Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bank Indonesia menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Faktor eksternal antara lain ketidakpastian global, termasuk rencana invasi Amerika Serikat, sementara faktor domestik turut dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan dalam negeri.

Deputi Gubernur Bank Indonesia menyebutkan, tekanan terhadap rupiah masih dipantau secara ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.

Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia, Jahen F. Rezki, mengingatkan adanya risiko apabila kebijakan fiskal lebih dominan dibandingkan kebijakan moneter. Menurutnya, ketidakseimbangan tersebut berpotensi menimbulkan tekanan lanjutan terhadap stabilitas ekonomi.

#ekonomi #domestik #bankindonesia

Baca Juga Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Rupiah Menguat Meski Hampir Sentuh Rp17.000 per Dolar AS di https://www.kompas.tv/nasional/645501/menkeu-purbaya-yudhi-sadewa-optimistis-rupiah-menguat-meski-hampir-sentuh-rp17-000-per-dolar-as

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/645503/full-bi-ungkap-penyebab-pelemahan-rupiah-ekonom-ui-ingatkan-risiko-dominasi-kebijakan-fiskal
Transkrip
00:00Intro
00:00Saatnya Anda menyaksikan informasi ekonomi dan bisnis di Kompas Bisnis Saudara bersama saya, Yan Rahman.
00:16Saudara ada informasi dari Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa
00:19yang merespons nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh level psikologis 17 ribu rupiah per dolar Amerika Serikat.
00:26Purbaya yakin nilai rupiah akan menguat secara perlahan.
00:30Purbaya bilang tidak ada alasan nilai tukar rupiah memburuk jika perbaikan dan roda ekonomi nasional berjalan dengan baik.
00:39Purbaya optimistis rupiah akan menguat dua pekan ke depan.
00:43Ia menambahkan performa IHSG yang mencetak rekor tertinggi akan berdampak pada masuknya modal asing ke dalam negeri.
00:50Setelah melakukan rapat bersama DPR, Purbaya menilai perkembangan ekonomi akan lebih cepat
00:57karena adanya kebijakan sinergis antara Kementerian Keuangan, Bank Sentral, OJK hingga LPS.
01:03Kementerian Keuangan, Bank Sentral, OJK hingga LPS.
01:33Jadi arusnya kalau DPR itu sih kekuatan luar aja gak kekurangan deh.
01:38Cuma anda mencari ke bank kenda, apa yang bercerita yang gak tau.
01:41Jadi ekonomi kita kalau kita jaga terus dan kita akan membagi ke depan,
01:46untuknya akan cenderung menguat.
01:48Jadi untuk spekulator-spekulator jangan terlalu ambil posisi yang tau long,
01:57untuk memulai depannya.
01:59Kira-kira berhasil kekasih kita akan akan berkumpul baik.
02:03Bersumber dari Kurs Tengah alias Disdor Bank Indonesia,
02:09sejak awal Januari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini terus tertekan.
02:14Pada 2 Januari rupiah berada di level 16.725 per dolar AS dan terus melemah
02:20hingga menembus posisi terendah pada 20 Januari di level 16.981 per dolar.
02:28Pada 21 Januari ini menguat tipis di 16.963 per dolar.
02:34Sejumlah analis bilang banyak faktor yang menyebabkan rupiah kian loyo
02:38diantaranya pelebaran defisit fiskal hingga tekanan inflasi.
02:59Saudara, susah jeda kompas bisnis akan kembali dengan informasi dari World Economic Forum 2026
03:04yang digelar di Davos, Swiss.
03:05Ini akan dimanfaatkan pemerintah untuk menjangkau investor sebanyak-banyaknya.
03:10Informasinya usah jeda kami kembali.
03:11Eredivisie
03:23Reta cepat kemenangan PSV Eindhoven terus melaju.
03:27Ini seram yang semakin tajam Ivan Peris.
03:30Menjadi momok mengerikan bagi lini belakang lawan.
03:32Namun, Mark Breda datang dengan benteng kokoh.
03:35Sang kapten Boy Camper
03:36akan mencoba menghentikan laju sang tuan rumah.
03:41Eredivisie
03:42PSV Eindhoven
03:43versus Mark Breda
03:45Minggu 25 Januari
03:46Pukul 1.45 dini hari
03:48Vlogs di Kompas TV
03:51Banyak yang sudah membuktikan
03:54Aqua terasa sejuk meski tanpa didinginkan.
03:57Diproses dari air pegunungan
03:59dalam akuiper yang terlindungi
04:01kaya akan mineral alami.
04:03Aqua
04:04Halirkan Kesejukan Badan dan Pikiran
04:07Double Legend
04:11Double Action
04:12Ribet amat
04:14Batuk gak berhenti
04:17Ada Bodrek Batuk Double Action
04:20Batuk Kering
04:21Berdahak
04:22Bodrek Batuk Double Action
04:23Pertama dari Bodrek
04:24Beda batuknya, satu solusinya
04:25Bodrek Batuk Double Action
04:27Dengan Double Action Formula
04:28Redakan Batuk Kering
04:29Batuk Berdahak
04:30Tanpa Ngantuk
04:30Gak Ribet
04:31Bodrek Batuk Double Action
04:33Redakan Batuk Kering
04:34Batuk Berdahak
04:35Gak Ribet
04:35Terus Menangkan Harimu
04:37Bercanda
04:38Ketawa
04:38Komedi terus
04:39Tapi
04:40Setiap kita butuh kenyamanan
04:42Ada mie sedap
04:43Ayam bawang
04:44Resep baru
04:45Manjakan dirimu
04:47Dengan kenyal minyak
04:48Hmm
04:49Bikin relax
04:51Suasana
04:51Kuah guri kemasan
04:52Ayam kampung asli
04:54Dan bawang goreng
04:55Hangatkan dirimu
04:56Dalam kenyamanan
04:58Tambahkan
04:59Haaah
05:00Kedalam
05:00Kehangatan
05:02Cobain deh
05:03Resep barunya mie sedap
05:04Ayam bawang
05:05Dari Wingspot
05:05Back to reality
05:07Banyak yang sudah membuktikan
05:09Aqua
05:09Terasa sejuk
05:10Meski tanpa didinginkan
05:12Diproses dari air pegunungan
05:14Dalam akuiper yang terlindungi
05:16Kaya akan mineral alami
05:17Aqua
05:19Halirkan kesejukan badan
05:21Dan pikiran
05:22Sedara Bank Indonesia menjelaskan
05:44Pelemahan rupiah saat ini
05:45Diakibatkan oleh kombinasi faktor eksternal
05:48Seperti rencana invasi Amerika dan domestik
05:51Termasuk bursa deputi
05:52Gubernur Bank Indonesia
05:53Ekonom Universitas Indonesia
05:55Jahen Efreski
05:56Mengingatkan
05:57Risiko saat fiskal lebih dominan
05:59Ketimbang moneter
06:00Juga ada faktor-faktor domestik
06:05Tentu saja tadi kami sampaikan
06:08Aliran modal asing keluar
06:10Juga
06:11Karena juga ada kebutuhan falas
06:15Yang besar dari sejumlah korporasi
06:19Termasuk oleh Pertamina
06:21PLN
06:22Maupun juga
06:22Danantara
06:24Dan juga persepsi pasar
06:26Ini persepsi pasar
06:28Terhadap kondisi fiskal
06:30Dan juga
06:31Proses pencalonan
06:33Deputi Gubernur
06:35Yang tadi kenapa
06:36Kami tegaskan
06:37Bahwa proses pencalonan
06:39Deputi Gubernur
06:40Adalah sesuai
06:42Undang-undang
06:43Tata kelola
06:44Dan tentu saja
06:46Tidak memengaruhi
06:48Pelaksanaan tugas
06:49Dan kewanangan
06:50Bank Indonesia
06:51Yang tetap profesional
06:52Dengan tata kelola
06:54Yang kuat
06:56Dan tentu saja
06:58Pelemahan nilai tukar
07:00Itu juga terjadi
07:02Di berbagai negara
07:04Kita ke point of view
07:08Masalah moneter
07:09Pak Jahen
07:10Tadi
07:11Kita bermain di pertumbuhan kredit
07:14Sebenarnya BI rate 4,75
07:17Kategorinya mana sih?
07:20Ketat?
07:21Atau longgar?
07:21Karena kalau dibilang
07:23Orang ketat
07:24Ini trennya turun loh
07:25Dan BI adalah
07:27Salah satu bank
07:27Yang paling agresif
07:28Di dunia
07:28Untuk menurunkan suku bunga
07:30Itu juga menandakan
07:31Memang dalam beberapa
07:32Periode terakhir
07:33Mungkin mandat BI
07:34Tidak hanya stabilitas lagi
07:36Tapi juga
07:37Growth
07:38Karena kan
07:38Kalau dalam teori
07:39Ketika suku bunga turun
07:42Kan harusnya
07:42Orang berani
07:43Untuk meminjam
07:44Karena kan
07:45Suku bunga
07:46Pinjamannya
07:46Akan semakin turun
07:47Walaupun
07:48Tidak terlalu terlihat
07:49Tadi di pertumbuhan
07:50Kredit ini
07:51Dan ini juga
07:54Menjadi salah satu
07:55Hal yang
07:56Sangat kita
07:57Cukup was-was
07:58Kenapa?
08:00Karena once
08:00Kredibilitas
08:01Ataupun independensi
08:03Dari Bank Indonesia
08:03Atau Bank Sentral
08:04Itu hilang
08:06Itu pasti
08:06Kosnya terhadap
08:07Nanti stabilitas
08:08Terhadap inflasi
08:09Terhadap
08:10Ya
08:11Stabilitas keuangan
08:13Indonesia
08:13Nah balik ke pertanyaan
08:15Bumegata
08:15Apakah 4,
08:17Sekian persen
08:18Itu udah cukup
08:19Rendah
08:19Cukup tinggi
08:20Pertanyaannya adalah
08:22Apakah itu
08:23Menjawab
08:24Isu non-ekonomi
08:25Tadi yang saya bahas
08:26Di awal
08:27Jadi
08:27Pemerintah bisa aja
08:29Tuh nurunin suku bunga
08:30Secara agresif
08:31Tapi kalau
08:33Pelaku usaha
08:34Masih gak yakin
08:35Dengan kebijakan
08:35Yang akan diambil
08:37Masyarakat juga
08:37Masih takut
08:38Dengan kondisi ekonomi
08:39Kedepan
08:40Mau diturunin
08:41Sampai nol pun
08:42Kayaknya gak akan
08:43Banyak perubahan
08:44Jadi
08:46Saya rasa
08:47Memang
08:48Upaya yang harus
08:50Dijaga
08:50Dan juga dibangun
08:51Tadi dari sisi
08:52Fiskal kan
08:53Devisit dijaga
08:55Dari segi BI
08:56Mungkin yang kita
08:57Perlu jaga adalah
08:57Independensi
08:59Dari Bank Sentral
09:00Jadi jangan sampai
09:01Kebijakan Bank Sentral
09:02Itu didrive
09:03Oleh
09:04Permintaan dari Presiden
09:06Permintaan dari
09:07Fiskal Autority
09:08Yang pasti akan
09:09Berikan bias
09:10Dalam kebijakan
09:11Dalam teori moneter
09:13Itu kita paham
09:14Bahwa
09:15Kalau misalnya
09:16Central Bank itu
09:17Semakin tidak independen
09:19Dan kita melihat itu
09:19Indonesia sekarang
09:20Banyak fiscal dominance
09:22Kebijakan moneter
09:23Sangat didrive oleh
09:24Fiskal policy
09:25Itu biasanya akan
09:26Memberikan fluktuasi
09:27Dalam inflasi nanti
09:28Itu terjadi
09:29Contohnya di mana
09:30Turki
09:30Turki kan
09:31Gubernur Bank Sentralnya
09:33Itu punya hubungan
09:34Dengan Presiden Erdogan
09:35Sekarang lihat aja tuh
09:37Fluktuasi dari inflasinya
09:38Nah ini kan
09:39Akan costly
09:39Karena once inflasi itu
09:41Meningkat
09:41Siapa yang merasa
09:42Dampaknya
09:43Masyarakat
09:44Sampai jumpa
09:45Sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan