00:00Tadi dalam membahas tentang peningkatan efisiensi penyaluruan subsidi utamanya itu,
00:05jadi kita analisa dan kita lihat-lihat ternyata ada beberapa kendala dalam hal penyaluruan subsidi,
00:13dalam sisi desainnya juga ada.
00:15Jadi kita lihat masih ada orang yang relatif kaya atau kaya, super kaya kalau di Indonesia mungkin,
00:20yang masih mendapat subsidi. Nanti ke depan akan kita lihat di mana perbaikannya.
00:24Akhirnya kita simpulkan sih tadi dalam 2 tahun ke depan kita akan redesign strategi subsidi sehingga betul-betul tetap sasaran,
00:34tepat sasaran dan yang kaya sekali mungkin desir 8, 9, 10, subsidinya akan dikurangi secara signifikan.
00:42Kalau perlu uangnya kita balikin ke yang desir 1, 2, 3, 4 yang lebih miskin.
00:48Itu kira-kira utamanya itu. Dari itu perlu desain macam-macam karena terlibatkan juga bermain-bain dari darantara.
00:56Pak tadi kenapa teman-teman ada rahasia sama?
00:59Nggak ada. Kenapa saya juga nggak tahu, saya ikut aja.
01:03Mungkin takut saya ngomong aco.
01:05Pak, soal bencana, Pak, apakah dampaknya kepada pertumbuhan ekonomi yang perlambat seperti apa, Pak?
01:12Akan berdampak tapi tidak sampai memperlambat, memperlambat terlalu signifikan.
01:19Apalagi nanti kalau ada perbaikan-perbaikan fasilitas bangunan dan lain-lain itu akan mendorong ekonomi sedikit.
01:30Yang jelas kita tunggu dari PNBP, program mereka seperti apa.
01:35Pak berarti ada kemungkinan nggak nyampe target ya, Pak?
01:37Ada kemungkinan nggak nyampe target di Q4 ini sama full year 2025, Pak?
01:41Apakah kan sebelumnya bilang 5,6 sampai 5,7? Apakah itu bisa memiliki?
01:44Oh, kemungkinan selalu ada. Cuma berapa persen?
01:485 persen, 5 persen, 10 persen dulu.
01:50Saya pikir sih masih akan di atas 5,5 persen.
01:54Saya akan monitor kondisi keuangan di sistem finansial.
01:57Kalau masih dianggap kurang, saya akan bilang-nganggap lagi uang saya ke perbankan.
02:02Pak, PNBP sudah mengajuin, Pak.
02:04Anggaran, Pak.
02:05Kami masih tunggu.
02:06Oh, belum.
02:07Tapi uang, mereka udah punya uang di anggaran mereka.
02:11Ada 500 miliar lebih, mungkin belum habis.
02:14Tapi kita sediakan nanti kalau diperlukan lebih banyak dari itu.
02:18Itu dari pos mana, Pak?
02:19Dari pos mana, Pak? Apakah dari anggaran yang...
02:22Post anggaran yang mereka cadangan-cadangan bencana punya PNB, BNPB.
02:26Ini aman.
02:27Karena kata saya lios, terugian.
02:29Dari kesempat dana desa yang baru dicair, Pak.
02:30Bila?
02:31Mempercepat dana desa untuk dicair kemarin.
02:33Kapan?
02:34Kan sudah yang kemarin.
02:36Kita sudah dicairkan sebagian, sudah semua kan?
02:41Sudah yang dana desa sudah.
02:42Sudah, Pak.
02:42Nanti Anda tanya.
02:47Ada sebagian ditarang untuk koperasi merah-putih, kan?
02:49Itu yang diminta.
02:50Tapi itu nanti keputusan kementerian koperasi dan kementerian desa.
02:54Pak, tadi di dalam juga bahas soal restrukturisasi KCIC, Pak.
02:59Ya?
02:59Restrukturisasi utang KCIC, Pak, tadi untuk rencana keberangkatan ke Cina, tadi.
03:03Tidak ada diskusi itu tadi.
03:04Cuman kemarin ada seperti itu di waktu di Menko, di kemenkiu, diskusi dengan Danantara, dengan Pak Rosan dan Pak Doni.
03:12Pak Rosan, kemarin.
03:13Pak, kemenkiu kemarin kan juga Pak Rosan minta dukungan fiskal sama Pak Cic, Pak.
03:18Untuk Danantara.
03:21Oh, iya.
03:22Yang memang sesuai dengan peraturan yang kita kasih.
03:28Yang enggak, ya enggak dikasih.
03:30Dan gitu.
03:31Ada yang dikasih, ada yang enggak.
03:32Yang dikasih apa Pak?
03:33Yang dikasih itu seperti, dia kan akan restrukturisasi itu, konsolidasi.
03:40Kan jual, seperti jual beli antara satu perusahaan-perusahaan lain.
03:43Dia bilang itu kalau diseluruh bayar pajak semua ya kemahalan.
03:47Saya pikir itu masuk akal untuk konsolidasi kita waktu berapa tahun, kasih kita waktu 2-3 tahun ke depan.
03:52Setelah itu, setiap corporate action, kita akan di charge.
03:57Kita akan kenakan pajak sesuai dengan aturan.
03:59Ini kan, Danantara kan baru dan itu juga proyek pemerintah.
04:02Jadi itu hal yang wajar.
04:03Nah, yang dikasih, yang itu yang enggak dikasih.
04:09Yang dikasih, dia minta keringanan pajak beberapa perusahaan dulu, sebelum tahun 2023 kejadiannya, kalau enggak salah.
04:17Untuk dihilangkan kewajiban pajaknya.
04:20Yang enggak bisa.
04:21Itu kan udah terjadi masa lalu.
04:22Dan perusahaannya untung dan ada komponen perusahaan asing juga di situ.
04:27Pak, kalau pengurangan subsidi tadi, dia ada angka sebuah perubahan, enggak sempat?
04:32Tadi Bapak juga ada subsidi.
04:34Oh, bukan dikurangin.
04:35Kita redesign subsidinya supaya lebih tepat sasaran.
04:38Karena sekarang setelah kita lihat, ternyata yang kaya masih dapat.
04:41Itu aja.
04:41Saya dikasih waktu, 6 bulan ke depan untuk mendesain itu.
04:52Pak, untuk mengkoordinasikan desain tadi.
04:53Langkah memperbaiki biaya cukai, ya misalnya untuk rokok, kita taruh mesin-mesin pencacah rokok-pengitung rokok di pabrik-pabriknya,
05:09menggerakan, kita terapkan mulai awal tahun, awal tahun akan diterapkan, dijalankan, akan berjalan penuh Mei, Juni, tahun depan.
05:20Jadi, nanti ada sistem baru untuk memonitor di lapangan cukai-nya waktu atau enggak.
05:28Dan nanti, pihak cukai akan merahkan sistem AI, sistem IT dengan AI di setiap pelabuhan-pelabuhan yang ada di sini.
05:40Dan yang terakhir, saya akan sering-sering datang ke pelabuhan untuk memastikan mereka main-main lagi.
05:46Pak, di luar gue.
05:47Pak, di luar gue.
05:50Pak, di luar gue.
06:20What's TV?
06:21Dependent.
06:22Dependent.
06:22Dependent.
Komentar