Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 47 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah melemah tajam dan semakin mendekati level Rp 17.000 per dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (19/1/2026).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menduga, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat disebabkan spekulasi gangguan independensi Bank Indonesia (BI) setelah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dinominasikan Presiden Prabowo Subianto sebagai pengganti Juda Agung, Deputi Gubernur BI yang mengundurkan diri.

Menurut Purbaya, rupiah akan bergantung pada fundamental ekonomi, maka ia optimistis sebentar lagi rupiah akan kembali menguat.

"Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana, wow orang spekulasi, dia (BI) independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu. Nanti kalau sudah insyaf juga langsung menguat lagi Rupiah karena fondasi ekonominya kita akan jaga supaya semakin membaik ke depan, pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat," kata Purbaya di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Baca Juga Menkeu Purbaya Optimistis Nilai Tukar Rupiah Menguat: Tinggal Tunggu Waktu Aja di https://www.kompas.tv/nasional/644841/menkeu-purbaya-optimistis-nilai-tukar-rupiah-menguat-tinggal-tunggu-waktu-aja



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/644879/rupiah-melemah-menuju-rp17-000-per-dolar-as-menkeu-purbaya-tergantung-fundamental-ekonominya
Transkrip
00:00Tukar kan?
00:02Makanya saya bingung.
00:04Kalau Yuda Agung masuk ke saya,
00:06jangan-jangan orang Pak Perry menggunakan saya di dalam.
00:09Enggak.
00:10Itu suatu exchange, pertukaran yang saya pikir seimbang.
00:14Enggak ada yang aneh.
00:15Kalau independensi, enggak ada hubungan.
00:16Cepicuanya nanti pada waktu yang ambil keputusan,
00:19ada intervensi langsung dari pemerintah.
00:21Selama ini kan enggak ada.
00:22Jadi, B, independen, kita jalankan fiskal,
00:25mereka jalankan humanitar.
00:26Kita koordinasi di KSSK
00:28untuk memastikan kebijakannya,
00:30walaupun sama-sama independen,
00:32tapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan
00:35pertumbuhan yang lebih cepat
00:36seperti yang disarankan di rapat KSSK Barusan dengan DPR.
00:41Pak, itu masuk sebagai elemen dari pemerintah, Pak?
00:45Apanya?
00:47Oh, saya enggak tahu.
00:49Saya enggak tahu.
00:50Saya hanya terima.
00:51Saya terima nasib saja.
00:53Pak, itu masuk sebagai elemen dari pemerintah
00:55atau bagaimana seperti di RU P2S, Pak?
00:58Masuk ke dalam BI-nya, Pak?
01:00Enggak.
01:01Harusnya begitu masuk ke BI,
01:02ya sudah dia independen.
01:03Bukan elemen pemerintah.
01:04Bukan.
01:05Kalau elemen pemerintah adalah
01:06saya akan ngirim orang setiap ada sidang
01:08Dewan Gubernur yang berhubungan dengan Bunga.
01:12Boleh kan di undang-undangnya.
01:13Itu unsur pemerintah.
01:14Kalau ini bukan independen kelihatannya,
01:16kalau jadi ya.
01:16Buah, saya enggak tahu.
01:20Kan saya bukan yang memindahkan.
01:21Saya cuma komentar yang Anda tanya, kan?
01:25Pak, ada dua nominasi.
01:26Pak, rupiah langsung anjok, Pak.
01:27Apa?
01:28Rupiah, Pak?
01:28Rupiahnya, Pak.
01:29Sudah mau turun Rp1.000.
01:31Ya, rupiah kan akan tergantung pada fundan mental ekonominya.
01:34Anda lihat, kan?
01:35YSG berapa?
01:36Berapa sekarang?
01:38YSG berapa sekarang?
01:38IHSG.
01:45Hah?
01:46Berapa SG?
01:50IHSG.
01:51Aduh.
01:52Salah ngerti.
01:53All time high, kan?
01:55Oh, 91.
01:57Tiga, tiga, tiga.
01:58Tapi kebiasa juga all time juga, Pak.
02:00All time low, Pak.
02:01Begini.
02:02Kalau index naik ke situ,
02:05pasti ada flow asing masuk ke situ juga, kan?
02:07Tidak mungkin domestik sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang seperti itu.
02:12Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat juga,
02:15karena supply dollar akan bertambah.
02:16Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana.
02:21Wah, orang spekulasi dia akan independensinya hilang.
02:24Saya pikir tidak akan begitu.
02:26Nanti kalau begitu insap juga langsung menguat lagi rupiah.
02:28Karena fondasi ekonominya kita akan jaga supaya semakin membaik ke depan,
02:33pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat.
02:37Yang pertama, berdoa.
02:41Pertama, kita pastikan likuiditas di sistem finansial cukup.
02:46B, dan kita dan keuangan sudah setuju untuk menjaga itu bersama.
02:51Yang kedua, saya pastikan program-program belanja pemerintah
02:55dibelanjain cepat di awal tahun ini.
02:58Terus, kalau likuiditas di sistem cukup kan, biasanya harga sektornya jalankan.
03:06Habis itu kami akan perbaiki iklim investasi dengan debatan lagi yang harusnya ada ini rapat,
03:10dua kasus, tapi karena ada sidang DPR ditunda besok atau rabu.
03:15Besok kayaknya.
03:16Jadi, kita akan perbaikin semuanya.
03:18Kita akan perbaikin si supply, si demand, iklim investasi,
03:21kebijakan moneter, kebijakan fisikal, sektor.
03:23Semuanya kita jalankan.
03:246 persen enggak terlalu sulit.
03:27Bukan kemarin, saya bilang kan dalam setahun.
03:29Tahun ini 6 persen bisa.
03:31Karena ekonomi itu responnya cenderung agak lambat terhadap simpulis kuli berapa bulan.
03:37Kalau saya injek sekarang, ke sistem mungkin 4 bulan baru kelihatan.
03:40Tapi kan Anda lihat, di bulan pertama udah kelihatan Januari ini udah lebih bergair
03:46daripada tahun sebelumnya kan.
03:49IHSG Next itu bukan karena pemain pasar bodo.
03:52Mereka itu orang-orang pintar.
03:53Mereka melihat prospek ekonomi ke depan seperti apa.
03:56Mereka nilai kebijakan kita seperti apa.
03:58Kemudian mereka tentukan posisi berdasarkan itu.
04:00Jadi, asing sudah masuk ke sini.
04:023 bulan terakhir kan modal asing influence-nya positif.
04:06Pak, mau update mengenai cukai layer baru untuk loko ilegal, Pak?
04:11Iya, Pak.
04:11Itu jadinya.
04:12Jadi, rinciannya gimana sih, Pak?
04:13Apakah akan ada cukai baru untuk khusus loko lokal atau seperti apa gitu, Pak?
04:17Kita ceritakan cukai baru khusus belum diputusin.
04:21Tapi, maka diputusin kira-kira akan memberi ruang pada roko-roko ilegal untuk masuk ke situ.
04:28Nanti begitu ada cukai itu mereka masih main juga.
04:31Kita kan tahu pusat-pusat industriya di mana.
04:33Saya akan tutup.
04:34Yang ditetapkan sebagai roko lokal itu ada kepisahnya nggak sih, Pak?
04:37Antara roko impor dari luar ataupun ada roko yang memang di...
04:41Rokok lokal, pure lokal.
04:42Rokok pure lokal yang ada di Madura itu?
04:45Iya, Madura ada di tempat-tempat lain.
04:47Kalau yang luar yang ilegal ya saya tutup.
04:49Nggak ada ampun itu, Pak.
04:51Pak, terkait di kuditas, mau nambah ini lagi nggak sih penempatan dana diimbara, Pak?
04:56Nggak, sekarang sudah cukup.
04:57Tapi, sekarang sudah tumbuhnya hampir 13 persen M0-nya.
05:04Sudah cukup kalau dijaga di situ terus untuk tumbuh kredit double digit.
05:08Kan tadi sudah 9,7 di bulan Desember ya.
05:11Itu karena di akhir tahun saja baru uangnya nambah.
05:14Tapi kalau seperti sekarang, ini akan semakin memberi ruang dan memaksa kredit untuk tumbuh ke double digit.
05:23Jadi, Anda nggak usah takut ekonomi akan tumbuh lebih baik.
05:25Pak, kalau mahasiswa salah satu faktornya juga concern terhadap defisit.
05:29Bapak ada tanggapan nggak, Pak, untuk menyakitkan pasar defisit?
05:32Pasar defisit fiskal semakin mendekati 3 persen atau mungkin ada kemungkinan melewati?
05:36Ada insurance nggak berhasil?
05:37Devisit kan udah lama tau.
05:38Dan justru gini, defisit fiskal itu dipakai seperti itu.
05:46Untuk apa?
05:47Untuk menggairahkan.
05:48Kayak namanya yang mana?
05:50Oh, itu ya.
05:51Biar nanyain ini habisnya.
05:52Untuk menggairahkan perekonomian dalam negeri, kita hidupkan permintaan maupun penawar sisi permintaan dan penawaran di dalam negeri.
06:03Kan kita tahu dari awal tahun lalu sampai Agustus itu melambat terus.
06:07Jadi kita perlu instrumen untuk memastikan semuanya berbalik.
06:11Kalau nggak kita sekarang udah menuju krisis loh.
06:13Resesi dan krisis.
06:14Tapi kan kita udah balikan.
06:15Jadi defisit fiskal adalah suatu konsekuensi logis dari kita menjalankan kebijakan counter-siklikal.
06:26Untuk membalik arah ekonominya dan sekarang ekonominya sudah berbalik arah.
06:30Jadi perspek kita ke depan akan lebih bagus.
06:33Itulah yang disebut kebijakan fiskal yang cerdas, saya pikir.
06:393 persen tidak lewat kan? Kita pasti yang tidak lewat.
06:46Jadi disitu kita ininya.
06:47Tapi kita berikan dorongan yang optimal buat perekonomian.
06:51Kalau nggak, kalau nggak kita sudah semua sekarang.
06:54Demo yang terjadi di bulan Agustus akhir September awal itu,
06:58yaitu indikasi bahwa masyarakat sudah susah.
07:01Cari kerja, makanan sudah terganggu, segala macam.
07:03Jadi kita mesti menciptakan kebijakan yang membalikkan arah itu, mengatasi itu.
07:09Kan sekarang udah ada demo kan?
07:10Udah sedikit kan demonya?
07:11Dulu waktu gue ngomong gitu lu pada marah.
07:14Ini menteri yang baru asal ngomong.
07:16Tapi ya betul, ketika mereka punya harapan yang lebih besar
07:20dan bisa mencari pekerjaan lebih baik dibanding sebelumnya,
07:24lebih baik kerja dibanding demo.
07:26Jadi kewajiban kita, pemerintah, dan senter dan lain-lain
07:28untuk memastikan bahwa ekonomi tumbuh lebih cepat ke depan
07:32sehingga lapangan kerja tercipta lebih banyak
07:36sehingga orang nggak sibuk demo tapi sibuk bekerja.
07:39Pak, perusahaan Cina, itu kan mau disidak dua perusahaan itu apa aja, Pak?
07:44Perusahaan Cina yang nggak bayar PPN.
07:46Tantanya mau disidak dua perusahaan itu namanya?
07:48Sehari-hari ini saya akan ke sana.
07:49Pak, nanti Anda dibawa.
07:52Saya bawa.
07:54Pak, tadi rincian-rician soal alihnya terbaru.
07:57Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan