Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 minggu yang lalu
Sorbansantri.com Di tengah derasnya arus teknologi, kecerdasan buatan hadir bukan sekadar mesin,
tetapi cermin dari apa yang manusia tuliskan dan niatkan.

Di era baru ini, mesin pencari tak lagi hanya membaca kata,
melainkan menimbang makna, konsistensi, dan nilai.

Penulis manusia tetap memegang peran utama.
Akal, adab, dan tanggung jawab tidak bisa digantikan oleh algoritma.

Kemudahan AI menuntut etika.
Menulis bukan sekadar cepat, tetapi jujur, berimbang, dan membawa kemaslahatan.

Otoritas dan kepercayaan tidak dibangun oleh popularitas sesaat,
melainkan oleh ketekunan menjaga kebenaran.

Maka di tengah kecanggihan teknologi,
kita diajak kembali menjadi manusia seutuhnya—
menulis dengan niat, berbagi dengan hikmah,
dan menjaga ilmu agar tetap bernilai.

Inilah pesan Kajian AI dan Peradaban Digital
dari Sorban Santri.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Di tengah derasnya arus teknologi, kecerdasan buatan hadir bukan sekadar mesin,
00:04tetapi cermin dari apa yang manusia tuliskan dan niatkan.
00:08Di era baru ini, mesin pencari tak lagi hanya membaca kata,
00:11melainkan menimbang makna, konsistensi, dan nilai.
00:15Penulis manusia tetap memegang peran utama, akal, adab, dan tanggung jawab tidak bisa digantikan oleh algoritma.
00:22Kemudahan AI menuntut etika.
00:24Menulis bukan sekadar cepat, tetapi jujur, berimbang, dan membawa kemaslahatan.
00:28Otoritas dan kepercayaan tidak dibangun oleh popularitas sesaat,
00:33melainkan oleh ketekunan menjaga kebenaran.
00:35Maka di tengah kecanggihan teknologi, kita diajak kembali menjadi manusia seutuhnya,
00:40menulis dengan niat, berbagi dengan hikmah, dan menjaga ilmu agar tetap bernilai.
00:45Inilah pesan kajian AI dan peradaban digital.
00:47Dari Sorban Santri, Suara Santri, Suara Hati.
Komentar

Dianjurkan