00:00Terima kasih di RUT PT. RNI IDFood.
00:03Hampir kelewatan karena merangkap jabatan jadi hampir kelewatan.
00:08Kepala Badan Pangan Nasional mohon disampaikan.
00:12Pak Pananya.
00:30Terima kasih. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:35Salam sejahtera untuk kita semua.
00:37Shalom, om swasti, astro, namo budaya, salam kebajikan.
00:41Yang kami hormati, kami banggakan Ibu Pimpinan Komisi 4
00:46beserta Wakil Ketua Komisi 4 DPR RI.
00:51Yang kami hormati, Anggota Komisi 4 DPR RI.
00:55Yang kami hormati, sahabat saya, Menteri KKP.
01:00Yang kami hormati, Wakil Menteri Pertanian.
01:03Yang kami hormati, Wakil Menteri KKP.
01:06Yang kami hormati, Dirut Bulog bersama direksi lainnya.
01:11Yang kami hormati, Dirut BIHC beserta direksi lainnya.
01:17Yang kami hormati, PT. IDFood, PT. RNI.
01:23Dirut IDFood, yang kami hormati, beserta direksi lainnya.
01:26Para Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
01:31Lingkup Kementerian Pertanian.
01:34Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
01:38Lingkup Badan Pangan Nasional.
01:40Ibu, Bapak, hadir ini yang berbahagia.
01:46Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Pimpinan dan segenap anggota,
01:53Wakil, Ketua dan Anggota Komisi 4 DPR RI atas undangan rapat.
01:57Dengar pendapat hari ini, sesuai dengan agenda rapat.
02:00Pada kesempatan ini, kami menyampaikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan strategis
02:06menjelah hak HBKN Ramadan dan Idul Fitri 2020.
02:12Enam, neraca kebutuhan dan ketersediaan pangan nasional 2026 dalam kondisi surplus meliputi,
02:22kami bisa lihat beras 15 juta ton, jagung 4,6 juta ton,
02:31kedelai 176 ribu ton,
02:34daging sapi karbau 39 ribu ton,
02:38ayam 520 ribu ton,
02:41telur 301 ribu ton,
02:45minyak goreng 3,56 juta ton,
02:48gula konsumsi 986 ribu ton,
02:52cabai besar 244 ribu ton,
02:56cabai rawit surplus 3.808 ribu ton,
03:03bawang merah 154 ribu ton,
03:06bawang putih 124 ribu ton.
03:10Bapak-Ibu,
03:12Ibu pimpinan dan Wakil Komisi 4
03:15serta anggota Komisi 4 DPR RI yang kami hormati,
03:18dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan pada pangan nasional melaksanakan langkah strategis
03:26pembentukan satgas
03:28sapu bersih pelanggaran harga mutu dan keamanan pangan 2024
03:35berdasarkan keputusan Kepala Bapak Nasional nomor 4 tahun 2026,
03:40penyaluran SPHP beras sebesar 4,97 triliun,
03:45penyaluran bantuan pangan 10 kilogram,
03:49dan 2 liter minyak kita selama 2 bulan
03:52sebesar 33,2 juta KPM.
03:58Pelaksanaan gerakan pangan murah GPM target 13.500 kali di 38 provinsi,
04:07514 Kabupaten Kota,
04:09fasilitas distribusi pangan dari wilayah surplus ke wilayah defisit,
04:15pemantauan harga melalui panel harga oleh 1.060 petugas enumerator bersama lintas kementerian dan lembaga,
04:26Satgas Saber Pangan 2026 menjalankan pengawasan di lapangan
04:30terhadap 10 komoditas strategis untuk memastikan pelaksanaan HPP, HET, HHAP,
04:40serta menjaga keamanan dan mutu pangan.
04:43Struktur dibentuk berjenjang dari tingkat pusat ke upaten,
04:47kota dengan melibatkan aparat penegak hukum,
04:52dan memastikan koordinasi lintas sektor dan efektivitas penguasaan seluruh wilayah.
04:57Ijin Bu Ketua Wakil Ketua, kami sampaikan memang ada perbedaan sedikit tahun ini dengan tahun sebelumnya.
05:07Kami membentuk tim Satgas bersama Polda, Polres seluruh Indonesia,
05:16dan tim kami di lapangan tugas selama dua bulan.
05:19Mulai minggu lalu, tugas untuk memantau harga dan bukan lagi menghimbau,
05:25tapi menindak produsen yang menaikkan harga.
05:31Salah satu contoh kemarin, kami melihat di berita harga daging naik,
05:37padahal di feedlotter tidak naik.
05:40yang menaikkan adalah yang middleman, yang rumah RPH.
05:49Ini menaikkan seribu,
05:53keadaan menaikkan dua ribu,
05:55padahal hanya menerima dari sini.
05:57Ijin Bu Ketua kami lapor,
05:59barang siapa yang menaikkan harga
06:03daging di atas HET,
06:07izinnya kami cabut untuk tahun depan.
06:10Eh sorry, izinnya dicabut tahun ini,
06:12tapi tahun depan tidak boleh impor.
06:14Karena itu ada 700 ribu ekor setiap tahun.
06:19Ini kami tindak,
06:21dan kami sudah himbau, kami sudah surati semua.
06:25Alhamdulillah kemarin,
06:27satu hari ya Pak Dijan,
06:29satu hari naik,
06:30tiba-tiba kita sidak,
06:32langsung turun Bu.
06:33Jadi,
06:35kami sampaikan,
06:38seluruh pangan strategis tahun ini adalah penindakan
06:42bila dia melanggar.
06:43Bukan lagi himbauan seperti tahun sebelumnya.
06:46Alhamdulillah,
06:47Nataru kemarin cukup stabil.
06:50Kita menghadapi Ramadan,
06:52masih Alhamdulillah kondisi stabil.
06:55Jadi kami tidak beri ruang gerak,
06:56dan yang memimpin di provinsi adalah di Krimsus.
07:01yang posko membuat posko setiap provinsi dan kabupaten itu adalah tim kami turun dari Bapak Nas.
07:09Posko selama dua bulan.
07:10bagi umur yang 50 ke atas, dua bulan.
07:13Yang umur 50 ke bawah atau 40 yang masih muda, boleh satu bulan sekali pulang ke rumahnya, Bu.
07:19Tapi intinya tidak boleh dibiarkan lagi seperti tahun sebelumnya bahwa himbauan.
07:26Yang kami tindak bukan penjual-penjual yang UMKM,
07:33bukan pengecer, tapi langsung kami tindak produsen.
07:40Seperti kemarin,
07:41selat di Surabaya dan Jawa Tengah,
07:48itu ada produsen minyak goreng terbesar di Republik ini,
07:53menaikkan harga Rp 2.000.
07:55Sendirian, yang lain tidak ada.
07:57Langsung kami serahkan di Krimsus, tindak mereka bila perlu izinnya dicabut.
08:05Jadi izin Bu Ketua itu minta maaf,
08:08mungkin nanti ada yang melapor ke Komisi 4,
08:13karena tahun ini kami bukan himbau,
08:15tapi tindak sesuai regulasi yang berlaku.
08:18Terima kasih.
08:19Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:23Baik, terima kasih Bapak-Bapak sekalian atas penjelasannya.
08:27Kelihatannya stok bahan-bahan pangan strategis ini,
08:35insya Allah tidak ada masalah menjelang Imlek dan Lebaran ini.
08:39Tidak ada gejolak-gejolak harga,
08:41karena stoknya terjamin dan juga kalau ada yang main-main dengan harga,
08:49saya rasa Bapak-Bapak semua sudah dapat instruksi dari Bapak Presiden
08:54untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu.
08:58Baik, terima kasih sekali lagi.
Komentar