00:00Sementara itu saudara sudah tiga pekan warga korban banjir Aceh Tamiang yang tidak mendapatkan tempat di posko pengungsian harus tinggal di tenda seadanya di pinggir jalan.
00:12Lumpur banjir yang mengering membuat debu di lokasi tenda pekat saudara.
00:17Korban banjir berharap mereka bisa segera tinggal di hunian layak sementara.
00:21Dan berikut laporan dari jurnalis Kompas TV, Fida Alatas dan Juru Kamera Sunandar yang kami rekam sebelumnya.
00:30Di Aceh Tamiang banjir bandang yang melanda tiga minggu yang lalu atau tiga pekan yang lalu ini meluluhlantahkan rumah warga dan juga tentunya fasilitas-fasilitas umum yang ada.
00:41Dan saat ini kondisinya saudara di sepanjang jalan IR Juanda begitu ya.
00:48Pemandangan seperti inilah yang akan Anda lihat saat melintas di sepanjang jalan IR Juanda yang berada di Tanjung Karang.
01:00Dan ini adalah warga yang rumahnya terdampak luluhlantah memilih untuk membangun tenda pengungsian di pinggir jalan seperti ini.
01:12Kita akan tunjukkan seperti apa kondisinya bagi warga yang rumahnya masih luluhlantah dan mau tidak mau ini harus kemudian membangun tenda sementara.
01:27Ada beberapa keluarga di sini.
01:31Halo Ibu.
01:31Ibu ini memang sengaja bangun tenda di sini?
01:37Ya memang sengajalah karena kehujanan, kepanasan.
01:41Kenapa tidak di pengungsian Bu?
01:44Tidak dapat kan?
01:46Jauh.
01:47Ibu rumahnya di mana? Yang di belakang itu Bu?
01:50Yang di belakang itu.
01:52Yang di belakang itu?
01:52Yang di keluarga habis.
01:54Tiga keluarga habis.
01:54Habis.
01:56Kalau di sini Bu, ini makanan itu seperti apa?
02:00Ya kemarin itu dapat ya.
02:02Dapat dari diantar.
02:05Kalau ini sekarang sudah mulai masak sendiri.
02:07Sudah mulai masak sendiri.
02:09Toilet, MCK, air bersih seperti apa Bu?
02:12Kurang.
02:13Air bersih selalu kadang diantar.
02:19Kalau air bersih.
02:21Ibu ini kan di depan jalan ini lumpurnya begitu tebal, begitu dalam.
02:27Dan kalau misal terik, panas matahari, debunya kan sangat lah.
02:33Lalu bagaimana kondisi Ibu di sini?
02:35Ya kayak mana?
02:36Jadi sudah di jalanin aja gitu.
02:40Rumah Ibu itu yang di belakang situ ya Bu?
02:42Iya, ini pas nih.
02:44Baik.
02:45Ini?
02:45Dokok-dokok.
02:46Angka itu.
02:47Baik.
02:48Ini ada bapak juga Bu yang sakit di sini?
02:50Iya itu.
02:51Ini istri suaminya.
02:52Sakit apa ya Bu?
02:54Nggak bisa jalan.
02:55Lumpuh kakinya kecil.
02:57Terus dengan kondisi ini seperti apa Bu?
02:59Ya kayak mana lah itu.
03:02Ibu mungkin harapannya seperti apa?
03:03Bukan informasinya ini pemerintah daerah setempat akan memberikan rumah atau hunian layak sementara.
03:10Sudah tahu informasi tersebut?
03:11Belum kan Kak?
03:12Belum.
03:13Sudah didata?
03:14Belum.
03:15Belum.
03:16Harapannya seperti apa Bu?
03:18Ya harapannya ya kalau bisa ya itulah.
03:21Ada rumah, ada tempat tinggal, anak-anak sayang kan.
03:26Sudah ada yang berasa sakit atau apa nggak Bu?
03:29Ada, marah muntah-muntah ini udahan.
03:31Saat nafas.
03:33Saat nafas.
03:34Saat nafas.
03:34Saat nafas.
03:34Saat nafas dia.
03:36Sedih lah kalau hujan tak ngolah.
03:39Berarti kehujanan ya Bu?
03:40Kehujanan aja.
03:41Semoga ini ya Bu ya Pak terkait dengan hunian layak ini bisa segera didapatkan bantuan-bantuan itu.
03:50Agar anak-anak dan juga ada bapak yang sakit ini ya biar segera bisa layak begitu ya.
03:56Baik, baik, baik.
03:58Terima kasih banyak Ibu sehat selalu.
04:01Itu tadi bagaimana dampak dari banjir bandang.
04:05Meskipun ini sudah tiga pekan berlalu tapi masih banyak warga yang kondisinya seperti ini saudara.
04:11Mengungsi dengan tenda seadanya di pinggir jalan apalagi saat ini kondisinya lumpur di Tamiang.
04:18Ini sudah mengering begitu ya sehingga menyebabkan debu yang begitu pekat dan juga tebal.
04:23yang membuat pernafasan ini juga terganggu.
04:27Harapannya tentunya pemerintah ini bisa segera menyelesaikan hunian layak sementara bagi para warga.
04:34Karena ada kurang lebih 300 ribu warga berdampak.
04:38Dari Aceh Tamiang, Vida Alatas Sunandar melaporkan.
Komentar