00:00Saudara-saudara, nanti tahap kedua dari taklimat saya, yang khusus intern, teman-teman wartawan, kita persilakan makan siang di luar.
00:18Saya akan jelaskan cerita-cerita menarik.
00:22Dan intinya sebenarnya sekarang, intinya saya dipilih, sekarang saya akan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia.
00:36Saya tidak akan tanya, ini gubernurnya partai mana ya?
00:43Dulu milih calon nomor satu, nomor dua, atau nomor tiga.
00:51Saya tidak akan tanya.
00:52Buktinya, saya kalah di Sumatera Barat. Benar?
00:59Tapi tetap MBG sampai ke Sumatera Barat.
01:05Tetap kooperasi Merah Putih.
01:08Tetap kita bangun, kita rehabilitasi Sumatera Barat.
01:13Saya juga kalah di Aceh kan?
01:17Tapi tetap kita bangun Aceh, habis-habisan.
01:20Tidak ada.
01:24Tidak boleh ada permusuhan, tidak boleh ada sakit hati.
01:28Kalah menang, biasa.
01:30Karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia.
01:33Saya tidak tanya, Pak Bursa, kau partai mana?
01:43Kan tidak saya tanya.
01:45Tidak saya tanya, kan?
01:47Tetap saya dukung beliau.
01:50Benar?
01:50Karena istrimu kan gerinda.
01:55Tapi saya tidak tanya dia.
01:59Saya tidak tanya dia.
02:01Kebetulan istrinya gerinda.
02:04Tidak ada urusan saya.
02:05Eh, kalau gerinda brengsek, gerinda pun saya tangkap.
02:09Sudah-sudah.
02:13Jangan macam-macam.
02:15Tidak ada itu.
02:16Kita semua bergerak.
02:19Kita semua.
02:19Jadi persaingan.
02:22Pertandingan, ya pertandingan.
02:24Kalau ada pemilihan, harus ada pemilihan.
02:26Dua calon, tiga calon, lima calon.
02:29Tidak apa-apa.
02:30Bagus.
02:31Tapi begitu selesai.
02:33Sudahlah.
02:34Kerja.
02:35Nah, ini yang saya...
02:36Saya...
02:38Ini yang saya tawarkan.
02:41Ayo.
02:42Bekerja untuk rakyat.
02:45Pak Pram.
02:47Dari PDP.
02:50Tapi tetap saya akan dukung sebagai gubernur DKI.
02:53Karena tugas saya,
02:57Kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia,
03:00Termasuk rakyat DKI.
03:03Walaupun gubernurnya partai lain,
03:06Saya akan dukung beliau supaya DKI aman dan selamat.
03:11Kan begitu.
03:13Nanti, 2029, ya terserah.
03:18Ya kan, tidak apa-apa.
03:18Tidak apa-apa.
03:24Benar.
03:27Jadi, surat-surat,
03:28Saya...
03:31Sedikit jelaskan ya.
03:34Yang saya lakukan sekarang,
03:36Yang saya tawarkan kemarin,
03:38Waktu saya dipilih sebelumnya,
03:39Adalah,
03:40Saya ingin,
03:42Dan saya punya,
03:43Dan saya menyebarluaskan,
03:46Sesuatu yang saya pelajari.
03:48Sekian puluh tahun,
03:50Sehingga saya membuat,
03:51Dan saya pelajari dalam negeri dan luar negeri,
03:54Saya keliling,
03:55Saya kawan-kawan saya banyak.
03:58Saya keliling.
04:00Tiap kali saya suatu negara,
04:01Walaupun saya tidak berkuasa dulu,
04:04Saya datang ke Pak Mahathir.
04:06Waktu dia lagi kuat-kuatnya,
04:07Pak Mahathir,
04:09Bagaimana Bapak menghadapi korupsi?
04:10Saya tanya,
04:14Pak yang mengganjil saya sebagai,
04:17Patriot Indonesia adalah korupsi yang terlalu banyak di Indonesia.
04:21Bagaimana Bapak menghandle?
04:23Dia ajak,
04:24Dia kasih pelajaran,
04:25Dia kasih tips-tipsnya.
04:27Dia bilang,
04:28You bisa atasi korupsi,
04:30Hanya melalui pendidikan.
04:33Pendidikan begitu vital.
04:34Abis itu saya ketemu pemimpin di Thailand,
04:38Saya tanya,
04:40Saya ketemu pemimpin di mana-mana.
04:44Sehingga,
04:45Saya membuat satu strategi,
04:48Yang sudah ada di buku,
04:50Yaitu saya beri nama,
04:51Strategi Transformasi Bangsa.
04:54Jadi kita mau,
04:56Menjadi negara,
04:58Maju modern.
05:02Kriteria kita adalah,
05:03Maju modern.
05:06Di mana,
05:08Seluruh rakyat kita,
05:09Mengalami,
05:11Kualitas hidup yang baik.
05:15Kita tidak bermimpi,
05:17Untuk menjadi,
05:18High income country.
05:21Kita tidak bermimpi,
05:22Kita mau hidup,
05:24Seperti,
05:25Norwegia,
05:26Atau,
05:27Kanada,
05:28Atau,
05:29Kita hanya mau,
05:31Supaya semua rakyat kita,
05:34Hidup,
05:36Kualitas hidupnya baik.
Komentar