- 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap kepala daerah terkait kasus dugaan korupsi. Komisi Antirasuah ini menangkap Bupati Pati, Sudewo dan Wali Kota Madiun, Maidi.
Sudewo dan maidi adalah kepala daerah ke sekian yang terjerat kasus korupsi. Berbagai upaya sudah dilakukan guna pencegahan. Namun, mengapa korupsi masih terjadi?
Saksikan dalam ROSI episode OTT KPK, Rapor Merah Kepala Daerah bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dan Sekjen Transparency International Indonesia, Danang Widoyoko.
#kpk #korupsi #bupati
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/645657/full-bupati-pati-dan-walkot-madiun-jadi-tersangka-wamendagri-arya-bima-bicara-rosi
Sudewo dan maidi adalah kepala daerah ke sekian yang terjerat kasus korupsi. Berbagai upaya sudah dilakukan guna pencegahan. Namun, mengapa korupsi masih terjadi?
Saksikan dalam ROSI episode OTT KPK, Rapor Merah Kepala Daerah bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dan Sekjen Transparency International Indonesia, Danang Widoyoko.
#kpk #korupsi #bupati
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/645657/full-bupati-pati-dan-walkot-madiun-jadi-tersangka-wamendagri-arya-bima-bicara-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:00Saudara SDW selaku Bupati periode 2025-2030
00:23bersama-sama dengan sejumlah anggota tim sukses
00:27atau orang-orang kepercayaannya
00:29untuk meminta sejumlah uang kepada para calon perangkat desa
00:33kemudian menetapkan tarif sebesar 165 juta sampai 225 juta
00:42untuk setiap calon perangkat desa
00:45dalam praktiknya proses pengumpulan uang tersebut diduga disertai ancaman
00:48Tidak ada satupun yang transaksional
00:56saya tidak menerima imbalan apapun
00:59saya betul-betul tidak mengetahui sama sekali
01:02Kemendagi bersama-sama dengan juga BKN, PAN-RB, KPK
01:13sudah selalu mengingatkan kepada seluruh kepala daerah
01:16agar jangan bermain-main di wilayah itu
01:19kami sangat menyayangkan mengapa ini masih terus-menerus terjadi
01:23karena tentu kita saat ini sedang ada dalam kondisi yang sangat memerlukan peran kepala daerah
01:30selamat malam saudara
01:42program ROSI kembali hadir ke hadapan anda
01:44kali ini bersama saya
01:46Friska Clarissa
01:47saudara komisi pemberantasan korupsi
01:50KPK kembali mencokok kepala daerah terkait kasus dugaan korupsi
01:54komisi anti rasuah ini menangkap Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi
01:59Sudewo dan Maidi adalah kepala daerah kesekian yang terjerat kasus korupsi
02:04berbagai upaya sudah dilakukan guna melakukan pencegahan
02:08namun pertanyaannya mengapa korupsi masih terjadi
02:12malam ini kami mengundang Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya
02:16dan Sekjen Transparency International Indonesia Danang Widoyoko
02:19selamat malam Pak Bima
02:20selamat malam Friska
02:21selamat malam Friska
02:23saya ke Pak Bima dulu
02:25publik sudah sangat marah dan lelah dengan berulangnya kasus OTT terhadap kepala daerah
02:32pemerintah jengahkah?
02:34sama
02:35kalau kita tarik mundur ke belakang dari 2005
02:38dalam catatan kami Mas Danang
02:40itu setidaknya ada 500 kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi
02:46sejak pilkada langsung
02:49dan saat ini apa yang membuat kita lebih jengah lagi atau lebih geram lagi
02:56karena kan kita punya target dasyat
02:59kita punya target menjadi negara maju dalam waktu 20 tahun
03:03ada program prioritas, perlu sinergi semua, pertumbuhan ekonomi 8%
03:08dan kepala daerah itu punya peran yang sangat-sangat strategis untuk mencinegitate semua
03:13jadi ketika kepala daerah itu masih bermain-main
03:17masih terjebak dengan pola-pola lama
03:19ya kami bisa paham
03:21kalau warga bukan jengah lagi ya
03:24tapi marah dan geram
03:26ya kami pun begitu
03:27setiap mendengar kabar begitu pasti
03:29apa lagi sih?
03:30ada lagi, kok masih berani?
03:32tapi pertanyaan apakah pemerintah kecolongan dalam mengawasi ini
03:35atau apa diksi yang tepat untuk menggambarkan yang jadi problem utamanya?
03:39saya melihat ini adalah
03:40satu problem yang lebih sistemik dari hulu ke hilir
03:45nggak bisa kita menyederhanakan menjadi satu atau dua aspek saja
03:49misalnya pengawasan lemah
03:52regulasi udah lengkap kok
03:54undang-undang tipikor
03:55kemudian tata cara untuk rotasi-mutasi
03:59semua sudah ada
04:01ada MCP dari monitoring corruption prevention
04:05dari KPK, dari PAN-RB
04:08itu sudah lengkap semua
04:09terus kalau kita bilang misalnya
04:11mungkin karena pilkadanya mahal
04:14banyak kok yang terpilih dengan biaya yang tidak mahal
04:17tapi kemudian terjebak juga ketika pemerintahan
04:20jadi ini memang harus kita urai dari hulu ke hilir
04:24saya kira jangan sampai kita terlalu menyederhanakan saja
04:28betul biaya politik mahal ada pengaruhnya
04:31betul pengawasan mungkin belum maksimal
04:34misalnya ya
04:35kalau di daerah itu kan ada inspektorat
04:38yang tugasnya adalah auditor internal
04:41jadi memastikan kepala daerah itu
04:43berpegangan pada prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih dan transparan
04:48tapi seberapa kuat posisinya itu?
04:49bukan soal kuat atau tidak kuat sebetulnya
04:51tapi strukturnya kemudian
04:53mereka ini kan atasannya itu adalah kepala daerahnya
04:57bagaimana mau mengawasi secara
04:59kami ya di Kemedagri ini punya inspektorat jenderal
05:02yang terus memperkuat APIP ini
05:04untuk internal auditor ini
05:07tetapi tetap realitanya di lapangan
05:09ya ada ew-pakew begitu ya
05:12antara ekspektor dengan kepala daerah
05:13itu betul tapi hanya salah satu aspek saja
05:16jadi gak bisa dibilang
05:17oh ini kecolongan pengawasan
05:19iya
05:19ya harus kita perbaiki
05:20harus kita cari cara
05:21supaya inspektorat ini lebih independen ya
05:24tetapi dari hulunya harus kita lihat juga
05:26sistem politik kepertayanan dan lain-lain
05:28oke
05:29kalau titik masuknya titik lemahnya itu dari mana
05:31kalau dari sisi Pak Danang?
05:33ya
05:33saya berangkat dulu dari problem pengawasan ya
05:37itu juga belum
05:39bukan belum maksimal
05:40ya memang tidak berjalan gitu
05:42saya ambil begini
05:43tidak berjalan dalam artian apa?
05:44ambil contoh begini
05:45terkait inspektorat itu kan
05:47kalau di
05:48saya berangkat banyak kerjasama dengan sektor swasta
05:51yang sangat populer di sektor swasta itu
05:53mereka kenal
05:54mereka sebut dengan three line of defense
05:56jadi yang pertama itu pengawasan oleh
05:58manager dan kemudian keuangan internal
06:01yang kedua pengawasan oleh audit internal
06:04ketiga oleh pengawasan audit eksternal
06:07nah kalau tiga-tiganya ini
06:10udah gak nurut ya terakhir baru penegakan hukum
06:14udah dikasih tiga pengawasan gak jalan
06:15nah ini yang menurut saya tidak
06:17tidak berjalan
06:18belum berjalan di pemerintahan kita
06:20kemarin ada
06:22retret ya Pak Wamen Pidato
06:24memberikan pembekalan
06:25tapi itu kan baru
06:26awal nih
06:27baru katakanlah pembekalan
06:29baru sosialisasi gitu
06:30yang menurutnya mereka udah tahu
06:31kemudian pengawasan oleh
06:33internalnya
06:36ini yang kemudian
06:37kalau ya bawahnya mungkin gak
06:39lalu kemudian inspektorat
06:40inspektorat ini ada persoalan
06:42tadi jadi singgung karena memang
06:44atasannya adalah kepala daerah
06:47nah ini ide-ide lama yang sebutnya
06:50saya entah
06:50dimana ini macetnya
06:52apakah di Kemenpan RP, Kemendagri
06:53atau Kementerian yang lain
06:54seharusnya ini
06:55inspektorat itu
06:57misalnya Kemendagri bisa mengawasi gubernur
06:59provinsi
07:00provinsi bisa mengawasi kabupaten
07:02agar mereka punya independensi
07:03ini yang
07:04ini yang tidak jalan
07:06sehingga karena
07:06mentok urusan birokrasi ini
07:09entah kebijakannya macet dimana
07:11kemudian ini tidak berjalan
07:12sehingga akhirnya gak ada lagi
07:14yang disebut
07:15kalau di swasta
07:15three line of defense tadi
07:17tiga lapis pengawasan tadi
07:19ini langsung ke lapis terakhir
07:20penegakan hukum
07:21jadi lompat ini kan
07:22nah ini yang kemudian
07:23sering membuat
07:24ada banyak OTT
07:26karena gak ada lagi
07:27pengawasan internal
07:28yang memastikan itu
07:29dikerjakan atau
07:30katakanlah kalau
07:32pengadaan barang jasa
07:33ini prosedur
07:34udah bener apa enggak
07:34bagaimana rekrutmen
07:36ASN
07:36rekrutmen dulu
07:37rekrutmen dan segala macam
07:39promosi mutasi kan dulu
07:40masih ada komisi aparatur
07:42sipil negara itu pun
07:43juga dibubarkan
07:44jadi otomatis
07:45langsung ke penegak hukum
07:47sebenarnya apa yang jadi kendala
07:48aturannya ada
07:49tapi pengawasan internal
07:50kalau kita bicara soal salah satu
07:52aspek yang membuat ini bolong
07:53itu masih jadi
07:54tidak berjalan bahkan
07:56kalau kata mas Danang
07:57saya sepakat
07:58jadi satu-satu
07:59harus kita bedah
08:00bagaimana mekanisme
08:02penguatan
08:03ekspektorat di daerah
08:04seperti misalnya
08:06ada kantor
08:07kependudukan
08:08dan catatan sipil
08:09itu kepala daerah
08:10enggak bisa
08:11senaknya menggeser
08:12menunjuk
08:12harus meminta
08:14persetujuan dari
08:15Kemendagri
08:15untuk kepala dinas
08:17kependudukan catatan sipil
08:18karena
08:19ada undang-undangnya
08:20diatur gitu
08:21saya kira
08:22inspektorat juga
08:23perlu kita
08:24perkuat dengan
08:25pola-pola seperti itu
08:26sehingga
08:27ada independensi
08:28di situ
08:28tapi lagi-lagi
08:29Friska
08:30ini satu dimensi
08:31saja
08:32oke itu
08:33kita perkuat
08:34itu kita perbaiki
08:35sembari kemudian
08:37mekanisme pengawasan publik
08:39transparansi pemerintahan
08:41kemudian metode
08:41seleksi kepegawaian
08:43kemudian juga
08:44panitia seleksi
08:45nah selama ini kan begini
08:46ketika kepala daerah ini
08:48ingin
08:49menyusur formasi
08:52pegawai
08:53itu kan ada pansel
08:55nah pansel ini ya
08:56semakin tidak independen
08:58semakin besar
09:00kemungkinan
09:01kong kali kong di situ
09:02jangan-jangan memang
09:04semuanya sudah dikondisikan
09:05kan begitu
09:06yang ideal tentu
09:07pansel ini
09:08adalah
09:09orang-orang independen
09:11dari profesional
09:12dari kampus misalnya
09:13atau
09:14manajemen talenta juga
09:15kan sekarang
09:16ada manajemen talenta
09:18jadi
09:18semua dilihat
09:19masuk box mana
09:20sudah cocok
09:21atau belum
09:22tapi pertanyaannya adalah
09:23apa jaminannya
09:25manajemen talenta ini
09:26juga tidak dikondisikan
09:27sesuai dengan
09:28order kepala daerah
09:29ya
09:30seperti misalnya
09:30yang bupati-pati
09:31itu kan
09:32pengaturan perangkat desa
09:33kalau misalnya
09:35dari bupatinya
09:36sudah memerintahkan
09:37ya masa aja
09:37relasi kuasa itu kan
09:38artinya mengikat
09:40meskipun sudah ada
09:40aturannya
09:41meskipun sudah ada
09:41skemanya
09:42ya tapi begini
09:43di sisi lain
09:44saya juga harus
09:45menyampaikan perspektif
09:46berimbang
09:46kan kepala daerah itu
09:48juga punya diskresi
09:49punya prerogatif
09:51mereka akan memilih
09:52berdasarkan
09:53apa
09:54kecocokan
09:55selain kapasitas
09:56dan lain-lain
09:57sasa saja sebetulnya
09:58kalau kepada daerah preferensi
09:59sejauh
10:01dua hal
10:01pertama
10:02mekresmnya ditempuh
10:04dan kedua
10:05gak ada yang dilanggar
10:06dari situ
10:07dengan menerima
10:07gratifikasi
10:08dan lain-lain
10:09jadi transparan
10:10begitu
10:11gak apa-apa
10:11jadi prosedurnya
10:13sesuai dengan aturan
10:14dan tidak ada
10:16jual beli jabatan
10:17di situ
10:17nah inilah
10:18persoalannya
10:19bagaimana kita memastikan
10:21tidak ada transaksi
10:22di situ
10:22kepala daerah
10:23gak terima secara langsung
10:24atau tidak langsung
10:25ini kan tidak mudah
10:26untuk membongkar
10:27yang ada di belakang meja
10:28itu gimana
10:29di bawah tangan
10:30itu seperti apa
10:30nah ini yang menurut saya
10:32satu lagi yang belum ada nih
10:34dari pengawasan
10:35ini kalau di
10:36sekali lagi di
10:37swasta ini
10:37swasta ini
10:38sebenarnya mengadopsi
10:39sektor publik
10:40tapi belakangan ini
10:41justru lebih
10:42lebih agak maju mereka
10:43ada
10:43perlindungan pelapor
10:45whistleblowing management system
10:46jadi saya gak tahu
10:49mestinya ada lapor
10:50tapi saya gak
10:51saya pernah coba
10:52ke efektif
10:52jauh dari efektif
10:53mestinya harus ada
10:54whistleblowing management system
10:56dimana orang yang
10:57tadi yang
10:58diminta bayar itu
10:59bisa lapor
11:00karena gak disediakan
11:02misalnya
11:02kalau
11:03kalau yang minta
11:05bupati kan
11:06gak mungkin lapornya ke bupati
11:07harus ada saluran
11:08yang di atas ya
11:09mungkin gubernur
11:10atau siapa
11:10kalau gubernur
11:11mungkin ke
11:11kemenegeri
11:12nah ini gak ada
11:13nah yang ada
11:14whistleblowing management ini
11:17perlindungan pelapor
11:18itu namanya KPK
11:19langsung ke penegakan hukum
11:21nah
11:21proses internanya itu
11:22gak berjalan gitu
11:23nah kalau di
11:24di
11:25di
11:25di organisasi
11:27yang efektif
11:28itu kan
11:28mestinya kalau orang komplain
11:29itu mesti ada yang follow up
11:30kalau di swasta ini
11:31kalau komplainnya ke manager
11:33dia berlangsung ke direksi
11:34kalau komplainnya ke direksi
11:35dia berlangsung ke
11:36pemegang saham
11:37atau
11:37atau komisaris
11:39nah ini yang absen ini
11:40kemana orang lapor
11:41satu-satunya
11:42perlindungan pelapor
11:43yang efektif itu
11:44ya nomor telepon KPK
11:46sarana disidakan KPK
11:48kanal KPK
11:49yang lain gak jalan
11:50jadi orang gak tau
11:51lapornya kemana gitu
11:52karena saya
11:53saya dulu pernah ngalamin ya
11:54waktu saya di
11:55saya lama di
11:56ICW Indonesia Corruption
11:57buat kami banyak
11:58investigasi gitu ya
11:59sering mereka lapor
12:00kalau gak ke ICW
12:01ke Tempo gitu
12:02sering cek kan
12:03ke wartawan-wartawan
12:04investigasi yang lain gitu
12:06jadi orang itu
12:06banyak lapor sebetulnya
12:08banyak resah gitu ya
12:09nah mereka gak punya saluran
12:11akhirnya
12:11mungkin ke media
12:13untuk diberitakan
12:14atau langsung ke pendagang hukum
12:15nah seandainya di pemerintah
12:17ada ini
12:17mungkin di
12:18di kemendagri punya
12:19punya tim
12:20kata memperkuat
12:21inspektoratnya
12:21dengan menerima
12:23laporan-laporan itu
12:25dan bisa menurunkan
12:26inspektoratnya
12:27mungkin bisa
12:28apa sudah ada
12:29betulnya kan sudah ada
12:30mas Danang
12:31saluran lapor itu loh
12:33itu sudah ada
12:35jadi warga itu
12:36bisa masuk ke situ
12:37aplikasi lapor itu
12:39bisa sih
12:40jadi
12:40kalau menurut saya begini
12:41kanal-kanal
12:43komplain sistem itu
12:44sudah banyak
12:45bahkan juga
12:46disitu
12:48bisa masuk
12:49yang sifatnya
12:50politis
12:51lapor tapi pasti
12:52di tindak lanjutnya
12:53atau tidak
12:53iya
12:54nah lagi-lagi
12:55disitu kembali lagi
12:56kepada integritas
12:57aparat hukum
12:58ini isu yang lain lagi
12:59sejauh mana
13:00laporan itu
13:01ditindak lanjuti
13:02sejauh mana
13:03laporan itu
13:03bukan sifatnya politis
13:05ini isu lain lagi
13:06tapi kan begini
13:07kita lihat kan
13:08semakin ke sini kan
13:10sebetulnya
13:10banyak laporan
13:11ditindak lanjuti
13:11banyak kemudian
13:13belum lagi
13:14dumas-dumas itu loh
13:14aduan masyarakat kan banyak
13:16tapi pertanyaannya adalah
13:18kok gak jerak-jerak
13:20nah artinya
13:21jangan-jangan
13:22memang kita pun
13:22harus melengkapi ini
13:24dengan menguatkan
13:25efek jerak
13:26melalui undang-undang
13:27perampasan aset
13:28dan sebagainya
13:29ini yang saya sampaikan tadi
13:30gak bisa sepotong-sepotong
13:32gitu
13:33di hulu
13:34mulai di rekrutmen
13:35pemilihan
13:36pengaturan dana kampanye
13:38di sini
13:39melalui penegakan pengawasan
13:40inspektorat yang lebih mandiri
13:42dan di sininya lagi
13:44ada mekanisme pelaporan
13:46dan di sininya lagi
13:47ada integritas aparatur
13:48bicara soal integritas
13:50integritas kepala daerah
13:52apa yang jadi tolak ukur
13:54karena misalnya kasus
13:55wali kota Madiun saja
13:56itu baru dapat penghargaan
13:57nilai integritas yang baik
13:59tapi cuma jika 40 hari
14:01kena OTT KPK
14:02nah bagaimana
14:03untuk mengukur integritas ini
14:04dan bagaimana
14:05untuk mengawas
14:06madiun kota anti korupsi
14:12bukan sekedar slogan semata
14:14madiun kota anti korupsi
14:17sudah membudaya nyata
14:19ini sesuai visi misi saya
14:21yang ke-6
14:21Alhamdulillah
14:22nilai integritas kita
14:24di angka 82,26
14:27dan merupakan nilai tertinggi
14:29secara nasional tahun ini
14:31saya ucapkan terima kasih
14:33kepada semua pihak
14:34atas capaian ini
14:35terima kasih
14:36atas kontribusi
14:37dan konsistensi
14:39dalam menjaga diri
14:41dari praktek-praktek korupsi
14:43yang merupikan negeri
14:45Masih bersama kami
14:49di program Rosi
14:50Pak Bima
14:52tadi kita melihat
14:5340 hari
14:55setelah disampaikan
14:57di hari anti korupsi sedunia
14:59bahwa madiun
15:00ini jadi kota
15:01yang integritasnya baik
15:02nilainya
15:03tidak lama kemudian
15:04wali kotanya
15:05masuk KPK
15:07ditangkap oleh KPK
15:08ukuran integritasnya
15:09ini seperti apa
15:10Anda sebagai mantan
15:12wali kota
15:13juga pasti tahu persis
15:14apa sih sebenarnya
15:15jadi kendala
15:15saya melihat ada
15:18beberapa kemungkinan
15:20atau beberapa tipe
15:21Friska
15:21yang pertama adalah
15:23ada orang-orang
15:23yang memang
15:24inkonsisten
15:25bicara kemana
15:27melakukan apa
15:28di depan bicara manis
15:30tetapi prakteknya berbeda
15:32banyak sekali yang seperti itu
15:34tapi yang kedua
15:35ada juga kawan-kawan
15:37yang tidak ada niat
15:39tidak ada mensrea disitu
15:40tetapi terjebak
15:42oleh situasi dan kondisi
15:43karena
15:44ini kita bukan
15:46bicara kampanye ya
15:48kita bicara pemerintahan
15:49keperintahan itu
15:51banyak butuh
15:51dana-dana taktis
15:52dan APBD
15:54tidak cukup fleksibel
15:55untuk mengagarkan itu
15:57makanya perlu
15:58bersilat
16:00untuk mencari
16:01pendanaan taktis
16:02kenapa harus ada
16:03dana taktis ini
16:04lagi-lagi ini
16:05karena sistem
16:06begitu ya
16:07jadi ada kebutuhan-kebutuhan
16:08cepat gitu
16:09kebutuhan untuk
16:11mengkoordinasikan
16:12keamanan misalnya
16:13ada sesuatu yang
16:15darurat segala macem
16:16gitu perlu cepat
16:17nah
16:18mungkin tergelincir disini
16:19tidak ada mensrea
16:20tapi ada prosedur
16:21yang dilanggar disini
16:22atau yang ketiga
16:24gak niat sama sekali
16:26gak ngerti
16:27gak tahu apa-apa
16:28tapi ada jebakan
16:29Batman disitu
16:30terkena dampak
16:32karena perbuatan-perbuatan
16:33yang lain
16:34nah sekarang kita lihat
16:36orang-orang itu
16:37masuk kategori yang mana
16:38dan tidak mudah
16:39membuktikan itu semua
16:41dan tentu
16:42ujung-ujungnya adalah
16:43pembuktikan
16:43pembuktikan melalui hukum
16:44tapi lagi-lagi
16:45Friska
16:46disini pun ada perdebatan
16:47perdebatannya adalah
16:49kalau kemudian
16:50ternyata tidak ada
16:51keregian negara
16:52tidak bisa dibuktikan
16:54mensrea
16:54atau niat jahatnya
16:55tapi menguntungkan
16:57orang lain
16:57ada unsur pidana
16:58yang terpenuhi
16:59masuk juga disitu
17:01jadi ini agak kompleks nih
17:03kita harus lihat
17:03satu-satu
17:04saya kenal
17:05beberapa kawan
17:06kepala darah
17:07yang saya sangat yakin
17:08integritasnya
17:09begitu ya
17:10dan hidupnya juga
17:11gak neko-neko
17:12gak berlebihan
17:14begitu
17:14tapi kuning terkena
17:15kan muncul pertanyaan saya
17:17ini masuk yang mana
17:18karena menurut saya
17:19ini kawan-kawan ini
17:20bukan yang inkonsisten
17:21mungkin yang terjebak
17:23atau dia gak tahu apa-apa
17:24atau mungkin korban
17:25lain-lain
17:26itu ada
17:27ya walaupun
17:28gak bisa menafikan
17:28banyak juga
17:29masuk kategori pertama tadi
17:31nah ini tentu
17:32yang menjadi
17:32apa ya
17:33menjadi keprihatinan
17:34kita semua
17:35apa problemnya
17:36jadi gak cuma moral saja
17:37mas Danang
17:38tapi juga ada problem sistemik
17:39disitu
17:40iya
17:40tapi yang pertama-tama
17:42menurut saya
17:42KPK sih perlu merevisi
17:44metodologinya
17:45itu kan mereka
17:46membuat survei
17:47integritas sektor publik
17:49kalau gak salah
17:50nama judul surveinya
17:51gitu ya
17:52dan menurut saya
17:53perlu-perlu
17:53di evaluasi
17:54indikatornya apa itu
17:55perlu di evaluasi
17:56utama narasumbernya
17:57karena saya tahu persis
17:58agak-agak detail
17:59metodologinya
18:00tapi bukan disini forumnya
18:01menurut saya begini
18:02jadi
18:03ketika menjadi
18:05kepala daerah
18:06atau
18:07katakanlah
18:09pejawa publik
18:09itu memang ada
18:10beberapa hal yang
18:11harus dihadapi
18:12seperti tadi
18:12sistem tadi
18:13itu kan
18:13ada beberapa
18:16kebutuhan-kebutuhan
18:17ada pengelolaan
18:17anggaran yang seringkali
18:18mungkin bupati
18:19hanya tanda tangan
18:20segala macam
18:21lalu kemudian
18:21tidak tahu menahu
18:22lalu kemudian
18:23itu juga bisa terjadi
18:24gitu ya
18:25atau rekannya
18:26yang selama ini
18:27membantu
18:27tiba-tiba kena kasus
18:28lalu dianggap
18:29uangnya sampai ke dia
18:30itu juga
18:31ada contohnya
18:33gitu
18:33nah oleh karena itu
18:35memang pada akhirnya
18:36pada akhirnya
18:37yang diuji paling akhir
18:38adalah sebetulnya
18:39di integritas pribadi
18:42itu yang
18:42saya lihat misalnya
18:44di kasus ASDP
18:45gitu ya
18:46orang bertanya-tanya
18:46kepada
18:47mertanyakan kepada KPK
18:49bagaimana mungkin
18:50ini jadi perkara
18:51memperkaya diri sendiri
18:52enggak
18:52orangnya juga
18:53enggak hidup
18:53tapi ada usur pidana
18:54masuk di sana
18:55ya dianggap
18:56iya iya kena kasus
18:57karena memang
18:58ada problem
18:59dalam menegakkan hukum kita
19:00yang sebetulnya
19:02menjadi banyak persoalan
19:04dan juga
19:04dikritik ya
19:05terutama penggunaan
19:06pasal 2 dan 3
19:07yang terlalu
19:08berlebihan
19:09karena itu semua
19:09bisa masuk
19:10dengan pasal 2 dan 3
19:11yang merugikan
19:12keuangan negara
19:13gitu
19:13ini menurut saya
19:14menjadi cahatan
19:15bagi penegak hukum
19:16tentu kita mesti
19:17lihat dulu prosesnya ya
19:18mestinya
19:21kalau terakhir
19:22kalau
19:22bupati-bupati ini
19:23katakanlah
19:24mereka tidak bersalam
19:25mereka menunjukkan
19:26bahwa dia tidak ada
19:27keinginan itu
19:28tidak ada mensrianya
19:29atau apa
19:29itu mesti harus jelas
19:31dengan integritas pribadinya
19:32oke
19:32tadi kan ada
19:33ada tiga
19:34hal
19:35ada yang memang
19:35inkonsisten
19:36tapi ada juga yang
19:37kena jebakan
19:38Batman
19:38ada yang tidak ada
19:39mensrianya
19:40tapi sebenarnya
19:41untuk pola
19:42yang memang
19:43ada korupsi di sana
19:44permainan anggaran
19:45misalnya
19:46atau jual-beli jabatan
19:47sebenarnya itu bisa dilakukan
19:48pencegahan atau tidak
19:49Pak Bima
19:50karena kan
19:50sebenarnya kalau
19:51Kemendagri
19:52di undang-undang
19:53tentang pemerintahan daerah
19:54itu ada salah satu
19:56kewenangannya adalah
19:57terkait dengan
19:57politik anggaran di sana
19:59untuk perizinan
20:00juga pengadaan
20:01barang dan jasa
20:01bisa melakukan pengawasan
20:02apakah bisa
20:03menggunakan
20:04instrumen ini
20:05mekanisme ini
20:06untuk melakukan pencegahan
20:07instrumen pencegahan itu
20:08banyak
20:09dan berlapis
20:11seringkali
20:12tumpang tindih
20:13begitu ya
20:14tetapi kan
20:15namanya aturan
20:16selalu saja
20:18ada celah
20:19ada ruang
20:20yang abu-abu
20:21begitu ya
20:22dan
20:23ya ujung-ujungnya
20:24saya kira
20:25komitmen
20:27dan
20:28apa ya
20:29karakter personal
20:32yang juga
20:32menentukan
20:33begitu ya
20:34dan
20:35sebetulnya
20:36menilai integritas itu kan
20:37bisa panjang
20:39gitu ya
20:40bukan saja dari
20:40LHKPN-nya
20:42tapi dari
20:43rekam jejak
20:44dan lain-lain
20:45begitu
20:45jadi ketika
20:46tergelincir pada
20:47satu persoalan
20:49maka
20:50publik bisa
20:51sama-sama
20:52mendalami itu
20:53apakah korban
20:55atau bagaimana
20:55begitu ya
20:56tapi yang ingin saya katakan
20:57Friska
20:58ya
20:59lagi-lagi ya
21:01kita ini harus
21:02terus-menerus
21:03melakukan itiar
21:04untuk
21:05berinovasi terhadap
21:06instrumen-instrumen
21:07aturan
21:08untuk pencegahan
21:10tadi
21:10seperti misalnya tadi
21:12untuk
21:13pansel
21:13untuk
21:15metode
21:15penunjukan
21:17kepala dinas
21:18apa yang bolong
21:19di situ
21:20satu-satu
21:20begitu
21:21nah
21:22apakah kalau
21:23OTT saat ini
21:24yang berlangsung
21:25punya pemadam kebakaran
21:26kalau kalau pencegahan
21:27itu sebetulnya
21:28ada-ada program
21:29menarik MCP tadi
21:30Monitoring Corruption
21:31for Prevention
21:32monitoring
21:33and corruption
21:34prevention
21:34yang dikerjasamakan
21:35antara
21:36KPK
21:37dengan Kependagri
21:38cuma masalahnya
21:39ini
21:39MCP itu
21:40hanya yang sudah
21:41jadi pasien KPK
21:42yang sudah kena kasus
21:43baru ada MCP-nya
21:45mestinya dari awal
21:47karena itu kan
21:48ada indikator-indikatornya
21:49artinya
21:50mana daerah-daerah
21:52yang perlu pengawasan
21:53khusus
21:53mana daerah-daerah
21:54yang katakanlah
21:55sudah lebih bagus
21:55itu yang menurut saya
21:56lebih-lebih bagus
21:58daripada
21:58survei integritas
21:59tadi yang
22:00memberi penghargaan
22:01kepada
22:01Walaikota Madion
22:03cuma sayang
22:05mekanisme itu
22:06hanya untuk
22:07daerah-daerah
22:09yang Bupatnya
22:09sudah kena
22:10kasus
22:11sementara yang
22:12belum kena kasus
22:13belum ada kasus
22:13tidak ada
22:15MCP-nya
22:15di situ
22:16ini yang menurut saya
22:16ada masalah
22:18misalnya OTT
22:18kalau OTT
22:19duluan dilakukan
22:20itu ya hanya
22:21hanya sebagai
22:23pemadam kebakaran
22:23artinya ada api dulu
22:24kelihatannya
22:25ada tindak pidananya
22:26baru dilakukan
22:26tidak menyelesaikan
22:28pangkal masalah
22:29oh iya
22:29saya kira
22:30tidak menyelesaikan
22:31masalah
22:31kan penegak hukum
22:32itu bekerja
22:33berdasarkan
22:33bukti-bukti
22:34karena tadi
22:35gak ada saluran
22:36orang melapor
22:36akhirnya
22:36langsung
22:37semua KPK
22:38ada kasus
22:41langsung diambil
22:41nah masalahnya
22:43mohon maaf
22:43KPK juga lagi bersaing
22:44dengan rejaksaan
22:45dan kepolisian
22:46ini kan
22:46lagi butuh ini
22:47dan sebetulnya
22:50OTT KPK ini
22:51jauh menurun
22:52dibandingkan
22:52sebelum revisi
22:53undang-undang KPK
22:54jadi ada
22:55keinginan juga
22:56menurut saya
22:56untuk menunjukkan
22:57berprestasi
22:58sehingga
22:59ketika ada kasus
23:01yang katakanlah
23:01matang
23:02buktinya lengkap
23:03informanya
23:04atau sumbernya
23:05cukup kuat
23:06mereka langsung
23:06melakukan
23:07penindakan itu
23:08dan seringkala itu
23:09tidak terkait juga
23:10dengan
23:11pencegahan
23:12nah ini yang
23:13yang ke depan
23:14mestinya ya
23:14mestinya
23:15penindakan itu
23:16hanya dilakukan
23:16ketika katakanlah
23:18daerah yang
23:19katakanlah
23:21Pak Awomen sudah kasih tahu
23:23gak nurut
23:23baru itu
23:24ini
23:25nah ini yang
23:26mismet
23:27antara penegakan
23:28dengan
23:28penegakan hukum
23:30dengan mencegahan
23:31ya kalau saya lihat
23:32memang
23:33gak bisa
23:35sektoral
23:37begitu ya
23:37kalau kita ingin
23:38kepala daerah ini
23:39bersih
23:39ya tentu kita ingin
23:41APH juga bersih
23:42kita ingin
23:44kepolisian juga
23:45punya integritas
23:46kejaksaan juga
23:47punya integritas
23:48gitu
23:48jangan sampai
23:50kemudian berpikir
23:50sektoral saja
23:51ya semua harus
23:52ada pembenahan
23:53gitu
23:54karena
23:55seringkali terjadi
23:56itu seperti
23:57lingkaran
23:58yang kemudian
24:00saling menjebak
24:01begitu
24:02saya
24:02yakin ya teman-teman
24:04kepala daerah
24:05sangat punya pengalaman
24:06bagaimana
24:07oknum-oknum itu
24:08juga turut
24:09terlibat
24:10dalam proses-proses
24:11seperti ini
24:12sehingga
24:13saling menjebak
24:14semuanya
24:14ya artinya
24:15kalau semuanya punya
24:16komitmen untuk
24:17membangun
24:18prinsip-prinsip
24:19pemerintahan yang bersih
24:20dan transparan
24:21maka ya langkahnya
24:23harusnya akan
24:23jauh lebih efektif
24:24artinya oknum itu
24:24penegak hukum
24:25ya
24:26ya selalu ada
24:28seperti itu
24:28jadi bukan hanya
24:30kepala daerah
24:31oknum itu ada
24:32dimana-mana
24:32namanya oknum gitu ya
24:33nah jadi itu yang
24:35saya bilang tadi
24:36ya ini harus menjadi
24:37komitmen semua dong
24:38nah sejauh ini
24:39apa yang sudah dilakukan
24:40antar lembaga
24:41agar ya dari
24:42kepala daerahnya
24:43tapi dari penegak hukum
24:44juga punya komitmen
24:45ya saya kira
24:45keteladanan
24:47gini
24:47integritas itu kan
24:49integrated ya
24:51lisan
24:52kebijakan
24:52tindakan semua
24:53jadi kalau pimpinannya
24:54bilang jangan korupsi
24:56semuanya ke bawah
24:57jangan sampai
24:58pimpinannya bilang
24:59jangan korupsi
25:00tetapi kemudian
25:01bawahnya masih ada
25:03ruang untuk main
25:04saya gak bilang
25:06siapa
25:07dan dimana
25:08lembaga apa
25:09tapi ini menjadi
25:10tugas bersama
25:11itu
25:12jadi jangan sampai
25:12kemudian
25:13lisan-lisan
25:15anti korupsi itu
25:16retorika-retorika
25:17anti korupsi itu
25:18menjadi gak bermakna
25:19karena kehilangan
25:21kemudian
25:21contoh-contoh
25:23nyatanya
25:23kehilangan
25:25konsistensinya
25:26itu menurut saya
25:27salah satu
25:27jadi persoalan
25:28termasuk iya-iya aja
25:30di retret
25:31misalnya sudah disampaikan
25:32langsung oleh
25:33Presiden Prabowo
25:33bahwa integritas itu
25:34nomor satu
25:35kepala daerah harus
25:36menjaga integritas
25:37tapi pada praktiknya
25:38masih banyak juga yang nakal
25:39kepala daerah
25:40begitu saya
25:43menerima mandat
25:45saya sudah
25:45bertekad
25:47untuk melawan
25:49korupsi
25:50menyalawan
25:51perampokan
25:52kekayaan negara
25:54oleh siapapun
25:55dimanapun
25:56karena sudah lama
25:58sudah lama
25:59Republik kita
26:00mau dirusak
26:01setiap lembaga
26:02setiap organisasi
26:03dirusak
26:05oleh koruptor-koruptor
26:06nyogok
26:07pejabat
26:09di setiap eselon
26:10ini harus kita lawan
26:14dan ini akan kita lawan
26:15dan ini sedang kita lawan
26:17maraknya kasus korupsi
26:20yang dilakukan kepala daerah
26:21menjadi bukti bahwa
26:22pembinaan dan komitmen
26:23pemberantasan korupsi
26:24masih gagal hingga saat ini
26:25lalu apakah ini cukup
26:26menjadi tamparan
26:27bagi pemerintah
26:28saya masih bersama dengan
26:29Wakil Menteri Dalam Negeri
26:30Bima Arya
26:31dan Seksyen Transparency
26:32International Indonesia
26:33dan Nangwido Yoko
26:34Pak Bima
26:35tadi
26:36Pak Prabowo
26:37Pak Presiden
26:38tidak hanya dalam kesempatan
26:39tadi di Kejelasan Agung
26:41tapi sebelumnya pun
26:42di retret
26:42bahkan sudah menyampaikan
26:44ke depan kepala daerah
26:45mengingatkan soal integritas
26:47apakah artinya
26:48retret belum efektif
26:49untuk itu
26:50apa yang membuat
26:51pada praktiknya
26:52masih banyak yang bandel
26:53dalam sidang-sidang kabinet
26:56itu
26:58kata-kata
27:00pemberantasan korupsi
27:02pemberantasan yang bersih
27:04itu adalah
27:04diksi yang seringkali
27:06diulang oleh Presiden
27:06dan
27:08kalau kita melihat
27:09pola yang ada sekarang
27:11dan fenomen yang terakhir terjadi
27:13ya kita kan melihat
27:15bagaimana sebetulnya
27:16pemerintah ini
27:17tidak pandang bulu
27:18walaupun
27:20misalnya
27:22kader
27:23dari partai pemerintah
27:25kalau memang
27:26terkait dan tersangkut
27:28begitu dan terlibat
27:29maka
27:30perlakuannya sama
27:31saya merasakan
27:33komitmen Presiden itu
27:34sangat kuat
27:36disitu
27:36disitu pula lah
27:38ketika kita
27:38memadakan retret
27:39itu
27:40kita disampaikan
27:42target-target tadi
27:43tapi kan
27:45yang namanya
27:46pembinaan
27:47tidak cukup
27:48sekali dua kali
27:49gak bisa
27:50kita mengharapkan
27:51apa
27:52taklimat dari Presiden
27:54kemudian
27:55apa yang dibukali
27:56di retret
27:56itu
27:57menjadi pengingat
27:59yang sempurna
28:00kan gak bisa
28:00artinya
28:02semuanya harus
28:03secara sistemik
28:04secara kultural
28:05bersama-sama
28:06nah saya lebih
28:07melihat bahwa
28:08kita sangat perlu
28:10untuk memunculkan
28:11figur-figur
28:13yang justru
28:14antitesis
28:15dari kasus-kasus ini
28:17ada
28:18Bung Hatta Award
28:19yang saya kira
28:19pemenangnya itu
28:20sangat dihormati
28:22misalnya
28:22dan
28:24lebih banyak lagi
28:25kita perlu sosok-sok itu
28:26itu yang kurang
28:26karena
28:27rasanya
28:29itu menjadi penyeimbang
28:30karena kita perlu
28:31role model juga
28:32jadi
28:33mainstream yang positif
28:35inilah
28:35yang juga harusnya
28:36bisa kita
28:36bangun
28:37di samping
28:38tindakan-tindakan tadi
28:39bagaimana agar
28:41instruksi Presiden
28:42taklimat Presiden ini
28:43bisa diterjemahkan
28:44betul
28:45oleh
28:45anak buahnya
28:46di daerah
28:48nah ini yang kemudian
28:49menjadi tantangan
28:50pertama yang perlu
28:50kita cermati
28:52dengan
28:52dengan
28:53kritis itu
28:54sebetulnya adalah
28:55itu tadi
28:57Dato Presiden kan
28:58di balik
28:59di belakang
28:59apa di belakangnya itu
29:00kan tumpukan uang ya
29:01yang itu
29:02sebenarnya kita pertanyakan
29:03karena mana ada hari ini
29:05soal pakai uang cash
29:06itu kan pinjem uang
29:07lalu kemudian dipotong
29:08lalu selesai
29:08menjadi background
29:09nah konsepsinya itu kan
29:12seperti ada uang negara
29:13kemudian
29:13di
29:14diambil gitu ya
29:16sementara
29:16korupsi itu
29:18bentuknya bisa
29:19bermacam-macam
29:21gitu ya
29:21yang kasus OTT ini kan
29:23kalau yang parti itu kan
29:25seperti pemerasan ya
29:27orang yang mengenai
29:28dapatkan jabatan
29:29dia diambil
29:31diambil uangnya
29:31di
29:32diminta nyetor
29:33di berapa daerah
29:35seperti itu
29:35kalau di Madiun
29:37kita masih belum
29:38belum dapat informasi
29:39yang cukup lengkap
29:40tetapi kabarnya
29:41dari fee dari projek
29:44atau
29:44atau dana-dana
29:46CSR segala macam
29:47yang ngambil
29:47itu seperti penyuapan
29:49kalau-kalau itu
29:50jadi ininya bisa
29:51bisa-bisa
29:52bermacam-macam
29:53nah
29:54yang disampaikan
29:55Presiden ini
29:56baru sekedar
29:57penegakan hukum saja
29:58dan menurut saya
29:59sangat kurang
29:59dan justru berbahaya
30:00jika pemerasaan korupsi
30:02hanya mengandalkan
30:03penegakan hukum
30:04karena ini bisa rawan
30:05disalahgunakan
30:06gitu ya
30:07saya gak tahu
30:08kalau-kalau kasus OTT
30:09barangkali
30:09kasusnya mungkin
30:11cukup kuat
30:12kalau mungkin
30:13seandainya ada
30:13rekaman
30:14tapi nanti kita lihat
30:16karena
30:16yang dibanyak kasus itu
30:18seringkali
30:19bukti-buktinya itu
30:20kemudian
30:21banyak dipertanyakan
30:23gitu ya
30:24seringkali menggunakan
30:25pasal 2 dan 3
30:26yang
30:27pokoknya
30:28asal ada kerugian negara
30:29lalu kemudian
30:30diambil gitu ya
30:31tanpa
30:32ada mensrianya
30:33bahkan
30:34ada tanpa
30:34ada kerugian negaranya pun
30:36bisa diambil gitu ya
30:37dijadikan tersangka
30:38ini karena
30:39jika kita fokus
30:40kepada penegakan hukum
30:42yang kita
30:42harapkan kan
30:44penegakan hukum perlu
30:44tapi tadi
30:45kalau belajar
30:46di swasta ini kan
30:47ini seharusnya
30:48langkah terakhir
30:48harusnya
30:49pencegahannya
30:50ini yang kemudian
30:51dikedepankan
30:52dan ini yang banyak hal
30:53yang belum kita kerjakan
30:54gitu ya
30:55tadi kita
30:56kita belum disekankan juga
30:57misalnya
30:57mengapa ini berulang terus
30:59gitu kan
31:00satu faktor pendorongnya
31:01adalah soal
31:02soal politik
31:03betul
31:03ongkos politik mahal
31:04tapi kan
31:05puluh pemutamanya
31:06bukan sekedar ongkos
31:06tapi bagaimana
31:08kita berbaiki partai politiknya
31:09ini yang
31:10yang justru
31:10tidak ada singgung ini kan
31:11karena kita fokusnya
31:13hanya penegakan hukum
31:14karena fokusnya OTT nya itu
31:15saya kira komen sedikit
31:16tentang
31:16kalau saya melihatnya mas
31:19pendagakan hukum itu
31:21hari ini
31:22penting untuk
31:23dikedepankan
31:24kenapa
31:25karena harus ada
31:27cyber
31:28gitu ya
31:28harus ada
31:29efek-efek
31:31yang menunjukkan
31:32bahwa
31:33ini serius loh
31:34jangan main-main
31:35begitu
31:35jadi kalau kami
31:37melihatnya
31:37apa yang disampaikan
31:39diksi
31:40gesture
31:41ilustrasi
31:43ini pesannya kuat
31:44bahwa hari ini
31:45pemerintah
31:46total football
31:48ini untuk
31:49menutup
31:51atau memperkecil
31:51ruang bermain tadi
31:52tapi saya pun
31:53sepakat dengan Mas Danang
31:54bahwa di samping
31:55penegakan hukum
31:56ini upaya membangun
31:57sistem ini penting
31:58saya kasih contoh
31:59satu hal ya
31:59itu kan salah satu
32:01kepala dari itu
32:01tersangkut kasus CSR
32:02CSR ini celahnya
32:04besar sekali
32:05untuk korupsi
32:06karena gak diatur
32:07sistemnya
32:09seharusnya kan
32:10kalau di daerah itu
32:10ada forum CSR
32:11nah forum CSR ini
32:13melibatkan
32:14banyak pihak
32:15ada pertanggung jawaban
32:16kepada pemerintah daerah
32:17dikontrol bersama-sama
32:19dikaitkan
32:20menunya itu
32:21dengan
32:21kebutuhan daerah
32:22jadi daerah itu
32:24perencanaannya bagaimana
32:25mana yang bisa
32:26didanai oleh CSR
32:27CSR dari mana
32:28jumlahnya berapa
32:28jadi kayak
32:29masuk dengan
32:30rencana APBD
32:31jadi bukan
32:33misalnya nih
32:34dinas tertentu
32:35atau
32:35kapal daerahnya
32:37telepon
32:37telepon
32:38BPD
32:40atau korporat
32:41gitu
32:41tolong CSR untuk
32:42kegiatan ini
32:43itu bisa gak jelas
32:44itu barang
32:45nah di kota-kota
32:46ada forum CSR yang melembaga
32:48ini salah satu contoh saja
32:49nah kalau sudah
32:50forum CSR
32:51maka ruang permainan itu
32:52tertutup
32:53bukan tertutup ya
32:53lebih mengecil
32:54kira-kira begitu
32:54sama
32:55ketika ada
32:56digitalisasi
32:57ketika ada
32:59pembayaran
32:59non-tunai
33:00menutup juga
33:02untuk permainan-permainan
33:03cash
33:04tadi
33:05yang membuka ruang
33:07untuk
33:07perhatian korupsi
33:08kalau celahnya sudah tahu
33:09tadi ya
33:10CSR misalnya
33:12atau tadi
33:12digitalisasi
33:14untuk menutup ruang-ruang
33:15cash
33:16untuk tukar-menukar
33:17dalam
33:18swap
33:18kenapa sampai sekarang
33:20masih itu
33:20masih tidak dilakukan
33:21untuk pencegahannya itu
33:22kan gak bisa dipukul rata
33:24ada daerah yang sudah
33:25cukup kuat
33:26misalnya saya tadi
33:27baru dari Surabaya
33:28luar biasa
33:29digitalisasi pemerintahnya
33:31cukup maju
33:32semuanya
33:33rasanya sudah
33:34mengarah kepada
33:35non-tunai di sana
33:36tapi banyak daerah
33:38yang masih terlambat
33:38mungkin karena SDM-nya
33:41mungkin jadi karena
33:42komitmen kepada daerah
33:43begitu
33:44jadi gak bisa kita
33:44memukul rata
33:45kita harus lihat
33:46satu-satu persoalannya apa
33:47nah harusnya kan
33:48kita sama-sama kerjasama ya
33:50Mas Tanang ya
33:50ICW, Kemendagri semua
33:53memenuhi sistem itu bagaimana
33:54seperti contohnya sekarang
33:56Kemendagri sedang
33:57berusaha
33:58memperkuat sistem
33:59integritas partai politik
34:01kan partai politik ini
34:02setiap tahun kan
34:03kita kasih bantuan politik
34:05tapi itu
34:06harus diri dengan
34:07penguatan sistem
34:07integritasnya
34:08jadi mereka bisa
34:09menurut tanggung jawabkan itu
34:10nah ini kami
34:11dibantu gitu loh
34:12oleh NGO-NGO
34:13gimana sih konsepnya
34:14oleh KPK
34:16misalnya
34:16bagus dari ICW
34:18nah saya kira
34:18kalau kita terus berkolaborasi
34:20untuk membangun sistem-sistem tadi
34:22maka ruang-ruang
34:23untuk korupsi itu
34:24akan semakin kecil
34:25nah menutup ruang korupsi itu
34:27itu yang menurut saya
34:27saya lagi mau sampaikan itu
34:29yang
34:29sistem integritas partai politik
34:31jadi itu
34:31inisiatif lama
34:33malah sejak
34:34saya di transparansi
34:36internasional itu
34:36tahun
34:372020 itu
34:38pertama-tama itu
34:39saya masih ingat kami
34:40diskusi dengan KPK
34:41sistem integritas partai politik
34:43jadi
34:43problemnya itu
34:45di partai politik gitu
34:48jadi politik mahal
34:50iya
34:51tapi ada masalah lain
34:52di partai politik
34:53yang mau dibenahi
34:55dengan sistem integritas partai politik
34:57itu bukan
34:57akuntabilitas pendanaan politik
34:59lalu kemudian
35:00rekrutmen
35:00lalu kemudian
35:02kode etik
35:03dan berapa aspek
35:04yang lainnya
35:05nah ini yang
35:06yang ternyata
35:07tidak mudah
35:08prakteknya
35:08karena
35:09tentu
35:10partai politik juga
35:11tidak cukup
35:12memberikan dukungan
35:13malah di kemedagri
35:15yang sepertinya
35:15agak lambat juga
35:16karena ketika kami
35:18usulkan untuk mendorong itu
35:20kami
35:20waktu itu dengan KPK
35:21sudah diskusi dengan
35:22KMNQ
35:23gak ada masalah
35:23dengan KSP juga
35:25mendukung gitu
35:26tapi dengan kemedagri
35:27cukup lama
35:28tahun 2020
35:292010
35:30sekarang kita percepat
35:31ya
35:32maksudnya ada hambatnya
35:33waktu itu apa hambatannya
35:34yang menunggu undang-undang
35:35kami nyeplak sana aja
35:36undang-undangnya aja dulu
35:37menunggu undang-undang
35:39sampai kapan kita
35:40gak tahu gitu ya
35:41padahal
35:42soal
35:42integritas partai politik
35:44hanya bisa
35:44waktu itu cukup diselesaikan
35:46dengan Perpres atau PP
35:47itu sudah cukup
35:48tidak harus menunggu
35:48revisi undang-undang politik
35:50yang membutuhkan
35:51kesepakatan politik
35:52dari berbagai
35:52karena panjang sekali
35:53oh panjang sekali
35:54lambat sekali pada waktu itu
35:56mudah-mudahan
35:57ada Pak Wamen disini
35:58segera dipercepatin
35:59karena dulu
36:00hambatannya di kemedagri
36:01bisa dipercepat
36:02bisa dipercepat
36:02gak Pak Wamen
36:03iya kok kita
36:04tapi kan gini
36:05semuanya kan harus kita
36:06sesuaikan juga
36:07dengan rencana
36:09untuk
36:09revisi undang-undang
36:11pemilu
36:12undang-undang partai politik
36:13agar
36:13semuanya
36:14apa ya
36:15ada harmonisasi disitulah
36:16nyambung semuanya
36:17gitu
36:18dan tidak
36:19mudah juga
36:20untuk
36:21menentukan
36:22apa namanya
36:23kriteria-kriterianya tadi
36:24ya parameter-parameternya
36:26besaran nilainya
36:26dan lain-lain
36:27dan kalau
36:28bicara soal
36:29integritas juga
36:30sejauh ini apa sih sebenarnya
36:31integritas partai politik
36:32selain yang tadi disampaikan
36:33hambatan aturannya juga
36:34belum selesai
36:35apalagi sih yang masih
36:36jadi celah sih
36:37Mas Danang
36:37dalam pelaksanaannya
36:38ya salah satu problem
36:39dengan integritas ini
36:40kan sebetulnya terkait juga
36:41tadi
36:42integritas kepadara
36:43juga gak bisa lepaskan
36:44dengan integritas partai politik
36:45gak diselesaikan
36:47itu program besar
36:48di KPK
36:48waktu itu bersama LIPI
36:49sebelum jadi BRIN
36:50itu proyek lama
36:51dimana saya
36:52berapa kali terlibat
36:53itu bukan cuma
36:55akuntabilitas
36:55dan transparansi
36:57dan politik
36:57tetapi juga soal
36:58demokratisasi internal
37:00ini yang sering juga
37:01menjadi persoalan
37:02di partai politik
37:03yang kan di partai politik
37:05itu jadi
37:05mengapa biaya politik
37:07mahal kan bukan cuma
37:08soal pembelian juara
37:10tapi juga membeli
37:11membeli dukungan
37:12dari partai
37:13juga ongkos
37:13dan itu
37:14itu yang
37:15membuat
37:16sebetulnya
37:16selain
37:17akuntabilitas keuangan
37:19juga
37:20demokratisasi yang tidak berjalan
37:21belum lagi kemudian
37:22rekrutmen
37:24dan kaderisasi
37:25yang tidak berjalan
37:25karena partai cenderung
37:26mengambil
37:27orang yang punya uang
37:29bukan mendidik kadernya
37:30itu yang
37:30proses-proses yang
37:31tidak berjalan
37:32nah mestinya
37:33dengan penambahan
37:35katakanlah
37:35bantuan negara
37:36dengan dukungan
37:38dari kemedagri itu
37:38bisa berjalan
37:39memaksa partai politik
37:40memberikan inisiatif
37:41nih
37:42partai yang sudah
37:43memenuhi standar itu
37:44lebih demokratis
37:46punya kode etik
37:47dan didekatkan
37:48kode etiknya
37:49transparan dan akuntabel
37:50soal pendanaan politik
37:52rekrutmen
37:53yang terbuka
37:54dan kaderisasi yang berjalan
37:55harusnya mendapat lebih
37:57gitu dari
37:57bantuan negara
37:58nah ini yang
37:59masih belum berjalan
38:00hingga sekarang
38:01bisa gak ini dilakukan
38:02Pak Wame
38:03saya masih bersama dengan
38:07Wakil Menteri Dalam Negeri
38:08Bima Arya
38:08dan Seksyen Transparency
38:09International Indonesia
38:10Danang Wido Yoko
38:11tadi soal integritas
38:13partai politik
38:13apa yang bisa didorong
38:14pemerintah soal itu
38:15nah
38:16ini yang saya bilang
38:17hulunya
38:18ya
38:19preemptive
38:20preventive-nya
38:21jadi
38:22gini
38:23kenapa ada korupsi
38:25karena kepala daerahnya
38:27tidak punya integritas
38:29kenapa punya
38:30tidak punya integritas
38:32karena mungkin
38:34cara memilihnya
38:38ataupun
38:39kaderisasinya
38:41tidak jalan
38:41kenapa
38:42cara memilihnya itu
38:44gak sesuai dengan
38:45prinsip-prinsip
38:46anti korupsi
38:47dan krisering gak jalan
38:49ya karena partai politiknya
38:51perlu dibenahi
38:51bagaimana membenahi
38:53partai politiknya
38:54ya membuat partai politik itu
38:55mandiri secara
38:56finansial
38:57satunya
38:58caranya bagaimana
39:00ya ini
39:00ini
39:01kita kan
39:02sistem politik kita
39:03banyak sekali
39:04terinspirasi dari
39:05negara-negara di Eropa
39:06sebetulnya
39:06nah disana
39:07state funding itu kuat
39:09jadi negara punya
39:10komitmen
39:11untuk membuat
39:12fungsi-fungsi partai
39:13berjalan
39:14jadi
39:15ada bantuan dari negara
39:17agar
39:17subsidi dari negara
39:19agar partai itu
39:20berjalan
39:20agar partai itu
39:22bisa melakukan
39:22kandarisasi
39:23bisa advokasi
39:25bisa juga
39:26pendidikan politik
39:27nah sekarang kan
39:28kita gak jalan itu
39:29kebanyakan
39:31ya partai itu
39:33fight sendiri
39:33ya berbahayanya kan
39:35ketika partai itu
39:35tidak mandiri
39:36nah ketika subsidi negara ini
39:38masuk
39:38maka
39:40semestinya
39:40akan meringankan partai
39:42kemudian fungsi-fungsi
39:42jalan
39:43sehingga kemudian
39:44munculah kandarisasi
39:45munculah kandarisasi
39:47berkualitas
39:47untuk pilek
39:48untuk pilkada
39:49dan lain-lain
39:49ke situ juga
39:50sebetulnya
39:51tapi tidak mudah
39:52kemudian
39:53untuk memastikan
39:54bahwa
39:55apa yang diberikan
39:56partai kepada
39:57apa yang diberikan
39:58negara kepada partai
39:59itu digunakan
40:00sepenuhnya
40:01untuk penguatan
40:02fungsi partai politik
40:03nah pertanggung jawabannya
40:04itu seperti apa
40:05kalau pun ada
40:05pertanggung jawabannya
40:05seperti apa
40:06dan bagaimana
40:08mereka melakukan
40:09kegiatan itu
40:10sehingga
40:11tepat sasaran
40:12dan memilih
40:13misalnya
40:14siapa yang akan
40:15jadi calon
40:16kepala daerah
40:16perlukah
40:17melibatkan
40:18KPK
40:19kita pernah
40:20waktu itu
40:20rekam jejak
40:21menteri
40:21ditris oleh
40:22KPK
40:23apakah ini juga
40:23perlu jadi
40:24satu syarat
40:25untuk
40:26dicalonkannya
40:27kepala daerah
40:27sebetulnya kan
40:28itu bagian dari
40:29proses pemilihan
40:30kalau track recordnya
40:31bagus
40:31mestinya
40:33dia
40:34dan tidak ada
40:35perkara
40:35tidak ada kasus
40:36mestinya
40:37dia akan
40:37mendapatkan
40:38dukungan
40:39untuk dipilih
40:41tapi masalahnya
40:42itu kan
40:42yang tidak berjalan
40:44jadi
40:44sekali lagi
40:45problemnya itu
40:46kalau terkait
40:48misalnya
40:48kepala daerah
40:49itu bukan
40:50bukan sekedar
40:51biaya mahal
40:51tapi integritas
40:52partai politik
40:52bagaimana dia
40:53merekrut
40:55dan juga
40:55mempromosikan
40:56artinya tentu
40:57dia harus cari tahu
40:58ini orang
40:58punya masalah
40:59enggak
40:59bukan sekedar
41:00duitnya aja
41:01yang diintip
41:02ke depan
41:03dia bisa memimpin
41:04apa enggak
41:05ini yang seringkali
41:06ini yang tidak berjalan
41:08dan tidak mudah juga
41:09karena tidak semua partai
41:10bulat memberikan dukungan
41:12banyak partai yang
41:13agak-anggan
41:14kalau dibantu negara itu
41:17jangan sepenuhnya
41:19kira-kira seperti
41:20jadi menawar
41:21kalau bisa sedikit aja
41:22jadi itu yang saya kira
41:24tantangannya itu
41:25selain mengkoordinasikan
41:28di birokrasi tadi
41:29mudah-mudahan
41:30kemenegeri
41:30sudah bisa cepat
41:31nah di partainya
41:32ini juga tidak
41:33tidak bulat
41:34tidak semua partai juga
41:35memberikan cukup dukungan
41:36untuk peningkatan
41:38bantuan keuangan
41:39dari negara
41:40itu yang jadi
41:41PR berikutnya nih
41:42ada satu hal
41:44sebetulnya
41:45Friska
41:45kita kan banyak
41:46bicara tentang
41:47instrumen negara
41:48regulasi
41:50tetapi
41:51di luar negara
41:53menurut saya
41:54peran civil society
41:55juga sangat penting
41:56dulu
41:57saya ingat sekali
41:58ada masanya ketika
41:59NGO
42:01kemudian
42:02pengat pemilu
42:03itu mempublis
42:04rekam jejak
42:05para politisi
42:07atau calak-calak
42:08jadi publik itu
42:10kemudian tertarik
42:11untuk mendalam itu semua
42:12itu saya lihat
42:15sekarang agak berkurang
42:16sebetulnya
42:16gak tahu kenapa
42:18mungkin Mas Danang
42:18bisa jelaskan ya
42:19tapi
42:20bolong-bolong
42:23atau kekurangan
42:23di sistem negara ini
42:26semestinya juga bisa
42:28ditambal gitu ya
42:30dengan penguatan
42:31civil society
42:32yang memainkan
42:34peran-peran
42:35pengawasan
42:36dan edukasi tadi
42:37ya kalau hari ini
42:38partai politik
42:38masih kedodoran
42:39untuk melakukan
42:40fungsi pendidikan politik
42:41ya dilengkapilah
42:42gitu
42:43seharusnya kan itu
42:44oleh KPU
42:46atau
42:46Bawaslu
42:47gitu misalnya
42:48nah tetapi
42:49kalau itu dirasakan
42:50masih kurang menyentuh
42:51kan seharusnya
42:52bisa nih
42:53nah kalau dulu
42:54memang banyak
42:55donor-donor
42:56yang masuk ke sini
42:57untuk pendidikan politik
42:59untuk
43:00kesadaran pemilih
43:02itu banyak donor-donor
43:03sekarang udah gak ada
43:04atau udah jarang lah
43:06gitu ya
43:06ya mungkin karena
43:07dianggap demokrasi kita
43:08sudah matang
43:08tapi ini masih penting
43:10masih penting
43:11jadi kemudian
43:12akan
43:14menggiring
43:16membawa
43:17pemilih
43:18lebih aware
43:19untuk
43:20menjatuhkan pilihannya
43:21kepada orang-orang
43:21yang berintegritas
43:22nah kalau
43:22kemendagri bagaimana
43:24mendorong ini
43:24untuk memberikan
43:25pendidikan politik
43:26misalnya
43:27oh kita ada
43:28di Dirjen Polpum
43:29misalnya
43:30itu ada
43:31pembinaan kebangsaan
43:33dan lain-lain
43:33tapi lagi-lagi
43:34ini kita harus secara detail
43:36memastikan
43:37metodenya tepat
43:37ya hari ini kan
43:39kita melakukan
43:40sosialisasi
43:41empat pilar
43:42kuasaan kebangsaan
43:43harus disesuaikan
43:45dengan algoritme
43:45kekinian
43:46kalau gak
43:47nyampe juga
43:48begitu ya
43:48gak nyampe
43:49ya kalau saya melihat
43:50misalnya
43:51komika
43:52stand up
43:54gitu ya
43:54itu
43:56salah satu pendidikan politik
43:57sebetulnya
43:58oke
43:58nah tapi dari
43:59civil society
43:59apa yang bisa didorong
44:00untuk mengawasi
44:01sekaligus juga
44:02untuk membuka
44:03oke ini siapa saja
44:04calon-calon kepala daerah
44:05yang memang punya integritas
44:06apa saja track recordnya
44:08sejauh ini sudah berjalan
44:09atau memang tidak
44:09digubris juga oleh
44:11partai politik
44:11ya sebetulnya
44:13proses itu
44:13dilakukan
44:16di semua tingkat ya
44:17artinya
44:17kalau kita melihat
44:20civil society itu kan
44:21luas ya
44:22bukan cuma
44:22organisasi non-pemerintah
44:24tapi juga ada
44:25akademisi
44:26ada media
44:27itu itu
44:28saya kira
44:29di semua tingkatan
44:30ketika
44:30baik di provinsi
44:32maupun di kabupaten kota
44:33itu pasti aktif
44:34melakukannya
44:35ketika ada
44:35ada
44:36pemilu
44:39atau pilkada
44:40makanya jangan dihapus tuh
44:41pilkada
44:41langsung
44:42karena itu
44:43mematikan sebetulnya
44:44peran dan dinamika
44:46masyarakat sipil
44:47untuk memberikan informasi
44:48gitu ya
44:49artinya
44:50informasi itu
44:50yang terus sampaikan
44:51jadi
44:52tapi masalahnya
44:53jadi tidak mudah
44:55karena
44:55partai punya
44:57preferensi lain
44:58terus kemudian
45:00juga ada
45:01praktik
45:02praktik money politik
45:03itu kan
45:03yang melakukan
45:04pertama-tama adalah
45:05politisi
45:06dan
45:06studi yang sering
45:08banyak dirujuk
45:09dari Punahuddin Mutadi
45:10itu yang
45:10penerima utama
45:11money politik
45:13adalah
45:13para pemilih
45:14yang punya
45:15parti ID tinggi
45:15yang punya kedekatan
45:16dengan partai politik
45:18jadi balik-balik lagi
45:19ini
45:19problem PR terbesar kita
45:21adalah bagaimana
45:22integritas
45:22partai politik
45:23sekarang kalau bolak-balik
45:24bolak-balik
45:25tapi kan untuk
45:25kepala daerah
45:27yang terpilih
45:27ini sudah-sudah
45:28berjalan
45:28agar tidak terjebak
45:30kejebakan
45:30Batman
45:31kita gak lihat lagi
45:32gak diskusi lagi
45:33soal OTT dalam
45:33waktu dekat ini
45:34apa sih sebenarnya
45:35yang harus dilakukan
45:36Pak Bima
45:37untuk kepala daerah
45:38menghindari tadi
45:39jangan sampai
45:40kayak rasin rulet
45:40lah
45:41tunggu giliran
45:42siapa yang terjebak
45:43eh dia kena OTT lagi
45:44pemimpin itu kan
45:46sumber-sumber
45:48recruitmentnya itu
45:49variatif
45:50ada jalur partai
45:52ada jalur birokrasi
45:54ada juga
45:55jalur
45:56misalnya
45:57swasta
45:58begitu ya
45:59nah menurut saya
46:00kanal-kanal inilah
46:03yang harus kita
46:04benahi bersama-sama
46:05tadi kita panjang lebar
46:07bicara
46:07kanal dari partai politik
46:09itu kita benahi
46:10antara dengan
46:11SIPP
46:12tapi kan
46:13birokrasi juga
46:14sumber recruitment juga
46:15bagaimana
46:16membenahi ini
46:17ini urusan PAN-RB
46:19urusan BKN
46:20dan lain-lain
46:21begitu
46:21kemudian swasta
46:23Mas Danang tadi
46:24banyak bicara swasta
46:24swasta ini sebenarnya
46:25jauh lebih advance
46:26begitu ya
46:27tapi kemudian sekarang
46:28makin sedikit sekali
46:29gitu
46:29yang dari swasta
46:30mau terjun
46:31ke sini
46:32ya karena
46:33situasi politik
46:34yang semakin menantang
46:35begitu ya
46:35jadi yang ingin saya katakan
46:37adalah
46:37ya kita harus
46:39masing-masing bedah
46:41sumber recruitment
46:42kardisasi
46:43kepemiliran bangsa
46:44ini dari mana saja
46:44dan sama-sama
46:45itu pekerjaan kita
46:46kalau dari
46:47kalau saya spesifik saja
46:49jadi pertama
46:50menurut saya
46:51Pak Awamen
46:52perlu memperkuat
46:53inspektoratnya
46:54buat
46:55kanal khusus
46:56untuk ke
46:57inspektorat di
46:58kemenanggiri
46:58kalau ada masalah
46:59bisa kirim
47:00inspektoratnya
47:01untuk ngecek
47:01jadi orang bisa lapor
47:02gitu
47:02jadi gak harus
47:03kepenegakan hukum lah
47:04gitu ya
47:05langsung ditangani
47:06oleh kemenanggiri
47:06saya belum tahu persis
47:07bagaimana
47:08aturan kemenangannya
47:09tapi tolong disiapkan
47:10itu ya
47:10itu yang menurut saya
47:11bisa dilakukan
47:12kemudian
47:12karena itu
47:13tentu tidak mudah
47:15tidak mudah
47:16karena butuh biaya besar juga
47:17makanya prioritasnya
47:18prioritasnya apa
47:19lihat program MCP
47:20dengan KPK tadi
47:21prioritas kan yang
47:22MCP nya
47:23rendah skornya
47:24gitu
47:25karena di MCP itu kan
47:26mereka mengukur soal
47:27mengukur soal
47:28pengadaan barang dan jasa
47:29ini terbuka apa tidak
47:30mengukur bagaimana
47:31rekrutmen
47:32ASN nya
47:33promosi dan mutasinya
47:34di MCP itu ada
47:35indikator-indikatornya
47:36fokus saja
47:37daerah-daerah yang
47:38rawan untuk mulai
47:39jadi
47:39kalau ada
47:40itu
47:41ada tim yang bisa
47:42dipercaya
47:42katakanlah masyarakat
47:43bisa percaya bahwa
47:44itu bisa dibenahi
47:45tentu
47:46kita bisa
47:47bisa
47:47mencegah langsung
47:50praktek korupsi
47:51sepakat
47:51gitu
47:52tapi mas
47:53itu kan MCP
47:53sebetulnya untuk semua
47:55tapi memang
47:56harus jadi atensi
47:57daerah-daerah yang kita
47:58anggap rawan tadi ya
47:59terutama ada daerah-daerah
48:01yang langganan
48:02korupsi
48:03kepada daerahnya itu
48:04berulang kali
48:06bisa 3-4 kali
48:08periode
48:08kuadera
48:09nah itu harus jadi
48:10pasien khusus
48:11saya sepakat
48:11MCP itu harusnya
48:12fokus ke sana
48:13dan tadi kanal aduan
48:14langsung ke Kemendagri
48:15bisa kan di
48:16bukan ke Kemendagri
48:17itu ada
48:17lapor itu loh
48:18lapor itu ya
48:19silahkan bisa lapor ke sana
48:20tapi prosesnya
48:21tapi prosesnya
48:22panjang tadi kata
48:22saya pernah pakai
48:24dan tidak puas
48:25kalau straight to Kemendagri
48:27yang urusan dengan
48:28yang OTT hari ini
48:30ini kan sebenarnya
48:30dengan Kemendagri
48:31langsung
48:31inspektorat bisa
48:33langsung turun
48:34kalau ada
48:34promosi mutasi
48:36yang bermasalah
48:37karena yang
48:38yang kasus di Pati
48:39itu kan
48:39desa
48:41yang di Ponorogo
48:42sebelumnya itu
48:42yang kepala dinas ya
48:44direktur rumah sakit
48:45waktu itu
48:45yang harus
48:46memang
48:47ya boleh aja
48:48ada langsung gitu
48:49tapi kan gini
48:50kita gak mau juga
48:51warga itu bingung
48:52ini
48:53kalau kebakaran
48:54ngadunya ke nomor ini
48:55kalau ada bencana
48:57ke nomor ini
48:58ada korupsi
48:58jadi banyak banget
48:59nah ini memang
49:00harus kita pikirkan
49:01ya compliance system
49:03kanal aduan
49:04yang memang
49:05memudahkan warga
49:06nanti kita telusuri deh
49:07yang lapor itu
49:09sebetulnya
49:10bottleneckingnya
49:11sumbatannya di mana
49:12begitu
49:13yang jadi solusi
49:14kedepannya
49:15tidak hanya soal
49:15penegakan hukum
49:16operasi tangkap tangan
49:18saja
49:18tapi juga preventifnya
49:19itu betul-betul
49:20harus dibenahi
49:21dari berbagai sisi
49:22jangan sampai ada
49:22kecolongan lagi
49:23di berbagai sisi
49:24terima kasih
49:25Wakil Menteri Dalam Negeri
49:26Pak Bima Arya
49:28terima kasih
49:28Mas Danang Widoyoko
49:30Seksian Transparency International Indonesia
49:32terima kasih Anda telah
49:33menyaksikan program ROSI
49:34kita jumpa lagi
49:35Kamis depan
49:36hanya di Kompas TV
49:37independen terpercaya
49:38saya Friska Klarissa
49:39selamat malam
49:40sampai jumpa
49:41selamat menikmati
Komentar