00:00Selamat menikmati
00:30Selamat menikmati
01:00Selamat menikmati
01:30Selamat menikmati
02:00Selamat menikmati
02:29Selamat menikmati
02:59Selamat menikmati
03:29Selamat menikmati
03:57Selamat menikmati
04:27Selamat menikmati
04:57Selamat menikmati
05:27Selamat menikmati
05:57Selamat menikmati
06:27Selamat menikmati
06:57Selamat menikmati
07:27Selamat menikmati
07:29Selamat menikmati
07:31Selamat menikmati
07:33Raja
08:05Selamat menikmati
08:07Presiden
08:39Selamat menikmati
08:41Selamat menikmati
08:43Selamat menikmati
08:45Selamat menikmati
08:47Selamat menikmati
08:49Selamat menikmati
08:51Selamat menikmati
08:53Selamat menikmati
08:55Selamat menikmati
08:57Selamat menikmati
08:59Selamat menikmati
09:01Selamat menikmati
09:03Selamat menikmati
09:05Bidang
09:07Selamat menikmati
09:09Selamat menikmati
09:11Selamat menikmati
09:13Selamat menikmati
09:15Selamat menikmati
09:17Selamat menikmati
09:19Selamat menikmati
09:21Selamat menikmati
09:23Selamat menikmati
09:25Selamat menikmati
09:27Selamat menikmati
09:29Selamat menikmati
09:31Selamat menikmati
09:33Selamat menikmati
09:35yang dilalui oleh Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II bin Al-Hussein
09:41sudah dilakukan rekaya seluruh lintas, pengamanan dilakukan secara ketat
09:45sebagai protokol menyambut tamu negara.
09:51Mbak Dina, kalau terakhir Presiden Prabowo kan bertemu dengan,
09:56salah satu yang terakhir bertemu dengan Raja Jordania itu April lalu.
10:00Di situ ada beberapa kerjasama yang dijalin.
10:02Apakah mungkin hari ini ada kerjasama baru atau di sektor baru?
10:05Mbak Dina?
10:07Yang disoroti oleh Menteri Pertahanan kan bidang pertahanan ya,
10:12untuk kabarnya ada produksi, entah produksi bersama atau pembelian,
10:16ini yang belum terlalu jelas, drone ya, teknologi drone dari Jordania,
10:22kelihatannya itu yang terbaru.
10:24Walaupun saya masih berpikir ya, Jordania itu kan sebenarnya bukan produsen senjata.
10:29Jadi ada pertanyaan besar di kepala saya, apakah ini sebenarnya Jordan sebagai broker?
10:35Sehingga, dan karena Jordan itu adalah mitra dekat bahkan sekutunya Amerika Serikat,
10:42dan sangat dekat dengan Israel, apakah ini sebenarnya teknologi Israel yang sedang dibicarakan oleh Jordania?
10:48Cuman bilangnya kita mau kerjasama dengan Jordania, itu satu pertanyaan juga.
10:53Oke, tapi Mbak Dina, tadi kan sambutannya dilakukan secara hangat sekali, berpelukan,
10:59kemudian satu mobil yang sama menuju istana, Anda melihat ini sebagai sekedar kunjungan balasan,
11:03atau ada sesuatu yang lebih yang ingin ditujukan juga oleh Presiden?
11:06Hubungan mereka sudah puluhan tahun ya, bahkan most likely itu atau bisa dikatakan jauh sebelum Presiden Prabowo itu
11:19kemudian pergi dan diterima di Jordania pasca kejadian tahun 98,
11:24di mana jabatan beliau dicopot ya di militer Indonesia.
11:28Ya, jadi kedekatan ini istilahnya antar keluarga elit, antara ningrat politiknya Indonesia dan Jordania,
11:39itu sudah lama sekali terjalin.
11:42Menurut saya hubungan personal ini sangat kuat ya, diantara mereka berdua.
11:47Dan artinya kalau memang ada kedekatan personal,
11:49tapi sejauh mana kedekatan personal ini akan berbuah juga untuk diplomasi antara Indonesia dan Jordania Mbak Dina?
11:55Betul, itu pertanyaan yang bagus sekali.
11:59Karena kalau dilihat ya kecenderungannya orang Indonesia ini atau pemimpin Indonesia,
12:07kita bisa jadi sangat akrab dengan pemimpin negara lain,
12:10tapi kebanyakan dalam kasus-kasus yang sebelumnya,
12:14kedekatan itu tidak turun menjadi follow-up, komitmen.
12:18Jadi memang kita harus cermat betul melihat sistemnya, sistemnya dibangun atau tidak.
12:23Kalau dilihat dari kerjasama Indonesia dengan Jordan yang ditandatangani kemarin di bulan April,
12:30itu kan disampaikan misalnya Indonesia akan beli fosfat ya untuk kebutuhan pupuk di Indonesia.
12:38Saya sih belum melihat ada update baru bahwa hal itu dilaksanakan.
12:44Kemudian kerjasama pendidikan, kerjasama agama itu juga kelihatannya belum turun menjadi sesuatu yang konkret.
12:54Jadi apakah memang problemnya ini berarti di tataran menteri,
12:58kemudian di tataran pejabat lainnya itu yang ada di bawah tataran presiden itu tidak berfungsi ya.
13:05Sehingga sistemnya itu missing link di tengah selalu.
13:08Artinya juga apa yang bisa, apa yang seharusnya dimanfaatkan oleh presiden Prabowo di pertemuan hari ini, Mbak Dina?
13:17Ada beberapa hal strategis yang kita bisa bicarakan terkait Jordania.
13:23Pertama tentu soal perdamaian di Palestina.
13:26Itu yang paling urgent dan kalau dilihat dari narasinya presiden Prabowo yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan,
13:35salah satu agenda yang mau dibahas adalah soal niat presiden Prabowo mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina.
13:43Nah kita tahu baru sebulan yang lalu, bulan Oktober, akhir bulan malah ya tanggal 27 kalau saya nggak salah,
13:48itu si Raja Yordania menolak untuk membentuk pasukan perdamaian untuk mendukung rencana damainya Donald Trump.
13:59Nah ini kan berarti ada yang miss nih di antara dua sahabat ini aja, itu pembicaraan mereka nggak klop.
14:05Mudah-mudahan ada dialog yang lebih jelas di sini, karena kalau menurut versinya Yordania,
14:11pasukan perdamaian dalam skema perserikatan bangsa-bangsa, itu tugasnya adalah memperkuat polisi,
14:20memperkuat pasukan Palestina di lapangan.
14:22Jadi bukan untuk meneror atau menangkap atau apalagi menembak ya orang-orang yang dianggap mengganggu perdamaian.
14:30Mbak Dina, sorry kita ini dulu juga sambil yang, kan kita sama-sama melihat ini di layar kaca soal
14:36Bagaimana Presiden Prabu Subianto tadi menyambut kedatangannya dengan melakukan pelukan hangat,
14:42kemudian juga satu mobil.
14:45Bagaimana tapi makna kedekatan yang ditunjukkan oleh Presiden Prabu Subianto ini menurut Anda?
14:51Ya itu tulus sih, kalau saya melihatnya mereka berdua memang sangat-sangat dekat secara pribadi.
14:59Dan bagaimana juga Presiden Prabu bisa memanfaatkan kedatangan Presiden atau Raja Yordania?
15:06Saya sih merasanya wajib kalau mau ada follow-up di dalam ruangan pertemuan itu
15:11ada orang-orang yang memang punya kewajiban menurunkannya menjadi komitmen lanjutan.
15:18Jadi level menteri dan bahkan dirjen-dirjen ya di kementerian-kementerian terkait
15:23itu harus duduk bersama dan mencatat kemudian tahu follow-upnya apa.
15:27Kalau pertemuannya itu hanya berdua saja, itu boleh dikatakan sulit lah.
15:33Siapa yang kemudian mencatat apa yang disepakati atau sudut pandang apa yang dipertemukan
15:38dalam pertemuan tertutup tersebut?
15:42Nah, Mbak Dina ini kan juga Menhani Syafri Syamsuddin membocorkan soal
15:47salah satu agenda pertemuannya ini adalah membahas misi perdamaian di Gaza.
15:52Bagaimana kedekatan kedua negara akan bisa berdampak juga untuk perdamaian di Gaza
15:57atau kemerdekaan Palestina?
15:58Nah, konteks terbaru itu adalah Amerika Serikat, Presiden Donald Trump
16:03sedang memaksakan satu resolusi baru di Dewan Keamanan PBB
16:10di mana akan dibentuk atau Amerika Serikat minta didukung terbentuknya Board of Peace
16:17atau Dewan Perdamaian yang diketuai oleh Donald Trump.
16:20Minta diberi waktu sampai tahun 2027 menjadi pemerintah transisi di Gaza.
16:29Ini jelas satu yang paling dekat dan ini sudah rame ya di luar sana bicara soal ini.
16:36Sekarang posisi Indonesia seperti apa, posisi Jordan seperti apa,
16:40tentu kita nggak bisa melepaskan kenyataan bahwa situasi di Gaza sama sekali belum kondusif
16:47meskipun sudah ada teriakan untuk ceasefire ya kemarin ya, gencatan senjata.
16:53Nggak berhasil kan intinya.
16:55Dan Jordan sudah mencatat ada puluhan orang yang luka-luka tambahan gelombang ke-14
17:02sejak Gaza itu pecah perang ya.
17:06Jadi artinya situasinya sama sekali belum kondusif.
17:10Ketidakpastiannya sangat tinggi.
17:12Jadi akrab dari segi pribadi tentu harus kita turunkan menjadi sesuatu yang bisa berbuah nyata
17:21dalam situasi di mana penolakan-penolakan dari Israel ini masih sangat tinggi ya
17:29terhadap inisiatif perdamaian apapun.
17:32Bahkan dari pihak Amerika Serikat sendiri jenderalnya kan sudah ada pemerintahan juga
17:36yang mengatakan mereka sangat merasa tidak pasti bahwa rencana Trump itu
17:40sebenarnya bisa membuahkan hasil.
17:43Oke Mbak Dina nanti kita bahas lagi tapi kita sama-sama sedang melihat
17:48ini adalah visual iring-iringan sudah tiba di area Monument National Tomonas
17:54nantinya dari sini kendaraan yang digunakan oleh Presiden Prabu Subianto
17:59dan Raja Jordani Abdullah II bin Al-Hussein akan dikawal oleh pasukan berkuda
18:05menuju ke Istana Merdeka Jakarta.
18:07Jaraknya tidak jauh karena hanya seberang-seberangan tapi ini menjadi salah satu kebiasaan baru dari Presiden Prabu Subianto
18:17ketika menerima kunjungan kenegaraan ataupun kunjungan dari kepala negara.
18:22Raja Jordaniya Abdullah II bin Al-Hussein tadi tiba di Landut Halim Perdana Kusuma
18:30sekitar pukul 16 waktu Indonesia Barat
18:34disambut secara hangat dan langsung oleh Presiden Prabu Subianto
18:39di bawah tangga pesawat Raja Jordaniya.
18:44kita lihat sama-sama iring-iringan kemudian diikuti oleh pasukan berkuda
18:58Raja Jordaniya Abdullah II bin Al-Hussein dan Presiden Prabu Subianto
19:04menggunakan kendaraan yang sama, kendaraan berplat Jordan
19:07dari Landut Halim Perdana Kusuma menuju ke area Istana Kepresidenan Jakarta.
19:14kendaraan-kenegaraan yang diiringi oleh pasukan berkuda
19:24menjadi rangkaian yang selalu dilakukan ketika Presiden Prabu Subianto
19:31akan menerima tamu kenegaraan.
19:34Hari ini agendanya adalah menerima kunjungan kenegaraan dari Raja Jordaniya Abdullah II bin Al-Hussein.
19:41informasi terakhir agenda di Istana Kepresidenan Jakarta akan diawali dengan pertemuan bilateral
19:49kemudian kemungkinan juga akan dilanjutkan dengan tet-atet atau pertemuan empat mata
19:54dan malam nanti akan dilanjutkan juga dengan agenda jamuan makan malam.
19:59Kita sapa lagi Mbak Dina, Mbak Dina masih bersama kami ya?
20:12Mbak Dina masih bisa dengar suara sindi di studio Mbak Dina?
20:15Masih, Mbak Dina.
20:16Oke. Mbak Dina, ini kan juga sebenarnya memang menjadi rangkaian yang biasa dilakukan oleh Presiden Prabu.
20:24Yaitu dengan adanya sambutan yang begitu meriah ketika ada tamu kenegaraan yang hadir.
20:30Apa yang bisa kita lihat sebenarnya dari upacara yang dilakukan oleh Presiden ini?
20:36Jadi saya lihat ada banyak sekali pasukan berkuda yang diturunkan ya.
20:40Dan kedua orang ini sama-sama gemar berkuda, mereka berdua juga sama-sama punya latar belakang militer,
20:48sekolahnya bareng, dulu di Inggris juga, waktu kuliah sekolah militer di Amerika juga mereka bareng.
20:55Jadi bisa dibayangkan mereka berdua itu punya sejarah hubungan personal yang sangat-sangat dekat.
21:01Mungkin kalau kita semua mungkin membayangkan bahwa menjadi pimpinan itu hanya yang indah-indah aja gitu ya.
21:08Saya yakin sebenarnya mereka juga punya rasa sendiri, mungkin ketersendirian yang bisa di-share hanya di antara mereka.
21:15Jadi itu sebabnya mereka dekat satu sama lain.
21:17Tadi soal mobil berdua itu, sebenarnya kan itu melanggar protokol ya.
21:22Pada dasarnya kan mereka harus dipisah karena urusan perlindungannya dari pihak negara host itu juga ada aturannya sendiri.
21:33Tapi mungkin ini lagi ngetrend karena di kejadian sebelumnya Presiden Donald Trump kan juga mengajak Putin satu mobil waktu di Alaska kan.
21:42Jadi ini ada tren baru mungkin.
21:46Dan ini juga kan terjadi ketika Presiden Prabu Subianto melakukan kunjungan kenagaran ke Jordania ya Mbak.
21:50Terima kasih telah menonton!
22:20Terima kasih telah menonton!
22:50Terima kasih telah menonton!
23:20Terima kasih telah menonton!
Komentar