00:00Untuk nanti berikutnya Pak Mendik Dasmen dan Mendik Ti, Pak Kepala BGN dipersilakan.
00:05Sebelumnya ya, saya mau langsung tanggapi Menteri Kehutanan.
00:09Jadi, sebagaimana yang kemarin kita sudah bicarakan,
00:16segera diverisikasi, diperiksa, diaudit,
00:21semua perusahaan yang memegang konsersi yang tidak mentaati peraturan itu ditindak,
00:37dilihat seberapa besar pelanggarannya dan itu dicabut.
00:44Yang sudah Anda cabut kemarin itu 22 ya?
00:4822 Pak, tapi ini masih bersifat nasional, di Sumatera sendiri 116 ribu Pak.
00:56Yang terkait dengan banjirnya nanti dikoordinasikan dengan Satgas PKH Pak,
01:00tapi tadi mungkin tidak bisa diekspos ke publik pada saat ini,
01:03tapi terus bekerja seperti perintah Bapak Pak.
01:04Oke, jadi jangan ragu-ragu kalau Anda perlu bantuan personel untuk
01:14investigasi, minta saja nanti ke KL lain, ya.
01:21Minta mungkin bantuan Polri, TNI, atau KL lain.
01:28Sekali lagi, siapa yang melanggar, kita langsung tindak, kita cabut.
01:34Kalau tidak salah, sampai hari ini kita sudah cabut 4 juta hektare.
01:38Ini yang 22 itu termasuk 4 juta itu.
01:43Izin Pak Beda itu yang 4,2 itu penertiban sawit dalam kawasan, Bapak.
01:48Ini PBPH Pak, perizinan berusaha di kawasan hutan, Pak.
01:52Oh, sudah cabut 1 juta lagi, berarti.
01:53Sudah jadi 1,5 juta, Pak.
01:55Sudah 5 juta yang kita cabut.
01:57Pokoknya jangan ragu-ragu.
02:00Siapa yang melanggar, langsung kita cabut.
02:03Terima kasih.
02:04Terima kasih, Pak Siskap.
02:09Yang terhormat, Pak Presiden.
02:11Yang terhormat, Bapak Wakil Presiden, Bapak Ibu sekalian, Kabinet Merah Putih.
02:16Izin saya menyampaikan, sampai hari ini sudah ada 17.555 satuan pelayanan penuhan giji
02:24yang sudah melayani 50.390.880 di 38 provinsi, di 509 kabupaten, dan di 7.022 kecamatan.
02:37Dengan sebaran SPPG terbanyak ada di Jawa Barat, itu mencapai 3.996 diikuti oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur.
02:47Tetapi kalau lihat presentasi dari kuota SPPG, DI Yogyakarta ini sudah mencapai 87 persen,
02:57diikuti dengan Jawa Tengah 83 persen, dan Lampung 81 persen.
03:01Jawa Barat sendiri meskipun ini tertinggi, baru mencapai 80 persen secara nasional.
03:06SPPG yang sudah terbentuk 59 persen.
03:10Dan kemudian jumlah tenaga kerja yang sudah terlibat langsung di halaman 2,
03:17di SPPG ada 741.985, dengan total supplier mencapai 41.389,
03:27terdiri dari kooperasi ada 5.000 kooperasi, BUMDES 629, kemudian BUMDES 969,
03:35dan UMKM ini terbanyak ada sekitar 19.246, supplier lain ini perorangan itu 16.351,
03:44kooperasi Desa Marah Putih sudah ada 22 yang ikut terlibat menjadi supplier di program makan bergitih gratis.
03:51Kemudian selain kita membangun SPPG di daerah aglomerasi,
03:56kita juga membangun SPPG di daerah terpencil di halaman 4,
04:00itu kami sudah identifikasi ada 36 provinsi yang membutuhkan SPPG terpencil,
04:07dengan total nanti akan didirikan 8.297 untuk melayani penduduk di daerah terpencil kurang lebih 2,4 juta.
04:17Dan kemudian kalau kita lihat halaman 5,
04:24bangunan yang menjadi SPPG itu dari amanah saja,
04:28ternyata setelah kita lihat 4.175 adalah bangunan baru,
04:343.970 mengkonvensi rumah tinggal menjadi SPPG,
04:39kemudian 2.985 berasal dari rumah toko,
04:43kemudian 320 dari rumah kantor,
04:45kemudian ada juga gudang 1.419,
04:49rumah makan ini mencapai 1.084,
04:53hotel ada hotel juga yang berubah menjadi SPPG ada 113,
04:57kemudian ada kantor yang berubah 217,
05:00sarana olahraga ini rata-rata putsal 388,
05:04showroom baik motor maupun mobil ini ada 77,
05:07lainnya masih 1.600 kita masih data,
05:12dan terkait dengan selapan anggaran sampai siang ini kita sudah menyerap 58 triliun atau mencapai 81 persen.
05:23Dan Alhamdulillah surat dari Kementerian Keuangan sudah keluar untuk optimalisasi,
05:29karena ada pagu anggaran yang harus kita alihkan terkait dengan tidak mungkin terselap kalau kita tidak alihkan.
05:36Terima kasih untuk Kementerian Keuangan dan selanjutnya terkait dengan kejadian Pak Presiden di halaman 8,
05:44di grafik yang atas yang warna merah itu adalah total kejadian per bulan yang terjadi pada program makanan bergidi gratis,
05:53di mana mulai September meningkat 67 kejadian,
05:57kemudian Oktober puncaknya 85 dan kemudian menurun drastis di November ke-40 dan sampai hari ini 15 hari di bulan Desember itu hanya terjadi 4 kejadian,
06:13Alhamdulillah sudah jauh menurun dan kita usahakan agar tahun depan tidak ada lagi kejadian,
06:19karena BGN sekarang telah melakukan sertifikasi keamanan tangan sebanyak 3.000 SPPG bekerjasama dengan ID Survei,
06:27dan nanti hasilnya kita akan menghasilkan SPPG yang unggul, sangat baik dan baik.
06:34Mudah-mudahan dengan sertifikasi ini tidak ada lagi kejadian yang akan dialami untuk program makanan bergidi tahun 2026.
06:42Dan kemudian terkait dengan tanggap bencana di halaman 9, Alhamdulillah di Provinsi Aceh ada 109 SPPG,
06:51di Provinsi Sumatera Utara ada 148 SPPG, di Provinsi Sumatera Barat ada 66 SPPG, total 323 SPPG,
07:00yang dikonversi dari melayani penerima manfaat anak sekolah Ibu Hamil yang menyusui,
07:06karena terdampak kemudian menyalayani pengungsi.
07:08Jadi totalnya Alhamdulillah sampai sekarang sudah ada 323, dan kita pastikan seluruh virtual account di daerah bencana,
07:17kita pastikan selalu tersedia uangnya agar bisa tetap melayani pengungsi.
07:22Dan kemudian terakhir saya ingin melaporkan terkait dengan kejadian insiden kemarin,
07:28di mana ada satu mobil pengantaran yang menabrak ke pagar dan kemudian masuk di SD Cilincing,
07:39dan ini disebabkan karena sopir yang utamanya sakit.
07:45Kemudian jam 3 sopir cadangan ditelepon dan kelihatannya dalam kondisi kurang prima,
07:53dan tetap bekerja untuk melayani dan timbul kejadian.
07:58Di halaman berikutnya ada 22 korban yang mengalami cedera.
08:06Di hari yang sama setelah 6 jam diobservasi,
08:10itu ada 10 siswa yang sudah kembali,
08:12kemudian ada 8 siswa dan 1 guru di rumah sakit koja yang dirawat,
08:20dan 3 siswa di rumah sakit Cilincing.
08:23Hari ini tersisa 4 yang dirawat di rumah sakit koja,
08:28dan 1 yang dirawat di Cilincing dalam keadaan baik,
08:321 masih di PCU karena mengalami fraktur di wajah,
08:38tapi sudah dioperasi selama 5 jam 2 hari yang lalu,
08:41sekarang dalam proses pemulihan dan ditangani oleh 3 orang dokter spesialis,
08:46dari dokter spesialis anak, bedah syarab, dan termasuk juga bedah plastik.
08:53Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan melalui rumah sakit koja dan Cilincing,
09:00kemudian juga Pemda, Dinas Sosial, dan juga Camat,
09:08serta tentu saja dari Kepolisian Pak yang membantu trauma healing untuk anak-anak sampai sekarang masih di Pandu.
09:18Dan terakhir, saya juga ingin menyampaikan bahwa program Makan Bergeji diperkirakan di akhir Desember ini
09:27akan membentuk 19.000 SPPG dan itu menyangkut 70% penerima manfaat,
09:35dan insya Allah akan menggunakan seluruh anggaran yang ada yang sudah diberikan kepada Badan Gini Nasional.
09:44Ada hal yang baik menurut saya terjadi di masyarakat,
09:48salah satu contohnya di Lumajang Pak.
09:50Jadi ketika SPPG harus berdiri dan tidak bisa didirikan karena ada kandang kambing,
09:56akhirnya masyarakat bermusawarah,
10:00ada kandang kambing Pak.
10:03Kandang kambing.
10:04Karena SPPG tidak boleh didirikan di dekat kandang kambing, kandang hewan, dan juga tempat sampah,
10:10masyarakat kemudian berembuk di daerah sekitar itu,
10:14dan kemudian bersedia mengeluarkan biaya untuk memindahkan kandang kambing Pak,
10:18bukan menolak ke SPPG,
10:22karena mereka sudah tahu setiap kali SPPG berdiri,
10:25maka 50 orang akan bekerja di SPPG,
10:28kemudian ada 15 supplier yang bisa memasuk bahan baku,
10:33dan juga tentu saja petani, peternak nelayan akan sangat diuntungkan dengan kehadiran SPPG.
10:39Dan perlu Pak Presiden dan Pak Pak Kekil Presiden ketahui,
10:43sekarang badan gizi bisa menstabilkan harga, Pak.
10:48Jadi kalau permintaan akan telur sama ayam terlalu tinggi,
10:53kami bisa berikan instruksi kepada SPPG agar menggunakan protein lain,
10:58contohnya bulan ini adalah bulan ikan,
11:01maka kita anjurkan agar lebih banyak menggunakan ikan.
11:05Dan kemudian ketika harga kandang turun, petani menjerit,
11:09kami perintahkan kepada SPPG agar satu hari dalam satu minggu memasak kentang.
11:16Alhamdulillah harga kentang mulai naik.
11:18Jadi untuk Bapak-Ibu sekalian,
11:20saya kira nanti di daerah-daerah bagi yang mendapatkan tekanan harga
11:25dan ada yang tidak laku,
11:27tinggal informasikan kepada gizi supaya kita bisa instruksikan kepada SPPG
11:31agar kita bisa stabilkan harga.
11:33Karena kapasitas pembelian SPPG cukup masif, Pak.
11:38Karena satu kali masak itu kan butuh 200 kg beras,
11:44350 kg sayur,
11:48kalau pisang itu 3.000 pisang,
11:50itu artinya 150 sisir,
11:54dan itu artinya 15 tandan,
11:56atau artinya 15 pohon pisang.
11:59Harus ada sekali ngasih makan pisang.
12:01Nah kemudian kalau masak lele itu Pak,
12:05harus ada 3.000 lele,
12:06itu 2 kolam biofog harus tersedia.
12:10Jadi itu betapa masifnya program makan bergizi,
12:13dan saya kira sekarang sudah dirasakan oleh masyarakat,
12:16banyak petani-petani pemuda-pemuda yang sekarang sudah mulai aktif,
12:21beraktifitas di daerah masing-masing,
12:24meningkatkan produktivitas wilayah.
12:25Dan kemudian tadi malam saya didatangi oleh satu ahli dari Amerika terkait dengan carbon trading, Pak.
12:33Saya juga gak nyangka,
12:35ternyata pola yang dikembangkan oleh badan gizi terkait dengan lokality,
12:39dengan ada SPPG,
12:41dan kemudian ada ahli gizi di setiap SPPG,
12:44dan kemudian produknya produk lokal,
12:47kesukaan masyarakat lokal,
12:49rupanya secara ekosistem,
12:52itu dinilai termasuk yang menghasilkan carbon footprint rendah.
12:57Sehingga kemungkinan bisa dimonetize oleh dunia internasional terkait program di badan gizi nasional,
13:03karena lokality-nya tersebut.
13:05Terima kasih, Pak President.
13:06Itu yang 3.000 lele sehari,
13:15itu 3.000 lele di tiap SPPG?
13:18Satu SPPG, Pak.
13:203.000 lele?
13:213.000 lele, itu dua kolam bioflok, Pak.
13:24Berarti satu anak makan satu lele?
13:28Satu lele, Pak.
13:29Satu lele?
13:30Satu lele, betul.
13:31Pak, kalau masak lebih bagus dari waktu saya tentara dulu.
13:38Oh iya, Pak.
13:41Dan lele-lelenya dipotong kecil-kecil.
13:44Nggak, Pak.
13:44Nih, kepalanya saja dibuang,
13:46kemudian satu lele utuh diberikan, Pak.
13:49Luar biasa.
13:50Iya.
13:51Dan kemudian, Pak, kalau masak daging sapi,
13:54masak satu ekor sapi,
13:55satu hari dipotong untuk satu SPPG.
13:58Jadi kalau di akhir tahun ini ada 19.000 SPPG,
14:03maka ada 19.000 sapi dalam satu hari
14:06harus dipotong karena program makan bergiji.
14:09Kalau 4 kali sebulan,
14:11ya tinggal dikalikan, Pak.
14:13Tapi saya sudah konsultasi dengan dirjen peternakan,
14:16katanya cadangan sapi nasional cukup
14:21untuk bisa mengantisipasi kebutuhan program makan bergiji.
14:26karena kalau badan giji meminta kepada SPPG
14:30memasak satu menu nasional,
14:32maka tekanannya cukup besar.
14:34Seperti contohnya tanggal 17 Oktober,
14:36ketika Pak Presiden ulang tahun,
14:38kami meminta agar SPPG memasak satu menu,
14:42yaitu nasi goreng dengan telur cepok.
14:44Hari itu, Pak, telur terserap 2.100 ton.
14:49itu naik 3.000 rupiah.
14:52Nanti tahun depan, Pak,
14:53kalau Bapak ulang tahun,
14:54kita dengan nasi goreng telur cepok,
14:56dibutuhkan 83 juta butir telur satu hari.
15:00Itu artinya 5.000 ton, Pak.
15:02yang enggak usah telur cepok lah.
15:09Nasi goreng ikan asin aja.
15:12Baik, terima kasih.
15:15BGN.
15:17Ada lagi yang mau dilaporkan?
15:20Cukup, Pak. Terima kasih.
15:21Terima kasih.
15:21Selanjutnya, Bapak Mendik Dasmen
15:27terkait renovasi sekolah secara umum
15:29dan juga renovasi sekolah di daerah bencana,
15:33kemudian Interactive Lab.
Komentar