Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tanah bergerak membuat bangunan pondok pesantren di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, roboh. Tak hanya pondok pesantren, insiden tanah bergerak juga merusak ratusan bangunan lainnya.

Bagaimana penanganan warga terdampak bencana tanah bergerak di Tegal, Jawa Tengah? Sudah bersama kami Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman.

Baca Juga Datang ke Lokasi Bencana Tanah Bergerak Tegal, Wapres Gibran: Huntara dan Huntap Segera Dibangun di https://www.kompas.tv/nasional/649132/datang-ke-lokasi-bencana-tanah-bergerak-tegal-wapres-gibran-huntara-dan-huntap-segera-dibangun

#tanahbergerak #tegal #bupatitegal #korban

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649405/full-nasib-warga-terdampak-tanah-bergerak-bupati-tegal-ada-potensi-pergerakan-tanah-susulan
Transkrip
00:00Bagaimana penanganan warga terdapat bencana tanah bergerak di Tegal, Jawa Tengah
00:03sudah bersama kami Bupati Tegal, Ishak Molana, Roman.
00:07Selamat malam Pak Bupati.
00:10Ya, malam Pak.
00:11Pak, kami sebelumnya terut prihatin atas bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal
00:15dan yang terbaru Pak adalah bangunan asrama putri di pondok pesantren Al-Adalah yang roboh Pak.
00:22Ini apakah ada korban Pak?
00:23Kami ingin memastikan apakah kondisi para santri ini sudah terevakuasi atau apakah ada korban Pak?
00:33Ya, baik Pak.
00:34Kami melaporkan bahwa memang kondisi pondok pesantren Al-Adalah satu saat ini sudah hampir rata dengan tanah semuanya Pak.
00:43Masuk asrama putra, asrama putri, terus aula juga sudah rata.
00:48Kami informasikan bahwa saat ini santri dengan jumlah 526 ini sudah diungsikan ke pondok pesantren Al-Adalah dua
00:58yang di samping jalan raya sekitar berjarak 3 km dari titik kejadian.
01:05Lalu kami sampaikan juga bahwa saat ini proses belajar mengajar dari santri sudah berjalan normal.
01:13Kemarin juga saat kunjungan Bapak Wakil Presiden juga mengunjungi dan bertemu langsung menyapa para santri.
01:22Dan Bapak Wakil Presiden juga memberikan arahan, memotivasi santri juga bahwa kita pemerintah pusat hadir bersama-sama.
01:34Termasuk nanti recovery-nya, Pak. Nanti kami juga pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi juga akan ikut merecovery pondok pesantren
01:46supaya nanti pondok pesantren yang baru ini, yang dibawa ini bisa menampung santri.
01:53Karena saat ini bangunannya masih terbatas untuk menampung 526 santri.
01:59Bangunan-bangunan pondok pesantren ini rata dengan tanah.
02:04Pak, sebetulnya seberapa serius kondisi terakhir yang Bapak terima dari laporan di lapangan, Pak?
02:09Kondisi tanah bergerak di sana itu?
02:12Ya, Pak. Kami melaporkan bahwa saya secara langsung turun, Pak.
02:17Terakhir kemarin hari Sabtu sore saya juga langsung naik ke titik-titik yang rawan.
02:23Perlu kami laporkan, kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Pak.
02:29Hampir semua rumah warga berjumlah 500 lebih ini dengan kondisi rusak berat, rusak sedang, ada yang sudah rata dengan tanah,
02:39ada yang miring, sudah kontrusinya, strukturnya sudah rusak dan sebagainya.
02:44Bahkan akses infrastruktur juga baik jalan kabupaten, jalan desa juga retak-retak, patah, dan ada yang ambles sampai 1 meter, 2 meter.
02:56Seperti kejadian kempah-kempah yang dahsyat, Pak, di situ.
03:01Pak, ini, Pak Isha, ini kan ada di desa Padasari, Pak.
03:06Dan sudah terjadi sekitar sepekan, kalau saya enggak salah ya, Pak ya.
03:11Apakah ini kondisinya sudah stabil atau akan berpotensi pergerakan tanah ini akan meluas, Pak?
03:19Ya, jadi yang kami terima begini, Pak.
03:21Setiap ada curah hujan tinggi, pasti ada bangunan yang robo.
03:28Sehingga kami mengasumsikan bahwa ini belum aman, masih ada potensi pergeseran tanah susulan.
03:37Sehingga kami mengimbau kepada masyarakat, termasuk yang ada di peduguan Padareka.
03:44Saat ini masyarakat ada sebagian masih bertahan.
03:48Di peduguan Padareka itu dekat dengan desa atau perbatasan dengan desa Padasari, Pak?
03:54Ya, jadi di Padasari kan ada 3 peduguan, Pak.
03:58Ada Padasari, 3 Sari, sama Padareka.
04:02Nah, yang paling terdampak adalah di 3 Sari dan Padasari.
04:06Nah, yang dibutuhkan Padareka hanya sebagian.
04:09Nah, ini yang rumahnya masih bagus, tidak terdampak.
04:15Nah, ini masyarakat masih bertahan.
04:16Tetapi kemarin kami juga mengimbau dan sedikit mengarahkan masyarakat bahwa
04:22ayo kita sebaiknya mengungsi karena tidak menutup kemungkinan nanti terjadi pencana,
04:29susulan, dan meluas sampai di Padareka.
04:32Ini kan ada sekitar nyaris 2.500 orang yang mengungsi ya, Pak.
04:39Bagaimana kondisi mereka saat ini?
04:41Mereka diungsikan di mana sih, Pak?
04:43Ya, begini, Pak.
04:46Saat ini kami mempunyai 4 titik pengungsian yang terintegrasi.
04:51Satu di Posko Pusat, Posko Rumah Mas Kamal, ada di SD pada Sari 02,
04:58ada di Majelis Taklim di belakang rumahnya Pak Kades,
05:02dan satunya ada di Pompas Aladala 2 yang untuk santri.
05:10Sehingga kami informasikan saat ini, Pak,
05:13Alhamdulillah kondisi masyarakat terlayani dengan baik
05:17dari sisi logistik, makan tiga kali sehari,
05:22terus air minum, toilet,
05:25lalu juga pelayanan kesehatan, kami cukupi.
05:28Kami mengerakkan dengan kolaboratif,
05:31Pak, kami juga menggandeng dari organisasi masyarakat,
05:35dari IPI, terus dari rumah sakit swasta,
05:39juga kami gandeng untuk bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat kita
05:44yang terdampak yang saat ini menjadi pengungsi.
05:47Perlu kami laporkan juga bahwa kemarin ada di Posko Pengungsian,
05:51ada tiga plan siapa, umurnya di atas 70, ada yang 80 tahun,
05:56itu kami tawarkan untuk sementara kita mengungsikan di tempat yang lebih nyaman.
06:00Tuhan kami punya,
06:03kami di rumah dinas kami ada pavilion untuk tamu,
06:06kemarin kami sudah koordinasi dengan keluarganya,
06:09dan keluarganya mengenaki untuk sementara tinggal di lingkungan rumah dinas kami.
06:15Untuk, karena selagi menunggu proses pembangunan huntara,
06:22keunian sementara.
06:24Jadi ada rencana untuk relokasi ya, Pak?
06:27Ya, baik betul, Pak.
06:29Sekali bahwa kita ini sedang berproses, Pak.
06:32Kemarin kami sudah survei bersama tim teknis dan juga dari berhutani
06:36untuk persiapan lokasi huntara, Pak Hunian sementara.
06:41Kemarin sudah kami putuskan,
06:42titiknya ada di sampingnya Pond Pes ala Dala 2,
06:46yang saat ini menjadi tempat pengungsian santri, Pak.
06:50Itu jaraknya berapa kilo, Pak, dari lokasi tanah gerak itu?
06:53Jaraknya kira-kira 5 kiloan dari titik utama gerak.
07:00Tapi ini sudah di daerah bawah, Pak.
07:05Sudah di daerah bawah, artinya jarak sekitar 5 kilo dari tanah bergerak itu
07:09sudah dipastikan aman dan tidak ada tanah yang labil di daerah situ?
07:17Ya, kepastian aman-nya besok sore, Pak.
07:20Berarti besok sore dari SDM provinsi akan meninjau dan akan memberikan rekomendasinya.
07:27Akan mengkaji kondisi geologisnya, Pak.
07:31Sehingga kami kepastian untuk FIG-nya besok tanah untuk relokasi adalah besok sore
07:38setelah kami mendapatkan kajian rekomendasi.
07:41Karena itu juga menjadi syarat, salah satu syarat untuk pembangunan guntara.
07:48Kita kan nggak mungkin, Pak Ijin, membangun di lokasi yang memang belum aman juga.
07:53Ini jadi sesuatu yang membahasir nanti.
07:58Untuk rencana relokasi terus pembangunan guntara-gunian sementara ini
08:03menurut dari Pak Bupati, Pak Isha ini membutuhkan berapa lama, Pak, waktunya?
08:10Karena kan ini tanggap darurat bencana ini kan dilakukan selama 14 hari sejak 2 Februari,
08:18kalau nggak salah saya, Pak.
08:20Lalu kan sampai saat ini juga sekitar 2.500 orang ini menunggu di lokasi pengungsian.
08:27Artinya kan mereka akan bertahan di pengungsian selamanya untuk menunggu hunian sementara itu jadi.
08:34Seperti itu atau gimana, Pak?
08:35Ya, begini, Pak.
08:38Kami sudah berkoordinasi dengan BPPWD kami, BPPWD Kabupaten Tegel,
08:43berkoordinasi dengan BPPWD Provinsi dan BNPB.
08:47Nanti setelah masa darurat ini selesai selama 14 hari,
08:54nanti tidak langsung penanganan pasca, tapi masa transisi, Pak.
08:57Jadi selagi kita menunggu huntara ini selesai, jadi nanti kita buat masa transisi menuju penanganan pasca bencana.
09:06Seperti itu.
09:08Informasi yang kami terima, update, tadi kami komunikasi dengan BNPB, Pak.
09:14Ini BNPB sudah siap, termasuk vendor yang kami terima informasi,
09:21untuk proses pembangunannya sudah siap tinggal penentuan lokasi dan proposal kami kirim sudah siap untuk dilaksanakan.
09:30Karena huntara ini nanti menggunakan bangunan knockdown, Pak.
09:35Jadi akan cepat, akan cepat pembangunannya.
09:38Satu rumah, dua hari sampai bisa selesai.
09:42Dua hari, hundian sementara ini akan bisa selesai.
09:45Artinya pemerintah daerah, baik lewat Pak Bupati dan juga pemerintah pusat ini,
09:50akan mesegerakan untuk pembangunan hundian sementara.
09:52Terima kasih, Pak Bupati Tegal, Isa Maulana Rohman telah bergabung bersama kami di Kompas TV.
09:59Sekali lagi, terima kasih.
10:00Baik, terima kasih, Pak. Terima kasih, mohon doanya selalu.
Komentar

Dianjurkan