- 2 hari yang lalu
Ipar Adalah Maut The Series (2025) adalah serial drama MD Entertainment yang diadaptasi dari kisah viral karya Elizasifaa,
berfokus pada keretakan rumah tangga harmonis Aris (Deva Mahenra) dan Nisa (Tatjana Saphira) akibat perselingkuhan Aris dengan adik iparnya, Rani (Nicole Parham). Dengan 45 episode yang ditayangkan di MDTV dan Netflix, serial ini menyoroti dampak emosional dan moral yang lebih mendalam dari pengkhianatan kepercayaan keluarga
berfokus pada keretakan rumah tangga harmonis Aris (Deva Mahenra) dan Nisa (Tatjana Saphira) akibat perselingkuhan Aris dengan adik iparnya, Rani (Nicole Parham). Dengan 45 episode yang ditayangkan di MDTV dan Netflix, serial ini menyoroti dampak emosional dan moral yang lebih mendalam dari pengkhianatan kepercayaan keluarga
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Terima kasih.
00:30Untuk menutupi semua perbuatan dosa.
00:32Nantinya saya akan meminta Yusuf untuk memberikan 80 persen penghasilannya buat Rani.
00:39Kamu harus berhenti memperlalukan diri kamu sendiri.
00:42Kamu harus minta ampun sama Allah.
00:44Mudah-mudahan Allah bisa mengampuni kamu.
00:46Mas, gak bisa pegang dua tangan sekaligus dan berharap gak ada yang terluka.
00:50Lepasin salah satunya, Mas.
00:52Sebelum Mas kehilangan dua-duanya.
01:00Jadinya mau beliin hadiah apa buat calon suami?
01:09Apaan sih, Mas? Gak lucu deh.
01:11Mas serius, kita mau apa di sini?
01:14Yaudah, Mas. Gak usah bercanda.
01:16Beneran, Mas. Gak bercanda.
01:21Yuk, Kak. Boleh dilihat-lihat dulu?
01:24Tuh.
01:24Tuh kayaknya cocok buat Yusuf.
01:25Ya, mana sih, Mas? Ini?
01:27Tuh.
01:29Mau lihat dulu?
01:30Ya, boleh, Mbak.
01:30Mau lihat yang ini, ya?
01:35Iya, kan?
01:37Gimana? Keren gak pilihan, Mas?
01:39Oke juga pilihan, Mas.
01:42Coba.
01:45Sini, Mbak.
01:47Oh, ya bagus, Mas.
01:48Yaudah. Kalau gitu, aku akan bilang ini, ya, Mbak.
01:49Kau ini dulu, ya, Mbak.
01:50Ya.
01:55Udah, ya, Bu.
02:00Biar marah-marah lagi, Bu.
02:02Ibu benar-benar capek berdebat sama perempuan itu.
02:05Benar-benar keterlaluan perempuan itu.
02:08Aku habis pikir gimana kalau Hanum jadi mertuanya Rani.
02:11Yaudah.
02:12Ibu, mendingan Ibu sekarang duduk dulu, ya.
02:14Biar tenang dulu.
02:16Ran?
02:18Rani?
02:20Rani?
02:22Pak Rani sama Pak Aris belum pulang, Bu.
02:25Astagfirullahaladzim, Ibu.
02:29Ibu istifah, Ibu.
02:30Ngapain sih?
02:31Beli hadiah lama banget.
02:34Benar-benar.
02:35Ngapain juga, Rani?
02:36Beli-beliin hadiah buat orang yang gak pantas untuk dihadiahi.
02:41Nita, kamu telepon mereka.
02:43Dimana mereka sekarang?
02:45Iya, Bu. Nisa telepon hari sekarang.
02:51Selamat datang, Mbak.
02:53Silahkan dilihat-lihat dulu, Mbak.
02:55Halo, Assalamualaikum, sayang.
03:02Mas, kamu sama Rani ada di mana, Mas?
03:04Ini masih di mall.
03:05Tapi sementara lagi pulang, Pak.
03:06Yaudah cepet pulang ya, Ibu.
03:08Nyariin Rani soalnya.
03:11Oke, sayang.
03:12Assalamualaikum.
03:12Waalaikumsalam.
03:13Nantinya bagus banget, Pak.
03:22Ini desain terbaru dari pokok kami.
03:25Iya tuh, bagus tuh.
03:26Suka gak?
03:27Bagus ya, Mas?
03:28Bagus banget.
03:30Boleh dicoba, silahkan.
03:33Coba aja.
03:34Mas, kalau misalnya aku beli ini,
03:46aku harus ngomong apa sama Tia Nisa sama Ibu?
03:48Ya, Mas, aku bilang, Mas yang beliin.
03:51Kamu kan pake jilbab.
03:53Gak ada juga yang bakal liat kamu pake itu.
03:54Coba.
04:05Perpiksaan.
04:09Untuk wanita spesial yang mengandung anakku.
04:14Itu bagus, tuh.
04:16Oh iya, bagus juga ya, Mas?
04:17Bagus, kan?
04:21Langsung bayar aja ya?
04:22Serius?
04:24Jadi ya, Mas?
04:26Siap.
04:27Alah, tolong dibuatkan.
04:29Makasih ya, Mas.
04:30Pone.
04:31Ya, Mas, aku mau liat-liat yang lain dulu.
04:34Kan aku masih harus cari keadaan buatan tahan.
04:38Ini.
04:41Mas, silahkan kekasih untuk pembayarannya.
04:43Iya.
04:54Pembayarannya menggunakan apa ya, Pak?
05:00Cash, Mbak.
05:01Tapi, bentar dulu ya.
05:02Saya kayaknya mau ngambil yang ini juga, Mas.
05:06Yang ini?
05:07Iya.
05:07Oke.
05:08Cuma minta tolong pembayarannya dipisah ya.
05:10Baik, Pak.
05:11Yang gelang pake kredit kartu, yang anting tadi pake cash.
05:16Baik.
05:17Dibuatkan ya.
05:18Baik.
05:23Mas.
05:24Hmm?
05:25Pasti Mas Yusuf happy banget deh.
05:27Dia beliin hadiah.
05:28Assalamualaikum.
05:35Waalaikumsalam.
05:38Papa.
05:39Hai, sayang.
05:41Hai.
05:43Yaudah, aku naik dulu ya.
05:45Ya.
05:47Ngapain aja dari tadi?
05:49Main, sama.
05:50Main.
05:51Nanti, Bu Nisa mana ya?
05:53Oh, Ibu ada di halaman samping, Pak.
05:56Oh, oke.
05:58Sayang, kamu kenapa?
06:21Rani!
06:21Pak Rani sangat parah sebelum pulang, Bu.
06:24Tidak.
06:27Astaga, apa sih, Ibu?
06:28Ibu istifahin, Ibu.
06:29Ngapain sih?
06:30Pilihan dia lama banget.
06:35Sayang, kamu baik-baik aja.
06:37Kenapa, sayang?
06:50Hmm?
06:51Hei.
06:53Kenapa?
06:53Semuanya itu kayak berat banget aja, Mas, rasanya.
07:05Ibu, Rani, Ibu Hanum, Yusuf.
07:12Semua kayak jadi tanggung jawab aku.
07:14Enggak ada yang bisa diajak bicara untuk bisa keluar dari masalah ini.
07:23Sayang, Nam.
07:25Kan kamu punya aku.
07:27Lu bisa cerita semuanya sama aku, Nam.
07:31Tapi ini kan bukan masalah kamu, Mas.
07:34Hei.
07:34Kita kan udah menikah.
07:40Di dalam pernikahan itu udah gak ada lagi aku atau kamu.
07:44Yang ada itu kita.
07:47Aku yakin, kita pasti bisa lewatin ingat sama-sama.
07:51Ya?
07:52Aku yakin, kita pasti bisa lewatin ingat sama-sama.
08:22Aku yakin, kita pasti bisa lewatin ingat sama-sama.
08:52Menghentikan semua apa ini yang kau mau melihat aku sehancur ini.
09:03Sungguh kecil kalian berdua tak pentas dalam kehidupanku.
09:22Terima kasih.
09:23Man, aku tuh gak nyangka sama kamu ya.
09:36Ternyata kamu licik banget.
09:37Kamu ngomongin apa sih?
09:40Kamu ngapain nunjukin ini sama Intan?
09:43Mau bikin dia cemburu?
09:44Man, foto ini tuh cuma masa lalu.
09:46Kamu ngapain nunjukin sama dia?
09:47Erwin, aku tuh, aku beneran gak ngerti kamu tuh ngomongin apa.
09:53Yaudah oke, kamu mau foto ini hilang kan?
09:56Ya.
09:56Man.
09:57Man.
09:58Man.
09:59Kamu ngapain kamu?
10:03Man.
10:04Man.
10:05Man.
10:06Anda.
10:07Man, kamu ngapain sih?
10:08Man.
10:09Man.
10:10Man.
10:11Man.
10:12Kok dibakar?
10:13Man.
10:14Man.
10:15Kok dibakar?
10:24Man.
10:25Ya cuma foto doang kan?
10:26Kamu sendiri tadi yang bilang.
10:27Apapun yang ada di foto itu udah masa lalu.
10:29Daripada jadi bahan drama baru, mending aku bakarlah, Mas.
10:31Tapi kan ini kenangan kita, Man.
10:33Yaudah gak ada artinya lagi buat aku.
10:36Rasa cinta aku ke kamu udah mati, Mas.
10:39Jadi ngapain pake disimpen-simpen lagi?
10:42Tan.
10:52Aku ada kabar gembira buat kamu.
10:57Kamu boleh ambil Erwin.
10:59Mulai sekarang, dia udah jadi milik kamu seutemunya.
11:12auditory jelat sehingga.
11:13Kamu bisa membayang itu untuk tak kamu lah.
11:14Menurut, dia udah sampai di sunlight.
11:15Tidak, dia udah.
11:16Aku melihat.
11:17Iyosa itu selesai문ya.
11:18Aku sukarsimu yang tidak bisa dia buat.
11:19Tak?
11:21Aku sudah ada, dia.
11:22Aku boleh dibotong.
11:23Aku mau melihat siapa?
11:24Aku mau lalu.
11:25Aku nggak terbuk.
11:26Aku itu aku kan lula.
11:27Aku tak boleh dibuka.
11:28Aku tak boleh dibuka.
11:29Aku tak boleh.
11:30Aku aku tengok.
11:31Aku tak boleh.
11:32Aku tak nakkah?
11:33Terima kasih.
12:03Kamu beli ini semua buat Yusuf.
12:08Buat Yusuf sama ibunya.
12:11Setelah apa yang mereka lakukan ke kamu.
12:17Setelah perempuan itu menghina ibu.
12:20Menghina kita berdua.
12:21Menghina keluarga kita.
12:23Kamu mikir dengan beli itu?
12:25Lanes akan memperbaiki keadaan gitu?
12:29Kamu bertingkah seolah gak peduli.
12:31Seolah gak ada yang penting.
12:33Seolah pernikahan kamu dan Yusuf itu akan bahagia.
12:38Tapi kamu lihat apa yang sudah kamu lakukan, Ran.
12:42Kamu hancurkan semua masa depan yang ibu bangun buat kamu.
12:46Bapakmu udah gak ada.
12:48Ibu berusaha mati-matian untuk menggantikan posisi bapakmu, Ran.
12:53Menjaga nama baik keluarga kita, kehorbatan kita.
12:57Kamu hancurkan semua itu.
12:58Kamu pikir orang-orang di luar sana gak tahu.
13:02Gak tahu kalau kamu buru-buru nikah itu kenapa.
13:04Mereka tahu.
13:06Mereka pasti akan membongin keluarga kita di belakang kita, Ran.
13:16Kamu sadar gak?
13:17Seluruh hidup kamu, sekolah kamu, impian kamu, masa depan kamu.
13:26Hancur demi apa?
13:28Demi laki-laki yang sudah menodai kehormatan kamu.
13:31Yang sudah membanding kamu dengan kehamilan yang sama sekali tidak kamu inginkan.
13:39Demi perempuan yang gak mau terima kamu di dalam keluarganya.
13:46Kamu gak malu apa?
13:47Apa semua ini sepadan?
13:50Cowab!
13:51Kamu gak bisa rasain gimana jadinya seorang hiburan.
14:10Ibu.
14:11Ibu.
14:12Kamu harus menemui mereka.
14:16Mengumis buat mahar kamu.
14:18Mengumiskan Yusuf.
14:22Supaya dia tidak sepenuh-penuh sama masa depan kehamuran.
14:28Ibu.
14:30Ibu harus sabar.
14:33Sabar sama perempuan yang namanya hadum itu yang sudah menghina kamu.
14:38Menghina keluarga kita.
14:39Ibu kehilangan semuanya.
14:41Ibu kehilangan korban dan risau.
14:46Ibu.
14:47Cukup bu.
14:49Cukup.
14:50Cukup.
14:52Ibu pikir aku mau semua ini bu.
14:54Ibu pikir aku mau hamil.
14:56Ibu pikir aku dengan sengaja hamil bu.
15:01Aku juga gak mau bu.
15:03Aku gak mau hamil.
15:05Aku maaf semua ini berakhir.
15:07Aku gak mau.
15:08Biarin aja bah ini mati.
15:10Biarin aja.
15:11Biarin aja.
15:12Aku gak mau.
15:14Biarin aja.
15:17Biarin aja.
15:18Biarin aja.
15:19Biarin aja.
15:20Jangan bunuh air kamu.
15:25Jangan bunuh air kamu.
15:27Aku dah habis.
15:46Suka nggak?
15:47Hmm?
15:49Kamu ngapain beli aku ini, Mas?
15:51Aku nggak butuh barang-barang kayak gini.
15:53Keperluan kita juga masih banyak loh, Mas.
15:56Bahkan aku nggak ngerasa kamu seharusnya ngelakuin ini dalam keadaan kita lagi kacau kayak begini.
16:01Harusnya kamu lebih sensitif, Mas.
16:03Saya cuma mau menghibur kamu aja, So.
16:05Kalau kamu mau ngelakuin ini buat menghibur aku, rasanya kurang pas, Mas.
16:09Bukannya aku nggak mau menghargai pemberian kamu,
16:11tapi harusnya kamu tuh lebih mikir gitu sebelum kamu beli kayak gini.
16:15Bu!
16:17Bu!
16:18Ibu harus ke kamaran yang Mbak Rani sekarang, Bu.
16:19Mbak Rani sama Bumat Iman lagi bertengah, Bu.
16:21Mbak Rani bukan-bukan beritnya, Bu.
16:23Tidak, Bu.
16:24Tidak!
16:31Tidak!
16:33Tidak, Tidak!
16:35Tidak!
16:37Tidak!
16:38Tidak, Tidak!
16:40Tidak!
16:41Tidak, Tidak!
16:43Aku udah kaku, Ato!
16:45Bayi ini kan punya bayi ini kan?
16:49Ini kan!
16:50Lepasin, Lepasin!
16:54Biar ini tak mau!
16:56Ini kan yang rusak hidup aku, ibu kalian semua!
17:00Lebih baik bayi ini mati aja daripada bikin kalian malu!
17:04Kalian bilang aku yang mulai semua ini!
17:06Sekarang biar aku yang ngakhiri semua orang yang ini!
17:09Nanti, Udud!
17:11Udud! Udud! Udud!
17:13Udud! Udud!
17:14Hei!
17:15Udud! Udud!
17:16Udud!
17:17Udud!
17:18Udud!
17:19Buka kasihan sama ibu, sama tete kamu!
17:21Udud!... Udud!
17:44Udud!
17:45Udud!
17:46Terima kasih telah menonton.
18:16Terima kasih telah menonton.
18:46Terima kasih telah menonton.
19:16Terima kasih telah menonton.
19:46Terima kasih telah menonton.
20:16Terima kasih telah menonton.
20:46Dan yang ibu gak habis pikir, kenapa dia berpikir bahwa dengan menyakiti dirinya, maka semuanya akan selesai.
21:16Bu, maaf sebelumnya kalau Aris lancang, tapi boleh gak?
21:26Untuk sekarang-sekaran ini, ibu kasih ruang dulu untuk Rani.
21:32Menurut Aris, alangkah baiknya memang apa yang sudah terjadi gak usah dimukit dulu.
21:46Aris tahu, ibu pasti lebih paham.
21:48Tapi mau sekeras apapun kita coba, memang gak ada caranya, bu, untuk memperbaiki sesuatu yang memang udah terjadi di masalah.
21:57Maaf, maaf, na'aris.
22:08Tadinya ibu berpikir dengan bawa Rani kesini, dia akan terlindungi.
22:19Karena kalian berdua bisa memberikan pengaruh positif terhadap Rani.
22:34Bahkan, na'aris begitu baik sama ibu, sama semuanya.
22:47Tapi kenyataannya sekarang, justru ibu yang bawa-bawa kamu ke dalam air keluarga ini.
23:09Maafkan, Aris.
23:17Ibu, permisi dulu.
23:23Iya, ibu.
23:43Biar ini kamu!
23:44Kamu mulai ini kan yang merusak semuanya, merusak hidup aku, ibu, kalian semua!
23:49Lebih baik baik ini mati aja daripada bikin kalian tau!
23:52Kalian bilang aku yang mulai semua ini.
23:55Sekarang biar aku yang mengkhirin semuanya!
23:57Nanti, ibu berpakaian, ibu!
23:59Udah, udah.
24:14Jangan pernah lakuin hal kayak tadi lagi.
24:15Jangan pernah lakuin hal kayak tadi lagi.
24:20Jangan pernah lakuin hal kayak tadi lagi.
24:44Jangan pernah.
24:50Jangan pernah lakuin hal kayak tadi lagi.
25:20Jangan pernah lakuin hal kayak tadi lagi.
25:50Jangan pernah lakuin hal kayak tadi lagi.
25:52Demi laki-laki yang sudah menodai kehormatan kamu.
25:55Yang sudah membanding kamu dengan kehamilan yang sama sekali tidak kamu inginkan.
26:01Dan perempuan yang tak mau terima kamu di dalam keluarganya.
26:06Kamu tidak mau buat apa?
26:09Apa semua ini sepadan?
26:11Jangan!
26:14Kamu tidak bisa merasakan bagaimana jadi seorang imuran.
26:18Ibu yang harus menemui mereka.
26:23Menghabiskan Yusuf.
26:25Supaya dia tidak sepenuh-penuh sama masa depan kamu.
26:30Tidak.
26:31Tidak.
26:32Tidak.
26:33Tidak.
26:34Tidak.
26:35Tidak.
26:36Tidak.
26:37Tidak.
26:38Tidak.
26:39Tidak.
26:40Tidak.
26:41Tidak.
26:42Tidak.
26:43Tidak.
26:44Tidak.
26:45Tidak.
26:46Tidak.
26:47Tidak.
26:48Tidak.
26:49Tidak.
26:50Tidak.
26:51Tidak.
26:52Tidak.
26:53Tidak.
26:54Tidak.
26:55Tidak.
26:56Tidak.
26:57Tidak.
26:58Tidak.
26:59Tidak.
27:00Tidak.
27:01Tidak.
27:02Tidak.
27:03Tidak.
27:04Tidak.
27:05Ren, kamu ngapain sih, Ren?
27:09Kamu kenapa nyakitin diri kamu sendiri?
27:12Dengan egois dong, Ren.
27:15Anak yang kamu kandung itu bukan cuma anak kamu, itu anak pas juga.
27:35Terima kasih.
28:05Aku nggak butuh bareng-bareng kayak gini.
28:28Keperluan kita juga masih banyak loh, Mas.
28:30Bahkan aku nggak ngerasa kamu seharusnya ngelakuin ini dalam keadaan kita lagi kacau kayak gini.
28:36Harusnya kamu lebih sensitif, Mas.
28:38Kalau kamu mau ngelakuin ini buat menghibur aku, rasanya kurang pas, Mas.
28:44Bukannya aku nggak mau menghargai pemberian kamu, tapi harusnya kamu tuh lebih mikir gitu sebelum kamu beli kayak gini.
29:00Terima kasih telah menonton!
29:30Terima kasih telah menonton!
30:00Tidak ngelakuin aku ya, Mas.
30:05Nggak seharusnya aku marah sama kamu kayak tadi.
30:09Aku tahu maksud kamu tuh pengen menjaga supaya kita baik-baik aja.
30:17Cuman aku ngerasa semuanya tuh lagi berantakan banget dan tanpa aku sadar aku jadi ngelampiasin semuanya ke kamu.
30:25Tidak apa-apa, sayang.
30:32Tidak apa-apa banget.
30:35Kamu mau marah, mau bahagia, mau frustrasi, mau hancur sekalipun depan aku nggak masalah.
30:40Aku nggak apa-apa.
30:43Karena apapun yang terjadi, kamu tetap rumahku.
30:49Aku tuh pengen kita bisa terus saling jaga, saling mengandalkan.
31:00Pokoknya apapun yang terjadi, kita lewatin sama-sama ya, Mas.
31:05Iya.
31:10Iya, sayang.
31:11Tapi aku juga minta sama kamu berhenti nyalahin diri kamu karena kamu nggak salah sama sekali.
31:19Ini bukan salah kamu, Nisa.
31:20Aku mau kita lupain semuanya ya, Mas.
31:34Kita fokus sama keluarga, Mas, hadapan keluarga kita.
31:40Itu yang terpenting buat aku.
31:50Apapun yang terjadi, kita sama-sama.
32:20Kamu nggak apa-apa, sayang.
32:47Tante, aku udah nggak sanggup lagi.
32:53Aku udah capek banget sama semua drama perselingkuhan ini.
32:56Aku pengen ini cepat-cepat selesai, Tante.
32:59Mereka berdua emang nggak tahu diri.
33:03Mereka tahu kalau hati kamu tuh baik.
33:07Makanya mereka bisa seenaknya dan memanfaatin kamu.
33:15Tapi apapun keputusan kamu,
33:17Tante akan dukung.
33:22Tersiasat, Tante.
33:27Mungkin emang udah waktunya,
33:29aku sama Erwin pisah.
33:38Tante.
33:39Tante.
33:40Tante.
33:41Tante.
33:42Tante.
33:43Tante.
33:44Tante.
33:45Tante.
33:46Tante.
33:47Tante.
33:48Tante.
33:49Tante.
33:50Tante.
33:51Tante.
33:52Tante.
33:53Tante.
33:54Tante.
33:55Tante.
33:56Tante.
33:57Tante.
33:58Tante.
33:59Tante.
34:00Tante.
34:01Tante.
34:02Tante.
34:03Tante.
34:04Tante.
34:05Tante.
34:06Tante.
34:20Tante.
34:21Ayo oke?
34:23Iya.
34:24Thank you, tunggu aku ke kamar dulu.
34:26Thank you.
34:36Tuh, gampang kan?
34:41Kok mama kayak gampang banget?
34:43Giliran Raya kayak susah.
34:46Ya apa-apa sayang, pelan-pelan.
34:48Yang penting Raya mau belajar dan latihan terus.
34:51Sayang, biar aku aja yang antar Raya ke sekolah ya.
34:56Biar kamu juga bisa langsung ke toko, gak buru-buru.
34:59Ya?
35:01Udah, kamu gak usah khawatir.
35:03Aku gak jadi bimbingan pagi kok hari ini.
35:05Mas siswaku tuh mendadak reschedule.
35:07Katanya ada urusan keluarga, ya?
35:09Iya, makasih ya mas.
35:11Kebetulan hari ini aku juga banyak banget orderan sih di toko.
35:14Prinsesnya papa, udah siap berangkat belum?
35:16Udah dong.
35:18Yuk.
35:21Awww.
35:22Rani.
35:23Ya ampun.
35:24Dek.
35:25Dek kamu kenapa, Dek?
35:26Rani.
35:28Ya ampun.
35:30Dek.
35:32Kamu kenapa, Dek?
35:34Dek.
35:36Rani kenapa?
35:38Nggak tahu, Bu.
35:40Dek, perut kamu sakit, ya?
35:42Mungkin dia keram, Bu.
35:44Dek.
35:46Rani kenapa?
35:48Nggak tahu, Bu.
35:50Perut kamu sakit, ya?
35:52Mungkin dia keram, Bu.
35:54Aduh.
35:58Bu, kayaknya harus kita bawa ke rumah sakit, ya, Bu.
36:01Iya, benar.
36:02Sebentar.
36:08Iya, iya.
36:09Iya, iya.
36:11Kita ke rumah sakit, ya.
36:24Iya.
36:30Kamu bisa berdiri nggak, Dek?
36:31Coba ya, pelan-pelan, ya?
36:33Oh!
36:34Oh!
36:35Ya udah, Mas. Tolong langkah, Rani.
36:37Pahan.
36:38Ayo, ayo.
36:39Ayo.
36:40Cuma, Mas.
36:41Lampar.
36:42Ayo.
36:47Sayang, tolong bukan gitu, ya.
36:49Mas.
37:10Min, Tante Rani nggak bakal kenapa-napakan?
37:13InsyaAllah Tante Rani tak kenapa-kenapa.
37:15Apa? Cucu ini enggak usah cemas ya. Doain antar Rani.
37:21Bi, tolong antar Rani dulu ya. Saya sama Mas Haris harus ke rumah sakit.
37:24Iya, Bu.
37:25Ntar mau ikut.
37:26Nis, biar ibu aja yang antar Rani. Kamu antar Rani, ya?
37:31Sudah. Ibukan ibunya Rani, ya?
37:34Anian pergi dulu.
37:36Ayo, Bi.
37:37Hati-hati, Bu.
37:38Mas, kamu antar Rani dulu ya. Aku antar Rani, abis itu aku nyusul.
37:45Ya.
37:46Nuh.
38:08Astagfirullahaladzim.
38:09Astagfirullahaladzim.
38:10Ya Allah.
38:11Nak Aris, hati-hati, Nak.
38:14Maaf, Bu.
38:15Maaf.
38:16Maaf.
38:17Udah sakit.
38:18Rani udah gak kuat.
38:19Iya, iya, iya.
38:21Nak Aris boleh lebih cepat.
38:23Kehatannya kondisinya makin gawat, Nak Aris.
38:26Iya, iya, Bu.
38:28Halo, Assalamualaikum, Kak.
38:38Waalaikumsalam.
38:39Suf, Rani dibawa ke rumah sakit.
38:41Perutnya keram.
38:42Astagfirullahaladzim.
38:43Di rumah sakit mana, Kak?
38:46Oh, ya udah.
38:47Aku jalan ke sana sekarang ya.
38:48Yusuf, Yusuf.
38:49Tunggu, tunggu, tunggu.
38:50Ada apa sih?
38:51Aku mau ke rumah sakit, Ma.
38:53Si Rani sakit.
38:54Oh, ya udah.
38:55Mama mau ikut.
38:56Mama mau pastiin kalau cucu Mama baik-baiknya.
38:57Tunggu, tunggu.
38:58Tunggu.
39:06Ma, Ma.
39:07Ma, aku aja ya, Ma yang ke rumah sakit.
39:09Aku takutnya kalau Mama ikut nanti situasinya jadi makin panas.
39:12Udah, kamu tenang aja.
39:13Mama bakal jaga sikap, ya.
39:16Ayo, ayo, ayo.
39:17Cepat.
39:28Gimana, Mas?
39:30Rani lagi di dalam.
39:36Mas.
39:37Mas, Kak.
39:39Si Rani baik-baik aja, kan?
39:44Kamu ngerti nggak apa yang kamu lakukan semalam?
39:48Kamu tuh mukul-mukul perut kamu sendiri, Ran.
39:52Sadar nggak kamu kalau itu bisa...
39:55bisa membuat kamu kehilangan semuanya?
39:58Bukan cuma diri kamu.
40:04Tapi juga bayi yang ada di dalam pelut kamu, Ran.
40:15Kamu sudah berbuat dosa.
40:17Astaghfirazin.
40:18Jangan buat banyak dosa lagi.
40:20Apalagi menyakiti bayi kamu, Ran.
40:24Jadi jangan kamu ulangi lagi.
40:26Tentu-tentu-tentu kamu.
40:32Bu, Mati, mah.
40:33Kok Ibu biarkan aja sih Rani mukul-mukul perutnya?
40:37Itu kan berbahaya buat dia.
40:40Bikin saya diam aja.
40:41Gimana aja? Saya setiap hari memikirkan Rani.
40:46Saya melihat gimana Rani hancur hatinya.
40:49Tahu gak gimana perasaan saya?
40:52Lihat anak saya menanggung malu dan membenci dirinya sendiri.
40:56Itu semua gara-gara anak ibu menghancurkan masa depan anak saya.
41:00Oh jadi ibu pikir yang paling jahat di sini cuma anak saya ya? Iya?
41:03Ibu lihat kok anak ibu gimana?
41:06Anak saya juga hancur, kan?
41:08Karena kok saya juga gak mau biarkan anak saya masuk dalam keluarga ini.
41:12Toksikin. Ibu cuma memikirkan reputasi anak ibu.
41:15Padahal pernikahan adalah satu-satunya cakra menelamatkan masa depan mereka.
41:18Enggak, berhenti, berhenti.
41:22Ibu sama tante berantem, mending gak usah di sini keluar aja.
41:27Udah dong, Ma. Kasihan sama Rani.
41:31Ya, Mama kan udah janji cuma pengen ngecek keadaan Rani.
41:35Yusuf, Mama di sini tuh belain kamu, tau gak?
41:37Mama, Mama kamu dijagai lagi sama keluarga ini.
41:40Udah, Bu. Udah, Bu.
41:42Kondisi Rani lagi gak stabil. Jangan memperburuk keadaan ibu.
41:50Permisi.
41:51Mohon maaf.
41:52Saya mau meriksa ibu Rani.
41:55Jadi bapak sama ibu silahkan menunggu di luar.
41:59Halo.
41:59Halo.
42:00Halo.
42:00Ya.
42:01Halo, ibu.
42:02Halo, ibu.
42:03Halo.
42:03Halo.
42:03Halo.
42:07Halo.
42:12Duduk dulu, ibu.
42:15Duduk dulu, ibu.
42:16Ya.
42:26Saya tuh berharap...
42:28...saya bisa menggantikan posisi Rani.
42:32...untuk menanggung rasa malunya.
42:36Dan dia bisa melanjutkan masa depannya.
42:41Tapi nyatanya saya gak sanggup.
42:45Saya cuma bisa...
42:48...berusaha melindungi Rani dari kemungkinan yang terburuk.
42:51...saya bisa menyelamatkan dan menyelamatkan dan melindungi anak-anak kita.
43:15Terima kasih ya, dok.
43:16...saya bisa menanggung rasa malam.
43:18Terima kasih.
43:19Kau.
43:20Kau.
43:21Kau.
43:22Kau.
43:23Kau.
43:24Kau.
43:25Kau.
43:26Kau.
43:27Kau.
43:28Kau.
43:29Kau.
43:30Kau.
43:31Kau.
43:32Kau.
43:33Kau.
43:34Kau.
43:35Kau.
43:36Kau.
43:37Kauau.
43:43Kau.
43:44Kau.
43:45Kau.
43:46Kau.
43:51Kau.
43:57Kau.
43:58Ibu Rani sudah diperbolehkan pulang.
44:20Dok, dok, saya, saya ayah dari bayinya.
44:24Rani dan anak saya gimana, dok, adanya?
44:25Ibu Rani dan Janinnya baik-baik aja, Pak.
44:30Kramnya kemungkinan besar karena Ibu Rani sedang stres.
44:33Anda harus memastikan Ibu Rani tidak banyak pikiran.
44:38Siapa sih, dok?
44:41Saya permisi dulu.
44:43Terima kasih, dok.
44:46Ya, Suf, kita pulang, ya?
44:48Bentar, bentar.
44:49Kanisa, aku aja yang ngerani, ya?
44:52Gak usah, Suf. Saya kau udah bilang.
44:54Sebelum kalian menikah, kalian gak bisa pergi bareng.
44:58Udah, Yusuf, kita pulang.
45:00Ngapain di sini?
45:00Ayo, ayo.
45:02Ya udah, Rani, kamu istirahat, ya?
45:04Aku pamit dulu.
45:06Ya, Rani.
45:09Mas, Rani biar aku aja yang nganter pulang, ya?
45:12Kamu harus ke kampus, kan?
45:14Iya, tapi tas aku di rumah.
45:16Paling aku balik dulu.
45:18Ya udah.
45:19Yuk, Bu.
45:20Yuk.
45:20Yuk.
45:20Yuk.
45:24Sebaiknya kamu gak usah ke kampus, Rani.
45:48Nisa, kamu ke toko aja, ya?
45:58Biar ibu yang jaga Rani.
46:01Jangan sampai hal ini mengganggu kehidupan kalian.
46:06Ibu masih bisa kok mengatasi semua ini.
46:28Mas, aku boleh gak tolong bantu titipin itu ke Mas Yusuf?
46:36Bisa.
46:42Nanti Mas kasih, ya?
46:52Nah, Aris.
46:53Nah, Aris, bisa kan sekalian anter Nisa ke toko?
46:58Bisa, Bu.
46:59Ayo, Sayang.
47:00Aku tunggu di bawah, ya?
47:06Aku pergi dulu, ya?
47:13Ya.
47:19Setiap rehat, Dek.
47:27Jangan lupa obatnya diminum.
47:29Jangan lupa, ya.
47:30Terima kasih.
48:00Semuanya okey?
48:06Rani tiba-tiba keram tadi pagi.
48:09Semuanya panik.
48:11Tapi ya...
48:13Alhamdulillah dia udah baik-baik aja, Man.
48:24Miss, harusnya kamu gak usah maksa buat kesini loh.
48:28Aku yakin kamu pasti capek banget, kan?
48:32Thanks, ya, Man.
48:34Emang gak kangen ini, semua yang terjadi tuh lagi nguras tenaga dan emosi aku banget.
48:41Iya, pasti, Nis.
48:44Tapi aku tahu kamu pasti kuat kok.
48:49Itu berkat kamu juga sebagai support sistem aku, Man.
48:52Ini sih, Mbak.
48:59Mbak Amanda di depan udah ada pengacaranya ya, Mbak?
49:07Ya oke, makasih ya, Wi.
49:08Aku pikir ini yang terbaik.
49:22Cuma perceraian yang bisa jadi jalan keluar buat masalah aku, Nis.
49:27Ternyata ada hal yang udah terlanjur rusak dan gak bisa diperbaikin lagi.
49:34Ini lagi.
49:47Kita kayaknya lagi sama-sama diuji, ya, Man.
49:51Tapi aku yakin...
49:53Kita kuat kok untuk ngelaluin semuanya.
49:55Di situ, Bi, makan ya.
50:04Ya.
50:07Permisi, Bu.
50:09Makasih, Bi.
50:18Kamu habiskan makanannya, ya.
50:25Kamu harus makan.
50:30Ayo makan.
50:45Ibu mau ngeliatin aku makan.
50:48Iya.
50:50Ibu harus memastikan kamu menghabiskan makanan itu.
50:56Bu, tapi kan aku bukan anak kecil lagi.
51:00Di mata Ibu.
51:03Kamu tetap anak buat Ibu.
51:09Makan.
51:25Sayurnya.
51:31Telurnya juga dimakan.
51:35Bu.
51:36Rani boleh gak?
51:38Di pernikahan Rani...
51:39Rani juga mau pakai kebaya putih kayak waktu tenisa nikah.
51:55Kebaya putih itu lambang kesucian, Ran.
52:09Harusnya kamu tahu itu.
52:18Lagipula kita gak punya waktu banyak...
52:20untuk persiapan pernikahan kamu.
52:26Kebaya seperti tenisa itu membutuhkan waktu yang lama.
52:30Dan kamu...
52:33tidak bisa meminta hal yang sama...
52:36untuk situasi kamu yang sekarang ini.
52:38Tidak seperti dugaanku.
52:39Sakit hatiku ternyata...
52:41melabihi rasa...
52:44sakit hatiku ternyata...
52:45melabihi rasa sakit...
52:46apapun yang ada di dunia.
52:48Tidak seperti dugaanku.
52:49Sakit hatiku ternyata...
52:51Tidak seperti dugaanku.
52:52Sakit hatiku ternyata...
52:56melabihi rasa sakit...
52:57apapun yang ada di dunia.
53:00Tidak seperti dugaanku.
53:01Tidak seperti dugaanku.
53:03Sakit hatiku ternyata...
53:04sakit hatiku ternyata...
53:06melabihi rasa sakit...
53:09apapun yang ada di dunia.
53:11aku mengira kau tak cahat...
53:18kamu akan mencintaiku.
53:22Papa, sabar, Mak?
53:23Kau udah prinsit separa, ef.
53:25Kau di sini.
53:26Jadi papa doang nih yang dapat pelakuan istimewa.
53:29Mama enggak.
53:31Gua udah noch Denise semuanya, Mas.
53:32Tapi Rani...
53:33Rani masih baik banget sama gua.
53:35Gua dua enggak pernah nyangka.
53:37Emang cinta itu bisa bikin lakiFlow, gitu?
53:39Kamu gak lupain aku sama bayi kita kan mas?
53:42Gimana mas mau percaya sama kamu sekarang?
53:45Kamu ternyata tidur juga sama Yusuf!
53:48Aku gak sayang sama Yusuf!
53:50Cuma sayang sama mas!
53:52Asal peralain!
53:53Mama gak kenapa-kenapa kan?
Jadilah yang pertama berkomentar