Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
CILEGON, KOMPAS.TV - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan anak anggota Dewan Pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten, Maman Suherman. Pelaku dibekuk saat melakukan pencurian.

Inilah detik-detik penangkapan terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS di Kota Cilegon, Banten.

Terduga pelaku ditangkap usai lebih dari dua pekan dalam pengejaran. Terduga pelaku berinisial HA ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten di sebuah rumah di Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten.

Penangkapan berawal dari adanya laporan dugaan pencurian. Seorang pria masuk ke dalam rumah usai salat Jumat.

Ketua Bidang Advokasi DPP PKS, Nurul Amalia, mengatakan ayah korban, Maman Suherman, tidak mengenal pelaku pembunuhan anaknya.

Nurul menegaskan pelaku bukan orang yang pernah bekerja di keluarga korban. Nurul meminta polisi segera menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap pelaku.

Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MA HM, anak politisi PKS Maman Suherman. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 16 Desember 2025.

Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Cilegon untuk diperiksa.

Wajah HA dengan tangan terikat dua tali tis terlihat dalam foto yang diunggah Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama.

Dalam foto yang sama juga terlihat Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan, serta Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama.

Baca Juga Terbongkar! Pembunuh Anak Politisi PKS Diduga Pencuri Spesialis Rumah Mewah | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/641562/terbongkar-pembunuh-anak-politisi-pks-diduga-pencuri-spesialis-rumah-mewah-kompas-malam

#pembunuhan #tersangka #anakpolitisi #pks #cilegon

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/641569/full-kapolsek-cilegon-beberkan-kronologi-penangkapan-pelaku-pembunuhan-anak-politisi-pks
Transkrip
00:00Inilah detik-detik penangkapan terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS di kota Cilegon, Provinsi Banten.
00:08Terduga pelaku ditangkap usai lebih dari dua pekan dalam pengejaran.
00:30Terduga pelaku ditangkap usai lebih dari dua pekan dalam pengejaran.
01:00Terduga pelaku berinisial HA ditangkap oleh tim gabungan Pores Cilegon dan Polda Banten di sebuah rumah di Papuaran, Kelurahan Cewedus, Kota Cilegon, Provinsi Banten.
01:13Penangkapan berawal dari adanya laporan dugaan pencurian. Seorang pria masuk ke dalam rumah usai sholat jumat.
01:30Sementara itu Ketua Bidang Advokasi DPP PKS Nurul Amalia mengatakan ayah korban Maman Suherman tidak mengenal pelaku pembunuhan anaknya.
01:42Nurul menegaskan pelaku bukan orang yang pernah bekerja di keluarga korban.
01:47Nurul minta polisi segera menyampaikan hasil pemeriksaan pelaku.
01:51Sampai hari ini memang keluarga korban tidak mengenal pelaku ya.
02:11Dan pelaku bukan orang yang terdekat ya dengan keluarga korban.
02:16Dan pelaku juga bukan pekerja ya.
02:20Pekerja di keluarga korban ya.
02:23Jadi ini memang pelakunya adalah orang lain yang sama sekali tidak dikenal oleh pihak keluarga.
02:29Tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten berhasil menangkap HA saat Kepergok mencuri di sebuah rumah warga di kota Cilegon, Banten pada Jumat 2 Januari.
02:57Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MAHM, anak politisi PKS Maman Suherman yang terjadi pada Selasa 16 Desember 2025.
03:09Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Cilegon untuk diperiksa.
03:15Wajah HA dengan tangan terikat dua talitis terlihat dalam foto yang diunggah kasat reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama.
03:22Di foto yang sama juga terlihat di reskrim Mumpolda Banten, Kombes Pol Dian Setiawan dan Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama.
03:32Kepada Kompas.com, Kombes Dian Setiawan bilang,
03:35Iya, pelaku ditangkap saat mencuri di sebuah rumah di Cilegon.
03:39Nanti disampaikan saat ekspos resmi.
03:42Sebelumnya Polres Cilegon sudah memeriksa 22 orang saksi yang terdiri dari keluarga, tetangga, karyawan hingga orang tua dari teman korban.
03:52Sementara sudah 22 ya, saksi mahkota apakah ada, apakah tidak ada, berapa jumlahnya, belum bisa kami sampaikan.
04:05Upaya mencari jejak pelaku pembunuhan, diakui polisi terkendala banyak faktor.
04:11Mulai dari CCTV di TKP yang rusak sejak tahun 2023, hingga kondisi hujan saat pembunuhan terjadi yang membuat jejak di TKP kabur.
04:19Itu kendala yang menjadi kendala awal kita adalah di rumah itu CCTV aktif terakhir itu tahun 2023.
04:28Itu sudah kita tanyakan kepada pemilik rumah, lalu tidak adanya security yang berjaga 24 jam di lokasi rumah tersebut.
04:34Sebelum terjadinya kejadian itu dalam keadaan hujan, lalu after kejadian pun dalam keadaan hujan yang cukup lebat,
04:46sehingga jejak-jejak yang keluar pun sulit diidentifikasi.
04:52Pembunuhan anak politisi PKS yang berusia 9 tahun itu terjadi sekitar jam 2 siang ketika Maman Suherman menerima telepon dari anak keduanya yang terdengar panik dan meminta pertolongan.
05:06Setibanya di rumah, sang anak didapati dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendaraan hebat.
05:13Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
05:19Lebih jelas soal kronologis tertangkapnya pelaku pembunuhan anak politisi PKS,
05:31sudah ada Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid. Pak Firman, selamat petang.
05:36Selamat petang, Mas Firman.
05:37Pak Firman, bisa Anda jelaskan Pak, awal mula penangkapan terduga pelaku pembunuh anak politisi PKS ini seperti apa?
05:45Baik, Mas Tiba, terima kasih untuk kronologis daripada penangkapan pelaku pembunuhan daripada anak dari aktivis PKS,
05:59berawal dari adanya informasi dari masyarakat kepada kami, Korsek Cilegon.
06:03Kemudian karena dia langsung ke Korsek Cilegon, saya memerintahkan anggota reskrim saya,
06:12dibantu oleh lima personil BKO BRIMOB, BKO dalam rangka PAM Natalu,
06:19yang kita gunakan di sini, di Korsek Cilegon, untuk mendatangi TKP.
06:25Karena informasi di TKP tersebut, pelaku masih ada di dalam rumah.
06:31Sehingga anggota kami datang ke situ bersama dengan BKO BRIMOB,
06:37kemudian mendoprak pintu dan menyisir semua kamar-kamar yang ada di dalam rumah.
06:44Dan ternyata betul pelaku masih ada di dalam rumah.
06:47Karena pada saat pelaku di dalam rumah, dilihat dari CCTV oleh pembantu ini,
06:56kemudian pembantu teriak.
06:58Dan pembantu ini sempat dikejar oleh pelaku.
07:01Nah karena anggota kami sudah duluan di situ,
07:04hanya alhamdulillah berhasil diamankan pelaku tersebut.
07:08Baik, saya ingin tegaskan Pak Firman,
07:10artinya penangkapan ini didasari pada laporan masyarakat
07:13bukan terkait dengan pendalaman polisi soal penyelidikan pembunuhan.
07:17Betul, berawal dari laporan masyarakat.
07:23Kalau adanya penjurian dan pelaku masih ada di dalam rumah.
07:29Dan perlu diketahui kalau rumah tersebut sudah dua kali dilakukan penjurian.
07:34Dengan pelaku yang sama, pelaku yang kemarin.
07:38Ini SRLH.
07:39Jadi sudah satu minggu lalu itu,
07:42pelaku itu juga pernah melakukan penjurian di rumah itu juga.
07:46Nah kemarin terakhir di Jumat,
07:47melakukan penjurian daripada akhirnya yang tertangkap.
07:50Apakah pelaku juga ini sudah diidentifikasi oleh polisi Pak?
07:53Bahwa mungkin saja memang merupakan pelaku pembunuhan anak politisi PKS?
07:58Sebenarnya Mas, sudah dalam identifikasi.
08:08Karena kebetulan pelaku ini juga bukan asli orang Banten.
08:12Asli orang Pulau Sumatera.
08:15Hanya dia tinggal di wilayah Banten, wilayah Cilgon.
08:19Tepatnya di Kompleks Rakata.
08:21Saya ingin mendalami Pak, bagaimana kemudian polisi memastikan
08:25bahwa pelaku ini betul pelaku pembunuhan anak politisi PKS?
08:31Karena ini dua kasus yang berbeda Pak.
08:34Betul.
08:35Ketika kami atau anggota kami melakukan penangkapan,
08:38mengamankan lebih dulu,
08:40setelah kurang lebih 40 menit,
08:43diamankan di TKP, dibantu sama warga,
08:45setempat, kemudian datang dari Resmo Polda dan Resmo Pores ke TKP.
08:52Sehingga karena keterbatasan anggota kami,
08:55anggota Polsek Cilgon,
08:56sehingga anggota kami menyerahkan kepada Resmo Pores untuk dikembangkan.
09:02Nah, dalam pengembangan itu,
09:04dalam pengembangan dan kemudian diinterogasi,
09:07dan pelaku ini mengakui bahwa
09:10dia juga yang melakukan pembunuhan terhadap anak politisi PKS tersebut.
09:16Pelaku mengakui, tapi apakah ada barang bukti yang memang memperkuat dugaan ini?
09:22Sudah ada beberapa barang bukti yang sudah kita amankan,
09:25dan setelah dicek, memang ada persesuaian,
09:29terutama kepada kunci,
09:32kunci pas yang dibentuk sebagai obeng
09:35untuk mencongkel jendela,
09:39untuk melalui masuknya di jendela belakang rumahnya,
09:42rumah daripada politisi PKS tersebut.
09:46Oke, artinya barang bukti itu ada ya Pak?
09:48Saya ingin tegasan kembali.
09:50Ada.
09:51Oke.
09:52Bagaimana kemudian hubungan Pak?
09:53Latar belakang pelaku dengan, mohon maaf,
09:56ayah dari korban,
09:58apakah betul pernah bekerja dengan politisi PKS ini?
10:03Kalau sampai saat ini,
10:04hasil interagasi kita,
10:06dia belum pernah bekerja.
10:08Belum pernah bekerja di situ.
10:10Dan semata-mata memang,
10:12kalau saya alihat dari pelaku ini,
10:15memang sasarannya kepada rumah-rumah yang mewah.
10:20Oke.
10:21Itu.
10:21Tapi begini Pak,
10:22karena yang menarik untuk diungkap adalah motif.
10:25Kita tahu bahwa korban ini, mohon maaf,
10:28meninggal dengan kondisi yang mengenaskan,
10:30dan kita tahu juga tidak ada pencurian,
10:32ataupun barang-barang yang hilang.
10:34Koreksi kalau saya salah.
10:35Langkas apa motifnya?
10:36Pemudaan ini?
10:38Betul.
10:39Kalau saya analisa dari TKP,
10:42TKP awal,
10:43di rumahnya politisi daripada PKS tersebut,
10:48karena sumpah juga kami melakukan oleh TKP,
10:51jadi sebenarnya niatnya memang mereka ini ada niatan untuk mengambil satu barang.
11:00Tapi karena mungkin keburu ketahuan,
11:03sehingga tidak sempat mengambil barang-barang tersebut.
11:08Seperti itu, Pak.
11:08Dugaan itu didasari atas analisa seperti apa, Pak Firman?
11:14Eh, karena pada saat di TKP,
11:21dia tidak mengambil barang-barang itu,
11:24karena mungkin orang tua,
11:28orang tua daripada korban ini,
11:32orang tua daripada korban ini,
11:34keburu apa,
11:35kepadakan untuk membantu anaknya.
11:37Oke.
11:38Demikian.
11:39Oke, tadi Pak Firman sudah menyebutkan barang bukti yang kemudian identik,
11:42tapi yang menjadi penting adalah alat yang digunakan untuk
11:44membutuhkan apakah ini sudah ditemukan dan ada di tangan pelaku.
11:51Kalau untuk alatnya ini,
11:52itu hasil yang koronkasi dari Ores,
11:54kami belum bisa memastikan itu,
11:57belum bisa menyampaikan,
11:58karena pemeriksaannya ada di Ores Silgoon.
12:04Oke.
12:04Kami hanya menyampaikan,
12:05khusus untuk koronologi penangkapannya saja.
12:08Oke.
12:09Mungkin bisa disampaikan kembali, Pak,
12:10pengakuan pelaku ini seperti apa?
12:12Apakah ada orang-orang yang mungkin membantu pelaku melakukan tindak pembunuhan?
12:18Kurang paham kalau sampai di sini, Pak.
12:20Karena itu,
12:21perananya daripada Ores Silgoon.
12:25Saat restri Ores Silgoon.
12:26Kami hanya menyampaikan koronologi daripada penangkapan saja.
12:32Oke.
12:32Saya ingin dalami soal identitas pelaku, Pak.
12:35Bahwa Pak Firman tadi menyebutkan pelaku ini bukan orang Silgoon asli.
12:40Apakah kemudian ada aktivitas khusus yang dilakukan oleh dirinya ini sehingga menetap di Silgoon dan berapa lama?
12:46Saya belum bisa menjelaskan di Tungas.
12:53Nanti mungkin
12:53Kasa Restri atau
12:56Kapolres yang bisa menjelaskan itu.
12:59Hanya, saya hanya bisa menyampaikan
13:00koronologi daripada penangkapan saja.
13:02Oke.
13:03Baik.
13:04Tentu kita tunggu ya, Pak ya.
13:05Update terbaru dan titik yang lebih terang
13:07soal penangkapan terduga pelaku pembunuhan.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan