Skip to playerSkip to main content
  • 4 days ago
Transcript
00:00Hi, welcome back to the show, welcome back to the channel Kawan Review.
00:20As usual, if you have seen this video, it means you already have a film or a serial that you can watch or not, and I recommend it.
00:30D.C. dan Warner Bros.
00:43Bukan rahasia lagi kalau project film-film superhero mereka kerap menggontai ganti pemainnya.
00:49Entahkah itu aktor untuk Superman atau bahkan Batman.
00:52Dan tahun ini akan jadi tahun yang membingungkan untuk para fans D.C.
00:55Pasalnya di tahun yang sama ada dua versi Batman yang hadir.
00:59Versi Robert Pattinson di film solonya dan Batman-nya Michael Keaton di film The Flash.
01:04Dan yang kubahas adalah versi Robert Pattinson.
01:07Batman versi dirinya yang mungkin bakal dikenal sebagai Batman paling rapuh yang pernah ada.
01:15The Batman akhirnya melenggang santai di tengah hebohnya kabar penyebaran masif emaknya Corona.
01:21Yap, Omicron.
01:22Bukan main, ternyata hype The Batman bisa memenuhi satu teater penuh.
01:27Meski pada akhirnya setengah dari penonton pun menilai The Batman adalah film yang menjenuhkan dan membuat mereka ngantuk.
01:34Sorry mbak, sorry mas.
01:35Gini loh, artinya film ini bukan untuk kalian.
01:38Dan kalian tuh hanya penonton yang ikut-ikutan hype doang.
01:40The Batman dari era lawas pun tidak pernah fun dan colorful.
01:44Film-film Batman terkenal dark dari masa ke masa.
01:47Sama halnya dengan The Batman ini.
01:49Jadi udah jelas ya, ini bukan Marvel loh.
01:51Ini Batman.
01:52DC.
01:53Emang gak bisa dipungkiri.
01:55Letak kesalahan The Batman karena penyajian dengan tiga babak yang tensi per babaknya emang terlalu lama naiknya.
02:01Sebut aja di babak pertama jadi babak yang terlalu hening sebagai awal film.
02:05Satu jam pertama dihabiskan mendalami background sang manusia kelelawar ini.
02:09Nah, kalau dari kecemataku menilainya, babak awal ya emang jadi momen krusial agar penonton lebih mengenal sosok Batman dari angle yang berbeda.
02:18Angle yang belum dijama film-film Batman sebelum ini.
02:21Terlebih yang saat ini kita saksikan, Batman diperankan aktor lain, bukan lagi Ben Affleck.
02:26Babak pertama dibuat supaya penonton mengenali tiap karakternya.
02:29Dan akhirnya menggiring kita sama opini atau teori-teori liar tentang siapa nih villain utama film ini.
02:36Nah, di babak kedua, nah mulailah nampak taringnya.
02:38Tiap toko karakter benar-benar dikuliti sampai akhirnya membuat penonton bertengkar sama pendapatnya sendiri.
02:45Teka-teki mulai terkuak satu per satu, dikemas dengan cerdas tapi tetap ditahan.
02:50Supaya klimaksnya nanti di babak akhir nanti bakal meledak-ledak.
02:54Dan yap, benar.
02:56Babak ketiga jadi babak terbaik The Batman ini.
02:59Persona Ben Affleck bahkan mendadak hilang dari ingatanku sebagai Batman dan tergantikan oleh Robert Pattinson.
03:04Toko-toko karakter yang di film-film Batman lawas dikenal cukup theatrical.
03:08Nah, di sini semua tampak masuk akal.
03:11Pingwin tidak lagi berpenampilan konyol.
03:13Catwoman yang diperankan Joe Kravitz bisa jadi versi Catwoman terbaik yang pernah ada.
03:18Dengan latar belakang yang tersoroti dengan jelas.
03:20Riddler yang kalian kenal di film Batman Forever yang saat itu diperankan Jim Carrey,
03:25justru berbeda dengan versi The Batman.
03:27Yap, The Batman adalah film Batman yang paling dewasa.
03:31Yang nggak juga sih, yang sebelumnya juga dewasa.
03:33Alih-alih membuat mengadaptasi semua penampilan isi komiknya,
03:37The Batman justru cuma mengambil tokoh karakternya doang
03:39dan membuat tiap tokohnya bertransformasi jadi lebih dark seperti seharusnya.
03:44Matt Reeves mungkin patut berbangga diri nih sama karyanya satu ini.
03:48Tangan dinginnya masih terasa ciri khas yang kental,
03:51permainan elemen-elemen menegangkan dan dramatis sama kayak film Cloverfield
03:56atau sequel Dawn of the Planet of the Apes.
03:58Visualnya juara sih, cara menggambarkan landscape Gotham yang kejam dengan cara yang seharusnya.
04:04Para musuh ikonik Batman dibuat lebih humanis,
04:06meski buat beberapa orang ya mereka terkesan lemah sih.
04:09Tapi menurutku pribadi, The Batman adalah film yang patut dipuji dari segala aspek.
04:14Aku sangat merekomendasikan untuk kalian nonton film ini.
04:17Sekali lagi harus kuingatkan, The Batman bukan film untuk semua orang.
04:20Gak usah nekat ikut-ikutan hype kalau kalian gak ngerti film Batman.
04:24Jangan juga membanding-bandingkan film ini dengan film superhero lainnya,
04:28apalagi Marvel, geng.
04:30Udah cukup jelas ya,
04:31kalau kau gak suka sama The Batman,
04:32berarti pasal penonton film ini bukan untuk kau leh.
04:35Simpan uangmu,
04:36nonton KKN Desa Penari ajalah, udahlah.
04:39Saranku, gak usah tunggu sampai kredit title berakhir ya,
04:42udah pulang aja ya.
04:43Capek, 3 jam di bioskop, nanti kenceng batu loh.
04:45Serius.
04:46Ya, kawan-kawan, terima kasih telah menonton video review ini.
04:54Jangan lupa klik tombol like-nya.
04:55Kalau kalian suka, klik tombol dislike kalau tidak suka.
04:57Klik juga tombol subscribe dan bell notifikasinya,
04:59biar gak ketinggalan review-review film terupdate lainnya.
05:03Kalau gitu, Agus Zain pamit undur diri.
05:05Terima kasih.
05:05Jaga kesehatan, tetap negatif.
05:07Dan jangan lupa, jaga jarak.
Be the first to comment
Add your comment

Recommended