Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Setelah lebih dari dua pekan dalam pengejaran, terduga pelaku pembunuhan anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Cilegon akhirnya berhasil ditangkap polisi.

HA (31), terduga pelaku, diketahui bekerja sebagai operator produksi di PT CA sejak 2019. Ia merupakan warga Kertapatih, Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil penyelidikan, motif kejahatan yang dilakukan pelaku didorong oleh faktor ekonomi.

Pelaku diketahui pernah bermain aset kripto dengan modal awal sebesar Rp400 juta yang berasal dari tabungan bersama istrinya. Modal tersebut sempat berkembang hingga menghasilkan keuntungan sekitar Rp4 miliar.

Dalam aksinya, pelaku bertindak seorang diri. Sasaran pencurian rumah dipilih secara acak. Modus yang digunakan adalah menekan bel rumah sebanyak tiga hingga empat kali.

Untuk keterangan selengkapnya, simak tayangan berikut.

#pks #pembunuhan #anakpolitisi

Baca Juga Keterangan Polisi Usai Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/641793/keterangan-polisi-usai-tangkap-terduga-pelaku-pembunuhan-anak-politisi-pks-kompas-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/641795/full-terbaru-polisi-ungkap-motif-pelaku-kronologi-penangkapan-terduga-pembunuh-anak-politisi-pks
Transkrip
00:00Saudara, setelah lebih dari dua pekan dalam pengejaran,
00:03terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon ditangkap polisi.
00:07Tetapi apa motif pembunuhan masih dalam pengusutan polisi?
00:15Terduga pembunuh anak politisi PKS di Cilegon ditangkap di sebuah rumah
00:19di kampung Pabuaran, kota Cilegon, Jumat 2 Januari.
00:24Keberadaannya terungkap setelah dirinya terpergok seorang asisten rumah tangga
00:28saat hendak mencuri di rumah mantan anggota DPRD Cilegon.
00:32Menurut polisi, pelaku adalah pencuri spesialis rumah mewah.
00:50Saat diperiksa polisi, pelaku mengakui membunuh anak politisi PKS pada 16 Desember lalu.
00:55Hal ini sesuai dengan temuan sejumlah barang bukti yang ditemukan oleh penyidik.
01:00Dan pelaku ini mengakui bahwa dia juga yang melakukan pembunuhan terhadap anak politisi PKS tersubung.
01:11Sudah ada beberapa barang bukti yang sudah kita amankan.
01:14Dan setelah dicek, memang ada persesuaian terutama kepada kunci pas yang dibentuk sebagai obeng
01:24untuk mencongkel jendela untuk melalui masuknya di jendela belakang rumah daripada politisi PKS tersebut.
01:34Sebelumnya, Polres Cilegon sudah memeriksa 22 orang saksi
01:38yang terdiri dari keluarga, tetangga, karyawan, hingga orang tua dari teman korban.
01:45Upaya mencari jejak pelaku, pembunuhan, diakui polisi terkendala banyak faktor.
01:50Mulai dari CCTV di TKP yang rusak sejak tahun 2023,
01:53hingga kondisi hujan saat pembunuhan terjadi yang membuat jejak di TKP kabur.
02:00Tim Liputan, Kompas TV
02:01Kayu berwarna krem dengan panjang warang erbi 24 cm
02:07merek Ying Guns
02:10di dalam kertas pemukus atau pengemas.
02:13Jadi di sini ada dua bilapisau, yang satu dalam kemasan, masih di dalam hukusnya, di plastik.
02:23Dan yang satu, tidak ada pengemas atau tidak ada bukusnya.
02:30Ukuran sama dengan merek yang sama.
02:34Dan satu buah masker warna hitam.
02:39Hasil pemeriksaan pada barang bukti tersebut,
02:45bahwa satu bilapisau merek dianggat dengan panjang kurang lebih 24 cm,
02:53tidak terdapat becak darah.
02:56Jadi ada dua pisau, yang satu pisau baru, yang masih dalam kemasan,
03:01itu negatif darah, atau tidak terdapat becak darah.
03:07Sedangkan pada barang bukti pisau yang satu, yang tidak ada kemasan,
03:12itu terdapat bercak darah.
03:15Dan juga pada masker, kami dapatkan juga bercak darah.
03:24Setelah kami melakukan pemeriksaan secara laboratoris kriminalistik,
03:31bahwa pada satu bilapisau yang tidak ada kemasannya itu,
03:36sudah dapat becak darah.
03:38Dan darah ini cocok, atau identik dengan darah korban.
03:44Dari mana kami dapatkan darah korban?
03:46Pada saat tanggal 21 Desember 2025,
03:52kami mendatangi TKP,
03:54melakukan oleh TKP,
03:56dan kami mengambil sampel pembanding darah korban yang ada di TKP.
04:01Dan juga pembanding darah orang tua korban.
04:07Jadi, darah yang di TKP itu,
04:11setengah daripada darah orang tua korban.
04:15Jadi, darah yang ada di TKP itu,
04:18itu adalah anak dari pembanding orang tua yang kami ambil sampel pembandingan,
04:25yaitu anak A umur 9 tahun.
04:28Dari sampel pembanding darah yang ada di TKP inilah,
04:34yang milik daripada korban anak A ini,
04:37kami bandingkan dengan darah yang ada di bercak pisau yang ditemukan di pelaku.
04:46Setelah kami memperiksaan,
04:47bahwa bercak darah yang ada pada pisau tersebut,
04:51cocok dengan profil DNA yang ada pada pecak darah pada pisau,
04:58cocok dengan profil DNA pada anak A umur 9 tahun.
05:04Jadi, darah yang di pisau itu dengan darah yang ini mempunyai kesamaan.
05:09Sehingga, darah itu, apa pisau itu adalah pisau yang digunakan pelaku untuk melakukan penusukan terhadap korban.
05:21Demikian. Terima kasih.
05:23Terima kasih kepada Pak Irfan.
05:26Selanjutnya,
05:27Tadi kita sudah mendengarkan tentang bagaimana proses pendidikan,
05:33terus bagaimana proses identifikasi berdasarkan laboratorium yang dimiliki Polri maupun dari pihak RSVD.
05:46Dan tiba-tiba kita pada saatnya untuk session pertanyaan,
05:50untuk session pertanyaan ini kita hanya memberikan tiga pertanyaan saja.
05:57Nanti karena ada session lain,
05:59nanti setelah itu kan biasanya ada doorstop,
06:02silakan dilanjutkan pertanyaan-pertanyaan.
06:05Itu kepada yang melaksanakan doorstop nanti.
06:07Dan kepada rekan-rekan yang mau bertanya,
06:10kami persilakan.
06:12Dari sana dulu.
06:14Oke, sebutkan medianya media apa.
06:20Namanya medianya apa.
06:30Selamat siang Bapak-Bapak semuanya.
06:32Saya Niko Anggriawan dari Kompas TV.
06:36Izin bertanya tadi dijelaskan sama Pak Diles Krimpung
06:39terkait dengan adanya pergeseran berangkas
06:42dan juga pelaku sempat memperiksa berangkas di lantai satu.
06:46Di pertanyaan saya,
06:48awal polisi menyimpulkan bahwa ini tidak ada tindakan pencurian.
06:56Karena tidak ada barang yang hilang.
06:59Apakah di penyelidikan awal itu tidak bisa ditemukan
07:04adanya tindakan pencurian atau apa ya?
07:08Sehingga akhirnya polisi bisa menyimpulkan
07:10bahwa ini adalah pembunuhan yang didahuli dengan pencurian.
07:14Terima kasih kalau Bapak.
07:15Langsung dijawab aja ya?
07:21Mas Niko tadi ingin dengan Pak Sipi.
07:23Izin menjawab.
07:24Itu kebetulan juga saya yang menyatakan bahwa
07:27tidak ada barang yang hilang.
07:29Itu kita kupermasi langsung kepada penelidikan rumah.
07:33Karena di dekat TKP,
07:35di kamar yang ditemukan korban,
07:38itu di atas kasurnya saja itu ada,
07:41ditemukan ada 4 HP di situ.
07:44Dan HP-nya bukan HP-HP yang murah ya Pak Nathia.
07:46Ada Samsung Fold, ada iPhone.
07:50Lalu juga kita meminta bantuan kepada pemilik rumah
07:53Bapak Inisial Haji M
07:57untuk datang dan mengecek apakah ada barang yang hilang atau tidak.
08:01Jadi makanya pada penyelidikan awal,
08:02saya tidak terlalu banyak berstatement.
08:07Mohon Izin, memang kemarin banyak yang coba menghubungi silapacau.
08:12Saya aturkan mohon maaf dulu,
08:13karena memang saya harus bisa memastikan
08:15bagaimana sebenarnya apa yang terjadi di rumah tersebut.
08:21Tapi apa yang saya bicara kepada media,
08:24pada H plus satu kejadian,
08:26dan H plus tujuh kejadian,
08:28itu adalah hasil-hasil yang kita update pada langkah penyelidikan.
08:33Jadi semoga itu bisa menjawab dari pertanyaannya Pak Sipi.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan