- 2 hari yang lalu
Kategori
🛠️
Gaya hidupTranskrip
00:00Kerinduanku
00:04Di hadapanmu
00:07Yuk dengan mesra
00:12Tulus segenap hati
00:15Penjadisan
00:18Timosyaynaralakomosyalamakusimu
00:25Lomilana sena sena sena
00:29Tulus segenap hati
00:33Penjadisan
00:35over pani
00:42Persu Benny
00:45Gotoh
00:53Penjadisan
00:56ruh
00:57Kerinduanku, haleluya
01:00Kerinduanku
01:04Bapak melihat hati kami
01:07Hatiku, hati kami
01:11Haleluya, amin
01:15Mencari anak, kesukaan
01:24Sampaikan
01:25Dari hatimu yang tulus
01:29Kepada Bapak
01:31Menaikanku
01:34Cantik
01:41Mempasok
01:43Semerba
01:49Baru
01:51Kesukaan
01:55Bapak
01:59Dari tempat tinggi
02:01Dari tempat tinggi
02:07Kau dapat melihat
02:11Cintaku padamu
02:14Dari tempat tinggi
02:17Semua
02:20Semua perkuatanku
02:22Dari tempat tinggi
02:23Dari tempat tinggi
02:27Dari tempat tinggi
02:31Dari tempat tinggi
02:32Dari tempat tinggi
02:33Dari tempat tinggi
02:34Dari tempat tinggi
02:39Dari tempat tinggi
02:41Dari tempat tinggi
02:46Dari tempat tinggi
02:48Dari tempat tinggi
02:49Cintaku padamu
02:51Dari tempat tinggi
02:52Dari tempat tinggi
02:54Dari tempat tinggi
02:55Dari tempat tinggi
02:56Dari tempat tinggi
02:57Dari tempat tinggi
03:01Dari tempat tinggi
03:03Dari tempat tinggi
03:05Dari tempat tinggi
03:06Dari tempat tinggi
03:07Dari tempat tinggi
03:08Dari tempat tinggi
03:09Dari tempat tinggi
03:10Dari tempat tinggi
03:11Dari tempat tinggi
03:15Dari tempat tinggi
03:16Dari tempat tinggi
03:17Dari tempat tinggi
03:18Dari tempat tinggi
03:19Di sorga, kau dapat melihat cintaku padamu yang ku denganku terangkan
03:33Kau bapak, kau pria saja dari tempat tinggi
03:57Tuh sahibus, biar Tuhan menemukan pria-pria yang takut akan Allah mencintai Tuhan dengan tulus
04:13Amin
04:16Tuh sahibus, biar Tuhan menemukan pria-pria yang takut akan Allah mencintai Tuhan dengan tulus
04:46Alah dan Bapak Tuhan kami, Yesus Kristus
04:51Amin
04:53Amin
04:57Amin
04:58Aduh mungkin musikal siap
05:03Mari bersama, haleluya, amin
05:14Amin
05:16Amin
05:17Amin
05:19Amin
05:21Cintaku padamu yang ku dekat
05:26Amin
05:27Amin
05:28Amin
05:29Amin
05:30Amin
05:31Amin
05:32Amin
05:33Amin
05:34Amin
05:35Amin
05:36Amin
05:39Amin
05:40Amin
05:41Amin
05:42Amin
06:06Amin
06:36Di hadapan
06:42Saya mau iring Yesus
06:54Sepanjang hariku
06:57Malah berat dan sukar
07:02Hidup
07:05Yang Tuhan Yesus jalani
07:11Rinduku Bapak kami
07:18Yuk kita tunuh sampaikan kepada Bapak
07:22Ajar ku setia
07:25Seperti dirimu
07:31Tuhan Yesus
07:33Taat kepada Bapak
07:36Selamat di dunia
07:42Lakukan keganda Bapak
07:46Menyelesaikan
07:48Menyelesaikan
07:49Menyelesaikan
07:50Tuhan Yesus
07:52Mau iring Yesus
07:57Kita tujukan pujian ini
08:03Kepada Tuhan Yesus
08:05Tuhan Yesus
08:09Tuhan Yesus
08:11Tuhan Yesus
08:13Menyelesaikan hati Bapak
08:17Tuhan Yesus
08:20Tuhan Yesus
08:22Menyelesaikan hati Bapak
08:26Tuhan Yesus
08:27Tuhan Yesus
08:29Tuhan Yesus
08:31Tuhan Yesus
08:35Selamat di dunia
08:39Selamat di dunia
08:41Tuhan Yesus
08:43Tuhan Yesus
08:45Tuhan Yesus
08:47Tuhan Yesus
08:51Tuhan ku memilihmu
08:55Mengikut sejauh
09:03Memesukaan Bapakmu
09:09Bercumpa Tuhan nanti
09:14Muka dengan muka
09:18Kepadamu ku datang
09:22Tuhan Yesus ku memilihmu
09:25Tuhan ku memilihmu
09:29Mengikut sejauh
09:32Menjadi kesukaan Bapakmu
09:40Bercumpa Tuhan nanti
09:44Muka dengan muka
09:48Kepadamu
09:52Kau Bapakku pria
09:54Tuhan ku memilihmu
09:56Diberkati saudaraku
10:01Amin
10:04Diberkati saudaraku
10:07Haleluya
10:10Amin
10:12Amin
10:16Amin
10:19Tuhan ku memilihmu
10:22Tuhan ku memilihmu
10:27Tuhan ku memilihmu
10:30Bersana Yesus ku memilihmu
10:32Amin
10:34Amin
10:35Amin
10:36Diberkati saudaraku
10:38Tuhan Yesus
10:40Tuhan Yesus
10:42Tuhan Yesus
10:43Tuhan ku memilihmu
10:44Amin
10:46Amin
10:47Amin
10:48Diberkati saudaraku
10:50Kami bukong wanita, Tuhanku memilihmu, kama bapak-bapak pria berdoa.
11:04Finishing well, kita akhiri sisa umur hidup kita.
11:12Mengiring Tuhan, mengiring Bapak bersama Tuhan Yesus.
11:23Masih kau mipu kau wanita, tulus Tuhan membagu memilihmu.
11:29Bapak, dengar, engkau dengar doakan.
11:40Bapak, dengar, engkau dengar doakan.
11:53Lihatlah, bersama, katakan bersama.
11:59Aku memilihmu, mengikut jejakmu, menjadi kesukaan bapak.
12:13Berjumpa, Tuhan nanti.
12:18Mengungkapu, dengan muka.
12:22Kepadamu, ku tetap.
12:26Tuhanku memilihmu.
12:30Bapak, dengar, engkau dengar doakan.
12:33Morosi kucus.
12:34Kepadamu, ku tetapnya.
12:35Kepadamu, ku tetap.
12:52Kepadamu, kepadamu, ku tetap setia, ku tetap setia.
13:07Bapak engkau menaungi, engkau melingkupi kami, kehadiranmu di tengah kami Bapak,
13:15kehadiranmu yang mulia Tuhan Yesus Kristus dan roh kudus yang melingkupi kami, terima kasih.
13:24Berkati kami dengan suaramu, Bapak, biar engkau berbicara kepada kami di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
13:38Amin, amin.
13:39Silahkan duduk, Bapak, Ibu, saudara-saudaraku, haleluya.
13:45Saudara-saudaraku sekalian,
13:59Kehendak bebas yang Tuhan berikan kepada kita itu anugerah sekaligus kehormatan.
14:19Anugerah sekaligus kehormatan.
14:23Tentu anugerah yang di dalamnya termuat tanggung jawab.
14:37Dengan kehendak bebas yang kita miliki, saudara-saudaraku.
14:43Kita diberikan Tuhan opsi, pilihan.
14:54Disitulah letaknya kita harus bertanggung jawab.
14:57Dan di dalam keputusan-keputusan kita,
15:08Disitu kita mengarahkan hidup.
15:12Dan kita menentukan nasib kita.
15:16Saya pinjam kata nasib, kita menentukan keadaan kekau kita.
15:21Dan itu harus selalu diingat.
15:26Dan itu selalu harus kita ingat.
15:30Dan Tuhan membiarkan.
15:35Seperti Allah membiarkan Adam dan Hawa memetik buah yang dilarang untuk dikonsumsi.
15:48Tetapi Allah sudah menasihati.
15:51Allah sudah memberi peringatan.
15:57Selanjutnya Allah memberi kebebasan.
16:01Dan itu kehormatan, saudara.
16:03Nah masalahnya apakah kita menggunakan kehendak bebas kita untuk menjadi terhormat atau terhina.
16:13Kuasa kegelapan berusaha membuat orang tidak memperhatikan hal ini.
16:28Sering dibawa dalam keadaan pasif.
16:35Pasifitas.
16:37Dan kepasifan itu sebenarnya juga pilihan.
16:41Ketika seseorang tidak bermaksud memilih.
16:46Itu pun pilihan.
16:50Dan orang yang tidak bermaksud memilih.
16:54Dimana keputusannya adalah tidak memilih.
16:58Pasti terhanyut oleh dunia.
17:01Pasti terhanyut, saudara.
17:07Saudara ingat bahwa kita tidak bisa netral.
17:10Kita harus memilih.
17:14Orang yang tidak memilih mengambil keputusan tidak memilih.
17:19Pilihannya tidak memilih.
17:22Dan orang-orang seperti ini bersikap netral, pasif.
17:28Ia tidak menghargai kehormatan yang diberikan untuk memilih tersebut.
17:39Dan itu sekaligus dia tidak bertanggung jawab atas kehendak bebas yang dimilikinya.
17:48Taukah saudara bahwa banyak orang dalam keadaan pasif.
17:53Tanpa dia sadari.
17:55Kita harus memilih, saudara.
18:03Nah masalahnya seperti yang pernah saya singgung.
18:06Apa opsi?
18:09Apa pilihan?
18:12Dalam kita
18:13Menggunakan kehendak bebas.
18:19Kalau pilihan studi, pekerjaan, tempat tinggal, bahkan jodoh.
18:26Itu sebenarnya masih opsi yang tidak beresiko tinggi.
18:32Tentu yang paling beresiko adalah jodoh, saudaraku.
18:36Karena ini sangat dekat dengan neraka atau surga, saudaraku.
18:41Tetapi opsi yang kita harus pilih, kita tentukan.
18:48Dan kita mengarahkan diri pada opsi itu adalah kekekalan dalam kemuliaan atau kekekalan dalam kehinaan.
18:57Memang saudara tidak bermaksud untuk masuk ke dalam kemuliaan.
19:04Kehinaan.
19:05Tetapi ketika seseorang bersikap pasif,
19:11Ia membawa diri atau tergiring atau terkondisi atau terhanyut ke dalam kekekalan yang menuju kehinaan.
19:20Setan membuat seseorang lupa opsi penting,
19:27Opsi utama ini.
19:29Dengan berbagai kesibukan.
19:32Sudara membuka gadget setengah jam, satu jam, lima belas menit.
19:37Nonton-nonton yang tidak memiliki manfaat untuk kedewasaan rohani.
19:44Anda dibuat pasif.
19:48Hobi-hobi yang tidak membuat kita bertumbuh dalam iman.
19:54Sudara dibuat pasif.
19:55Ini pasifitas.
19:58Belum lagi masalah-masalah yang menguras perhatian.
20:02Yang menusu tajam perasaan.
20:09Yang membuat gelora emosi kita.
20:11Kita dibuat hanyut dan pasif.
20:18Sudara masih bersama saya?
20:21Sudara mengerti itu?
20:25Belum cita-cita ini, cita-cita itu, keinginan itu, keinginan ini.
20:30Dan setan selalu membuat gerakan-gerakan yang membuat kita lupa
20:36Bahwa kita ada di dalam persimpangan opsi kekekalan dalam kemuliaan atau kekekalan dalam keinginan.
20:49Berbagai serangan, sudaraku.
20:53Hiburan, tontonan, tekanan dari berbagai pihak.
21:05Tadi sudara menyanyi Tuhan, aku memilihmu.
21:10Itu pilihan kekekalan, sudara.
21:14Harus selalu kita ingat.
21:16Karenanya, sudara, petahkan hidupmu.
21:23Petahkan hidupmu.
21:26Karena waktu kita itu media, di mana kita ada di ajang pemilihan.
21:34Apakah kekekalan menuju kemuliaan atau kekekalan menuju kehinaan.
21:39Bukan hanya 24 jam satu hari, bukan hanya satu jam.
21:45Tapi dari menit ke menit, dari detik ke detik kita mengarahkan hidup kita.
21:55Jadi begitu kita melek mata pada pagi hari.
21:59Kita sudah dibawa kepada medan pemilihan itu.
22:07Sudara, renungkan.
22:09Orang bangun, begitu melek, sudah ambil remote kok.
22:14Remote TV.
22:16Bukan tidak boleh nonton TV.
22:20Tapi tahukah sudara, tanpa sudara sadari,
22:23Anda dibawa kepada fokus-fokus yang membuat Anda menjadi pasif.
22:29Amin.
22:30Amin.
22:32Dulu juga saya tidak sadar.
22:35Kita ke toilet, tidak lupa bawa handphone.
22:38Tuk, tuk, tuk, tuk, tuk, tuk, tuk.
22:40Walaupun sudah selesai tugas, masih duduk di situ.
22:44Tuk, tuk, tuk, tuk, tuk.
22:46Setengah jam.
22:4745 menit.
22:50Apalagi yang lucu-lucu.
22:51Tuk, tuk, hehehe.
22:53Hehehe.
22:53Hehehe.
22:54Ngerti enggak itu semua pekerjaan setan?
22:59Mungkin Anda berkata, ah begitu amat sih pak.
23:04Setan cerdik saudaraku.
23:06Telepon masuk kering, halo?
23:14Halo?
23:16Hei, lo lupa gua ya?
23:18Maksud tuh?
23:20Gua?
23:21Siapa ya?
23:23Teman SMA.
23:25Ingat yang suka pakai itu kuncir.
23:28Gua lagi kosong nih.
23:38Kita bunuh waktu yuk dengan jalan-jalan.
23:41Waktu kok dibunuh loh.
23:43Waktu dihidupkan.
23:46Anda berkata, aduh sorry aku sibuk.
23:50Bagaimana besok?
23:51Aduh sorry loh, aku enggak bisa.
23:53Ngapain sih?
23:57Aduh.
23:58Penting banget.
24:01Doa itu penting.
24:02Ke gereja itu penting.
24:04Membaca Alkitab itu penting.
24:06Mendengar khutbah itu penting.
24:10Petakan waktumu.
24:12Setan bisa gerakan temanmu.
24:14Telepon, telepon, telepon.
24:16Ajak ke mal.
24:18Mal-mal dia.
24:20Paham enggak saudara?
24:23Hal-hal seperti ini juga saya alami.
24:28Jangan saudara pikir saya tidak mengalami.
24:31Dan jangan saudara pikir saya tidak pernah gagal.
24:34Justru saya bisa bicara ini karena saya sudah mengalami kegagalan-kegagalan.
24:45Sekarang yang kita harus lakukan.
24:48Kita membuat hati kita membarah untuk mencintai Tuhan.
24:53Jangan menunda untuk menjadi seorang yang berkenan di hadapan Tuhan.
25:00Jangan nunggu nanti saat ini.
25:04Sekarang.
25:07Aku mau berkenan Tuhan.
25:10Dari menit ke menit saudara.
25:12Saya ajari saudara, saya bagikan berkat ini.
25:24Dalam doa, kita berkata tidak ada hal besar dalam hidupku kecuali Engkau Tuhan.
25:31Kecuali berkenan di hadapanmu, menyenangkan Engkau, memuaskan Engkau.
25:38Satu-satunya hal besarku ini.
25:42Hanya Engkau Tuhan.
25:45Saudara, jangan pikir saya tidak punya masalah.
25:49Saya juga punya masalah.
25:51Ada hal-hal yang membuat saya bisa gentar, cemas, dan emosi perasaan saya terkuras.
26:01Saya tidak mau menjadi pasif gara-gara itu.
26:05Ngegeletak ke tempat tidur-tidur mikirin.
26:08Aduh, sialan itu orang.
26:10Rusak kita.
26:14Paham?
26:15Amin.
26:22Jangan sia-siakan waktu dan kesempatan saudara.
26:31Kita harus serius, saudaraku, agar kita punya akselerasi menuju kekekalan.
26:40Kemuliaan itu cepat.
26:44Saudara kalau tok-tok-tok-tok.
26:51Sialan itu orang.
26:53Anda punya kecepatan akselerasi saudara.
26:57Lambat.
26:58Anda bisa 80 km, 120 km, jadi 20 km.
27:05Malah mundur lagi.
27:06Paham?
27:11Saya mengajak para hamba-hamba Tuhan punya ambisi.
27:18Benar-benar didapati kudus, tak bercaca, tak bercelang.
27:21Belajar ya.
27:29Ketika kita punya masalah, kalau doa itu muncul terus, saudara matikan.
27:34Aku serahkan dalam tanganmu, ya Tuhan.
27:37Saya ajarin bagaimana saudara bisa fokus ke Tuhan.
27:44Pak, kalau saya berdoa, Pak, saya tidak bisa fokus, Pak.
27:48Pikiran saya melayang-layang, Pak.
27:49Saya bingung.
27:52Mencari wajah Tuhan susah.
27:54Sudah pakai pemanasan lagi.
28:01Ini kalau pendeta tidak sering berdoa, dimimbar waktu berdoa, tidak bisa nancep.
28:10Cari wajah Tuhan pemanasan.
28:13Aduh, tapi kalau tiap hari kita berdoa, langsung nancep.
28:23Bagaimana kita bisa fokus?
28:26Tenggelamkan saudara di satu masalah.
28:31Misalnya saudara punya masalah, rumah mau disita.
28:36Anak sakit berat dan beresiko.
28:40Saudara kalau berdoa, bisa fokus.
28:43Oh Tuhan.
28:48Rumah.
28:50Anakku, aduh Tuhan, kalau aku kehilangan anakku.
28:54Oh Tuhan.
28:55Fokus.
28:58Ada mercon meledak di depan rumah.
29:00Dua anaknya tidak perduaikan.
29:02Oh Tuhan.
29:04Paham tidak saudara?
29:10Paham tidak saudara?
29:13Fokus.
29:15Kalau ada satu yang menenggelamkan saudara.
29:21Lemari ambruk.
29:24Bum.
29:25Anda tidak melihat.
29:26Oh Tuhan.
29:31Paham tidak?
29:32Jangan-jangan kompor meledakkan dalam masalah.
29:36Sampai rambutmu kebakar.
29:40Oh Tuhan.
29:44Habis berdoa, butak.
29:51Tidak sadar rambutnya butak.
29:54Fokus.
29:54Dulu waktu di sekolah Alkitab ya.
30:03Saya kepala asrama.
30:05Juga dulu saya mahasiswa.
30:07Itu kalau pada hari-hari mau ulangan.
30:10Ujian akhir semester.
30:13Itu ruang doa penuh.
30:17Di sekolah kami dulu.
30:20Bendaharanya.
30:21Waduh.
30:21Itu bendahara.
30:24Selalu memberikan pengumuman.
30:27Disebut namanya.
30:29Disebut namanya.
30:32Tumiar Hutahayan.
30:34Mohon pergi.
30:35Diminta untuk datang ke sekretariat.
30:40Kalau tidak bayar.
30:42Tidak boleh ujian.
30:44Jadi bisa mendapat.
30:45Harus.
30:46Ujian harus mendapat itu.
30:49Kartu.
30:49Memang ada dosen yang kadang-kadang tidak peduli.
30:52Ayo ujian-ujian.
30:54Tapi ada peduli.
30:55Ada dosen yang.
30:56Ayo keluarkan itu.
30:58Kartu saktinya.
31:01Serius.
31:02Saya ngomongin serius.
31:06Diumumkan namanya.
31:09Diumumkan.
31:09Nah.
31:12Dalam kondisi kritis dan krisis itu.
31:15Ruang doa penuh.
31:18Betul.
31:18Jadi kalau Mano.
31:20Sudah mendekati ujian akhir semester.
31:22Dia mungkin minta orang tuanya.
31:23Belum dikirim.
31:25Tapi ya.
31:25STTE ekumeni.
31:27Tidak ada begitu.
31:28Saya bukan mau sombong.
31:32Cuma mau bangga aja.
31:35Serius.
31:36Dipanggil namanya.
31:37Lengkap dengan marganya.
31:41Tumiyar Hutahayan.
31:45Disebut namanya.
31:46Jumunang Raja Guguk.
31:53Disebut pak.
31:55Nah kalau kita punya marga sama.
31:58Dia bilang.
31:59Hei Jum.
31:59Jum.
32:00Lo bikin malu marga.
32:06Dulu itu disebut.
32:08Di kampus kami.
32:10Disebut.
32:12Tahu gak kita punya mic.
32:14Mic itu.
32:15Pakai.
32:16Julu ada merk ya.
32:17Ada gak saya sebut.
32:18Kuenceng banget.
32:21Sampai suatu hari.
32:23Ada mahasiswa.
32:24Ini orang Batak mahasiswa.
32:25Saya kasih tau marganya ya.
32:27Pandiangan.
32:28Sampai saya ingat marganya.
32:30Maaf ya kalau nama marga Pandiangan.
32:32Di kunting.
32:36Di kunting itu kabel.
32:39Jadi.
32:40Jadi.
32:42Panggil nama.
32:43Wah kok gak ada ya.
32:45Dikunteng.
32:46Dikunteng.
32:48Aduh.
32:50Tapi kita kan mahasiswa tidak kasih rahasia kepada.
32:54Kepada itu pengurus.
32:56Karena.
32:57Yang manggil itu ibu-ibu.
32:59Wah ibu-ibu bengis banget loh.
33:02Ibu-ibu pendahara.
33:04Disini ibu Esther Natasa Putra.
33:06Untung tidak bengis.
33:07Kalau bengis ibu.
33:11Esther bisa bikin tulisan.
33:13Gak usah diginiin aja gitu.
33:20Seperti di lounge waktu kita naik pesawat.
33:24Ada panggilan.
33:24Atau Garuda.
33:28Atau.
33:31Singapura Airlines.
33:32Atau Jepun Airlines.
33:35Sampai gini.
33:36Keling-keling-keling-keling-keling.
33:38Betul gak?
33:38Iya.
33:39Di lounge.
33:40Ting-ting-ting.
33:42Coba kalau ibu Esther juga begitu.
33:45Tulis namanya.
33:48Tulis namanya.
33:49Ayo.
33:54Rudy Manurung.
33:56Ini Batak Meluluh nih.
33:57Sorry nih.
33:59Tulis deh.
34:00Selamat Raharjo.
34:02Misalnya.
34:06Ada nama selamat ya.
34:08Oke.
34:09Selamat-selamat.
34:11Terus gini.
34:11Ting-ting-ting-ting-ting.
34:13Temannya bilang.
34:14Hei.
34:14Met nama lu tuh.
34:16Kalau kita dulu di.
34:18Halo.
34:19Halo.
34:21Halo.
34:22Sebut nama satu persatu.
34:25Serius.
34:26Karena mahasiswanya juga bandel.
34:30Giliran tidak ujian akhir semester.
34:32Makan ini.
34:33Makan itu.
34:34Wah terus tiap hari makan dulu.
34:36Kita bisa di depan kampus itu ada.
34:38Bubur kacang ijo.
34:40Jadi kalau kita istilahnya makan bubur kacang ijo gini.
34:43Hai.
34:43Penghijauan.
34:45Itu bubur kacang ijo.
34:47Bubur kacang ijo ketan hitam.
34:52Lalu rotinya dicelup.
34:54Celup itu sampai basah kuyuh baru gitu.
34:56Wah itu dulu.
34:57Itu penghijauan.
34:59Ya.
35:00Ya bener.
35:00Mudah.
35:01Jadi kalau udah akhir semester.
35:04Rame.
35:05Haleluya.
35:06Haleluya.
35:07Haleluya.
35:08Itu rame.
35:10Sampai tembus keluar.
35:12Padahal itu ruangan.
35:14Kedap suara.
35:16Kalau pas bukan akhir.
35:18Mau ujian akhir.
35:20Semester.
35:20Sepi.
35:22Hanya satu dua yang.
35:25Atau ada satu dua mahasiswa yang diputus pacarnya baru.
35:29Baru kenceng.
35:31Tapi kalau udah akhir semester.
35:34Rame.
35:34Satu persatu keluar masuk.
35:40Keluar masuk.
35:40Keluar masuk.
35:41Keluar masuk.
35:42Waduh.
35:43Jadi tembok ratapan.
35:49Eh.
35:51Kenapa kita tidak fokus untuk Tuhan.
35:54Aku mau berkenan Tuhan.
35:56Dan selalu krisis.
35:57Selalu krisis.
36:01Ya Tuhan.
36:02Tolong aku.
36:04Aku masih salah Tuhan.
36:05Aduh.
36:06Aku kenapa salah.
36:09Krisis.
36:12Begitu.
36:14Seperti.
36:15Atlet renang.
36:19Ya aduh.
36:21Kurang cepat lagi.
36:23Kenapa tidak begitu.
36:24Nah pasifitas membuat kita tidak fokus untuk kekekalan.
36:32Apalagi anak-anak muda yang sedang pacaran.
36:35Pasif total dia.
36:38Mestinya kan yang diingat Tuhan.
36:40Orang tadi saya ajarkan.
36:42Biar ada mercon pun masih haleluya.
36:45Tapi kalau sudah jatuh cinta.
36:48Siang malam dia ingat pacarnya.
36:51Buka buku ada namanya.
36:52Sendal ada namanya.
36:56Mandi.
36:57Gayung.
36:58Ada namanya.
37:00Elizabeth.
37:05Kenapa tidak siang malam ada pikir Tuhan.
37:08Anda senyum tidak Tuhan terhadap.
37:11Senyum tidak Tuhan.
37:14Yang amin siapa dari itu.
37:17Ada mahasiswa bilang amin.
37:20Oh ya terima kasih.
37:21Kenapa tidak siang malam kita dalam kondisi krisis.
37:28Tuhan kalau aku hari ini meninggal dunia.
37:31Aku berkenan tidak.
37:33Waktu kita nyanyi tadi.
37:35Apa itu yang pertama itu loh.
37:39Betapa singkatnya.
37:42Anda tahu apa yang saya pikirkan.
37:43Saya bayangkan saya meninggal dunia.
37:46Pakai kaos putih.
37:50Terus begini.
37:53Terus masukkan peti.
37:55Sempat seset saya bayangkan.
37:57Dan itu bisa terjadi.
37:59Jangan takut saya umur panjang.
38:01Karena ada kebenaran-kebenaran.
38:07Kebenaran yang Tuhan singkapkan.
38:10Luar biasa.
38:11Jadi saya bayangkan.
38:13Aduh kalau saya meninggal.
38:15Dan itu bisa terjadi.
38:17Saudaraku.
38:18Jadi kita harus benar-benar siap menghadap Tuhan.
38:24Jangan menunda.
38:27Berkenan saat ini.
38:29Amin.
38:33Oke tepuk tangan.
38:36Fokus.
38:39Ibu-ibu sebesar apapun masalahmu.
38:42Saudara berkata.
38:43Itu bukan masalah besar.
38:45Masalah besarku hanya Tuhan.
38:47Bagaimana aku menyenangkan dia.
38:52Ini tepuk tangan ini serius nih.
38:55Awas loh.
38:55Tepuk tangan untuk Tuhan.
38:57Bukan hanya di dalam masalah.
39:02Ketika Anda kelimpan harta.
39:04Terhormat.
39:05Naik pangkat.
39:06Itu pun Anda tidak boleh tenggelam.
39:09Roh kudus akan menolong saudara.
39:11Waktu saudara pasif.
39:13Tuhan tegor.
39:15Nah kalau Tuhan cuma beri kita hati.
39:17Perasaan tidak nyaman.
39:18Kenapa ya?
39:20Oh kamu pasif.
39:22Anda tahu pada waktu Anda bingung.
39:25Kok aku bosen ya membuat apa-apa.
39:27Itu sebenarnya alarm.
39:30Ayo maju.
39:32Ayo maju.
39:33Anda tidak mau dengar alarm Tuhan.
39:35Digebuk pakai masalah.
39:38Jangan tunggu di gebuk.
39:42Anda mengerti maksud saya?
39:44Pokoknya tujuan kita hanya berkenan kepada Allah.
39:47Pokoknya kita hanya mau mencari Tuhan.
39:52Ya.
39:53Saya tidak tahu bagaimana membahasakannya.
39:58Sebelum tidur kita sudah memikirkan Tuhan.
40:02Aku mengasihi-Mu Tuhan.
40:03Malam hari Tuhan bangunkan jam 2, jam setengah 3.
40:09Bapak-Bapak kuat aku berkenan.
40:15Tidak ada kesempatan yang tidak.
40:16Tidak.
40:19Kalaupun ada TV di depan tempat tidur kita.
40:22Saya lihat pemandangan alam.
40:25Anak saya ditanya.
40:26Apa yang paling duniawi yang dilakukan Bapak kamu?
40:29Gitu loh.
40:30Jawabnya satu.
40:31Melihat pemandangan alam.
40:34Betul.
40:35Atau lihat bencana alam.
40:38Melihat bencana alam buat kita takut sama Tuhan.
40:41Waduh tsunami apa terus.
40:45Manusia itu kecil.
40:47Kadang-kadang kita perlu diingatkan saudara.
40:50Betul.
40:51Banjur besar.
40:53Badai baru.
40:54Aduh kita itu kecil.
40:57Pemandangan alam kita mensyukuri.
40:59Hebat ya Tuhan.
41:01Paling itu.
41:02Satu kita matiin baru kita tidur.
41:05Fokus.
41:07Amin.
41:11Terima kasih.
41:12Terima kasih.
41:12Terima kasih.