Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 16 jam yang lalu
Transkrip
00:00Buka mataku, memandang keagunganmu, bawa aku ke tempat yang lebih tinggi
00:22Beri aku mengalami, kemuliaanmu, bapak buka mata rohaniku ini
00:38Ku saksikan, yang tak pernah ku saksikan, ku alami
00:50Yang tak pernah ku alami, beri aku mengalami, kemuliaanmu, bapak buka mata rohani
01:08Buka mataku, buka mataku, memandang keagunganmu, bawa aku Tuhan
01:23Ya Tuhan, kemuliaanmu, bapak buka mata rohani, ku saksikan Tuhan
01:45Yang tak pernah ku saksikan, ya Tuhan
01:54Lebih tinggi
02:16Semakin tinggi, semakin tinggi, ke dalam kemuliaanmu, bapak buka mata rohani, lebih tinggi
02:36Katakan lebih tinggi
02:50Ya Tuhan, kemuliaanmu, bapak buka mata rohani, bapak buka mata rohani, gitu
03:09Semua nyanyikan lebih tinggi
03:22Jatuh hati
03:39Kedalam kemuliaanmu
03:55Kedalam kemuliaanmu, Bapak
03:59Kedalam kemuliaanmu
04:03Bapak
04:09Kami rindu
04:12Beri tepuk tangan lebih meriah
04:14Kami rindu hidup suci
04:20Lebih suci, makin suci
04:27Tak berjelah di hadapanmu
04:32Ya Bapak ubahkan kami
04:37Hidup benar di hadapanmu
04:46Sungguh menyenangkan engkau
04:52Ya Bapak
04:55Ubahkan kami
04:59Malam ini Bapak
05:04Cama kami
05:07Malam ini
05:10Malam ini
05:10Ya Bapak
05:13Nyalakan gaya
05:16Gaya yang kudus
05:19Di dalam hidup kami
05:22Di dalam hidup kami
05:23Bapak
05:25Bapak
05:27Bapak
05:29Bapak
05:31Bapak
05:33Agar kami
05:36Bapak
05:37Agar kami
05:39Malam ini
05:40Malam ini
05:42Nyalakan gaya yang kudus
05:49Nyalakan gaya yang kudus
05:51Jama kami Bapak, jama kami malam ini ya Bapak,
06:03Ubahkan kami untuk lebih mencintaimu, hidupannya untuk kesukaanmu ya Bapak,
06:20Ya Allah Israel, Allah dan Bapak, Tuhan kami, Yesus Kristus, Bapak, Bapak,
06:37Ubahkan kami, jama kami Bapak, Ubahkan kami Bapak,
06:47Bapak,
06:51Buatlah sesuatu yang baru dalam hidupku, Bapak,
07:06Ubah, Ubah metabolisme rohani kami,
07:19Buat kami sesuatu yang baru malam ini Tuhan,
07:32Kalau besok matahari terbit, Bapak, kami sudah hidup baru,
07:43Lebih dari hari yang telah kami lalui,
07:46Hanya kau Tuhan, hanya kau Tuhan, yang dapat, oleh kuasa roh kudus,
08:08Suci hidup dibaharui,
08:17Lawatlah aku,
08:25Selamatlah aku Tuhan,
08:32Di tempat ini,
08:37Di tempat ini,
08:38Jamalah aku Tuhan,
08:41Jamalah aku Tuhan,
08:48Lewatlah aku Tuhan,
08:55Lewatlah aku Tuhan,
09:02Lewatlah aku Tuhan,
09:05Lewatlah aku Tuhan,
09:06Di tempat ini,
09:10Jamalah aku Tuhan,
09:12Lewatlah aku Tuhan,
09:16Sekarang ini Tuhan,
09:25Tuhan jamalah aku Tuhan,
09:29Jamalah aku Tuhan,
09:33Jamalah aku Tuhan,
09:36Aku jadi baru Tuhan,
09:45Jamalah aku Tuhan,
09:50Jamalah aku Tuhan,
09:52Lewatlah aku Tuhan,
09:55Lewatlah aku Tuhan,
09:56Lewatlah aku Tuhan,
09:58Lewatlah aku Tuhan,
09:59Lewatlah aku Tuhan,
10:00Lewatlah aku Tuhan,
10:02Lewatlah aku Tuhan,
10:03Lewatlah aku Tuhan,
10:04Lewatlah aku Tuhan,
10:05Lewatlah aku Tuhan,
10:06Di tempat ini,
10:07Lewatlah aku Tuhan,
10:08Lewatlah aku Tuhan,
10:09Lewatlah aku Tuhan,
10:10Lewatlah aku Tuhan,
10:11Lewatlah aku Tuhan,
10:12Di tempat ini,
10:14Sekarang ini
10:23Tuhan zaman
10:28Haleluya bang
10:31Tuhan zaman
10:36Tuhan zaman
10:40Tuhan zaman
10:44Tuhan zaman
10:48Tuhan zaman
10:50Kau bapak kau pria saja
10:56Lawatlah aku Tuhan
11:00Lawatlah aku Tuhan
11:06Kami membutuhkan lawatanmu Bapak di surga
11:10Kami memerlukan engkau
11:16Amin Tuhan
11:20Ya Bapak
11:24Kau mimpi kau wanita
11:28Katakan
11:30Lawatlah aku
11:32Jangan
11:36Aku
11:38Tuhan
11:40Den bluetooth
11:42Jangan
11:44Katakan
11:48iku
11:50Bersama katakan, Tuhan jaman.
12:02Tuhan sama aku, ku jadi baru.
12:20Tuhan jaman, ku jadi.
12:29Sekali lagi bersama, rawatlah aku, angkat tangan saudara.
12:37Bapak bergantikan, dengan perban, berbincaralah kepada kami, Bapak Yahweh.
12:46Allah, Bapak, Allah, Bapak, Tuhan, Jesus Christus.
12:57Amin.
12:58Bersama katakan, Tuhan, Jaman.
13:10Aku, ku jadi baru.
13:19Tuhan jaman, Tuhan jaman.
13:26Ku jadi, ku jadi baru, Tuhan.
13:38Ku jadi baru, Tuhan, Bapak, Tuhan.
13:45Bapak berbicara lah kepada kami, kuasai anakmu ini, hamba pelayan Tuhan Yesus Christus.
14:03Ampunilah segala dosa kesalahan kami, sekecil selalu seapapun kesalahan itu ampunilah.
14:10Dan kami tidak mau melakukan, Bapak, Engkau yang menolong kami untuk hidup tak bercaca, tak bercelah.
14:20Berbicara lah kepada kami yang mulia, Bapak di dalam nama Yesus Christus.
14:27Kami sambut firmanmu, Bapak Yahweh.
14:31Amin.
14:32Silahkan duduk, saudaraku sekalian.
14:40Bapak, Ibu, saudara sekalian.
14:44Menjadi rahasia kehidupan yang luar biasa.
14:49Jika kita percaya, menerima, dan mengalami.
14:56Kita harus sungguh-sungguh menunjukkan hidup kita ke langit baru, bumi baru.
15:10Kita harus sungguh-sungguh menunjukkan hidup kita ke langit baru, bumi baru.
15:18Kita harus se-ekstrim-ekstrimnya, saudara.
15:28Se-fanatik-fanatiknya.
15:31Ini tidak akan membuat hidup saudara dan saya menjadi aneh, nyentrik di mata manusia.
15:40Tidak.
15:41Kita akan nampak hidup wajar, tetapi agung, mulia.
15:48Taukah, saudara, ketika kita memantapkan hati kita,
15:53menunjukkan hidup kita ke langit baru, bumi baru,
16:00makin menghayati dunia ini, bukan rumah kita,
16:05maka kita makin bisa menerima keadaan apa saja yang kita alami.
16:12Keadaan apapun yang kita alami.
16:14Kita tidak akan menjadi serakah.
16:20Kita akan mensyukuri apapun yang menjadi bagian kita.
16:25Dengan terus menghayati bahwa kita adalah orang yang menumpang di bumi ini.
16:35Ini harus terus kita ingatkan kepada diri kita sendiri.
16:42Kita perintahkan seluruh kesadaran kita di bawah sadar kita, seluruh saraf-saraf kita.
16:52Bahwa kita menunjukkan hidup kita ke langit baru, bumi baru.
16:57Saya sebagai yang sering mengutarakan hal ini.
17:08Saya yang sering mengkampanyekan hal ini, saudara.
17:13Dan saya yang berusaha untuk bisa jadi pelopor.
17:17Berusaha dengan cara terus mengingatkan diri saya.
17:26Saya perintahkan kesadaran, ketidaksadaran di bawah sadar saya, maksud saya, seluruh saraf-saraf saya.
17:37Langit baru, bumi baru.
17:38Jika tidak demikian, saudara.
17:46Besar kecenderungan kita untuk melihat kanan-kiri dan bisa menulai ke belakang.
17:55Besar potensi kemungkinan kita untuk menikmati dunia seperti anak dunia menikmatinya.
18:05Percayalah, saudara tidak menjadi miskin, tidak menjadi kekurangan dan dipermalukan.
18:13Percayalah, karena saudara calon penghuni rumah Bapak.
18:21Bapak pasti pelihara.
18:24Bapak pasti pelihara.
18:26Seperti apa yang saya sampaikan dalam doa pagi, kita ingat kita ini musafir.
18:36Kita orang yang menumpang di dunia.
18:40Jika kita menunjukkan hidup kita ke langit baru, bumi baru, saudara.
18:45Maka akan ada selalu kegentaran terhadap Allah.
18:53Kita akan menghadap Allah.
18:57Bagaimana keadaan kita waktu kita ada di hadapan Allah.
19:04Tidak ada yang tersembunyi.
19:07Semua dibuka.
19:09Dan kegentaran ini, saudara, akan membuat kita menjauhi segala hal yang dapat melukai hati Tuhan.
19:22Kita menyeksa daging kita.
19:25Kita menyeksa ego kita.
19:27Kita menyeksa manusia lama kita.
19:30Kita gorok.
19:32Kita matikan.
19:33Agar manusia Allah hidup di dalam diri kita.
19:41Karena ketika kita menghadap Bapak di surga.
19:45Bapak di surga mengendaki kita memiliki wajah batinia.
19:52Seperti wajah Tuhan Yesus.
19:56Jangan lupa.
19:59Langit baru, bumi baru.
20:01Jangan lupa.
20:03Itu satu-satunya tujuan kita.
20:07Jangan lupa.
20:08Kita hanya menumpang di bumi.
20:11Jangan ada kegemaran-kegemaran yang menyita perhatian waktu, tenaga pikiran, apalagi uang kita.
20:20Sudah saatnya kita tidak perlu punya hobi apapun.
20:25Kecuali sesuatu itu Tuhan ikut menikmatinya.
20:29Kita dianggap konyol terserah.
20:36Jangan punya hobi apapun.
20:40Hobi kita hanya satu menyenangkan hati Tuhan.
20:43Jadi kita tidak punya kesenangan.
20:48Kesenangan.
20:48Iya.
20:49Tapi ketika kita tidak punya kesenangan, justru Tuhan akan membuat kita senang.
20:55Dengan apapun yang kita miliki.
20:59Dengan keluarga, dengan anak, cucu, sahabat, teman.
21:03Dan percaya saudaraku.
21:07Semakin kita menanggalkan kesenangan pribadi.
21:11Semakin kita bisa menikmati Tuhan.
21:15Sungguh.
21:16Dengan menunjukkan perhatian kita ke langit baru, bumi baru.
21:24Kita akan lebih mudah menanggalkan semua hobi.
21:28Dulu punya koleksi ini, dulu punya koleksi itu.
21:31Sekarang tidak ada lagi.
21:33Kita akan tinggalkan.
21:35Koleksi apa?
21:36Koleksi prangku, koleksi mobil.
21:42Mobil-mobil yang kecil itu.
21:45Mobil besar tidak mampu, mobil kecil.
21:54Kalau firman mengatakan asal ada makanan pakaian cukup,
21:59kamu tidak perlu punya yang lain.
22:01Ini loh, semilitan mungkin, seradikal mungkin.
22:10Saya tahu orang akan mentertawakan kita dan mencoba untuk
22:13mencelah kita, mencari salah kita, bahkan
22:19memfitnah kita.
22:22Tidak apa-apa, tenang.
22:25Tuhan yang akan berperkara.
22:28Tenang.
22:31Kita menantikan pengadilan Tuhan.
22:47Ketika kita menunjukkan tujuan kita ke langit baru, bumi baru.
22:51Kita hidup suci.
22:54Kita tidak punya kesenangan selain Tuhan.
22:57Dan apa yang menjadi kesenangan kita menyenangkan Tuhan.
23:02Kalau kita menyenangkan Tuhan,
23:05kita rindu menyenangkan Tuhan,
23:07maka kita akan berusaha
23:09untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan.
23:15Jangan kita skip
23:16dari hal-hal sederhana setiap hari
23:20sampai perkara besar yang menyangkut seluruh hidup dan nyawa kita.
23:32Tahu enggak, saudara, waktu saudara menyembah Tuhan,
23:36kualitasnya itu tergantung dari sikap hidup saudara.
23:39Waktu saudara berkata,
23:45aku menyembahmu Tuhan,
23:49seluruh darah dan nyawa kita ikut terangkat.
23:53Aku memuliakan engkau.
23:58Karena kalau tiap hari kita tidak punya kesenangan selain Tuhan,
24:02tidak ada hobi-hobi,
24:04kita rela menyerahkan nyawa kita.
24:07Tadi saya katakan dari perkara kecil sampai hal besar yang menyangkut nyawa.
24:13Hal-hal biasa sampai menyangkut nyawa.
24:18Kalau hari ini Tuhan percayakan saya pekerjaan yang besar,
24:23itu nyawa saya, saudara.
24:25Itu harga diri, nyawa, malu, apapun.
24:29Sudah jadi pertaruhannya.
24:34Kalau proyek pelayanan saya hanya lima,
24:40lima,
24:44saya punya sepuluh,
24:46belum nyawa saya.
24:48Kalau proyek pekerjaan saya harus mempertaruhkan seratus,
24:52saya punya seribu,
24:54enggak masalah.
24:56Tapi saya punya apa, saudara?
24:58Lalu tanggung jawab saya lebih besar dari apa yang saya miliki hari ini.
25:02Saya hanya bergantung kepada Tuhan.
25:06Kalau Tuhan tidak memberikan mana,
25:09mati saya.
25:10Kalau Tuhan tidak mengirimkan burung gagak,
25:14waduh bisa habis saya.
25:16Jadi ketegangan demi ketegangan itu,
25:20membuat kita, saudaraku,
25:24menantikan Tuhan.
25:25Jadi kalau kita mengatakan,
25:29kami sembah,
25:33aku puji,
25:35aku sembah kau.
25:37Itu nyawa kita ikut terangkat, saudara.
25:39Seluruh darah kita ikut terangkat.
25:46Saudara yang ngerti, enggak ngerti, saya ngomong.
25:48Aku menghormatimu, Tuhan.
25:56Itu kita sudah membayarnya setiap hari dengan segala ketegangan.
26:01Aku menghormatimu.
26:05nyawa kita sudah kita taruh.
26:09Itu berkualitas.
26:14Kita enggak perlu menghayati,
26:17kita otomatis bisa, saudaraku.
26:22Pasti bisa.
26:24Pasti bisa, saudara.
26:26Kalau saudara punya pengalaman,
26:35tidak punya pacar,
26:38kesepian,
26:40sering nyanyi lagu,
26:41Sabtu malam,
26:43ku sendiri,
26:46itu menghayati tanpa dipaksa.
26:50Enggak usah menghayati,
26:54saudara sudah bisa menghayati.
26:56Karena memang,
26:59ya malam minggu kesepian,
27:01apa?
27:04Enggak punya pacar,
27:06tidak punya teman,
27:11duduk manyun di bawah pohon,
27:13di depan rumah.
27:16Sabtu malam,
27:19ku sendiri.
27:21Itu berasa gitu.
27:26Sama, saudaraku.
27:28Bawa aku kesana.
27:31Sudah habis.
27:33Ajar aku setia,
27:36mengerti semu.
27:44Begitu, saudara.
27:46Begitu.
27:46Makanya orang yang bersama saya,
27:52aku janjikan,
27:53penderitaan.
27:56Tapi ingat,
27:58dibalik penderitaan,
28:00ada kemuliaan.
28:02Saudara mau nyari apa?
28:13Pendidikanmu rendah,
28:15modalmu gak ada.
28:17Eh?
28:18Saudara mau nunggu apa?
28:19Kalau bukan langit baru,
28:20bumi baru.
28:23Apalagi udah gak punya modal,
28:25ekonomi lemah,
28:26janda lagi.
28:31Janda kembang,
28:32janda cantik,
28:33masih pasang harga.
28:35Tapi sudah tua,
28:37lalat pun tidak nempel.
28:39Lu nunggu apa sih, Bu?
28:43Kecuali datang ke Rehobot,
28:45bersama saya,
28:46bawa aku kesana.
28:49Selesai.
28:50Amin.
28:51Amin.
28:51Maaf ya,
28:57jangan tersinggung.
28:58Pak Eras itu nyebut janda melulu.
29:01Apa gak ada bahasa lain?
29:03Oke, duda.
29:06Masalahnya,
29:07lebih banyak duda yang gak tahu diri,
29:09Saudara.
29:14Jadi kalau kita perbandingkan duda dan janda,
29:18lebih banyak janda yang rohani
29:20daripada duda yang rohani.
29:22Coba buat,
29:24tolong mahasiswa kamu bikin riset itu.
29:28Jadikan tema,
29:29jadikan judul skripsi atau tesis.
29:36Analisa spiritualitas,
29:39janda-janda,
29:40dan perbandingan dengan duda-duda.
29:42Menantikan apa?
29:51Bahkan saudara yang punya pendidikan tinggi,
29:55gaji besar,
29:56usaha bagus,
29:57semua akan lenyap.
30:00Saya tidak pernah lupa khutbah ketika anak saya pertama menikah,
30:04saya ingkut bah.
30:05Judulnya,
30:06semua pesta akan berakhir.
30:12Ya memang begitu.
30:14Hari ini kita pesta,
30:15akan berakhir.
30:18Jadi kalau saya lihat wajah saudara,
30:21kusut,
30:22kusut,
30:24seperti ayam kena flu burung ya.
30:27Saya senang,
30:31saya bilang ayo ikut.
30:34Tapi kalau saudara tengil,
30:37genit,
30:39materialistis,
30:40saudara tidak bisa dibawa ke surga.
30:43Tidak bisa,
30:44susah.
30:45Masih menempel di bumi ini.
30:48Kita mau lebih fanatik saudara.
30:50Ini karakteristik
30:53dari pelayanan trut ahidi saudaraku.
30:57Ya.
30:59Tapi tantangannya besar, Pak.
31:02Saya sudah dapat
31:03pimpinan roh kudus.
31:07Eras,
31:07karena aku besar.
31:09Musuhmu besar.
31:12Kalau musuhmu kecil,
31:14tidak perlu lawan aku.
31:17Tapi karena
31:17kamu milikku,
31:19kau di pihakku,
31:21musuhmu besar.
31:24Tapi Tuhan di pihak kita.
31:27Saudara-saudara.
31:30Saya bukan mau curhat,
31:32saudara.
31:32Saya kira
31:33hampir tidak ada pendeta semenderita saya.
31:36Di abad 21 ini,
31:38atau di abad 20,
31:41dibully pada waktu media sosial,
31:43begitu keluar.
31:44Waduh.
31:44Sampai anak saya,
31:48Stephanie.
31:49Stephanie itu kan ambil S2
31:52di salah satu universitas
31:54yang psikologinya bagus
31:57untuk master psikologi.
32:01teman-temannya bilang,
32:04kan karena sudah
32:05cuti satu tahun
32:07waktu di Melbourne,
32:09dilanjutkan lagi
32:10teman-temannya baru.
32:13Oh ini
32:14Stephanie Erastus yang
32:15bapaknya viral.
32:17Sampai kaprodinya apa,
32:23atau profesornya
32:24manggil dia bilang,
32:25Stephanie kamu gak apa-apa kan?
32:27Oh gak apa-apa bu.
32:30Gak apa-apa ya.
32:31Gak apa-apa bu.
32:32Sampai begitu.
32:33Dikuatkan imannya
32:35oleh kaprodinya.
32:36Jadi memang benar-benar
32:38luar biasa.
32:40Viralnya bukan viral positif loh.
32:43Sesat.
32:46Jadi seperti orang
32:48kena kusta.
32:50Tapi heran lu sedara
32:52masih mau ikut disini.
32:56Tahu gak apa yang saya pikirkan?
32:59Kalau saya di pihak Tuhan,
33:01tidak mungkin kekurangan orang.
33:03Tuhan pasti
33:06menyisakan orang-orang
33:08yang masih
33:09akan dibawa ke langit baru,
33:11bumi baru.
33:13Jadi saya dicepit,
33:15melejit.
33:18Dicepit,
33:19gak ada harapan di bumi,
33:20boleh pulang aja.
33:22Ya itu mas.
33:22Gak ada yang saya harapkan.
33:25Dan saya mau bekerja keras
33:27menyelamatkan jiwa-jiwa.
33:29Saya mau menyelamatkan jiwa-jiwa
33:33anak-anak lewat pendidikan umum,
33:35remaja lewat pendidikan umum,
33:38pemuda lewat pendidikan umum,
33:41dan kampus.
33:43Sebanyak-banyaknya
33:45saya mau buka di seluruh Indonesia.
33:47Kalau Tuhan mengendaki,
33:50khai mos shalai nos.
33:52Amin.
33:53Mari kita bangun.

Dianjurkan