Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PANGKEP, KOMPAS.TV - Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak di kawasan Pegunungan Kars Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Proses pencarian dilakukan melalui jalur udara dan darat untuk menemukan badan pesawat serta para korban.

Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan yang ekstrem. Upaya pencarian difokuskan di sekitar titik ditemukannya puing pesawat.

Untuk informasi terkini terkait pencarian pesawat ATR 42-500, redaksi telah terhubung dengan jurnalis KompasTV, Gufran Lamataha, bersama juru kamera Rama Pratama, yang berada di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Baca Juga Terbaru! Fakta Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Satu Jenazah Ditemukan di Jurang | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/644759/terbaru-fakta-korban-kecelakaan-pesawat-atr-42-500-satu-jenazah-ditemukan-di-jurang-kompas-siang

#pesawathilang #pangkep #breakingnews #sar

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/644762/update-proses-pencarian-korban-pesawat-atr-42-500-di-pegunungan-kars-maros-pangkep-kompas-siang
Transkrip
00:00Untuk informasi terkini kita tanyakan langsung pada Jurnalus Kompasivi, Gufron Lamataha dan Jurukamera Rama Pratama di Pangkep, Sulawesi Selatan.
00:07Gufron, untuk saat ini tim sahar gabungan telah menemukan satu korban dan hingga saat ini bagaimana proses evakuasi apakah terkendala dengan cuaca?
00:15Ya betul sekali untuk proses evakuasi hingga siang hari ini memang masih dilakukan sejak pagi tadi memang beberapa tim sudah disiagakan dan juga sudah bergerak ke puncak Gunung Bulusaraung untuk melakukan operasi evakuasi di puncak Gunung Bulusaraung.
00:41Kita juga saudara memang tadi dipersiapkan ada kurang lebih 4 tim dan juga nanti akan terbagi menjadi 2 jadi masing-masing 4 tim ini akan berada di puncak Gunung Bulusaraung terus kemudian 4 lainnya nanti akan menyusuri lereng Gunung Bulusaraung dan 1 tim lainnya nanti akan fokus untuk mengevakuasi jenazah yang memang sejak kemarin ini masih terkendala untuk bisa dibawa turun ke posko terdekat tempat saya melaporkan saat ini.
01:07Ada berbagai kendala yang disebutkan hingga kemarin dan juga hari ini masih menjadi faktor utama kenapa proses evakuasi ini berjalan lambat dan hingga saat ini belum bisa berhasil mengevakuasi jenazah.
01:22Di antaranya adalah memang kabut yang berada di puncak Bulusaraung terus kemudian juga hujan yang sejak kemarin mengguyur daerah Gunung Bulusaraung hingga pagi tadi dan juga memang kalau kita lihat kondisi awan di sekitar Gunung Bulusaraung tempat saya melaporkan saat ini masih kabut begitu ya.
01:42Jadi memang ini masih menjadi salah satu faktor utama bagaimana proses evakuasi ini masih belum membuahkan hasil.
01:50Selain itu juga memang kecepatan angin yang berada di puncak Gunung Bulusaraung ini tadi disebutkan bergerak dengan kecepatan 25 hingga 30 knot dan juga visibility ataupun juga jarak pandang juga disebutkan tadi hampir 0 ataupun juga 0% begitu ya.
02:08Karena memang kalau berdasarkan tim yang turun ke lapangan dan juga laporan dari Basarnas kota Makassar ini mengatakan kalaupun bisa melihat di atas Gunung Bulusaraung itu hanya berjarak 2 sampai 3 meter.
02:24Setelah itu akan ditutupi kabut dan juga ini menjadi faktor utama.
02:29Tadi juga rombongan dari Kementerian Perhubungan Indonesia Dudik Purwagandi dan juga tadi ada Basarnas Republik Indonesia juga turut hadir di posko pangkep ini untuk bisa melihat bagaimana dan juga mengetahkan topografi Gunung Bulusaraung.
02:46Tadi juga hadir dari BMKG ini menjelaskan kondisi cuaca dan juga mereka rencananya hari ini akan melakukan modifikasi cuaca untuk bisa mengurai kelembaban ataupun juga uap serta awan yang selama ini selama dua hari ini menjadi salah satu kendala untuk atau juga kendala jarak pandang.
03:09Atau yang menyebabkan visibilitas menurun hingga 0% yang ada di puncak Gunung Bulusaraung.
03:14Rencananya memang alat-alat ataupun juga pesawat modifikasi ini juga sudah bergerak.
03:21Tadi menurut dari Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan pesawat ini bergerak dari Semarang menuju kota Makassar untuk melakukan modifikasi cuaca pada siang hari ini.
03:34Harapannya memang awan yang selama ini menutupi ataupun juga kabut yang selama ini menutupi puncak Gunung Bulusaraung dan juga setelah ini bisa cepat mengurai dan juga bisa menguap seperti itu sehingga jarak pandang bisa jelas.
03:48Para tim juga bisa melakukan proses evakuasi dengan selamat.
03:52Tadi juga kami memantau tim Basarnas Republik Indonesia setelah tiba di posko yaitu Marsikal Madya Mohamad Shafi'i langsung berkontak dengan tim yang ada di puncak Bulusaraung melalui radio telekomunikasi.
04:07Menyatakan untuk tetap menjaga kekompakan, menjaga kesehatan, tim tetap bisa selalu berkoordinasi dengan masing-masing tim, dengan pemimpin dalton mereka masing-masing untuk tetap bisa menjaga visi-misi mereka yang sudah memang diatur sesuai dengan briefing yang dilakukan semalam dan juga tadi pagi.
04:28Sebelum meninggalkan lokasi, tadi juga Kapolabasarna sempat melakukan rapat tertutup dengan tim dari Kementerian Perhubungan, terus kemudian juga dihadiri dari Kapolda Sulawesi Selatan, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memetakan lokasi.
04:44Setelah itu mereka melakukan pertemuan lagi kecil-kecilan berada di ruang sebelah kiri saya untuk bisa berkoordinasi dengan warga lokal terkhususnya para petani pencari madu hutan yang selama ini memang sudah sering keluar masuk ataupun juga sudah mengetahui bagaimana medan terjal yang ada di Gunung Bulusaraung dan sekitarnya.
05:07Hal ini tujuannya adalah untuk bisa menjadi penunjuk jalan dan juga para tim ini tidak harus meraba-raba jalan mana yang kemudian menjadi aman untuk jadi titik evakuasi atau tidak karena memang sudah membawa warga lokal sebagai tim pemandu untuk bisa nanti memimpin tim-tim selanjutnya yang nanti akan digantian bergerak hingga sore nanti. Kembali ke Anda.
05:32Baik tentu ini menjadi harapan cuaca juga akan mendukung untuk melakukan atau untuk tim sahar gabungan melakukan proses evakuasi bagi korban terutama satu yang telah ditemukan dan juga harapannya 9 atau 8 korban lagi dapat ditemukan.
05:47Terima kasih atas informasinya Gufron Lamataha dan juga Rama Pratama dari Pangkap Sulawesi Selatan.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan