Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Timnas Indonesia resmi memiliki nakhoda baru untuk memimpin Jay Idzes cs. Nama John Herdman, pelatih asal Inggris, dipastikan menjadi juru latih Timnas Garuda.

Kabar ini diumumkan melalui situs resmi PSSI, PSSI.org, Sabtu petang 3 Januari 2025.

Dalam rilis resmi ini disebutkan, PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun ini. Rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini.

Dan pada tahun ini, Herdman dan timnas telah memiliki agenda padat. Yang paling awal, timnas senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama GBK pada FIFA Match Day 23 hingga 31 Maret 2026, kemudian Piala AFF 2026 yang dimulai pada 25 Juli mendatang.

John Herdman dikenal sebagai pelatih yang visioner. Ia sukses membawa tim Kanada naik peringkat FIFA dari 72 hingga ke 33 pada 2022. Tak hanya itu, Herdman juga membuat sejarah bersama Kanada dengan membawa tim lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya sejak 36 tahun terakhir.

Pengamat sepak bola Ikhsan Mahar menilai John Herdman telah membuktikan diri mampu menangani tim dari negara yang sepak bolanya sedang berkembang. Karena itu, karakter kepelatihan Herdman sesuai dengan kebutuhan Timnas Indonesia.

Dengan pengalamannya, John Herdman diharapkan mampu membawa Timnas Garuda terbang tinggi di tingkat Asia maupun dunia.

Apakah kapasitas John Herdman mampu mengangkat prestasi Timnas Indonesia?
Kita bahas bersama Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, dan analis sepak bola Haris Pardede.

Baca Juga Filosofi Brotherhood John Herdman Warnai Era Baru Timnas Indonesia di https://www.kompas.tv/olahraga/641540/filosofi-brotherhood-john-herdman-warnai-era-baru-timnas-indonesia

#timnasindonesia #johnherdman #pssi #pelatihtimnas

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/641571/full-kata-sumardji-dan-haris-pardede-soal-john-herdman-mampu-angkat-prestasi-timnas-indonesia
Transkrip
00:00PASSI resmi mengumumkan John Hedman sebagai pelatih timnas baru menggantikan Patrick Clyford.
00:08Hedman merupakan pelatih yang berpengalaman membawa timnas Kanada ke Piala Dunia 2022.
00:17Timnas Indonesia resmi memiliki nakoda baru untuk memimpin JAIJS CS.
00:23Nama John Hedman, pelatih asal Inggris, dipastikan menjadi jurulatih timnas Garuda.
00:28Kabar ini diumumkan melalui situs resmi PSSI, pssi.org pada Sabtu Petang 3 Januari 2025.
00:37Dalam rilis resmi ini disebutkan
00:40Perjalanan bagaimana kami dari federasi ini menentukan satu nama.
00:47Jadi memang dari puluhan nama yang kita cari, kami dari badan timnas bersama-sama dengan Direktur Teknik.
00:58Mr. Alexander
00:59Memang mencari beberapa nama, dari awalnya itu lebih dari 20, kita kerucitkan jadi 10,
01:10lantas kita kecilkan lagi jadi 6, dan kita kecilkan lagi jadi 5.
01:13Jadi setelah kita kerucitkan dari 5, 5 nama kami melaporkan semuanya kepada Ketua Umum,
01:22dan kami menyampaikan semuanya kepada teman-teman EXCO.
01:25Ya, Pak Sumarji sambil diperbagi komunikasinya, jadi sebenarnya memilih John Hartman ini adalah keputusan dari,
01:36misalnya bertanya dulu dari rapat EXCO, atau gimana Pak Sumarji?
01:39Oke, nampaknya dua-duanya masih ada gangguan, tapi gak apa-apa kita akan mencoba lagi untuk melihat sebenarnya apa sih yang menjadi pertimbangan dari PSSI.
01:59Akhirnya ini memilih John Hartman, menjadi pelatih timnas baru, menggantikan Patrick Clifford,
02:05dan sebenarnya track recordnya gimana, dan apakah mampu mengangkat prestasi timnas Indonesia tetap bersama kami di Sapa Indonesia Malam?
02:13Oke, jadi melanjutkan perbincangan sebelumnya sempat terhenti ini karena saluran komunikasi yang tidak baik,
02:28jadi Pak Sumarji, jadi pertimbangan John Hartman ini apa sih dari sekian banyak, tadi 20 nama ya yang akhirnya mengerucut, jadi John Hartman?
02:35Ya, jadi pertimbangannya yang pertama ya, tadi setelah kita lakukan interview, dilakukan oleh teman-teman,
02:49jadi mengerucut ke dua nama, dua nama Giovanni dan John Hartman.
02:54Nah, jadi dua nama itu kan kita bahas kembali di rapat EXCO, kita bahas kembali di rapat EXCO,
03:02dengan berbagai macam pertimbangan mendasar.
03:06Salah satu hal yang menjadi pertimbangan mendasar kami adalah,
03:11pelatih ini mau tidak tinggal di Indonesia selama menjalin kontrak kerjasama.
03:19Ini yang menjadi pertimbangan utama.
03:21Kenapa? Karena ketika pemain itu mau tinggal di Indonesia secara otomatis,
03:28akan lebih mengenal budaya kita dan akan lebih mengenal pemain, pelatih.
03:35Ini berani berkaca kepada waktu Clivert ya, Pak Sumarji?
03:40Ya, kami kan ini menggasari dari evaluasi-evaluasi sebelumnya gitu.
03:45Jadi kalau pelatih itu on-off, tentu kan juga klub-klub yang ada di kita juga dirugikan,
03:52karena tidak bisa secara otomatis memantau dan diskusi baik dengan pelatih,
03:59juga dengan mungkin owner-owner klub.
04:01Ini kan penting sekali.
04:03Karena kan untuk pengembangan sepak bola itu butuh kebersamaan, secara bersama-sama.
04:08Nah, pertimbangan mendasar itulah yang menjadikan kita memantapkan kita semuanya,
04:15teman-teman baik ketua umum, wakil ketua umum, teman-teman EXCO,
04:18memutuskan untuk memilih John.
04:22Berarti artinya adalah John Hartman ini...
04:24Ya, gimana Pak?
04:29Berarti artinya John Hartman ini memang sudah sepakat ya,
04:31karena sudah deal, artinya sepakat tinggal di Indonesia ya,
04:34bukan pergi pulang balik ya, pada saat mau pentas aja,
04:37atau pertandingan aja nih, baru kemudian ke Indonesia.
04:41Ya, jadi dia sepakat.
04:42Bahkan dia sendiri yang mengatakan,
04:45menyampaikan ketika kita interview.
04:48Jadi kan tadi kisih-kisihnya itu kan sudah kita sampaikan.
04:51Kita sampaikan ke teman-teman yang datang untuk interview,
04:55ada beberapa kisih-kisih, kisih-kisih pilar utama.
04:58Dasarnya ini dulu, 1, 2, 3, 4, 5.
05:00Setelah itu mungkin bisa yang lain.
05:04Terus sampai dengan pengembangan silahkan ditanya.
05:07Nah, tetapi dari hal utama, pilar utama,
05:11dia mau tinggal di Indonesia ini jadi pertimbangan utama.
05:13Nah, dia sendiri bilang,
05:15menyampaikan ketika kita interview itu,
05:18langsung dia bilang,
05:19jika Indonesia memang memilih saya,
05:23memilih John,
05:24maka saya dengan keluarga saya,
05:28akan saya bawa langsung ke Indonesia,
05:29dan akan tinggal di Indonesia.
05:32Jadi itu pertimbangan.
05:34Oke, Pak Semari,
05:36kalau untuk tim kepelatihan sendiri,
05:38di John Hetman ini,
05:39apakah John Hetman yang memilih sendiri timnya,
05:41atau dibantu oleh PSS ini?
05:43Mungkin bercampur kepada warga Indonesia juga,
05:46atau pelatih Indonesia juga?
05:48Iya, iya, iya.
05:49Jadi, itu pilar, itu tadi,
05:51ini pertama ya.
05:53Yang kedua, salah satu juga itu.
05:55Kita tanya,
05:56jadi pertanyaannya cukup sederhana.
05:59Ketika kamu nanti misalkan dipilih,
06:02apakah kamu akan membawa gerbong semuanya?
06:05Itu perang orangmu,
06:08atau teman-temanmu,
06:09atau memang yang sudah terbiasa,
06:11dengan kamu bekerja.
06:12Dia bilang,
06:13saya akan membawa paling banyak,
06:14dua sampai tiga orang.
06:16Selebihnya,
06:17saya akan menjel semuanya,
06:19pelatih-pelatih asisten-asisten lokal dari Indonesia.
06:22Nah, itu juga suatu kebanggaan,
06:24buat kami semua, gitu.
06:26Jadi, hal-hal yang mencoba itulah,
06:29yang akhirnya kami sepakat memilih season ini.
06:33Oke, saya mau tanya kalau gitu ke pendapatnya Bung Harpa.
06:35Bung Harpa, tadi kalau Pak Sumarji bilang,
06:37sebenarnya ada dua alasan.
06:38Yang krusial ya,
06:39akhirnya Hartman ini yang dipilih.
06:41Yang pertama,
06:41karena tadi Hartman mau tinggal di Indonesia,
06:44yang kedua,
06:44akan nanti bercampur ya,
06:46untuk pelatihnya tidak hanya dibawa oleh Hartman,
06:48tapi juga ada dari pelatih Indonesia juga yang akan bercampur.
06:52Apakah dua pandangan ini akhirnya oke,
06:54nampaknya ini PSS-nya juga serius nih,
06:57untuk membenahi tim Nas kita?
07:01Iya, pertama,
07:03saya tadi memipu atau mempred apa yang dikatakan oleh Pak Sumarji ya.
07:07Jadi, kalau kita,
07:08saya atau kita tarik kesimpulan,
07:10bahwa federasi ini mau belajar dari mungkin apa yang kurang
07:14atau kesalahan yang dilakukan sebelum ini dalam melakukan pemilihan pelatih.
07:19Mulai dari cara prosesnya,
07:20ada komunikasi,
07:22ada konsultasi dengan direktur teknik,
07:24komunikasi juga dengan seluruh ESCO.
07:26Kemudian yang kedua juga,
07:28tadi dikatakan,
07:29mau tinggal di Indonesia,
07:31karena ini sebagai sebuah simbol pelatih atau komandan,
07:34itu harus ada di antara pasukannya.
07:35Walaupun memang ada Komendia Skora juga di Eropa,
07:38dan juga ada beberapa hal lainnya,
07:40yang memang ini,
07:42kalau saya yang nggak salah ya,
07:43Pak Zaiduddin Amali pernah mengatakan,
07:45mirip dengan pemilihan ketika Sintayong digandingkan Louis Mia saat itu.
07:49Jadi kalau saya sih melihatnya,
07:51kali ini,
07:52segala sesuatunya pemilihan pelatih itu dibunuh dengan baik.
07:56Sehingga saya berharap, kita semua berharap fans,
07:58apa yang sudah dijalankan dengan baik pula,
08:00hasilnya nanti mudah-mudahan baik juga,
08:03dan pelan-pelan,
08:04mungkin trust,
08:04kalau saya boleh,
08:05apa ya,
08:06letterlock mengatakan,
08:07mungkin agak sedikit seburut.
08:08Tapi saya percaya,
08:09kalau nanti bulan Maret,
08:11ada perkembangan,
08:12ada tifat series itu bisa dimaksimalkan,
08:13walaupun tentu tidak diharapkan langsung ada hasil,
08:16apa namanya,
08:17langsung seperti membalikan telapak tangan ya.
08:19Tapi kalau pelan-pelan progres itu ada,
08:21saya yakin,
08:22kita bisa kembali menumbuhkan rasa percaya,
08:24sesama fans,
08:25dengan pemain,
08:25dengan federasi,
08:26dan juga mudah-mudahan hasilnya positif.
08:29Oke, Bung Harpa,
08:29kalau menurut Anda sendiri,
08:30karakter dari Hartman ini cocok nggak sih buat timnas kita?
08:36Ya,
08:36kalau bicara cocok nggak cocok itu,
08:38tidak pernah ada yang tahu.
08:39Ya, kadang-kadang ada pelatih yang mungkin sudah punya pengalaman di ASEAN,
08:42atau di Asia,
08:43tapi bisa juga klub.
08:45Tapi,
08:45dia memakinkan,
08:47baru pertama kali,
08:48misalnya kalau dulu kita masih ingat,
08:50di,
08:50di,
08:52sorry,
08:52di Korea Selatan,
08:54pertama kali melatih tim Asia,
08:55sukses juga.
08:56Tapi kalau dari kita lihat CV-nya,
08:58jujur buat saya,
08:59dia lebih baik dari Kepi Clever,
09:01kalau saya boleh membandingkan.
09:02Dan kedua,
09:03ada dasar-dasar,
09:04di mana kita bisa menaruh harapan kepada John Hartman.
09:06Tapi juga jangan terlalu berlebihan,
09:08jadi sedang-sedang aja,
09:10nggak usah terlalu cepat mengambil kesimpulan,
09:12bahwa ini bakal berhasil,
09:14ini bakal gagal,
09:14nggak usah.
09:15Dan yang penting,
09:16tadi saya sempat mendengar kata komunikasi yang baik,
09:19dari Pak Sumarji,
09:20nah ini yang penting juga nih,
09:21supaya nanti,
09:22tim kepelatihan,
09:24yang tadi saya juga sudah dengar,
09:26senang sekali,
09:26akan mengakomodir asisten parti lokal,
09:28yang mana ini akan jadi jembatan,
09:30bagi karifan lokal,
09:31yang ini sangat penting,
09:33supaya,
09:33semuanya bisa kembali lagi,
09:35ke jalan yang seperti dulu,
09:36dan mudah-mudahan bisa mengatakan,
09:37jalan yang benar ya.
09:38AFM,
09:38jalan Asia,
09:39dan juga jalan dunia nanti 2030.
09:41Oke, Pak Sumarji,
09:42kalau gitu untuk John Hattman,
09:43dikasih target nggak sama PSAC?
09:46Gini ya,
09:47sebenarnya semua itu kan tentu ada di PIA-nya ya,
09:51nah,
09:51dari situ kita tentu,
09:54apa namanya,
09:56berpikir,
09:57berpikir,
09:58dan tentu berharap,
10:01agar supaya GPI yang sudah kita berikan itu,
10:04sama-sama untuk bisa dijalankan.
10:06Kalau berbicara target,
10:08tentu semua itu pasti ada target,
10:10tapi kan,
10:11namanya,
10:13kita membawa tim,
10:14membawa tim,
10:16tentu pasti semua event,
10:18itu pasti ada targetnya,
10:20itu pasti ada.
10:21Kalau tidak ada targetnya,
10:22kan tidak ada semangat,
10:23itu.
10:24Oke.
10:24Tetapi kembali lagi,
10:25bahwa,
10:26semua itu perlu adanya,
10:29butuh waktu ya,
10:30jangan terus nanti,
10:32seperti tadi,
10:33yang disampaikan Bu Harpa,
10:34saya setuju,
10:35jangan baru datang,
10:36nanti tiba-tiba dikasih,
10:38target terlalu tinggi,
10:38harusnya,
10:39kan juga,
10:39tidak bisa begitu,
10:40gitu loh.
10:41Pak Subarji,
10:41ini kan diumumkannya,
10:43lewat situs resmi nih,
10:45kalau kita berkaca ke Clyford,
10:46waktu itu kan,
10:47press call-nya sangat besar-besaran,
10:48pengenalan Clyford ke publik,
10:50nah,
10:50apakah kali ini,
10:51akan memakai apa nih,
10:52konferensi press yang besar-besaran juga,
10:53seperti Clyford,
10:54pada waktu tonal?
10:56Dan kapan ini rencana diperkenalkan,
10:58ke publik?
10:59Iya,
10:59iya,
10:59iya,
11:00jadi,
11:01saya tadi,
11:02sudah berbicara dengan Pak Ketua Umum,
11:05dan saya sudah menyampaikan ke teman-teman di grup EXPO,
11:10intinya bahwa,
11:11nanti John akan datang di tanggal 12,
11:15eh,
11:1511 malam,
11:16nanti tanggal 12,
11:17akan ketemu dengan teman-teman EXPO,
11:22dan juga yang lain,
11:25setelah ketemu,
11:27memaparkan,
11:28menyampaikan presentasinya,
11:30selanjutnya,
11:31ya,
11:31perkenalan dan menyampaikan presentasinya,
11:33presentasinya,
11:34selanjutnya,
11:35mungkin,
11:37eh,
11:37akan kita lakukan,
11:38di tanggal 12 itu,
11:39untuk press count,
11:41mengenakan ke publik,
11:4112 Januari ya?
11:43setelah itu,
11:44iya,
11:44iya,
11:45tanggal 12 Januari,
11:46setelah itu baru,
11:47tanggal 13,
11:48langsung,
11:49eh,
11:49kita running,
11:50untuk,
11:51mempersiapkan tim,
11:52eh,
11:54bersama-sama dengan,
11:55kami di PTN.
11:56nampaknya PSS ini,
11:57langsung tajap gas,
11:58Bung Harpa,
11:58kalau gitu,
11:59ada nggak sih adaptasi,
12:00yang diperlukan Hartman,
12:01di Timnas nih?
12:03Ya,
12:04pasti ya,
12:04nggak mungkin nggak ada ya,
12:05semua pelatih baru,
12:07apapun kita,
12:08kayak kita baru kerja,
12:09pasti ada adaptasi,
12:10itu yang mengapa saya mengatakan,
12:11ini ada waktu,
12:12kalau per hari ini,
12:1379 hari,
12:14jadi menarik ini,
12:15ini 79 hari,
12:15kita kosong pelatih Timnas,
12:1779 hari lagi,
12:18kita menuju ke,
12:19tanggal 23 Maret,
12:20jadi pasti ada adaptasi,
12:21maka tadi,
12:22seperti yang tadi,
12:23sudah disampaikan oleh Pak Sumarji,
12:25nanti akan diakomodori juga nih,
12:27pelatih,
12:28asisten pelatih lokal,
12:29ini yang dilakukan di era,
12:30Luismia,
12:31dan juga di era Sintayong,
12:33tapi tidak ada lakukan di era praktik level,
12:35jadi seperti yang saya katakan,
12:36banyak pelajaran-pelajaran yang diambil,
12:39kemudian diperbaiki di era kali ini,
12:40jadi adaptasi itu pasti perlu,
12:43dan nanti pas,
12:44Maret pun pasti,
12:45masih adaptasi juga,
12:46ya,
12:47mungkin,
12:47mungkin Hartman berpikir,
12:49oh ini bagus,
12:49ini bagus,
12:50tapi begitu dicoba,
12:51belum tentu,
12:51atau sebaliknya,
12:52yang tadinya dipikir,
12:53selama ini nggak dapat tempat,
12:54jarang dipanggil,
12:56mungkin dipasang,
12:56bagus juga,
12:57jadi pasti perlu waktu,
12:58kita kasih kesempatan,
13:00Jurnal Hartman bekerja,
13:01dan saya yakin,
13:03ya nanti pasti akan kita bisa lihat progresnya.
13:05Dan nanti kita tunggu ya,
13:06tanggal 12 Januari,
13:07diperkenalkan ke publik.
13:08Terima kasih Pak Sumarji,
13:09Bung Harpa,
13:09selamat malam.
13:11Selamat malam.
13:11Sedara kami tak bosan mengingatkan,
13:14untuk selalu,
13:15selamat menikmati,
13:16selamat menikmati.
13:17Selamat menikmati.
13:18Selamat menikmati.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan