Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebuah lubang misterius atau sinkhole muncul di tengah persawahan daerah Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Air jernih yang menggenangi lubang memicu keyakinan sebagian masyarakat memiliki khasiat hingga disebut sebagai air keramat.

Seiring ramainya pengunjung, area sinkhole dipasangi garis polisi untuk menghimbau warga menjaga jarak karena lubang berpotensi melebar.

Penyelidikan pun dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Lalu, benarkah air dari lubang ini memiliki kekuatan penyembuhan atau justru menyimpan bahaya yang belum dipahami masyarakat?



Untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi, Dipo menelusuri langsung Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Di lokasi, Dipo bertemu Yeni Susanti, penggarap sawah sekaligus saksi awal kemunculan lubang. Ia menceritakan detik-detik tanah amblas hingga memicu kepanikan dan ketakutan, karena berdampak langsung pada penghasilan keluarganya.

Lantas bagaimana kronologi awal peristiwa? Seberapa besar dampak lubang misterius pada ekonomi keluarganya?



Dipo kemudian mendekati area lubang bersama Plt Kepala Pelaksana BPBD Lima Puluh Kota, Rahmadinol. Saat penelusuran berlangsung, sebagian tepi lubang longsor secara tiba-tiba, menunjukkan kondisi tanah yang masih labil dan berbahaya.

Seberapa rawan lokasi tersebut terhadap longsor susulan? Apakah lubang berpotensi meluas dan mengancam permukiman?

Untuk menguji klaim khasiat air, Dipo berbincang dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, Wilda Reflita. Benarkah air aman dikonsumsi warga? Apakah air tersebut mengandung bakteri atau zat yang berbahaya bagi tubuh manusia?

Saksikan Dipo Investigasi episode FENOMENA LUBANG RAKSASA MISTERIUS, Senin, 19 Januari 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV!



#sinkhole #sumbar #tanah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/644951/full-fenomena-sinkhole-di-sumbar-apa-penyebabnya-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Terima kasih telah menonton!
00:30Terima kasih telah menonton!
01:00Terima kasih telah menonton!
01:30Terima kasih telah menonton!
01:32Terima kasih telah menonton!
01:34Terima kasih telah menonton!
01:36Terima kasih telah menonton!
01:38Terima kasih telah menonton!
01:40Terima kasih telah menonton!
01:42Terima kasih telah menonton!
01:44Terima kasih telah menonton!
01:46Terima kasih telah menonton!
01:48Terima kasih telah menonton!
01:50Terima kasih telah menonton!
01:52Terima kasih telah menonton!
01:54Terima kasih telah menonton!
01:56Terima kasih telah menonton!
01:58Terima kasih telah menonton!
02:02Terima kasih telah menonton!
02:04Terima kasih telah menonton!
02:06Terima kasih telah menonton!
02:08Terima kasih telah menonton!
02:10Terima kasih telah menonton!
02:12Nah, garis si tujua batua yang menjadi lokasi dari munculnya fenomena sinkhole.
02:19Saya akan coba masuk, saudara.
02:23Ini kan dipasang bambu, kemudian juga digaris polisi. Tujuannya apa, Pak?
02:27Kami sepakati langkahnya untuk melarang warga, jangan mendekat.
02:31Saya ingin tanyakan, apakah artinya tanah yang kita injek saat ini mungkin saja dalam kondisi masih bergerak?
02:36Ya, karena di dalamnya itu sudah ada lubang, Pak.
02:39Itu contohnya, Pak.
02:40Itu yang bisa lihat ya.
02:44Saya akan coba ambil untuk melihat sebersiap apa air yang ada di sini.
02:55Ini airnya ya?
02:57Ternyata ini bagus banget, airnya bening.
03:00Bagus, benar-benar cintaan Allah benar-benar mujizat lah buat orang sini ya.
03:04Kayak air zam-zam begitu.
03:07Ibu ngambil airnya nggak, Bu?
03:09Enggak, saya nggak ngambil airnya.
03:11Kalau gue tagam islam itu kan siri sebenarnya itu ya.
03:19Nah, itu kan sudah terlihat itu warnanya sudah berubah.
03:22Berubah ya?
03:23Berubah.
03:24Nah, jadi itu akan ke-7 pH-nya.
03:25Kalau ini untuk digunakan pengairan untuk pemerintah, bagus.
03:28Kalau untuk mistik itu bukan bidang saya.
03:38Apakah betul air yang kemudian belakangan juga pernah diambil oleh publik ini berhasil untuk menyembuhkan bahkan disebut keramat?
03:46Carat air itu yang pertama, airnya jenny.
03:49Tidak berbau.
03:50Ternyata dari pemeriksaan air ini itu mengandung ekoli.
03:56Singhole itu sebetulnya adalah fenomen alam ya.
04:03Ya.
04:04Pada titik tertentu, atap dari sungai bawah tanah ini kabruk.
04:09Apakah ketika ada singhole di area sawah warga, kemudian di sekitarnya ada area pemukiman?
04:14Apakah itu menjadi tempat yang aman untuk warga tinggal?
04:33Setelah saya tiba di Nagari Situjua Batua, Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat.
04:40Yang menjadi lokasi dari munculnya fenomena singhole.
04:44Ataupun tanah amblas yang kemudian menjadi perhatian warga di awal Januari 2026.
04:51Namun sebelum itu saya akan jelaskan apa sesungguhnya singhole.
04:56Dilansir dari laman Badan Biologi Kementerian SDM,
04:59Singhole atau Lubang Runtuhan terbentuk melalui dua mekanisme utama,
05:03yakni Solution Singhole dan Collapse Singhole.
05:06Solusi singhole berkembang secara perlahan
05:09akibat proses pelarutan batu kapur oleh air yang bersifat asam
05:12dan dalam jangka waktu panjang menciptakan rongga bawah tanah yang semakin besar.
05:17Mentara Collapse Singhole terjadi secara tiba-tiba ketika atap rongga bawah tanah
05:21tidak lagi mampu menahan beban di atasnya sehingga runtuh dan membentuk lubang besar di permukaan tanah.
05:28Fenomena singhole kerap ditemukan di wilayah batuan karbonat
05:30seperti kawasan kars atau kawasan batu kapur.
05:33Dampaknya bervariasi mulai dari kerusakan infrastruktur hingga ancaman bayi keselamatan penduduk di sekitarnya.
05:39Saya akan coba lebih mendekat saudara untuk melihat dan juga menginvestigasi seperti apa sebenarnya kondisi dari singhole yang kemudian masih ada di area pesawahan warga dan saya juga akan mencoba untuk melihat apakah masih ada warga yang kemudian mengambil air dari singhole yang bahkan disebut memiliki khasiat hingga disebut keramat.
05:49Karena ini di area pesawahan warga ya bisa dilihat ini adalah lahan untuk kemudian bertani.
05:55Di sini juga ada kebun dan jalur untuk kemudian masuk ke singhole ini.
06:01Jalur setapak dan ada aliran air ya yang sangat jernih apakah kemudian ini juga air yang kemudian kemudian masuk ke singhole ini.
06:07Jalur setapak dan ada aliran air yang sangat jernih apakah kemudian ini juga air yang kemudian bersumber dari singhole saya akan coba melihat saudara.
06:26Nah ini masih banyak yang bisa dilihat warga yang datang dan harus bergantian masuk karena jalurnya juga tidak besar.
06:44Saya akan coba maju lagi saudara.
06:48Saya akan tunjukkan saudara ini bisa dilihat ya.
06:56Ada garis polisi yang kemudian dipasang dan cukup memanjang di area singhole.
07:08Dan di sini juga sudah dipasang ya saudara.
07:10Himbauan kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi air yang kemudian berada di singhole secara langsung karena mengandung bakteri dan juga kuman penyakit.
07:28Dan saudara ini adalah lokasi singhole ataupun tanah amblas yang sudah ditutup dengan pagar bambut dan juga sudah dipasang garis polisi.
07:36Saya akan tunjukkan lebih jelas melalui visual drone.
07:52Setelah saya akan coba masuk lebih ke dalam untuk melihat seperti apa sebenarnya kondisi dari singhole ataupun lubang runtuhan tanah yang ada di kawasan Kabupaten 50 Kot.
08:04Tapi saya tidak akan sendiri karena tentu harus bersama dengan aparat saya bersama dengan PLT Kepala Pelaksana BPPD Kabupaten 50 Kota dengan Pak Ramadino.
08:14Pak Dino terima kasih untuk waktunya Pak.
08:16Siap.
08:17Pak Yonoh saya izin langsung untuk masuk ke dalam boleh Pak?
08:19Boleh, dipersilakan Pak.
08:20Aksesnya lewat?
08:21Lewat sini saja Pak.
08:22Lewat sini, oke.
08:25Karena memang tidak semua orang boleh masuk ya Pak ya?
08:27Iya.
08:28Baik, saya akan coba masuk saudara.
08:30Pak Dino sebelum kita membahas soal singhole ini Pak.
08:40Ini kan dipasang bambu, kemudian juga digaris polisi.
08:43Tujuannya apa Pak?
08:44Ya, di awal ketika 4 Januari kemarin terjadi fenomena singhole ini, jadi kita dapat informasi dari masyarakat.
08:55Nah kami mengambil suatu langkah, maka kami sepakati langkahnya untuk melarang warga jangan mendekat ke sumber yang ada terlalu dekat.
09:06Karena kita belum tahu pada waktu itu nanti potensi-potensi yang ada, jadi kami dari segi pengamanannya Pak.
09:12Saya ingin tanyakan, apakah artinya tanah yang kita injek saat ini mungkin saja dalam kondisi masih bergerak?
09:17Ya, karena dari awal ini belum sebesar ini, ini juga sudah tambahan, retakan seperti itu, karena di dalamnya itu sudah ada lubang Pak.
09:27Saya izin lebih mendekat ya Pak ya?
09:28Boleh, tapi jangan terlalu dekat Pak.
09:29Oke, jangan terlalu dekat karena?
09:30Agak satu meter karena di sini ini sudah bekasan rengkaan itu.
09:34Oke, pertama saya konfirmasi bahwa tanah di dalam area bambu dan juga garis polisi ini masih memungkinkan untuk bergerak sehingga tidak boleh sembarang orang untuk masuk.
09:44Dan ini masih ada retakan ya Pak ya?
09:45Ya, sudah ada retakan Pak.
09:46Masih ada retakan dan sebaiknya satu meter dari tepi tidak terlalu mendekat dan ini adalah singholnya.
09:52Nah itu contohnya Pak.
09:54Oke, itu bisa lihat ya?
09:58Itu proses yang kita hindari gitu.
10:01Bisa dilihat itu baru saja runtuh ya?
10:03Iya.
10:04Oke.
10:05Nah ini, itu yang kita hindari Pak.
10:06Kalau nanti masyarakat masuk, sebetulnya rekomendasi dari geologi itu 50 meter sebetulnya.
10:1350 meter?
10:1450 meter sebetulnya.
10:15Kejadian seperti itu apakah sering terjadi Pak?
10:18Perkaitan perwaktu Pak.
10:20Jadi karena kan proses, ini kan air dari permukaan air tanah Pak.
10:25Jadi prosesnya itu dari dalam.
10:27Jadi proses air tanah itu dari dalam, dia akan mengerus sampai ke atas.
10:31Sehingga kalau di sini ini sudah lebih dari satu meter.
10:34Retakan ini berarti di bawah itu sudah ada lubang Pak.
10:37Artinya retakan ini, mungkin di bawah ini lubang?
10:40Iya, sudah berlubang Pak.
10:42Oke.
10:43Dan itu yang membuat tadi amplas ya Pak ya?
10:45Nah jadi dia perlahan.
10:47Ini yang kita nunggu hasil penelitian, kajian dari geologi terkait hasil tinjauan mereka 3 hari di sini kemarin Pak.
10:57Oke.
10:58Untuk keluasan ini apakah dari awal sebesar ini Pak?
11:01Enggak.
11:02Tidak.
11:03Belum sebesar ini Pak.
11:04Dari awal baru itu 5 meter, nah sekarang sudah nambah-nambah.
11:07Kayak gini sudah nambah.
11:08Sebelumnya di minggu kemarin di sini Pak.
11:10Oh di minggu kemarin hanya?
11:11Tidak ada di sini.
11:12Ini belum nih.
11:13Nah ini sudah nambah lagi nih.
11:14Oke.
11:15Nah itu bukti tambahnya itu Pak.
11:17Sudah dari situ.
11:18Kan sekitar 40 sampai 50 cm itu tambahan.
11:2240 sampai 50 cm ya.
11:24Saya coba lewat sisi atas siapa ya?
11:26Saya ingin tunjukkan tadi.
11:27Saya ingin ke situ Pak ya, ke atas Pak.
11:28Siap.
11:29Tadi bisa ditunjukkan ya.
11:31Baru saja ketika saya berbincang dengan Pak Dinol ada tanah yang kemudian mungkin seperti amblas ya.
11:38Dan ini bisa dilihat bekas-bekasnya masih ada.
11:41Dan terlihat jelas memang airnya sangat jernih ya.
11:44Oke.
11:45Tapi untuk fenomena singhole ini Pak, di Kabupaten 50 Kota, apakah ini adalah fenomena yang baru pertama kali terjadi atau sebelumnya sudah pernah?
11:54Ya baru kali ini Pak.
11:55Ini baru pertama kali terjadi.
11:56Baru kali ini, sehingga menjadi bahan tontonan bagi masyarakat.
12:01Apakah kemudian ada kemungkinan bahwa singhole ini semakin hari semakin membesar bahkan membahayakan aktivitas warga di sini?
12:09Ya, kalau kondisi sekarang potensi yang ada itu dia akan semakin melebar.
12:15Bisa jadi nanti ini semacam danau Pak.
12:18Bisa jadi danau kalau karena rengkahan, retakan-retakan seperti sekarang yang kita lihat karena airnya jernih sudah nampak di sana.
12:26Itu sebetulnya di bawah dia kalau lebarannya di atas ini misalnya sekitar 7 meter.
12:31Di bawahnya mungkin sudah lebih dari 10 meter.
12:34Saya ingin tunjukkan di sini.
12:35Jangan dekat betul Pak.
12:37Ini bisa dilihat ya.
12:39Mungkin bisa ditunjukkan lebih dekat.
12:41Dilihat ini patahan yang sangat jelas membentuk lingkaran.
12:46Yang disebut singhole.
12:48Selain singhole yang kemudian jadi perhatian publik Pak.
12:52Bahkan sampai viral kita tahu di awal Januari 2026.
12:56Yang kemudian juga jadi perhatian adalah air dari singhole ini yang disebut berhasiat.
13:01Bahkan ada sebagian pihak yang menilai keraman.
13:04Tanggapan Anda Pak?
13:06Jadi terkait dengan mistik yang disampaikan oleh masyarakat.
13:10Nah ini yang diantisipasi kemarin kunjungan Pak Wakil Gubernur Sumbar.
13:14Pak Pasco ke 50 kota terkait dengan singhole ini.
13:21Sudah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi air ini.
13:24Dan jangan dijadikan hal-hal fenomena alam ini menjadi hal-hal mistik.
13:30Ini bukan air zam-zam.
13:32Dan bukan air zam-zam.
13:34Bukan air zam-zam.
13:35Meskipun bisa dilihat ya sangat jernih, sangat bersih secara fisik.
13:38Tapi tentu secara kimia ini harus dibuktikan kembali.
13:41Setelah saya sudah bersama dengan Ibu Yeni, pemilik dari sawah yang kemudian timbul singhole di tengah persawaan tersebut.
14:00Bu Yeni terima kasih untuk waktunya, Bu.
14:02Saya ingin tanyakan Bu awal mula singhole ini muncul, Ibu pertama kali tahu ceritanya seperti apa?
14:09Jadi setelah jam 10 lewat 20, terjadi gemuruh besar.
14:16Setelah gemuruh besar, terjadi ledakan.
14:20Ternyata tanah anjlok.
14:23Waktu itu Ibu tengok ke bawah langsung,
14:26Ibu merasa tidak percaya diri.
14:29Ya Allah, bertanda apakah untuk keluarga kami? Ya Allah.
14:33Apakah ini bertanda baik atau bertanda buruk? Ya Allah.
14:37Bu tengok ke bawah, air sedikit.
14:40Sedikit airnya.
14:42Tidak sebanyak ini?
14:43Tidak, belum.
14:44Lama-kelamaan air naik.
14:46Air itu naik bergoyang-goyang.
14:49Kayak kita bawa air dalam ember.
14:53Ya.
14:54Kayak gitu.
14:55Tidak tenang airnya.
14:56Gitu-gitu airnya.
14:58Airnya berwarna ke coklat-coklatan.
15:01Ya.
15:02Nah, setelah itu Ibu berani lagi menengoknya,
15:06karena terjadi juga ke bawah anjlokkan tanah.
15:10Masih anjlok lagi, Bu ya?
15:12Ya, masih anjlok.
15:13Ibu lari dekat Batang Pinang tuh.
15:16Yang mana, Bu?
15:17Yang Batang Pinang, yang dekat sudut sawah tuh.
15:20Oke.
15:21Oh, dari jauh ya?
15:22Ya.
15:23Oh, Ibu lari sampai ke sana?
15:24Lari Ibu ke sana, karena sok gitu.
15:26Lalu Ibu menangis sana.
15:28Saya ingin tanyakan, Bu tadi, Ibu menyebut ketika pertama kali melihat singkol, Ibu menangis.
15:34Ketika berlari ke sudut sawah sana juga Ibu kembali menangis.
15:38Apa yang ada di benak Ibu saat itu?
15:41Ketakutan apa yang mungkin Ibu rasakan?
15:44Ibu takut, kalau-kalau seandainya lumpur yang datang.
15:49Lumpur yang mengenangnya desa kami.
15:52Ketakutan Ibu itu.
15:54Ya Allah, apakah ini airnya akan jernih?
15:59Atau airnya keluar ibarat lumpur?
16:02Karena musibah ada di mana-mana.
16:04Dan mungkin boleh kita sambil melihat, Bu ya?
16:09Ya.
16:10Saat ini kan kondisinya sawah Ibu memang sudah kering juga.
16:14Di tengahnya ada lubang atau singkol dan dipasang bambu garis polisi.
16:19Ibu tidak bisa lagi menggarap sawah ini?
16:22Tidak bisa.
16:23Tapi apakah bertani menjadi mata pencarian utama keluarga, Bu?
16:29Iya.
16:30Bapak hanya bertani.
16:34Bapak hanya bertani?
16:35Iya.
16:36Artinya setelah ada singkol ini, Bapak sama sekali tidak bisa?
16:41Gimana lagi bertani itu?
16:43Dia tidak bisa lagi.
16:45Mau bagaimana menggarap ini?
16:47Orang takut.
16:48Itu pipa juga Ibu yang masang?
16:50Atau keluarga Ibu?
16:51Jadi kami di sini tidak sampai hati menengok Ibu-Ibu mengambil air.
17:00Ntar jatuh ke dalam.
17:02Ntar terjadi kecelakaan nanti.
17:05Jadi Ibu antisipasi saja.
17:08Ibu beli peralon 6 batang.
17:13Itu ya, Bu?
17:14Yang warna putih itu ya?
17:15Iya. 6 batang.
17:16Siapa yang mengambil air di sana silahkan.
17:19Jadi kita aman.
17:21Mencari aman kami.
17:23Ada satu hal yang menarik, Bu.
17:25Orang di sini ataupun orang dari wilayah luar
17:28kemudian mengambil air di sini dan viral di media sosial, Bu.
17:32Ada satu narasi yang cukup melahirkan tanda tanya ketika
17:37ada beberapa pihak yang menganggap air ini memiliki khasiat
17:42untuk mengobati bahkan dinilai keramat.
17:45Tanggapan Ibu?
17:46Eh, Pak ya.
17:48Saya pun tidak berani ngomongnya, Pak.
17:51Karena kemarin di awal-awal dulu Ibu pernah cuci kaki di sini.
17:56Pernah cuci kaki.
17:57Tapi yang kita kan minta sama Allah.
18:00Bukan sama air.
18:01Betul.
18:02Ya.
18:03Ada rasa-rasa agak keringanan gitu.
18:05Sembuh belum.
18:06Tapi ada ringan-ringannya.
18:08Bapak sudah tidak bisa lagi bertani.
18:10Tidak, mohon maaf.
18:12Tidak bisa mencari nafkah dari penghasilan utama selama ini.
18:16Jadi petani.
18:18Bagaimana cara Ibu menutupi kebutuhan kehidupan Ibu yang lain, Bu?
18:24Eh, Ibu jualan.
18:27Itu warungnya.
18:28Itu warung Ibu?
18:29Iya.
18:30Yang ini, Bu, ya?
18:31Satu-satunya yang di sini, ya?
18:32Iya.
18:33Jualan di situ.
18:34Oke.
18:35Boleh kita ke sana, Bu?
18:36Oke.
18:37Jadi Ibu, rencana Ibu, jam 9-an Ibu ke sini.
18:42Iya.
18:43Jualan.
18:44Nanti jam 4, Ibu pulang lagi.
18:47Ibu nyambung untuk mencari nafkah di warung kantor Wali Nagari.
18:53Boleh saya lihat, Bu, ya?
18:54Boleh, boleh.
18:55Oke, ini hanya menggunakan bambu, terpal.
18:58Kalau hujan gimana, Bu?
18:59Tadi kena kehujanan.
19:01Ya, gimana lah ya, Pak, ya?
19:06Ditutupi aja dulu.
19:08Ditutupi dulu.
19:09Kayak pakai-pakai tarpal aja.
19:11Saya izin tanya, Bu.
19:12Bahwa kan dari himbawan pemerintah, air sinkhole ini sebenarnya bisa dikonsumsi ketika sudah dimasak terlebih dahulu.
19:21Ibu menggunakan juga untuk memasak, Bu?
19:24Iya.
19:25Ini anak Ibu ngambil di sana tadi, dia masak dulu.
19:29Ini pakai ini.
19:30Oke, ini airnya, Bu, ya?
19:33Iya.
19:34Ini airnya.
19:35Ini air dari sinkhole, ibu dan anak Ibu ambil, dimasak terlebih dahulu.
19:40Dimasak terlebih dahulu.
19:41Kecuali...
19:43Ini airnya?
19:44Iya.
19:45Dia jemput dengan ini.
19:46Pakai ember, Bu, ya?
19:47Iya.
19:48Oke.
19:51Dan memang secara fisik sangat bersih, Bu, ya?
19:54Ambil.
19:55Oke.
19:56Saya akan coba ambil untuk melihat sebersih apa air yang ada di sini.
20:09Tadi ini airnya?
20:10Ya.
20:12Ada juga bawa pulang saja tu kayak nuwano penegur ibu itu saja.
20:15Asalnya nak tahu nanti ada untuk ebat.
20:18Masih ada Pak, sampai saat ini mungkin warga yang mencoba berusaha untuk mengambil air ini?
20:43Masih ada Pak, termasuk selang ini, ini yang dimampangkan oleh masyarakat
20:48Oke, boleh kita coba lihat ke sana Pak?
20:50Boleh, silakan Pak
20:50Saya akan coba ya dengan Pak Dinol untuk melihat sebersih apa sebenarnya secara fisik air yang kemudian bersumber dari sinkhole ini
20:59Saya dengan Pak Dinol, saudara akan coba mengambil ya air yang bersumber dari sinkhole kemudian dialiri melalui pipa yang kemudian sudah dipasang oleh pemilik lahan
21:21Ini juga Pak?
21:23Iya, ini masih air itu juga Pak
21:25Cukup deras ya Pak ya
21:26Oh, berarti sampai ke depan itu air sinkhole ya?
21:29Jadi ini air sinkhole, boni semuanya ada di sini Pak
21:31Oke
21:32Ini air sinkhole, di saluran ada di antara kebunan ini dan
21:39Oke, ini pipanya Pak ya?
21:42Iya
21:42Oke, saya akan coba ambil untuk melihat sebersih apa air yang ada di sini
21:48Kalau di sini alirannya tidak terlalu deras karena cukup datar ya Pak ya
21:57Tapi kalau yang tadi
21:58Oke
22:00Ini airnya ya?
22:04Itu nih
22:05Secara fisik sangat-sangat bersih ya Pak, ini jernih sekali ya?
22:10Iya
22:10Oke
22:11Tapi yang perlu diingat tidak boleh?
22:14Tidak boleh diminum secara langsung ya?
22:17Secara langsung
22:18Saya tunjukkan saudara ini masih banyak ya, warga ataupun masyarakat yang berdatangan ke lokasi lubang runtuhan ataupun sinkhole
22:34Dan saya akan coba bertanya, dengan ibu-ibu yang datang ke sini, Assalamualaikum, dengan ibu siapa Bu?
22:39Saya dengan ibu Lis dari Jakarta
22:41Ibu Lis dari Jakarta
22:43Iya
22:43Saya boleh izin konfirmasi, ibu-ibu datang dari Jakarta ke sini untuk melihat sinkhole atau seperti apa?
22:49Karena banyak viral dan tidak sesuai dengan pembicaraan di luar
22:55Kan ada yang katanya banyak minatang, banyak awal, ternyata tidak
22:59Ternyata ini bagus banget, airnya bening, bagus, benar-benar menciptaan Allah benar-benar mujizat lah buat orang sini ya
23:06Oke
23:07Ada yang menarik juga, Bu Lis, bahwa belakangan sebelum ada himbawan, banyak masyarakat yang ambil airnya, Bu
23:14Karena dimilai berhasiat, bahkan keramat
23:16Tanggapan ibu?
23:17Tadi saya mau ambil, takutnya nangkut ada sesuatu atau apa, takut saya jadinya
23:22Oke
23:23Kalau memang boleh diminum, mungkin kita semua bawa, berigen kali bawa
23:26Buat, wah ini ya, buat diminum, ini kan ini
23:30Kaya air zam-zam begitu
23:31Kaya air zam-zam?
23:32Iya, iya
23:33Ini kaya air zam-zam
23:34Beningnya kaya air zam-zam
23:35Beningnya kaya air zam-zam
23:36Oke
23:36Benar-benar bening, nggak ada
23:38Nampak, nampak
23:39Di bawah itu nggak ada sedikitpun yang ada kotoran atau sampah atau apa
23:43Oke
23:44Bening sekali
23:44Bening sekali
23:45Iya
23:45Saya akan tunjukkan saudara, ini masih ada ya, sejumlah warga yang kemudian melihat lokasi dari Singhol ataupun lubang runtuhan tanah ataupun tanah amblas
24:01Dan di sini juga lagi-lagi ada himbawan yang kemudian dipasang oleh pemerintah Nagarisi Tujuhah Batua
24:07Sesuatu yang menarik adalah tidak menyebarkan hoax atau tafsir mistis yang kemudian belakangan ramai ketika fenomena Singholi ini mencuat ke permukaan
24:17Saya akan coba berbincang dengan salah satu warga
24:19Izin Bu, izin Bu saya diput dari Kompas TV dengan ibu siapa?
24:22Saya Bu Nengsi
24:23Bu Nengsi dan ibu?
24:24Bu Nengsi
24:25Bu Nengsi
24:25Bu, saya izin tanya, alasan ibu datang ke Singholi ini untuk melihat atau seperti apa Bu?
24:33Ya, saya ingin untuk melihat lebih dekat, karena kan ini sudah viral ini, jadi bagaimana fenomena alam yang terjadi di sini, karena ingin kita untuk melihat secara dekat seperti apa
24:46Dan kita juga ingin untuk, apa namanya, ketika ini terjadi, kira-kira dampaknya ke depan itu seperti apa, kita ingin juga mengetahui baru sekali ini saya ke sini
24:58Oke, ada satu fenomena yang menarik juga Bu, bahwa setelah Singholi ini viral, kemudian juga ada air yang disebut berhasiat, bahkan disebut keramat
25:08Ibu ngambil airnya nggak Bu?
25:09Nggak, saya nggak ngambil airnya
25:12Alasannya mungkin Bu?
25:14Ya kan, sebenarnya kalau kita agama Islam itu kan siri sebenarnya itu ya
25:21Saya sudah bersama dengan Ibu Wilda Revlita, PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten 50 Kota, Ibu Wilda terima kasih untuk waktunya Bu
25:35Iya, iya
25:35Bu, yang menjadi perhatian publik saat ini tidak hanya soal Singholnya, tapi air yang kemudian muncul dari dalam lubang
25:43Saya ingin tanyakan, apakah betul air yang kemudian belakangan juga pernah diambil oleh publik, ini berhasiat untuk menyembuhkan bahkan disebut keramat?
25:52Kalau dari segi kesehatannya ya, dari peraturan menteri kesehatan nomor 2 tahun 2023 itu, syarat air itu yang pertama, airnya ini tidak berbau, tidak berbau, tidak berwarna
26:07Kemudian dari syarat fisik air, aman untuk diminum
26:14Artinya kalau secara fisik, air yang muncul dari Singhol ini aman?
26:17Iya, aman, itu airnya aman
26:19Kemudian syarat kimia, syarat kimianya air yang aman itu tidak memiliki PH, tidak memiliki PH
26:28Ternyata dari pemeriksaan air ini, itu mengandung E.coli
26:36Iya, E.coli, C-blast
26:38Nah, kemudian total coliformnya 234, seharusnya 0
26:42Seharusnya 0?
26:43Seharusnya 0
26:44Dan itu tadi 234?
26:45234
26:47Jadi itu barangkali mungkin kalau untuk masyarakat, sudah dikarenamanya masyarakat kita
26:52Pas kejadian itu dijadikan ada ini, yakinnya untuk berobat ini, segala macam
26:58Artinya untuk statement bahwa air ini dapat menyembuhkan penyakit, itu salah?
27:03Salah
27:04Nah, jadi kita merekomendasikan kalau mempergunakan air ini harus dimasak terlebih dahulu
27:11Oke
27:11Dengan suhu 100 derajat celcius selama sampai mendidih 30 menit
27:16Jadi tidak boleh langsung diambil, akhirnya langsung diminum ini jadi obat ini segala macam
27:21Ini akan berbahaya
27:23Oke, akan berbahaya ibu ya?
27:24Ya, terutama untuk bakteri, saluran perjanaan, jadi kita menyembuh kepada masyarakat di sekitar terutama yang pengunjung
27:33Ya, pengunjung tidak ada niat untuk siri, untuk melakukan pengobatan, ini segala macam
27:40Oke
27:41Sejauh ini untuk perhitungan cepat, kondisi air, ini pH-nya di bawah 6,5
27:46Nah, jadi untuk minum itu masih dalam batas yang kurang bagus
27:51Yang jadi masalah adalah kolinya tinggi, bakterinya tinggi
27:53Jadi, kepada masyarakat dimohon untuk air ini jangan langsung diminum
27:58Kalau mau diminum bisa diprotes dulu, bisa dimasak
28:00Terima kasih telah menonton!
28:30Terima kasih telah menonton!
29:00Fenomena singhol atau lubang misterius di tanah negara isi tujuh batua Sumatera Barat bukanlah satu-satunya
29:07Fenomena ini juga muncul di berbagai daerah di tanah air hingga ke sejumlah negara di dunia
29:13Di Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, sebuah lubang besar menjadi sorotan publik
29:23Singhol dipicu oleh gerakan tanah yang terdeteksi sejak awal tahun 2000
29:28Dan mengakibatkan akses Jalan Pembangun Aceh Tengah dan Kabupaten Benar Meriah terputus
29:33Bahkan warga Kampung Bah, Serempah yang berada di sekitar lokasi direlokasi ke Kampung Serempah baru
29:39Pada tahun 2013 karena ancaman longsor yang mengganggu infrastruktur dan permukiman warga
29:45Dari hasil kajian dan penelitian menyebutkan kawasan ini masih berpotensi alami pergerakan tanah secara berkelanjutan
29:53Sementara di Gunung Kidul, Yogyakarta awal Januari lalu seorang warga dikejutkan dengan munculnya lubang di dalam rumahnya
30:03Berawal dari retakan di bagian belakang rumah, sang pemilik terpaksa membongkar lantai dan menemukan lubang besar di bawah rumahnya
30:11Demi keselamatan, pemilik rumah terpaksa mengungsi karena bangunan sudah tidak bisa ditempati
30:16Di Jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Singhol juga pernah muncul di tengah badan jalan pada April 2025
30:28Lubang berdiameter 70 cm dengan kedalaman 6 meter ini dinilai berbahaya karena berpotensi masih terus melebar serta mengganggu lalu lintas
30:38Untuk mengantisipasi bahaya, pemerintah setempat segera mengambil langkah perbaikan untuk mencegah timbulnya korban
30:44Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang ditemukan pada tahun 2019
30:52Sebuah Singhol muncul di lahan persawahan berjarak sekitar 10 meter dari rumah warga
30:58Lubang berdiameter 16 meter dengan kedalaman 12 meter itu muncul setelah warga mendengar suara kemuruh diiringi getaran
31:06Pemerintah daerah meminta warga tetap waspada dan menjauh dari lokasi lubang
31:11Fenomena Singhol juga bermunculan di belahan bumi lainnya
31:17Pada akhir tahun lalu di Inggris, fenomena Singhol juga terjadi di sebuah kanal air
31:23Tepatnya di kawasan Wechurch, lubang besar yang muncul secara tiba-tiba menyebabkan air kanal mengering
31:29Hingga 3 kapal terperosok dan terdampar di dasar kanal
31:33Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini
31:37Selanjutnya dari negeri Gajah Putih, Thailand
31:41Singhol sedalam 50 meter muncul di tengah jalan
31:44Membuat warga panik
31:46Sejumlah kendaraan dilaporkan terperosok masuk ke dalam lubang
31:49Kejadian ini diduga terkait runtuhnya terowongan bawah tanah proyek pembangunan
31:53Yang memaksa warga sekitar harus direlokasi
31:57Kemunculan Singhol yang tak kalah menghebohkan juga terjadi di Singapura pada Juli 2025
32:06Jalanan di kota Singha itu tepatnya di kawasan Tanjong Katong
32:10Mendandak ambruk saat sebuah mobil melintas
32:13Memudi selamat dan segera dievakuasi ke rumah sakit setempat
32:16Singhol juga pernah muncul di negara bagian Amerika Tengah
32:21Yaitu di Guatemala, lubang sedalam 100 meter atau sekitar 30 lantai
32:27Dengan lebar 18 meter itu terjuah pipa saluran pembuangan pecah
32:32Sehingga mengakibatkan terbentuknya jurat
32:34Fenomena ini terjadi pasca hujan ras yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur kota
32:39Fenomena alam Singhol di tengah masyarakat patut diwaspadai
32:45Karena tak hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur sekitar
32:48Tapi juga mengancam keselamatan jiwa
32:50Data ruang yang tepat dan deteksi ini menjadi kunci
32:53Agar dampak fenomena lubang misterius ini bisa diantisipasi
32:57Segera tadi saya memantau tidak hanya menarik perhatian warga
33:17Tapi ada satu sosok yang kemudian mengambil sampel tanah dan juga air
33:21Dan saya berkesempatan untuk berbincang secara langsung dengan guru besar
33:26Fakultas Pertanian Universitas Andalas dengan Profesor Dian Fiantis
33:32Prof Dian terima kasih nooknya
33:33Terima kasih nooknya
33:34Bahwa tadi sangat menarik Bu
33:35Ibu terlihat mengambil sampel tanah dan juga air
33:40Apa tujuan ya Prof? Apa yang kemudian ingin digali?
33:43Kita ingin melihat bagaimana karakteristik dari tanah
33:48Yang di dalamnya ada air yang timbul ke dalam
33:54Tercipta sinkhole
33:55Jadi kita akan coba mengkarakteristik tanahnya bagaimana
33:59Kemudian yang tentang air
34:01Tentu saja kita ingin dapatkan bagaimana data-data dari air itu
34:06Sifat-sifat kimianya dan juga yang sekarang ribut
34:11Apakah ada bakteri atau tidaknya
34:13Kemudian apakah ada unsur-unsur hara
34:17Yang diperlukan untuk tanaman
34:19Seperti kalsium, misium, kalium dan fosfor di dalam tanah
34:23Kalau itu ada di air
34:25Otomatis air ini akan jadi sangat bagus untuk pertanian
34:29Sangat bagus untuk pertanian?
34:31Pertanian ya
34:32Tapi kalau kita cerita tentang bakteri
34:36Tentu tidak bagus bagi manusia
34:38Tapi untuk pertanian bakteri itu bagus
34:41Untuk pertanian bakteri itu bagus?
34:43Bagus
34:43Saya ingin tanyakan dulu
34:44Apakah kemudian fenomena sinkhole yang terjadi
34:47Di area pertanian atau sawah warga
34:49Ini merupakan suatu hal yang lumrah atau seperti apa?
34:52Kalau di Sumatera Barat ini yang pertama kali
34:55Ini yang pertama kali?
34:56Iya, tapi kalau di dunia itu sering terjadi
34:59Sering terjadinya adalah di wilayah kars
35:02Wilayah batu kapur
35:03Tapi di wilayah tanah vulkanis
35:06Di Indonesia atau di Sumatera Barat ini baru
35:10Oke, baik
35:11Boleh kita langsung coba Bu, Prof. Dian ya?
35:15Kandungan apa yang kemudian bisa dideteksi?
35:17Ini kita hanya bisa mendeteksi PH saja
35:20Oke, ini mendeteksi PH ya?
35:21PH saja
35:22Dengan alat?
35:22Dengan artinya kertas lakmus namanya
35:24Kertas lakmus ya?
35:25Kertas lakmus yang akan PH-nya antara 0 sampai 14
35:29Oke, boleh kita langsung coba ya?
35:31Ini bedanya
35:32Eh, Mas Dipo juga boleh coba
35:34Dan ini hasilnya akan langsung terlihat ya?
35:36Terlihat nanti kita
35:37Oh, warnanya
35:38Dengan warna
35:39Oke, boleh
35:40Siap
35:40Kita coba masukkan ya?
35:41Dua, tiga
35:42Siap
35:44Nah, itu kan sudah terlihat itu warnanya sudah
35:46Berubah ya?
35:47Berubah warna
35:48Makin pekat ya?
35:49Ya, makin terang
35:51Kira-kira akan tujuh ini
35:53Tujuh, karena kita lihat ini
35:55Iya, iya, iya
35:56Sudah bisa kita lihat?
35:58Kita compare
35:59Cocokan ya?
36:00Ya, tidak harus terlihat seperti itu
36:03Oke
36:04Jadi itu akan ke tujuh PH-nya
36:06PH-nya tujuh?
36:07Tujuh
36:08Cukup netral
36:12Cukup netral ya?
36:13Cukup netral ini PH-nya tujuh
36:14Oke
36:15Nah, ini kan?
36:16Similar ya?
36:18Atau serupa mungkin dengan
36:19Angka tujuh
36:20Tujuh
36:21Ya, tujuh itu dia
36:22Oke
36:23Memang tujuh PH-nya
36:24Dan ini
36:25Pengecekan cepat ya?
36:26Pengecekan cepat
36:27Oke
36:28Nanti tentu saya harus bawa ke
36:29Harus dibawa ke laboratorium
36:30Oke
36:31Saya ingin minta tanggapan dari
36:33Seorang akademisi
36:35Apa yang kemudian bisa dimanfaatkan
36:37Oleh pemerintah
36:38Dengan fenomena yang terjadi saat ini?
36:40Kalau ini untuk pertanian
36:42Kita
36:43Pengakhiran ke pertanian bagus
36:44Oke
36:45Karena di sini PH-nya tujuh
36:47Jadi tidak akan memasamkan tanah kita
36:49Karena kan ada fenomena
36:51Air hujan asam
36:54Air asam
36:55Dan itu kalau untuk pertanian jelek
36:57Tapi kalau ini untuk digunakan pengairan untuk pemerintah bagus
37:00Kalau untuk mistik itu saya
37:02Bukan bidang saya
37:03Oke
37:04Yang jelas
37:05Kalau lihat dari sini
37:06PH tujuh
37:07Kemungkinan kadar kalsium magnesium dari air ini cukup tinggi
37:11Oke
37:12Tapi ya
37:13Masyarakat jangan minum langsung
37:15Kenapa tidak boleh minum langsung
37:17Ini kan bakteri, mikroba ini banyak di sini
37:20Nah kemudian yang kita takutkan lagi
37:23Pertanian kita akan banyak menggunakan pupuk dan pesticida
37:27Berarti itu akan ada residu dari pupuk
37:31Residu dari pesticida
37:33Berupa logam-logam berat
37:34Kalau itu termasuk ke sini
37:37Masyarakat menimum
37:39Itu kan konsekuensinya gimana
37:42Jadi itu yang akan saya teliti di kampus
37:45Apakah ada residu pesticida di sini atau tidak
37:49Kalau di tanahnya saya yakin ada
37:55Kami sampai saat ini sangat khawatir Pak
37:57Karena sudah banyak gerusan-gerusan di sekitar lubang
38:00Apakah ketika ada swing hole di area sawah warga
38:03Kemudian di sekitarnya ada area pemukiman
38:05Apakah itu menjadi tempat yang aman untuk warga tinggal?
38:19Kami sampai saat ini sangat khawatir Pak
38:24Karena sudah banyak gerusan-gerusan di sekitar lubang
38:27Bahkan badan geologi menyatakan bahwa jarak aman dari lubang itu 50 meter Pak
38:33Yang dibutuhkan saat ini tentu
38:35Yang pertama tentu hasil kajian
38:37Yang kedua tentu butuh pengamanan dari pihak pemerintah
38:41Baik itu kepolisian atau BNPB
38:43Takutnya dari pengunjung yang banyak
38:46Tentu takut terjadi musibah yang tidak ingin
38:49Oke
38:51Terus saya sudah bersama dengan Bapak Dian Hadiansyah
38:53Selaku Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia
38:56Pengurus Daerah Provinsi Sumatera Barat
38:59Pak Dian terima kasih untuk wakunya Pak
39:01Apa kabar Pak sehat Pak?
39:02Alhamdulillah sehat Mas
39:03Oke
39:04Pak saya ingin langsung ke poin pembahasan
39:05Bahwa ada lubang misterius
39:07Yang kemudian muncul di Nagari Situ Jawa Batuwa
39:12Kabupaten 50 kota
39:13Dan tidak sedikit yang belakangan
39:16Mengaitkan juga dengan hal mistis
39:19Apa sesungguhnya singhol itu Pak?
39:21Baik terima kasih Mas
39:23Singhol itu sebetulnya adalah fenomena alam ya
39:26Fenomena geologi dimana
39:28Di bawah itu memang ada suatu alur ya
39:32Alur atau saluran sungai bawah tanah
39:36Nah dalam perjalanannya kan alur itu kan
39:40Dia akan memakan waktu itu
39:42Mengerosi atau melarutkan
39:44Nah pada titik tertentu
39:47Dalam proses geologi yang cukup panjang ya
39:50Bisa jadi dalam ratusan tahun ya
39:52Keribuan tahun bahkan juga jutaan tahun
39:55Nah atap dari sungai bawah tanah ini
39:59Ambruk
40:00Nah itu yang kita namakan dengan singhol
40:02Tidak semua kategori ambrukan
40:06Atau lubang itu kita namakan singhol
40:08Oke tidak semua ambrukan adalah singhol
40:10Betul, betul
40:11Kalau misalkan dia berupa
40:14Apa namanya kayak lubang saja ya
40:16Bisa jadi itu longsoran
40:18Bisa jadi longsoran itu
40:20Atau mungkin bisa jadi disitu sudah ada rongga ya
40:24Buatan manusia
40:26Kemudian ambruk ya itu semacam rongga
40:30Atau bisa jadi pergerakan tanah
40:32Jadi tidak semuanya itu adalah singhol
40:34Dan yang kemudian menarik untuk dibahas adalah
40:36Singhol yang terjadi di Kabupaten 50 Kota
40:38Pak kita tahu
40:39Lokasinya berada di tengah dari sawah warga
40:44Kalau melihat landscape yang kemudian ada di Kabupaten 50 Kota
40:48Mungkin bisa digambarkan secara visual apa yang sesungguhnya terjadi Pak
40:51Nah dari pengecekan kami secara geologi ya
40:55Dari literatur dan juga pengecekan lapangan
40:57Memang lokasi singhol di setuju batu itu
41:00Berada di batuan vulkanik gunung malintang
41:05Batuan vulkanik gunung malintang
41:07Iya, jadi vulkanik itu adalah batuan gunung api
41:10Nah ini memang kondisi yang unik
41:12Karena biasanya singhol itu
41:15Berada di daerah kars
41:17Oke
41:18Atau batu kapur
41:19Nah ini singhol ini berada di batuan vulkanik
41:22Singhol ini secara
41:24Apa namanya
41:26Di lapangan ya
41:27Kita lihat
41:28Itu terkoneksi dengan sumber mata air yang ada di lokasi
41:31Bisa digambarkan mungkin Pak
41:33Lokasinya di mana Pak?
41:34Iya
41:35Jadi lokasi singhol ini kan
41:36Ini singholnya ya?
41:37Iya betul
41:38Ini jalan setuju batu ya
41:40Jalang tepi
41:41Nah mata airnya itu arah ke utaranya
41:44Oke
41:45Artinya kalau disederhanakan
41:46Lubang ataupun singhol yang kemudian
41:48Ada di tengah sawah warga
41:50Airnya itu seperti
41:52Aliran sungai
41:54Yang kemudian menyambung ke mata air
41:56Ke mata air
41:57Betul
41:58Iya
41:59Jadi seperti semacam
42:00Lorong atau saluran bawah tanah
42:02Apakah sudah terdeteksi Pak
42:04Seberapa panjang atau luas sungai yang ada di
42:07Ada di bawah dari dataran situ Jawa Batua?
42:10Nah kemungkinan memang beberapa titik itu dari singhol
42:13Mata air dan beberapa sumur warga itu terkoneksi
42:17Oke
42:18Dan ini memang ciri khas suatu sungai bawah tanah
42:22Tapi uniknya ini berada di batuan gunung api atau batuan vulkanik
42:26Oke
42:27Dan ketika terkoneksi dengan area sumur warga
42:31Tadi juga ada dalam tanah kutip seperti sungai ya Pak ya
42:34Di bawah daratan dari situ Jawa Batua
42:36Apakah kemudian potensi singhol di titik lain ini mungkin terjadi?
42:41Kalau menurut kami tentunya ini ada kemungkinan ya
42:46Oke
42:47Ada kemungkinan atau ada peluang seperti itu
42:50Nah kita mengupayakan ya untuk melakukan penelitian lanjut
42:56Khusus situ Jawa Batu ini perlu dilakukan penelitian geofisika atau geolistrik
43:02Lokasi singhol itu tepat berada di endapan vulkaniknya ini
43:06Oke yang berwarna hijau ini ya Pak ya
43:07Iya hijau ini
43:08Oke
43:09Nah sebelah timurnya itu baru ada Batu Kapur atau Kars
43:13Jadi kalau asumsi kami ya
43:17Ini asumsi kami
43:18Kemungkinan memang sumber airnya berasal dari perbukitan Kars
43:22Tapi kemudian masuk ke rongga-rongga batuan vulkanik
43:26Oke
43:27Saya ingin tanyakan Pak karena
43:28Tentu ini menjadi perhatian yang cukup serius
43:31Kita bisa lihat ini singhol
43:33Betul bahwa di area persawahan warga
43:35Tapi kita bisa lihat juga
43:37Di sini ada mungkin seperti pemukiman
43:40Pemukiman dan di sini juga pemukiman
43:42Saya ingin tanyakan apakah ketika ada singhol di area sawah warga
43:45Kemudian di sekitarnya ada area pemukiman
43:48Apakah itu menjadi tempat yang aman untuk warga tinggal?
43:51Singhol itu memang terjadinya hanya di sawah itu
43:55Ya insya Allah itu aman ya
43:57Ya
43:58Tapi kan kita tentu butuh pemetaan juga
44:01Oke
44:02Ini jalur sungai bawatannya kemana saja
44:04Ya
44:05Jadi kalau misalkan pemetaan itu sudah selesai
44:08Saya pikir ini menjadi rekomendasi teknis untuk pemerintah 50 kota
44:14Bagaimana dalam memitigasi jalur singhol ini
44:17Kedepannya
44:18Mungkin demikian
44:19Kita tahu sampai saat ini bahkan singhol ini
44:21Tidak hanya sekedar viral di media sosial
44:24Tapi di kondisi nyatanya
44:26Masih cukup banyak warga
44:28Yang kemudian berdatangan bahkan dari luar kota
44:30Untuk solusi mungkin jangka panjang ataupun jangka pendek
44:34Apakah bisa singhol itu katakanlah ditutup Pak
44:38Diisi bagian dalamnya dengan tanah
44:42Atau mungkin dengan unsur-unsur lain
44:44Atau seperti apa solusi yang paling baik
44:46Atau mungkin saja menjadikan sebagai tempat wisata
44:48Baik
44:49Kalau kami dari perspektif geologi ya
44:52Bahwa di lokasi singhol ini kan ini sumber mata air
44:57Sumber air bukan mata air ya
44:59Sumber air artinya
45:02Kalau aturan di permain SDM ya
45:05Seluruh daerah mata air itu adalah daerah konservasi
45:09Iya sumber itu daerah konservasi
45:12Jadi kita dari perspektif geologi mungkin
45:15Lebih menyarankan kepada pemerintah daerah
45:18Dan khususnya pemilik lahan
45:20Untuk menjaga lokasi singhol tersebut
45:24Nah apakah nanti bisa dikembangkan untuk tempat
45:28Wisata
45:29Nah dalam konteks geopark
45:31Daerah singhol ini bisa dijadikan suatu geosite
45:36Atau situs geologi
45:38Nah ini kita tinggal proteksi
45:40Kemudian kita buat papan informasi untuk menjelaskan
45:43Bahwa yang singhol ini adalah proses alam
45:46Tentunya ini dengan persetujuan pemilik lahan dan kebijakan dari pemerintah daerah atau pemerintah negari setempat
45:54Terima kasih
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan