00:00Inilah detik-detik penangkapan terduga pelaku pembunuhan anak politisi PKS di kota Cilegon, Provinsi Banten.
00:08Terduga pelaku ditangkap usai lebih dari dua pekan dalam pengejaran.
00:30Terduga pelaku ditangkap usai lebih dari dua pekan dalam pengejaran.
01:00Terduga pelaku berinisial HA ditangkap oleh tim gabungan Pores Cilegon dan Polda Banten di sebuah rumah di Papuaran, Kelurahan Cewedus, Kota Cilegon, Provinsi Banten.
01:13Penangkapan berawal dari adanya laporan dugaan pencurian. Seorang pria masuk ke dalam rumah usai sholat jumat.
01:30Sementara itu Ketua Bidang Advokasi DPP PKS Nurul Amalia mengatakan ayah korban Maman Suherman tidak mengenal pelaku pembunuhan anaknya.
01:42Nurul menegaskan pelaku bukan orang yang pernah bekerja di keluarga korban.
01:47Nurul minta polisi segera menyampaikan hasil pemeriksaan pelaku.
01:51Sampai hari ini memang keluarga korban tidak mengenal pelaku ya.
02:11Dan pelaku bukan orang yang terdekat ya dengan keluarga korban.
02:16Dan pelaku juga bukan pekerja ya.
02:20Pekerja di keluarga korban ya.
02:23Jadi ini memang pelakunya adalah orang lain yang sama sekali tidak dikenal oleh pihak keluarga.
02:29Tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten berhasil menangkap HA saat Kepergok mencuri di sebuah rumah warga di kota Cilegon, Banten pada Jumat 2 Januari.
02:57Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MAHM, anak politisi PKS Maman Suherman yang terjadi pada Selasa 16 Desember 2025.
03:09Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Cilegon untuk diperiksa.
03:15Wajah HA dengan tangan terikat dua talitis terlihat dalam foto yang diunggah kasat reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama.
03:22Di foto yang sama juga terlihat di reskrim Mumpolda Banten, Kombes Pol Dian Setiawan dan Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama.
03:32Kepada Kompas.com, Kombes Dian Setiawan bilang,
03:35Iya, pelaku ditangkap saat mencuri di sebuah rumah di Cilegon.
03:39Nanti disampaikan saat ekspos resmi.
03:42Sebelumnya Polres Cilegon sudah memeriksa 22 orang saksi yang terdiri dari keluarga, tetangga, karyawan hingga orang tua dari teman korban.
03:52Sementara sudah 22 ya, saksi mahkota apakah ada, apakah tidak ada, berapa jumlahnya, belum bisa kami sampaikan.
04:05Upaya mencari jejak pelaku pembunuhan, diakui polisi terkendala banyak faktor.
04:11Mulai dari CCTV di TKP yang rusak sejak tahun 2023, hingga kondisi hujan saat pembunuhan terjadi yang membuat jejak di TKP kabur.
04:19Itu kendala yang menjadi kendala awal kita adalah di rumah itu CCTV aktif terakhir itu tahun 2023.
04:28Itu sudah kita tanyakan kepada pemilik rumah, lalu tidak adanya security yang berjaga 24 jam di lokasi rumah tersebut.
04:34Sebelum terjadinya kejadian itu dalam keadaan hujan, lalu after kejadian pun dalam keadaan hujan yang cukup lebat,
04:46sehingga jejak-jejak yang keluar pun sulit diidentifikasi.
04:52Pembunuhan anak politisi PKS yang berusia 9 tahun itu terjadi sekitar jam 2 siang ketika Maman Suherman menerima telepon dari anak keduanya yang terdengar panik dan meminta pertolongan.
05:06Setibanya di rumah, sang anak didapati dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendaraan hebat.
05:13Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
05:19Lebih jelas soal kronologis tertangkapnya pelaku pembunuhan anak politisi PKS,
05:31sudah ada Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid. Pak Firman, selamat petang.
05:36Selamat petang, Mas Firman.
05:37Pak Firman, bisa Anda jelaskan Pak, awal mula penangkapan terduga pelaku pembunuh anak politisi PKS ini seperti apa?
05:45Baik, Mas Tiba, terima kasih untuk kronologis daripada penangkapan pelaku pembunuhan daripada anak dari aktivis PKS,
05:59berawal dari adanya informasi dari masyarakat kepada kami, Korsek Cilegon.
06:03Kemudian karena dia langsung ke Korsek Cilegon, saya memerintahkan anggota reskrim saya,
06:12dibantu oleh lima personil BKO BRIMOB, BKO dalam rangka PAM Natalu,
06:19yang kita gunakan di sini, di Korsek Cilegon, untuk mendatangi TKP.
06:25Karena informasi di TKP tersebut, pelaku masih ada di dalam rumah.
06:31Sehingga anggota kami datang ke situ bersama dengan BKO BRIMOB,
06:37kemudian mendoprak pintu dan menyisir semua kamar-kamar yang ada di dalam rumah.
06:44Dan ternyata betul pelaku masih ada di dalam rumah.
06:47Karena pada saat pelaku di dalam rumah, dilihat dari CCTV oleh pembantu ini,
06:56kemudian pembantu teriak.
06:58Dan pembantu ini sempat dikejar oleh pelaku.
07:01Nah karena anggota kami sudah duluan di situ,
07:04hanya alhamdulillah berhasil diamankan pelaku tersebut.
07:08Baik, saya ingin tegaskan Pak Firman,
07:10artinya penangkapan ini didasari pada laporan masyarakat
07:13bukan terkait dengan pendalaman polisi soal penyelidikan pembunuhan.
07:17Betul, berawal dari laporan masyarakat.
07:23Kalau adanya penjurian dan pelaku masih ada di dalam rumah.
07:29Dan perlu diketahui kalau rumah tersebut sudah dua kali dilakukan penjurian.
07:34Dengan pelaku yang sama, pelaku yang kemarin.
07:38Ini SRLH.
07:39Jadi sudah satu minggu lalu itu,
07:42pelaku itu juga pernah melakukan penjurian di rumah itu juga.
07:46Nah kemarin terakhir di Jumat,
07:47melakukan penjurian daripada akhirnya yang tertangkap.
07:50Apakah pelaku juga ini sudah diidentifikasi oleh polisi Pak?
07:53Bahwa mungkin saja memang merupakan pelaku pembunuhan anak politisi PKS?
07:58Sebenarnya Mas, sudah dalam identifikasi.
08:08Karena kebetulan pelaku ini juga bukan asli orang Banten.
08:12Asli orang Pulau Sumatera.
08:15Hanya dia tinggal di wilayah Banten, wilayah Cilgon.
08:19Tepatnya di Kompleks Rakata.
08:21Saya ingin mendalami Pak, bagaimana kemudian polisi memastikan
08:25bahwa pelaku ini betul pelaku pembunuhan anak politisi PKS?
08:31Karena ini dua kasus yang berbeda Pak.
08:34Betul.
08:35Ketika kami atau anggota kami melakukan penangkapan,
08:38mengamankan lebih dulu,
08:40setelah kurang lebih 40 menit,
08:43diamankan di TKP, dibantu sama warga,
08:45setempat, kemudian datang dari Resmo Polda dan Resmo Pores ke TKP.
08:52Sehingga karena keterbatasan anggota kami,
08:55anggota Polsek Cilgon,
08:56sehingga anggota kami menyerahkan kepada Resmo Pores untuk dikembangkan.
09:02Nah, dalam pengembangan itu,
09:04dalam pengembangan dan kemudian diinterogasi,
09:07dan pelaku ini mengakui bahwa
09:10dia juga yang melakukan pembunuhan terhadap anak politisi PKS tersebut.
09:16Pelaku mengakui, tapi apakah ada barang bukti yang memang memperkuat dugaan ini?
09:22Sudah ada beberapa barang bukti yang sudah kita amankan,
09:25dan setelah dicek, memang ada persesuaian,
09:29terutama kepada kunci,
09:32kunci pas yang dibentuk sebagai obeng
09:35untuk mencongkel jendela,
09:39untuk melalui masuknya di jendela belakang rumahnya,
09:42rumah daripada politisi PKS tersebut.
09:46Oke, artinya barang bukti itu ada ya Pak?
09:48Saya ingin tegasan kembali.
09:50Ada.
09:51Oke.
09:52Bagaimana kemudian hubungan Pak?
09:53Latar belakang pelaku dengan, mohon maaf,
09:56ayah dari korban,
09:58apakah betul pernah bekerja dengan politisi PKS ini?
10:03Kalau sampai saat ini,
10:04hasil interagasi kita,
10:06dia belum pernah bekerja.
10:08Belum pernah bekerja di situ.
10:10Dan semata-mata memang,
10:12kalau saya alihat dari pelaku ini,
10:15memang sasarannya kepada rumah-rumah yang mewah.
10:20Oke.
10:21Itu.
10:21Tapi begini Pak,
10:22karena yang menarik untuk diungkap adalah motif.
10:25Kita tahu bahwa korban ini, mohon maaf,
10:28meninggal dengan kondisi yang mengenaskan,
10:30dan kita tahu juga tidak ada pencurian,
10:32ataupun barang-barang yang hilang.
10:34Koreksi kalau saya salah.
10:35Langkas apa motifnya?
10:36Pemudaan ini?
10:38Betul.
10:39Kalau saya analisa dari TKP,
10:42TKP awal,
10:43di rumahnya politisi daripada PKS tersebut,
10:48karena sumpah juga kami melakukan oleh TKP,
10:51jadi sebenarnya niatnya memang mereka ini ada niatan untuk mengambil satu barang.
11:00Tapi karena mungkin keburu ketahuan,
11:03sehingga tidak sempat mengambil barang-barang tersebut.
11:08Seperti itu, Pak.
11:08Dugaan itu didasari atas analisa seperti apa, Pak Firman?
11:14Eh, karena pada saat di TKP,
11:21dia tidak mengambil barang-barang itu,
11:24karena mungkin orang tua,
11:28orang tua daripada korban ini,
11:32orang tua daripada korban ini,
11:34keburu apa,
11:35kepadakan untuk membantu anaknya.
11:37Oke.
11:38Demikian.
11:39Oke, tadi Pak Firman sudah menyebutkan barang bukti yang kemudian identik,
11:42tapi yang menjadi penting adalah alat yang digunakan untuk
11:44membutuhkan apakah ini sudah ditemukan dan ada di tangan pelaku.
11:51Kalau untuk alatnya ini,
11:52itu hasil yang koronkasi dari Ores,
11:54kami belum bisa memastikan itu,
11:57belum bisa menyampaikan,
11:58karena pemeriksaannya ada di Ores Silgoon.
12:04Oke.
12:04Kami hanya menyampaikan,
12:05khusus untuk koronologi penangkapannya saja.
12:08Oke.
12:09Mungkin bisa disampaikan kembali, Pak,
12:10pengakuan pelaku ini seperti apa?
12:12Apakah ada orang-orang yang mungkin membantu pelaku melakukan tindak pembunuhan?
12:18Kurang paham kalau sampai di sini, Pak.
12:20Karena itu,
12:21perananya daripada Ores Silgoon.
12:25Saat restri Ores Silgoon.
12:26Kami hanya menyampaikan koronologi daripada penangkapan saja.
12:32Oke.
12:32Saya ingin dalami soal identitas pelaku, Pak.
12:35Bahwa Pak Firman tadi menyebutkan pelaku ini bukan orang Silgoon asli.
12:40Apakah kemudian ada aktivitas khusus yang dilakukan oleh dirinya ini sehingga menetap di Silgoon dan berapa lama?
12:46Saya belum bisa menjelaskan di Tungas.
12:53Nanti mungkin
12:53Kasa Restri atau
12:56Kapolres yang bisa menjelaskan itu.
12:59Hanya, saya hanya bisa menyampaikan
13:00koronologi daripada penangkapan saja.
13:02Oke.
13:03Baik.
13:04Tentu kita tunggu ya, Pak ya.
13:05Update terbaru dan titik yang lebih terang
13:07soal penangkapan terduga pelaku pembunuhan.
Komentar