00:00Bagaimana penanganan warga terdapat bencana tanah bergerak di Tegal, Jawa Tengah
00:03sudah bersama kami Bupati Tegal, Ishak Molana, Roman.
00:07Selamat malam Pak Bupati.
00:10Ya, malam Pak.
00:11Pak, kami sebelumnya terut prihatin atas bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal
00:15dan yang terbaru Pak adalah bangunan asrama putri di pondok pesantren Al-Adalah yang roboh Pak.
00:22Ini apakah ada korban Pak?
00:23Kami ingin memastikan apakah kondisi para santri ini sudah terevakuasi atau apakah ada korban Pak?
00:33Ya, baik Pak.
00:34Kami melaporkan bahwa memang kondisi pondok pesantren Al-Adalah satu saat ini sudah hampir rata dengan tanah semuanya Pak.
00:43Masuk asrama putra, asrama putri, terus aula juga sudah rata.
00:48Kami informasikan bahwa saat ini santri dengan jumlah 526 ini sudah diungsikan ke pondok pesantren Al-Adalah dua
00:58yang di samping jalan raya sekitar berjarak 3 km dari titik kejadian.
01:05Lalu kami sampaikan juga bahwa saat ini proses belajar mengajar dari santri sudah berjalan normal.
01:13Kemarin juga saat kunjungan Bapak Wakil Presiden juga mengunjungi dan bertemu langsung menyapa para santri.
01:22Dan Bapak Wakil Presiden juga memberikan arahan, memotivasi santri juga bahwa kita pemerintah pusat hadir bersama-sama.
01:34Termasuk nanti recovery-nya, Pak. Nanti kami juga pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi juga akan ikut merecovery pondok pesantren
01:46supaya nanti pondok pesantren yang baru ini, yang dibawa ini bisa menampung santri.
01:53Karena saat ini bangunannya masih terbatas untuk menampung 526 santri.
01:59Bangunan-bangunan pondok pesantren ini rata dengan tanah.
02:04Pak, sebetulnya seberapa serius kondisi terakhir yang Bapak terima dari laporan di lapangan, Pak?
02:09Kondisi tanah bergerak di sana itu?
02:12Ya, Pak. Kami melaporkan bahwa saya secara langsung turun, Pak.
02:17Terakhir kemarin hari Sabtu sore saya juga langsung naik ke titik-titik yang rawan.
02:23Perlu kami laporkan, kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Pak.
02:29Hampir semua rumah warga berjumlah 500 lebih ini dengan kondisi rusak berat, rusak sedang, ada yang sudah rata dengan tanah,
02:39ada yang miring, sudah kontrusinya, strukturnya sudah rusak dan sebagainya.
02:44Bahkan akses infrastruktur juga baik jalan kabupaten, jalan desa juga retak-retak, patah, dan ada yang ambles sampai 1 meter, 2 meter.
02:56Seperti kejadian kempah-kempah yang dahsyat, Pak, di situ.
03:01Pak, ini, Pak Isha, ini kan ada di desa Padasari, Pak.
03:06Dan sudah terjadi sekitar sepekan, kalau saya enggak salah ya, Pak ya.
03:11Apakah ini kondisinya sudah stabil atau akan berpotensi pergerakan tanah ini akan meluas, Pak?
03:19Ya, jadi yang kami terima begini, Pak.
03:21Setiap ada curah hujan tinggi, pasti ada bangunan yang robo.
03:28Sehingga kami mengasumsikan bahwa ini belum aman, masih ada potensi pergeseran tanah susulan.
03:37Sehingga kami mengimbau kepada masyarakat, termasuk yang ada di peduguan Padareka.
03:44Saat ini masyarakat ada sebagian masih bertahan.
03:48Di peduguan Padareka itu dekat dengan desa atau perbatasan dengan desa Padasari, Pak?
03:54Ya, jadi di Padasari kan ada 3 peduguan, Pak.
03:58Ada Padasari, 3 Sari, sama Padareka.
04:02Nah, yang paling terdampak adalah di 3 Sari dan Padasari.
04:06Nah, yang dibutuhkan Padareka hanya sebagian.
04:09Nah, ini yang rumahnya masih bagus, tidak terdampak.
04:15Nah, ini masyarakat masih bertahan.
04:16Tetapi kemarin kami juga mengimbau dan sedikit mengarahkan masyarakat bahwa
04:22ayo kita sebaiknya mengungsi karena tidak menutup kemungkinan nanti terjadi pencana,
04:29susulan, dan meluas sampai di Padareka.
04:32Ini kan ada sekitar nyaris 2.500 orang yang mengungsi ya, Pak.
04:39Bagaimana kondisi mereka saat ini?
04:41Mereka diungsikan di mana sih, Pak?
04:43Ya, begini, Pak.
04:46Saat ini kami mempunyai 4 titik pengungsian yang terintegrasi.
04:51Satu di Posko Pusat, Posko Rumah Mas Kamal, ada di SD pada Sari 02,
04:58ada di Majelis Taklim di belakang rumahnya Pak Kades,
05:02dan satunya ada di Pompas Aladala 2 yang untuk santri.
05:10Sehingga kami informasikan saat ini, Pak,
05:13Alhamdulillah kondisi masyarakat terlayani dengan baik
05:17dari sisi logistik, makan tiga kali sehari,
05:22terus air minum, toilet,
05:25lalu juga pelayanan kesehatan, kami cukupi.
05:28Kami mengerakkan dengan kolaboratif,
05:31Pak, kami juga menggandeng dari organisasi masyarakat,
05:35dari IPI, terus dari rumah sakit swasta,
05:39juga kami gandeng untuk bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat kita
05:44yang terdampak yang saat ini menjadi pengungsi.
05:47Perlu kami laporkan juga bahwa kemarin ada di Posko Pengungsian,
05:51ada tiga plan siapa, umurnya di atas 70, ada yang 80 tahun,
05:56itu kami tawarkan untuk sementara kita mengungsikan di tempat yang lebih nyaman.
06:00Tuhan kami punya,
06:03kami di rumah dinas kami ada pavilion untuk tamu,
06:06kemarin kami sudah koordinasi dengan keluarganya,
06:09dan keluarganya mengenaki untuk sementara tinggal di lingkungan rumah dinas kami.
06:15Untuk, karena selagi menunggu proses pembangunan huntara,
06:22keunian sementara.
06:24Jadi ada rencana untuk relokasi ya, Pak?
06:27Ya, baik betul, Pak.
06:29Sekali bahwa kita ini sedang berproses, Pak.
06:32Kemarin kami sudah survei bersama tim teknis dan juga dari berhutani
06:36untuk persiapan lokasi huntara, Pak Hunian sementara.
06:41Kemarin sudah kami putuskan,
06:42titiknya ada di sampingnya Pond Pes ala Dala 2,
06:46yang saat ini menjadi tempat pengungsian santri, Pak.
06:50Itu jaraknya berapa kilo, Pak, dari lokasi tanah gerak itu?
06:53Jaraknya kira-kira 5 kiloan dari titik utama gerak.
07:00Tapi ini sudah di daerah bawah, Pak.
07:05Sudah di daerah bawah, artinya jarak sekitar 5 kilo dari tanah bergerak itu
07:09sudah dipastikan aman dan tidak ada tanah yang labil di daerah situ?
07:17Ya, kepastian aman-nya besok sore, Pak.
07:20Berarti besok sore dari SDM provinsi akan meninjau dan akan memberikan rekomendasinya.
07:27Akan mengkaji kondisi geologisnya, Pak.
07:31Sehingga kami kepastian untuk FIG-nya besok tanah untuk relokasi adalah besok sore
07:38setelah kami mendapatkan kajian rekomendasi.
07:41Karena itu juga menjadi syarat, salah satu syarat untuk pembangunan guntara.
07:48Kita kan nggak mungkin, Pak Ijin, membangun di lokasi yang memang belum aman juga.
07:53Ini jadi sesuatu yang membahasir nanti.
07:58Untuk rencana relokasi terus pembangunan guntara-gunian sementara ini
08:03menurut dari Pak Bupati, Pak Isha ini membutuhkan berapa lama, Pak, waktunya?
08:10Karena kan ini tanggap darurat bencana ini kan dilakukan selama 14 hari sejak 2 Februari,
08:18kalau nggak salah saya, Pak.
08:20Lalu kan sampai saat ini juga sekitar 2.500 orang ini menunggu di lokasi pengungsian.
08:27Artinya kan mereka akan bertahan di pengungsian selamanya untuk menunggu hunian sementara itu jadi.
08:34Seperti itu atau gimana, Pak?
08:35Ya, begini, Pak.
08:38Kami sudah berkoordinasi dengan BPPWD kami, BPPWD Kabupaten Tegel,
08:43berkoordinasi dengan BPPWD Provinsi dan BNPB.
08:47Nanti setelah masa darurat ini selesai selama 14 hari,
08:54nanti tidak langsung penanganan pasca, tapi masa transisi, Pak.
08:57Jadi selagi kita menunggu huntara ini selesai, jadi nanti kita buat masa transisi menuju penanganan pasca bencana.
09:06Seperti itu.
09:08Informasi yang kami terima, update, tadi kami komunikasi dengan BNPB, Pak.
09:14Ini BNPB sudah siap, termasuk vendor yang kami terima informasi,
09:21untuk proses pembangunannya sudah siap tinggal penentuan lokasi dan proposal kami kirim sudah siap untuk dilaksanakan.
09:30Karena huntara ini nanti menggunakan bangunan knockdown, Pak.
09:35Jadi akan cepat, akan cepat pembangunannya.
09:38Satu rumah, dua hari sampai bisa selesai.
09:42Dua hari, hundian sementara ini akan bisa selesai.
09:45Artinya pemerintah daerah, baik lewat Pak Bupati dan juga pemerintah pusat ini,
09:50akan mesegerakan untuk pembangunan hundian sementara.
09:52Terima kasih, Pak Bupati Tegal, Isa Maulana Rohman telah bergabung bersama kami di Kompas TV.
09:59Sekali lagi, terima kasih.
10:00Baik, terima kasih, Pak. Terima kasih, mohon doanya selalu.
Komentar