00:00Sampai Indonesia pagi masih menemani Anda saudara, sudah lebih dari sepekan.
00:06Bencana banjir dan longsor melanda tiga provinsi di Sumatera.
00:10Bantau logistik terus berdatangan di posko terpadu bencana alam di Lanut Suwondo, Medan, Sumatera Utara.
00:17Dalam pantauan tim Kompas TV Jumat pagi, situasi di Lanut Suwondo sudah bersiap untuk melakukan pengiriman bantuan sejak Jumat pagi.
00:26Beberapa pesawat sudah disiagakan untuk bisa mengirimkan bantuan ke daerah terdampak dan terisolasi seperti Sibolga, Mbele, dan Aceh Tamiang.
00:36Sedangkan periode 28 November hingga 2 Desember 2025 tercatat sebanyak 100 ton bantuan sudah dikerahkan dari Lanut Suwondo.
00:47Informasi terkini kita tanyakan kepada jurnalis Kompas TV Nanda Aprilia dan juru kamera Andika Hadiat di Medan, Sumatera Utara.
00:59Selamat pagi Nanda, untuk hari ini apa saja bantuan yang dikirimkan?
01:03Akan dimulai dikirimkan jam berapa dan kemana saja tujuannya?
01:06Okta, selamat pagi. Proses pengiriman bantuan logistik sebenarnya sudah dilakukan sejak pagi tadi sekali, sekitar pukul setengah delapan.
01:20Ada tiga pesawat yang kami lihat, ada CN, kemudian KASA, dan juga rencananya nanti akan ada Hercules juga untuk bisa mengirimkan bantuan ke beberapa titik.
01:30Tapi sebelum itu kita akan melihat dulu sebenarnya di tempat lokasi saya, Okta, ada juga saudara, ini adalah posko terpadu di Lanut Suwondo, Medan, Sumatera Utara.
01:39Pagi ini, setiap harinya seperti ini, tampilannya cukup sibuk sekali karena kenapa masih banyak bantuan yang sesegera mungkin harus sesegera didistribusikan ke beberapa titik, apalagi masih banyak juga daerah-daerah yang terisolir.
01:52Tadi bantuan pertama, sekitar setengah delapan, ada bantuan yang memang dikirimkan baik itu beras, kemudian air mineral, ada minyak sayur sampai dengan mie instan, dan lain-lain sebagainya.
02:08Selain dengan bahan pokok itu tadi, Okta juga saudara, ada obat-obatan sampai dengan kasur lipat dan juga tikar gulung begitu ya, yang kemudian diberikan.
02:19Okta juga saudara, nantinya kalau dari Lanut Suwondo akan ada dua metode yang diberikan ataupun dikerahkan untuk bantuan-bantuan ini ke titik-titik yang terisolir ataupun titik-titik terdampak.
02:32Ini merupakan tampilan di mana nantinya paketan ini yang berisi ada beras, mie instan, dan air mineral tadi, kemudian akan diterjunkan dengan metode air drop,
02:43yang di mana di atasnya ini Okta juga saudara merupakan parasut, artinya nanti akan diterjunkan di kurang lebih ketinggian seribu feet lebih, untuk kemudian memberikan bantuan tersebut dari udara.
02:55Nah sejauh ini Okta juga saudara, tadi ada pesawat yang tadi saya sudah katakan sudah berangkat sejak pagi sekali,
03:01tujuannya ke Malaboh, Kabupaten Aceh Barat, dan juga ke Si Langit Tapanuli Utara, sampai dengan ke Si Bolga.
03:07Setiap hari rutunya berbeda-beda, Okta juga saudara tidak melulu titik itu, karena kenapa tadi saya sebutkan bahwa masih ada daerah-daerah yang memang masih terdampak dan terisolir,
03:16bahkan Okta juga saudara ada daerah yang memang sudah seminggu lebih terdampak, tapi bantuan baru datang, salah satunya adalah di Kabupaten Aceh Tamiang.
03:26Saya sendiri kemarin ke sana, Okta juga saudara menggunakan heli landing di sana, di salah satu kecamatan, yakni kecamatan Karangbaru.
03:33Mereka mengaku, salah satu warga khususnya menyebutkan bahwa itu merupakan kali pertama bantuan masuk ke daerah mereka.
03:41Artinya apa? Bantuan harus secepat mungkin diberikan, seminggu Okta, bayangkan seminggu tidak ada air bersih, tidak ada komunikasi, listrik pun terputus.
03:51Artinya bantuan-bantuan ini harus sesegera mungkin diberikan kepada korban-korban terdampak, apalagi daerah-daerah yang masih terisolir.
03:58Nah Okta juga saudara, kemarin di sini di Lanut Suwondo ada kunjungan dari Gubernur Sumatera Utara Bobi Nasokion bersama dengan Wapres Gibran Raka Buming Raka.
04:08Ada beberapa hal yang menjadi poin.
04:10Bobi menyebut yang dimana sudah seminggu di Sibolga dan juga Tapanuli Tengah melihat bagaimana kondisi di sana,
04:17dan akhirnya kembali ke Medan untuk menemani Wapres melihat di posko terpadu ini ketersediaan bantuan.
04:24Jalur darat ini meminta alat berat, alat berat untuk apa? Untuk membuka jalur agar apa?
04:30Karena akses darat masih belum bisa sepenuhnya digunakan.
04:34Percepatan distribusi selain menggunakan jalur udara dan juga ada juga jalur laut,
04:39tentu jalur darat menjadi hal yang harus benar-benar digencarkan.
04:42Karena kenapa? Tujuan percepatan distribusi harus memaksimalkan tiga jalur.
04:47Jalur darat ini masih belum bisa sepenuhnya diakses,
04:49untuk itu alat berat diminta oleh Gubernur Sumatera Utara untuk bisa dikerahkan,
04:55membantu atau membuka jalur khususnya di sekitaran Tapanuli.
04:58Selain itu, ia juga meminta bahwa bantuan-bantuan ini bisa segera mungkin diberikan,
05:05Tapanuli Tengah ini menjadi salah satu masih yang terdampak di sana akses listrik.
05:11Hari ini targetnya sudah bisa sepenuhnya mengalir lagi,
05:14dari listrik yang sudah bisa 100% digunakan,
05:20ini artinya komunikasi diharapkan bisa secepat mungkin bisa digunakan juga.
05:24Kita akan lihat bagaimana ke depannya terkait dengan bantuan ini.
05:28Okta dan juga saudara, setiap hari sudah sepekan lebih proses pembantuan-pendistribusian ini dilakukan.
05:35Kita harapkan bahwa memang secepatnya bantuan-bantuan ini bisa dirasakan oleh korban-korban yang terdampak.
05:41Sementara demikian Okta.
05:42Baik, logistik sudah siap diberikan bantuan logistik ini dengan teknik airdrop,
05:46utamanya di wilayah-wilayah terutama yang terinstallasi.
05:48Terima kasih, Jurnias Kompas TV, Nanda Perliar, dan Juru Kamerandika Ahadiyat.
05:52Jaga kesehatan Anda di sana.
Komentar