat teman-teman kepala desa atau berkelurahan yang mana bahwa kita serah kelurahan dan kepala desa tentunya bahwa kantor ini adalah rumah kedua bagi kita semua.
02:20Benar-benar harus dijaga, harus dipelai hara dan ditata.
02:25Yadi Supriyadi mengungkapkan bahwa proses pembangunan tugu ikan layur tersebut melibatkan warga asli Palabuhan Ratu.
02:31Selain memberdayakan masyarakat setempat, pengerjaan tugu ini juga menjadi bentuk kebersamaan dalam membangun daerah.
02:39Untuk merealisasikan tugu tersebut, Yadi menghabiskan dana pribadi sekitar 12 juta rupiah.
02:45Kalau memang untuk tugu layur ini diperkirakan paling sampai ke 12 jutaan, Pak.
02:50Kalau memang ini dikerjakan oleh kita sendiri dan Alhamdulillah kita pun juga karena mohon izin, kita pun juga basic dari orang tenis, orang bangunan.
02:58Kita bisa mengakumulasi untuk harga bahan dan ufakannya ini udah terinvestasi.
03:04Alhamdulillah kalau memang tentunya kalau memang dikerjakan oleh kita ini hanya sebatas 12 juta.
03:09Kecuali kalau memang di pihak ketiga kan, kemungkinan lebih dari pada itu.
03:12Ternyata, inisiatif Yadi Supriyadi dalam menata kantor Kelurahan Palabuhan Ratu dengan dana pribadinya tidak berhenti sampai di situ.
03:23Sebelumnya, ia juga telah membangun pagar pembatas di lingkungan kantor Kelurahan.
03:29Kedepan, Yadi berencana melanjutkan penataan dengan membangun portal dan pos keamanan, juga menata wajah depan kantor Palabuhan Ratu.
03:37Insya Allah kami terinspirasi juga kebetulan khusus kantor Kelurahan ini posisi ada di tengah-tengah kota dan terus yang keduanya ada apa namanya PJU pun juga atau rampu-rampu jalan.
03:55Yang mana dalam hal ini di sini selalu anak-anak sekolah ataupun masyarakat yang lainnya selalu naik angkot.
04:03Kami terinspirasi bahwa taman yang sekarang yang posisi pemeliharaan ada di Perkin ini,
04:09kalau memang nanti memungkinkan kami akan memohon kepada Dinas Perkin ini untuk dipelihara oleh Kelurahan.
04:14Kami nanti akan bikin support-support dan mudah-mudahan kalau memang kami pun juga nanti ada rezeki,
04:20ini akan dibikinkan tempat aman-nyaman untuk selfie-selfie bagi penunggu nanti penunggu apa.
04:27Langkah yang dilakukan Lurah Palabuhan Ratu Yadi Supriyadi menjadi bukti bahwa membangun daerah tidak selalu harus menunggu anggaran besar.
04:36Dengan kepedulian, ketulusan dan keberanian memberi contoh, perubahan bisa dimulai dari hal sederhana.
04:42Tugu ikan layur yang kini berdiri megah bukan sekadar hiasan,
04:47melainkan simbol cinta terhadap Palabuhan Ratu dan semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
04:54Dari Kabupaten Sukabuni, Muri melaporkan untuk Jubir TV.
04:58Terima kasih.
04:59Terima kasih.
04:59Terima kasih.
04:59Terima kasih.
05:00Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan