Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 minggu yang lalu
Ipar Adalah Maut The Series (2025) adalah drama serial produksi MD Entertainment yang diadaptasi dari kisah viral karya Eliza Sifaa,
mengisahkan hancurnya rumah tangga Aris (Deva Mahenra) dan Nisa (Tatjana Saphira) akibat perselingkuhan dengan adik ipar, Rani (Nicole Parham). Serial 45 episode ini disutradarai Hanung Bramantyo dan ditayangkan serentak di MDTV dan Netflix.
Transkrip
00:00Terima kasih.
00:30Terima kasih.
01:00Terima kasih.
01:30Terima kasih.
02:00Terima kasih.
02:02Ini perempuan baik-baik.
02:04Kamu bilang perempuan baik-baik.
02:08Ini perempuan baik-baik itu gak mungkin hamil di luar nikah.
02:16Terima kasih.
02:18Terima kasih.
02:28Terima kasih.
02:30Terima kasih.
02:32Terima kasih.
02:34Terima kasih.
02:36Terima kasih.
02:38Terima kasih.
02:40Terima kasih.
02:42Terima kasih.
02:44Terima kasih.
02:46Terima kasih.
02:48Terima kasih.
02:50Terima kasih.
02:52Terima kasih.
02:54Rani.
02:56Rani.
02:58Rani.
03:00Rani.
03:02Rani.
03:04Rani.
03:06Rani.
03:08Rani.
03:10Rani.
03:12Rani.
03:14Rani.
03:16Rani.
03:18Rani.
03:20Rani.
03:22Rani.
03:24Rani.
03:26Rani.
03:30Rani.
03:31Rani.
03:32Terima kasih telah menonton
04:02Terima kasih telah menonton
04:32Terima kasih telah menonton
05:02Terima kasih telah menonton
05:04Terima kasih telah menonton
05:06Terima kasih telah menonton
05:08Terima kasih telah menonton
05:10Terima kasih telah menonton
05:12Terima kasih telah menonton
05:14Terima kasih telah menonton
05:16Terima kasih telah menonton
05:18Terima kasih telah menonton
05:20Terima kasih telah menonton
05:22Terima kasih telah menonton
05:24Terima kasih telah menonton
05:26Mungkin tidur sama laki-laki di luar nikah, dan Mama yakin itu bukan anak kamu.
05:31Enggak, Ma.
05:33Ini emang salah Yusuf, bukan salah Rani.
05:36Udah jangan salah yang Rani lagi, Ma.
05:42Enggak mungkin, Yusuf. Enggak mungkin.
05:45Pasti dia itu ngerayu kamu.
05:48Sampai itu terjadi, ya kan?
05:50Enggak, Ma. Enggak kayak gitu.
05:53Yusuf, dari sekian banyak perempuan, kenapa harus ragu?
05:58Ada ipar sahabat gua loh.
06:01Ya maaf, Bang. Tapi gua kan tanggung jawab kok. Gua janji.
06:09Mama enggak. Mama enggak setuju.
06:13Mama kenapa enggak setuju?
06:16Yusuf sudah berbuat salah.
06:18Dan dia harus tanggung jawab sama kelakuannya.
06:20Sampai kapanpun, Mama enggak akan setuju.
06:24Rani jadi menantu Mama enggak.
06:26Walaupun semua ini kesalahan anak-anak Mama sendiri.
06:35Yusuf sudah ngaku kalau dia salah.
06:37Dan dia harus berani tanggung jawab sama kelakuannya.
06:40Ma.
06:41Ma.
06:42Ma.
06:43Mama kan yang ngajarin Yusuf jadi gentleman.
06:46Ya ini cara Yusuf, Ma.
06:49Bertanggung jawab atas kesalahan Yusuf tanpa nyala yang siapapun.
06:59Yusuf mohon biarin Yusuf tanggung jawab, Ma.
07:01Setuju jawab, Ma.
07:02Mal.
07:04he.
07:07Riz.
07:08Riz, Nis, maksud kita kesini mau minta maaf, dan cari solusi supaya mas hal ini cepat selesai.
07:27Aku dan keluarga juga udah ngomong, dan Nisuf mau tanggung jawab penuh atas perbuatan yang dilakuin sama Rani.
07:33Aku jamin Yusuf gak akan lari dari tanggung jawabnya.
07:41Anissa, Mas Aris, sekali lagi aku minta maaf yang sebesar-besarnya ya, Mas.
07:48Kak, atas kesalahan yang aku lakuin sama Rani.
07:53Aku sangat sadar kalau aku gak berhak untuk membela diriku dengan alasan apapun.
08:00Bahkan hilaf sekalipun.
08:03Dan aku sangat-sangat siap menerima semua konsekuensi dari apapun yang aku lakukan sama Rani.
08:16Rani tuh adikku satu-satunya, Suh.
08:18Sebagai kakaknya udah semestinya aku ngelindungin kehormatan dia, baik dalam kandungannya, dan nama baik keluarga kami.
08:31Aku gak mau sampai ada orang lain yang tahu soal masalah ini ya.
08:38Aku mau kamu segera nikahin Rani, Suh.
08:40Kalian nikah siri dulu supaya segala sesuatu bisa diurus dengan cepat.
08:48Nanti kalau bayinya Rani udah lahir, baru kalian boleh ngerayain dengan pesta yang setiap ya?
08:53Iya, Kak. Aku...
08:54Aku belum selesai, Suh.
08:57Ada satu persyaratan lagi yang harus kamu ikutin.
09:00Setelah kalian nikah siri, kamu gak boleh sekalipun nyentuh Rani sampai dia ngelahirin bayinya.
09:07Ini adalah harga yang harus dia bayar atas perbuatan dia sama Yusuf.
09:23Kalian harus hadapin semua hasilnya dari apa yang udah kalian lakuin.
09:37Sayang.
09:39Gak apa-apa.
09:43Kayaknya pertemuan ini kita lanjutin nanti lagi ya.
09:50Di pertemuan berikutnya kita udah harus tentuin tanggal pernikahannya.
09:55Sebelum perutera ini makin besar.
10:07Jangan lupa, Tuhan.
10:08Jangan lupa.
10:09Bagi.
10:10Lupa.
10:11Jangan lupa.
10:12Jangan lupa.
10:13Lupa.
10:14Terima kasih.
10:44Dan tak bisa menghentikan semua apa ini yang kau mau melihat aku sehancur ini sungguh kecil kalian berdua tak pentas dalam kehidupanku.
11:14Terima kasih.
11:44Diangkat saja sayang.
12:06Aku nggak tahu harus ngomong apa mas sama ibu. Aku takut kalau aku angkat telpon ibu bakal merasa ada sesuatu yang aneh terus aku ceritain semuanya gimana mas.
12:16Mau coba aku aja yang ngobrol sama ibu dulu.
12:20Halo, Assalamualaikum ibu.
12:32Waalaikumsalam. Nak Aris? Kok yang angkat telpon nak Aris? Nisa mana?
12:39Nisa lagi balik ke toko sebentar ibu. Tadi karena buru-buru handphonenya ketinggalan.
12:49Hari ini kok perasaan ibu nggak enak ya? Kalian semua baik-baik aja kan? Nisa, Rani, semua baik-baik?
13:01Baik-baik aja kok bu, ya. Semuanya baik-baik aja di sini.
13:05Syukurlah kalau kalian semua baik-baik. Ibu tikip salam aja ya. Buat Nisa, buat Rani. Juga buat cucu kesayangan ibu, ya?
13:17Iya, bu. Nanti saya sampaikan. Saya nanti juga kasih tau ke Nisa kalau ibu telpon.
13:21Ya, atur nuhon. Assalamualaikum.
13:24Waalaikumsalam.
13:36Udah sayang. Kamu tenangin diri dulu. Nanti kalau emang udah siap ngobrol sama ibu, baru telpon ibu, ya?
13:44Ya, tapi kalau emang kamunya nggak siap, jangan dipaksain. Ya sayang?
13:52Ibu kan minta aku jagain Rani, Mas. Tapi aku malah ngebiarin ini semua kejadian.
14:04Gimana coba aku harus ngeritain ini semua ke ibu? Ibu pasti bakal kecewa banget sama aku, Mas.
14:10Enggak, udah. Kamu jangan overthinking. Enggak, enggak. Nanti kita coba cari waktu terbaik buat ngobrol sama ibu.
14:19Maaf ya. Hal kayak gini sampe harus kejadian. Aku juga nggak nyangka.
14:25Tapi...
14:28Di mana tadi Rani kasih tau kamu, Mas?
14:35Tadi Rani ngasih tau pas di kampus, sayang.
14:40Ya, aku juga pas pertama kali dengar, pas dia cerita, ya aku juga...
14:43Kaget banget. Aku juga nggak nyangka sih.
14:48Itu juga kenapa sampe...
14:50Aku ninggalin handphone aku di kampus.
14:53Kau bisa sampe ketinggalan sih, Mas?
14:56Akunya juga bingung, sayang.
14:58Pas...
14:59Dapat kabar itu, diceritain aku...
15:02Saking shocknya aku kayak linglung, gak tau harus mau ngapain.
15:05Yaudah...
15:08Handphone aku ketinggalan.
15:16Ini... Ini udah jam segini aku...
15:18Balik ke kampus ya.
15:20Kamu nggak apa-apakan aku tinggal sendiri?
15:23Nggak apa-apa, Mas.
15:25Aku udah merasa kesedikit lebih baik.
15:28For God, Mas.
15:32Yaudah sana pergi.
15:33Jangan sampe mahasiswa kamu nunggu.
15:36Hmm.
15:40Nah, kamu tenangin diri dulu ya.
15:42Aku pamit ya.
15:46Assalamualaikum.
15:47Waalaikumsalam.
16:04Ah!
16:08Kita jalanin ini sama-sama ya, Rana?
16:10Nggak, nggak. Aku nggak bisa tak apa-apa.
16:11Nggak bisa.
16:12Aku nggak bisa jalanin semua ini.
16:13Aku nggak bisa.
16:14Nggak bisa.
16:15Uh...
16:23Ah...
16:27Huh AH.
16:28Terima kasih.
16:40Lu menyerah main gue, Bang.
16:42Tau aja.
16:46Gue cuma mau bilang apa yang lu lakuin sama Rani itu fatal, Suf.
16:50Kesalahan besar.
16:53Apalagi lu tahu kedua kakaknya itu teman kita.
16:58Iya, tapi gue bersyukur lu masih mau tanggung jawaban.
17:05Karena gak semua laki-laki bisa dan mau melakuin itu.
17:17Gue tahu kau, Bang.
17:19Apa yang gue lakuin itu parah.
17:22Gue juga mau tanggung jawab bener.
17:25Tapi apa kira-kira gue bisa ya, Bang?
17:29Harus, Suf.
17:30Harus bisa.
17:32Lu bisa berbuat.
17:34Lu harus bisa bertanggung jawab penuh sampai akhir.
17:37Uh-oh.
17:41He, he.
17:43Uh-oh.
17:47Sampai jumpa.
18:17Sampai jumpa.
18:47Sampai jumpa.
19:17Sampai jumpa.
19:47Sampai jumpa.
20:17Sampai jumpa.
20:47Sampai jumpa.
21:17Sampai jumpa.
21:47Sampai jumpa.
22:17Sampai jumpa.
22:47Sampai jumpa.
23:17Sampai jumpa.
23:47Sampai jumpa.
24:17Sampai jumpa.
24:47Sampai jumpa.
25:17Sampai jumpa.
25:47Sampai jumpa.
26:17Sampai jumpa.
26:47Sampai jumpa.
27:17Sampai jumpa.
27:47Sampai jumpa.
28:17Sampai jumpa.
28:47Sampai jumpa.
29:17Sampai jumpa.
29:47Sampai jumpa.
30:17Sampai jumpa.
30:47Sampai jumpa.
31:17Sampai jumpa.
32:17Sampai jumpa.
32:27Sampai jumpa.
32:57Sampai jumpa.
33:27Sampai jumpa.
33:29Sampai jumpa.
33:59Sampai jumpa.
34:01Sampai jumpa.
34:03Sampai jumpa.
34:05Sampai jumpa.
34:07Sampai jumpa.
34:37Sampai jumpa.
34:39Sampai jumpa.
34:41Sampai jumpa.
34:43Sampai jumpa.
34:45Sampai jumpa.
34:47Sampai jumpa.
34:49Sampai jumpa.
34:51Sampai jumpa.
34:53Sampai jumpa.
34:55Sampai jumpa.
34:57Sampai jumpa.
34:59Sampai jumpa.
35:01Sampai jumpa.
35:03Sampai jumpa.
35:05Sampai jumpa.
35:07Sampai jumpa.
35:09Sampai jumpa.
35:11Sampai jumpa.
35:13Sampai jumpa.
35:15Sampai jumpa.
35:17Sampai jumpa.
35:19Sampai jumpa.
35:25Sampai jumpa.
35:27Sampai jumpa.
35:29Sampai jumpa.
35:31Aku heran ya, Mas Erwin tuh bilang apa ke kamu sampai kamu mohon-mohon kayak gini.
35:43Ma, mohon, Ma.
35:46Aku mohon aku tahu, Ma marah sama aku tapi kasihanin anak-anak aku, Ma.
36:05Aku juga...aku juga nggak mau, Ma, sampai cerai sama Mas Erwin, Ma.
36:11Aku mohon aku.
36:16Makan sayur yang banyak, Dek.
36:22Makan sayurnya yang banyak, dong.
36:27Kayak Raya.
36:29Iya, sayang.
36:32Makan sayur yang banyak, Dek.
36:38Dan nanti makan sayurnya yang banyak, dong. Kayak Raya.
36:44Iya, sayang.
36:45Ini lanjutin, say.
37:03Biar aku aja sendiri ambil ayat.
37:05Aku ke kamar dulu ya.
37:15Kek kamar dulu ya.
37:31Ma, Tante Rani kok nggak ngabisin makanannya? Masih banyak loh itu.
37:37Mungkin Tante Rani kenyang, sayang.
37:44Sayang.
37:46Udah kamu nggak usah khawatir.
37:49Semua bakal baik-baik aja, ya.
37:52Mas ngerti kan?
37:54Aku nggak akan mungkin berhenti khawatir dalam keadaan kayak gini.
38:00Mas tolong jadikan Rani, ya.
38:02Iya.
38:05Iya, sayang.
38:06Pasti.
38:15Perasaan aku doang.
38:17Atau Mas Aris jadi lebih cuek ya sama aku?
38:20Padahal situasinya lagi kayak gini loh, Mas.
38:22Aku butuh perhatian lebih.
38:24Kamu nih ngomong apa sih, Ren? Mas itu selalu perhatiin kamu kok.
38:29Cuma kalo lagi depan Tante Nisa, ya Mas bisa ngelakuin apa.
38:33Ya kan Tante Nisa sendiri yang minta bantuan kamu buat jagain aku, Mas.
38:37Kan bisa pake alesan itu buat lebih deket sama aku.
38:40Ini enak kamu juga loh, Mas.
38:42Selamat pagi.
38:52Selamat pagi, Mbak.
38:55Manisa lemes banget hari ini. Udah sarapan belum?
38:59Udah wih.
39:03Yakin nggak mau roti, Mbak?
39:07Aku situ liat, Mbak.
39:08Iya.
39:12Nis.
39:14Kamu lagi ada masalah apa?
39:17Mas Aris.
39:18Ketahuan.
39:24Yaudah oke.
39:25Aku ngerti kamu belum bisa cerita sekarang.
39:28Tapi,
39:30jadinya aku nggak tenang ngeliat kamu burung kayak gini.
39:34Maaf, Wan.
39:35Kenapa minta maaf?
39:37Nggak usah minta maaf dong.
39:39Aku tahu kamu kuat, tapi kan ada waktunya.
39:41Kamu nggak harus maksain diri buat nanggung beban kamu sendirian.
40:05Tidak.
40:10Lega banget rasanya sekarang.
40:12Spike cam yang ada di kantor Mas itu,
40:14ngatiran.
40:15Kayaknya sih habis baterai.
40:20Mas.
40:22Kata Tia Nisa mulai besok,
40:23Kak Yusuf yang terjemput aku.
40:25Kita nggak bisa berangkat bareng lagi dong.
40:28Tia Nisa udah mutusin sepihak.
40:30Nggak nanya dulu sama aku.
40:35Ya udah kalau gitu kita ikutin aja maunya Tia Nisa dulu.
40:39Mas ngerasa juga sekarang lebih baik kalau kita berdua jaga jarak dulu.
40:44Mas nggak enak kalau kita terlihat bareng mulu sama si Yusuf.
40:48Mas serius ngomong kayak gitu?
40:51Setelah aku minta Mas buat lebih sering ada di sisi aku.
40:54Mas kan cuma bilang kita jaga jarak dulu.
40:57Bukan yang mau ninggalin kamu selamanya.
41:00Enggak.
41:01Ya?
41:05Mas bakal tetep ada kok.
41:08Janji ya Mas?
41:10Janji udah dong jangan cemberut gitu.
41:16Gimana sih ini?
41:28Ya Sof?
41:30Enggak Mas cuma nyari Rani aja dari tadi.
41:32Ternyata di sini.
41:33Hai Rani.
41:34Hai.
41:35Pas banget nih Sof.
41:37Gue mau minta tolong boleh nggak?
41:39Boleh Mas, boleh.
41:40Enggak betul.
41:41Enggak ini kan Rani lagi nggak enak badan.
41:42Tadinya mau gue anterin.
41:43Cuman ternyata gue masih ada urusan di kampus.
41:45Jadi boleh nggak lu yang anterin?
41:47Boleh dong Mas, boleh boleh.
41:48Boleh banget.
41:49Iya Rani, betul-betul gue juga lagi bawa mobil Mas.
41:51Oh, pas banget dong.
41:52Makasih banyak ya.
41:53Ya itu Mas, jangan mulia.
41:54Ya hati-hati ya.
41:55Iya Rani.
41:56Titip ya?
41:57Iya Mas.
41:58Waalaikumsalam.
41:59Waalaikumsalam.
42:00Ya.
42:15Ran, kamu nggak apa-apa kan?
42:17Ran, kita kan mau nikah.
42:28Aku mau kamu lebih terbuka lagi ya sama aku.
42:32Soal apapun itu.
42:34Semuanya.
42:37Emang harus ya?
42:38Aku ceritain semuanya ke Mas Yusuf.
42:41Aku jadi enggak ada privasi sini.
42:56Kenapa kan?
42:57Perut kamu sakit ya?
42:58Mas.
42:59Aku takut sakit banget Mas.
43:00Ya.
43:01Ini aku lagi cari opgen.
43:03Kita akan dengar sakit terbuka.
43:04Ya.
43:05Ini aku lagi cari opgen.
43:06Kita akan dengar sakit terbuka ya.
43:07Mana?
43:08Ini.
43:09Ini.
43:10Ini.
43:11Ini aku lagi cari opgen.
43:12Kita akan dengar sakit terbuka ya.
43:13Mana?
43:14Apa?
43:15Apa?
43:16Aku takut sakit banget Mas.
43:17Aduh.
43:18Ya.
43:19Ini aku lagi cari opgen.
43:20Kita akan dengar sakit terbuka ya.
43:21Apa?
43:22Apa?
43:23Apa?
43:24Apa?
43:25Apa?
43:26Apa?
43:27Apa?
43:28Apa?
43:29Apa?
43:30Apa?
43:31Apa?
43:32Apa?
43:33Apa?
43:34Apa?
43:35Apa?
43:36Apa?
43:37Apa?
43:38Apa?
43:39Apa?
43:40Apa?
43:41Apa?
43:42Apa?
43:43Apa?
43:44Apa?
43:45Apa?
43:46Apa?
43:47Apa?
43:48Apa?
43:49Apa?
43:50Apa?
43:51Apa?
43:52Apa?
43:53Apa?
43:54Apa?
43:55Apa?
43:56Apa?
43:57Apa?
43:58Apa?
43:59Apa?
44:00Apa?
44:01Apa?
44:02Apa?
44:03Apa?
44:04Apa?
44:05Apa?
44:06Apa?
44:07Apa?
44:08Apa?
44:09Apa?
44:10Apa?
44:11Apa?
44:12Apa?
44:13Oh, ini aku bantu.
44:29Sepertinya kondisi kandungannya sangat sehat, Bu.
44:40Tunggu sebentar ya, Bu.
44:43Ini hasilnya, Pak.
45:00Ya.
45:01Ya.
45:16Ini anak kita, ya.
45:18Ya.
45:24Alhamdulillah sehat.
45:26Aku nggak usah khawatir lagi, ya.
45:27Ya.
45:44Keren lihat deh.
45:45Ini anak kita.
45:57Kenapa, Ra?
45:59Egoisnya kamu, Mas.
46:02Bisa-bisanya kamu senang sendirian.
46:05Padahal yang ngandung anak ini aku, loh.
46:07Ya, tapi...
46:09Kan kamu nggak sendiri, Rani.
46:10Ada aku.
46:11Aku bakal sama kamu terus.
46:14Kita lewatin ini semua sama-sama, Rani.
46:15Aku janji.
46:16Kamu tuh nggak ngerasain apa yang aku rasain, Mas.
46:20Aku belum ngerasain hidup yang sebenarnya.
46:23Hidup aku baru aja mau mulai.
46:25Dan sekarang aku bakal kehilangan masa-masa muda aku karena bayi ini.
46:28Bi, ada yang ngetok pintu.
46:47Iya, Non.
46:54Assalamualaikum.
46:55Waalaikumsalam.
46:56Fatima.
46:57Nin!
46:58Hah?
46:59Tahu ya.
47:03Nin kangen banget.
47:05Ini juga kangen banget tau sama Nin.
47:08Ibuku nggak ngomong lo mau kesini.
47:10Bu Nisa juga nggak ngomong ibu mau kesini.
47:13Sengaja, Bi.
47:15Buat bikin kejutan semua orang di rumah ini.
47:20Belum pada pulang, Bi.
47:22Iya, Bu.
47:24Nin.
47:25Teman Dian Raya bikin PR yuk di atas.
47:27Ayo.
47:28Masih berpura.
47:29Jangan lupa.
47:30Da.
47:31Baik.
47:32Ech.
47:34구ah.
47:36Baik.
47:37Baik.
47:38Hai.
47:39Baik.
47:40Baik.
47:41Baik.
47:43Baik.
47:44Baik.
47:45Baik.
47:46Ban.
47:47Baik.
47:48Baik.
47:49Baik.
47:50Baik.
47:51Baik.
47:52Baik.
47:53Baik.
47:54Aku mau kamu terima kehadiran aku, Ran.
47:59Jangan usir aku dari hidupmu, Ran.
48:03Kita bisa lewatin ini sama-sama kok.
48:10Coba lihat.
48:20Seratus.
48:24Selesaikan lagi tuh.
48:32Ran, Ran.
48:38Sepertinya ada yang pulang.
48:40Siapa yang pulang ya?
48:42Kayaknya Tante Rani.
48:48Aku juga takut, Ran.
48:50Sama kok kayak kamu.
48:52Tapi kita bisa ngadepin ketakutan kita sama-sama, Ran.
48:55Kamu lihat, Mas Ari sama Kak Nisa.
48:57Mereka selalu hadepin masalah mereka sama-sama, Ran.
49:00Kita juga bisa.
49:02Kamu nggak usah ya bawa-bawa Mas Ari sama Tante Nisa.
49:06Situasi kita beda, jadi nggak bisa disamain.
49:09Kamu nggak ngerti perasaan aku.
49:11Nah, kerjaan dulu sendiri ya.
49:14Anjing tuh marah sebentar.
49:18Kamu lihat ini.
49:20Ini bayi kita, Ran.
49:23Bayi aku, bayi kamu.
49:26Aku nggak akan pernah ngerti posisi kamu, Ran.
49:29Aku sadar itu kok.
49:30Tapi kita bisa perbaikin semuanya bareng-bareng, Ran.
49:34Ya?
49:40Kamu nggak akan bisa ngeperbaikin semuanya.
49:48Ran?
49:52Ran?
49:52Rani hampir.
50:04Ibu nggak tahu.
50:07Aku bahkan sampai sekarang nggak tahu gimana caranya harus ngejelasin ini semua ke ibu.
50:13Padahal ibu tuh nitipin Ran ke aku.
50:16Kamu ngomong apa sih, Miss?
50:18Kamu ini nggak nganggep ibu sebagai ibumu, apa?
50:21Apapun yang ada di lu.
50:23Kalian baru sadar nggak sih?
50:25Gua tuh akhir-akhir ini liat Pak Aris sama Kayus tuh tuh aneh banget tau.
50:28Kenapa ya?
50:29Arani hamil, Bu.
50:33Astaga rahasia.
50:34Dan tak bisa menghentikan semua apa ini yang kau mau melihat aku sehancur ini.
50:47Sungguh kecil kalian berdua tak pantai dalam kehidupanku.
50:59Sampai jumpa di video selanjutnya.
51:12kemudian mu thank you.
51:15You.
51:17Renfoon yang dimaksimum saja.
51:19Bangar video selanjutnya.
51:22Per pumpkin hehe.
Komentar

Dianjurkan