Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan banyak pedagang di media sosial, seperti TikTok, yang mengeluhkan rencana pemerintah menertibkan perdagangan pakaian bekas impor atau thrifting ilegal.

"Saya baca, saya juga monitor TikTok dulu untuk melihat apa sih respon masyarakat. Rupanya banyak juga pedagang yang hidup dari situ, pedagang thrifting, marah-marah sama saya, katanya 'aduh salah, harus dikasih harga,' gitu-gitu," kata Purbaya, dalam Rapat Kerja (Raker) Komite IV DPD RI di Senayan, Jakarta, Senin (3/11/2025).

Selain itu, Purbaya juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran rokok asing yang masuk ke Indonesia secara ilegal.

Baca Juga Menkeu Purbaya Blak-blakan Respons Media Luar Singgung IKN Sebagai Kota Hantu di https://www.kompas.tv/nasional/627682/menkeu-purbaya-blak-blakan-respons-media-luar-singgung-ikn-sebagai-kota-hantu



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/627715/full-depan-dpd-purbaya-janji-berantas-rokok-ilegal-hingga-cerita-diprotes-pedagang-thrifting
Transkrip
00:00Rasta jalan.
00:02Jadi semua bisa tumbuh dengan bagus.
00:07Saya ngundang investasi asing nggak?
00:10Yang ngundang, tapi begini, saya nggak akan mohon-mohon.
00:17Kenapa?
00:18Saya termasuk yang percaya bahwa asing nggak akan bangun negara kita.
00:22Mereka masuk ke sini hanya untuk menghanfaatkan kue pertumbuhan ekonomi.
00:26Jadi kalau mau ngundang investor asing ke sini,
00:28ya kita ciptakan kuenya itu.
00:31Mereka pasti masuk untuk saya manfaatkan untuk mendorong ekonomi kita
00:36ke pertumbuhan yang lebih cepat lagi.
00:39Pasti akan saya cari yang ada spillover teknologinya.
00:43Kalau tukang jahit baju aja nggak usah diundang ke sini,
00:45udah banyak di sini.
00:47Yang kita punya nggak usah dibuka.
00:49Tapi yang kita nggak punya, kita buka.
00:52Itu strategi kita ke depan ya.
00:56Jadi walaupun saya di Kementerian Keuangan,
00:58katanya bukan urusan saya,
01:00saya punya instrumen pajak, instrumen tarik.
01:02Kita kerjain dari itu kalau mereka ngotot, Bu.
01:06Ini menternya agak aneh nih.
01:10Biar aja ya.
01:10Pernah saya juga aneh-aneh nih berdua nih.
01:16Aneh-aneh.
01:18Kalau punya instrumen, kita pakai untuk kebaikan.
01:22Tapi kalau salah, tolong dikoreksi.
01:24Kita perbaiki bersama.
01:258 agenda fokus prioritas.
01:29Pertama kita ketahanan pangan.
01:30Kedua, ketahanan energi.
01:32Makanan berisi gratis.
01:33Pendidikan bermutu.
01:35Kesehatan berkualitas.
01:36Pembangunan desa, kooperasi, dan MKM.
01:39Pertahanan semesta.
01:40Akselerasi investasi dan pendagangan.
01:42Nanti di delapan yang...
01:49Walaupun ini satu titik, tapi ini akan besar sekali.
01:52Kenapa saya menghidupannya itu?
01:5610 persen ekonomi kita dikontribusikan oleh pemerintah.
02:0290 persennya swasta.
02:04Jadi saya berusaha mati-matian pun,
02:06kalau swastanya mati,
02:08cuma 10 persen yang jalan.
02:10Makanya saya yang 10 persen ini untuk menghidupkan yang 90 persen
02:15dengan menciptakan kondisi berbisnis yang baik.
02:21Sehingga pemain domestik bagus,
02:23pemain nanti asing juga ikut masuk.
02:25Seperti misalnya di industri rokok.
02:27Boleh ya?
02:28Rokok katanya.
02:29Gak apa-apa ya rokok.
02:31Itu kan mereka bilang,
02:34orang Indonesia harus berhenti merokok.
02:37Dibuatlah kebijakan,
02:38menaikkan tarif ke level yang tinggi sekali.
02:40Jadi pada kenyataannya,
02:42ya pada ngerokok aja,
02:43yang terjadi adalah
02:44barang-barang gelap yang masuk.
02:48Jadi saya bilang dari Cina, dari Vietnam,
02:50kalau gitu kebijakannya ngapain?
02:52Bukan mematikan...
02:54Kita mematikan industri,
02:56tapi menghidupkan yang di luar.
02:57Kalau gitu saya rugilah,
02:59saya gak mau rugi.
03:00Yaudah, kita
03:01perhatikan pasarnya,
03:04kita tutup barang-barang kita dari
03:05pasal kita dari barang-barang ilegal.
03:08Untuk yang produk-produksi
03:09dalam negeri yang ilegal,
03:11kita ajak masuk ke
03:12sistem yang lebih ilegal
03:13ke kawasan industri,
03:15KIHP,
03:16hasil tembakau,
03:17KIHT,
03:18dengan tarif yang tertentu ya Pak,
03:20sedang kita buat dan kita galangkan.
03:22Mungkin kapan jadinya?
03:23Desember jalan?
03:24Harusnya Desember jalan.
03:26Udah mulai.
03:26Nanti,
03:29kalau sudah itu jalan,
03:31pemain-pemain yang...
03:32Saya gak akan liat ke belakang,
03:33liat ke depan.
03:35Pemain-pemain yang tadinya gelap,
03:36kalau masih gelap,
03:38kita sikat.
03:40Gak ada kompromi di situ.
03:42Tapi mereka dikasih kesempatan
03:43masuk menjadi pemain yang legal di situ.
03:46Sama untuk...
03:47Selarokok kan kita apa yang ribut-ribut?
03:49Pakaian kan?
03:50Oh, pakaian gini-gini-gini.
03:52Tapi kita diam aja.
03:54Saya pernah ikut cerita tuh,
03:55ikut fashion show,
03:58datang ke fashion show,
03:59bagus-bagus.
04:01Wah, ini bagus-bagus.
04:03Tapi saya tanya ke...
04:04Di sebelah saya ada yang bisik.
04:05Pak, 99% dikuasai Cina.
04:08Ah, yang benar.
04:09Iya.
04:10Itu ngapain?
04:11Kan ya, bagus.
04:12Ya, gak tau, Pak.
04:12Pokoknya kita dikuasai.
04:14Waktu itu saya diketua.
04:15Saya waktu itu ketua LPS,
04:16gak bisa apa-apa.
04:18Waduh, gue bilang,
04:18coba gitu.
04:19Jadi ikut acara itu
04:21pulang-pulang sedih.
04:22Bukannya bangga jadi sedih.
04:24Padahal orang kita jago.
04:25Jadi,
04:25sekarang rupanya
04:26banyak barang-barang yang ilegal,
04:28yang bahwa fresh itu semua.
04:30Kita akan tutup.
04:31Nanti pakaian-pakaian yang itu juga
04:32yang ilegal-ileg kita tutup semua.
04:35Saya minta temen saya,
04:36staff saya di Biacuka
04:38untuk bergerak lebih
04:39keras lagi ke depan.
04:43Supaya industri domestik
04:44dan tekstur domestik bisa hidup.
04:46Ada,
04:47saya baca itu,
04:47saya juga monitor TikTok, Bu.
04:48untuk melihat
04:50apa sih respon masyarakat.
04:52Rupanya banyak juga
04:53pedagang itu yang hidup dari situ ya.
04:54Pedagang
04:55thrifting.
04:57Marah-marah sama saya.
04:58Katanya,
04:58oh ini salah,
04:59harus kasih harga,
05:00gitu-gitu.
05:00Cuma gini,
05:03itu mereka mencari
05:03keuntungan jangka pendek aja.
05:06Dia untung,
05:07tapi industri mati.
05:09Kalau ini,
05:09kalau saya berubah aja
05:10jadi barang-barang dalam negeri aja
05:12dengan peraturan yang pas ya.
05:14Dia bisa dagang itu nanti pelan-pelan.
05:15Industri hidup
05:16dan nanti lapangan kerja lebih hidup,
05:18dia juga mungkin bisa usaha
05:19yang lain dengan
05:20ada yang beli.
05:22Karena dia beli masyarakat kita,
05:23bagus ketika
05:24banyak kerjaan di mana-mana.
05:25Jadi langkah-langkah kita
05:27mungkin nanti jangka pendek.
05:29Nanti sebentar lagi,
05:30baja.
05:31Kita akan lihat baja.
05:32Siapa lagi?
05:36Sepatu.
05:37Kita akan lihat seperti itu.
05:38Yang jelas,
05:40kalau barangnya illegal,
05:42kita akan tutup.
05:45Orang kan bilang,
05:46sepatu kan bisa dipakai bagus,
05:47murah lagi buat rakyat.
05:48Iya,
05:49tapi merusak industri kita
05:50secara setelah negara kita kan.
05:52Saya bilang tadi,
05:5390%
05:54domestic demand.
05:55Kalau kita buka semua
05:58untuk barang-barang produksi
05:58asing tadi,
05:59yang illegal,
06:01ya pasar kita dikuasai
06:02asing.
06:04Apa kita mau begitu?
06:06Nanti kita komplain lagi,
06:07nggak ada kerjaan,
06:08nggak ada ini,
06:09nggak ada itu.
06:10Tapi kita akan ditutup,
06:11sebagian pemain yang diuntungkan
06:13ribut.
06:14Saya sih,
06:15gampang jawabnya.
06:16Gimana kalau ada yang protes?
06:17Yaudah,
06:17saya lihat siapa yang paling
06:18keras protesnya,
06:19itu saya tangkap duluan.
06:21Karena berarti dia dalang
06:22di belakangnya.
06:23Ini sudah banyak
06:24komentar-komentar kan,
06:26mereka harus hati-hati.
06:27Saya lihat satu-satu,
06:28nanti saya
06:28perintahkan
06:29orang yang biar cukai saya
06:31untuk memeriksa
06:31mereka satu-satu.
06:33Jadi jangan terlalu ribut.
06:37Kecuali
06:37saya punya bisnis
06:39pesaingnya,
06:41berarti saya punya
06:41urusan sendiri
06:43untuk keuntungan saya.
06:44Ini kan nggak
06:45kebijakannya untuk
06:46kebijakan nasional.
06:47Kalau
06:47tekstil kita mau hidup,
06:50kalau industri,
06:52apa?
06:53Baju apa sih?
06:54Baju?
06:55Baju.
06:55Tekstil.
06:56Tekstil.
06:56Tekstil udah.
06:57Baju apa?
06:58Garmen.
06:59Garmen kita mau hidup,
07:00kita harus buat
07:01domestic base yang kuat.
07:05Nanti kalau mereka
07:06makin kuat-makin kuat,
07:07daerah sayang mereka
07:08pasti makin bagus kan.
07:10Baru kita buka
07:10nyerang ke luar negeri.
07:12Kira-kira begitu.
07:14Untuk
07:14jadi banyak ngomong nih.
07:19Karena banyak
07:19pengerti TikTok, Bu.
07:23Postur ABPN 2006
07:25ekspansif
07:26dan terukur
07:27dengan defisit
07:282,68%
07:30PDB.
07:31Belanja negara
07:31sebesar
07:323.842,7 triliun.
07:35Pendapatan negara
07:363.153,6 triliun
07:38defisit
07:39terkendali
07:40di 2,68%
07:41dari PDB.
07:43Jadi walaupun
07:44orang banyak ribut,
07:45saya jaga di sana
07:46pembiayaan kita
07:47perudahan
07:47inovatif
07:48dan sustainable
07:48dengan standar
07:50apa-apa dunia
07:51kita masih
07:52menjalankan
07:53masih
07:54dinilai
07:55pasti dengan
07:55menjalankan
07:57kebijakan
07:58fiskal
07:59yang
07:59berkesinambungan.
08:01Jadi APBN
08:01desain fleksibel
08:02agar adaptif
08:03dan responsif
08:04meredam
08:04menguncangan
08:05sambil kita
08:06optimalkan
08:07seluruh mesin
08:08ekonomi yang ada
08:09dan seluruh penyerapan
08:10APBN yang ada.
08:12Karena setiap rupiah
08:13yang kita
08:14anggarkan
08:15itu pada dasarnya
08:16sebagian utang.
08:18Mungkin sebagian besar utang,
08:19bukan sebagian besar utang.
08:21Ada komponen
08:22utangnya di situ.
08:23Kalau
08:23nggak dipakai
08:24maka saya akan
08:25membayar
08:26bunga utang
08:27untuk uang
08:27yang nggak dipakai.
08:29Jadi desain
08:29APBD yang baik,
08:32desain APBN yang baik,
08:33disana di kementerian juga.
08:35Kalau
08:35nggak baik,
08:37nanti pertengahan tahun depan
08:38saya akan
08:38ases.
08:39Sekarang kan
08:39akhir Oktober.
08:41Ini pertengahan tahun depan
08:42kami akan
08:43ases
08:43ekstrapolasi
08:45sampai akhir tahun.
08:46Begitu
08:46nggak bisa
08:48belanjain
08:48di pertengahan tahun
08:49sudah kami
08:50realokasi
08:51untuk
08:52program-program
08:53yang lebih cepat,
08:54lebih siap
08:55dan lebih
08:56bermanfaat
08:57ke
08:57perekonomian kita.
08:59ekonomi
09:01Makau
09:012025
09:022026
09:03dijaga stabil
09:03pertumbuhan ekonomi
09:045,4.
09:07Ini asumsi
09:07APBN ya?
09:085,4
09:09cuma 5,4
09:10supaya bisa lebih tinggi lagi.
09:11Oh, supaya bisa lebih tinggi lagi.
09:13Dia penakut Pak.
09:15Tapi kita harapkan
09:16lebih tinggi
09:17dari ini.
09:18Inflasi
09:19stabil
09:192,5 persen.
09:21Suku bunga
09:21ini juga lebih rendah
09:22mesti ya.
09:226,9 persen.
09:24Nah itu kan
09:2516.500.
09:26ini ya.
09:28Kalau ekonomi
09:29kita tumbuh dengan
09:30bagus
09:30investasi
09:33pasti masuk ke sini.
09:34Investasi
09:35pasti masuk ke sini.
09:36Rupiah
09:37pasti akan
09:38menguat
09:38dengan signifikan.
09:40Jadi Bapak-Bapak
09:41Ibu-Ibu
09:41jangan pegang dolar
09:42sekarang.
09:43Sekarang jual aja.
09:45Bagi itu
09:46ekonomi jalan.
09:47Ini menguat
09:48dengan signifikan.
09:49Lu jual dolar lu ya?
09:50Lu jual dolar lu ya?
09:52Nggak punya lu.
09:54Boong lu.
09:56Jadi harga minyak
10:00kita prediksi
10:00di 70.
10:01Lifting minyak
10:01di 610.
10:03Lifting gas
10:03di 984.
10:08Mungkin itu bagian
10:09dari presentasi saya
10:09sedikit.
10:10Mungkin saya bisa
10:11singgung jawab
10:12sedikit ya
10:12pertanyaan Bapak-Bapak
10:13Ibu-Ibu tadi.
10:13Apa punya tadi?
10:17PP38
10:17ini Pak
10:18pinjaman daerah.
10:20PP38
10:21pinjaman daerah
10:22ini adalah
10:23anak dari undang-undang
10:24permendaran yang melengkapi
10:26PP1 2024
10:26tentang
10:28harmoniasi
10:28kebijakan
10:29fiskal
10:29moneter.
10:32Ini
10:33diberikan
10:34untuk
10:34pemenda
10:35BUMN
10:36dan BUMD
10:38digunakan
10:39untuk
10:39pembiayaan
10:40infrastruktur,
10:42pekerjaan umum,
10:43pekerjaan ekonomi
10:44produktif.
10:45Sarannya
10:45masing-masing.
10:46Tapi kita
10:47punya lewat
10:47SMB ya?
10:49Bisa.
10:49lewat Anda berapa?
10:52Nanti Pak
10:52Medita
10:53baru diatur
10:54pepres.
10:55Dia memang penakut
10:56dia,
10:56pelit orangnya.
10:57Gini,
10:59saya kemarin
10:59ke PT SMB
11:00saya tanya,
11:04dia bilang
11:04banyak yang
11:04program-program yang
11:05bagus dengan
11:06daerah
11:06untuk
11:08pembangun.
11:08Saya tanya
11:09ke mereka,
11:10berapa sih
11:10yang Anda
11:11salurkan sekarang?
11:13Kalau nggak salah
11:14baru 3 triliun
11:15ke daerah.
11:17Jadi
11:183 triliun.
11:19Oh,
11:20kamu minta
11:20bunga berapa?
11:22Pak,
11:22kalau bisa
11:23kasih 0,2%
11:24dari
11:25instead of 2 ya?
11:26Oh,
11:26dia udah cengir-cengir tuh.
11:28Kalau 0,2,
11:300,5,
11:300,2?
11:310,5.
11:32Oh,
11:320,2,
11:330,5.
11:34Dia udah
11:35benar-benar
11:35udah marah-marah tuh.
11:36Duit gue jangan
11:37dipakai.
11:38Cuman gini,
11:39kalau daerah siap
11:42dan SMB siap,
11:44saya akan
11:45channel-in
11:45lebih banyak.
11:46Kan nggak hilang
11:47banyak kan?
11:47Cuman di itu aja kan?
11:49Saya bilang,
11:50oke,
11:50saya kasih 0,5.
11:51Bisa nggak
11:52kamu serap
11:536 triliun dalam
11:54waktu dekat?
11:56Dia bilang,
11:57mungkin 3 bisa
11:58untuk
11:58timuran keempat.
11:59Jadi,
12:00saya akan
12:00galakkan
12:00itu yang itu.
12:02Jadi,
12:02pada dasarnya,
12:04kalau daerahnya siap,
12:05SMB kan lebih
12:06profesional nilainya
12:07dibanding
12:07pemerintah kan
12:09nggak bisa masuk
12:10sana untuk
12:10nilai
12:11komersialis,
12:13level komersial
12:14dari
12:14investasinya kan?
12:16dari proyeknya.
12:18Kalau SMB kan
12:18lebih terlatih
12:19untuk itu.
12:20Saya bilang juga,
12:21daripada kamu banyak
12:21nganggur,
12:22SMB juga
12:22sedikit
12:23terpunya.
12:24Udah,
12:25saya tambah.
12:273,
12:28kalau bisa 3,
12:28saya kasih 3.
12:29Kalau 6,
12:29saya kasih 6.
12:30Kamu siap-siap aja.
12:33Dia punya uang
12:34banyak,
12:35ratusan triliun
12:36yang mungkin
12:36nggak kepake.
12:37Tapi bukan,
12:39posisi kita agak aneh,
12:40kita punya uang cash,
12:41tapi bukan di APBN,
12:42jadi nggak bisa dipake
12:43di APBN.
12:44Kalau perusahaan
12:44nggak bisa win-ball profit,
12:46ini nggak bisa.
12:47Undang-undangnya
12:48nggak bisa ya?
12:49Saya maunya
12:49masukin win-ball profit
12:50jadi kita bisa belanjain.
12:52Jadi ada uang
12:52yang bekas soal itu
12:53yang nggak di APBN.
12:56Tapi kalau
12:56seperti itu kan bisa ya,
12:57disalurkan ke
12:58SMB bisa kan?
13:01Jadi pinjemin aja
13:01seperti itu.
13:02Jadi,
13:03untuk daerah,
13:04nggak harusnya khawatir
13:05kalau proyeknya
13:06bagus
13:07dan SMB menerima,
13:09kita akan jalankan
13:10dengan bunga yang
13:11lebih rendah
13:12dari yang sekarang.
13:13Dia minta 0,5 persen,
13:14kita kasih 0,5 persen.
13:17Untuk saya,
13:18uang pemerintah
13:18bukan cari bunga.
13:21Harusnya memaksimalkan
13:22pertumbuhan daerah
13:23supaya ekonomi daerah
13:24jalan.
13:28Itu emang begitu, Pak.
13:29Jadi,
13:32masih kurang keras ya?
13:35Oh,
13:35masih kurang keras ya?
13:37Kalau
13:37kira-kira gitu, Pak.
13:40Jadi,
13:40itu nggak usah khawatir.
13:46Tadi yang nggak ada yang beda.
13:48Oh, ini nggak ada, Pak.
13:49Ini nggak ada.
13:50Slide 21.
13:51Oh, ini belum ya?
13:52Ada dikit lagi, Pak.
13:53Coba, belum.
13:54Hubungan keuangan
13:55pemerintah daerah,
13:55peserta daerah.
13:56Yang tadi kan di ini kan.
13:58Oh, belum.
13:58Saya pikir udah selesai.
14:01Ini lupa nih.
14:04Jadi,
14:07lebih enak emang bebas.
14:08Nah, ini banyak kibu-kibu juga
14:11sebenarnya nih.
14:13Hubungan keuangan
14:14pemerintah pusat dan daerah.
14:17Ya.
14:22Jadi,
14:23kalau lihat pertumbuhan
14:24ekonomi seluruh di Indonesia
14:25nggak terlalu merata.
14:27Itu di Papua
14:28yang situ ada rendah
14:293,3.
14:30Tapi ada juga yang tinggi
14:31di kepala burung
14:32di tempat lain
14:33jika
14:33ada yang bagus,
14:35ada yang jelek
14:36di
14:37Bali
14:395%
14:41NTB
14:425,2 ya.
14:43Mereka sih?
14:4410,2.
14:46Yang ini
14:465,2.
14:47Oh, ini time series.
14:49Ini bulatnya ini.
14:51Share, sih.
14:52Share.
14:54Saya diajarin, Pak.
14:56Lain kali kasih tau gue sebelumnya.
15:00Ini cuma time series
15:01pertumbuhan di Pulau Pulai Kalimantan aja ya.
15:03Tapi,
15:04saya lihat ya,
15:06Sulawesi itu luar biasa loh.
15:07Tumbuhnya selalu di atas 7%.
15:09Ini perlu dituruh
15:11daerah yang lain juga.
15:13Oke.
15:17Jadi,
15:18HKPD untuk penguatan
15:19fiskal daerah
15:20ini untuk peningkatan
15:21kualitas belanja
15:21serta sinergi pusat
15:23dan daerah.
15:24Pertama,
15:25kita meminimumkan
15:26ketimpangan vertikal
15:27dan horizontal,
15:28terus memperkuat
15:29sistem perpajakan daerah,
15:31kemudian meningkatkan
15:32kualitas belanja
15:33daerah,
15:34kita juga akan
15:35harmonisasi belanja
15:36pusat dan daerah.
15:38Next,
15:39kalau kita lihat
15:40pendapatan dan belanja
15:42negara
15:42distribusikan secara seimbang
15:44untuk
15:44pembangunan
15:45dan
15:46kesejahteraan
15:47di daerah.
15:50Ini banyak
15:51daerah yang masih
15:51surplus ya.
15:55dari Jawa Bali
15:55selalu
15:56dari
15:56pendapatannya.
15:58Oke.
16:00Jadi,
16:01semua disubsidi
16:01dari atas ya,
16:02pusat ya.
16:02Jadi,
16:03seperti ini.
16:03Yang kuning lebih panjang
16:04kalau di luar Jawa ya.
16:06Yang kuning lebih panjang
16:07di luar Jawa ya.
16:08artinya,
16:09belanianya lebih besar
16:10dari pendapatan,
16:11artinya dikasih
16:12dari pusat sebagian ya.
16:14Dari Jawa Bali.
16:15Tapi ini
16:16bukan berarti
16:18daerah jelek.
16:20Kalau dibiarin
16:21seperti ini,
16:22bukan berarti gini ya.
16:23Jadi,
16:26ini dilakukan
16:27untuk
16:27memeratakan
16:28pembangunan.
16:29Kedepan juga akan
16:30dibuat seperti ini terus
16:31supaya daerah yang miskin
16:33bisa
16:33tumbuh dengan
16:34lebih baik.
16:36Saya lihat,
16:36coba melihat
16:37apa formulasi
16:37DAU-nya,
16:38DAK,
16:38segala macam.
16:40Saya minta
16:41ada faktor
16:42miskin.
16:45Indeks miskinan ada.
16:46Ada indeks miskinan daerah.
16:49Nanti yang miskin
16:50yang income-nya rendah,
16:51kalau bisa dikasih
16:52lebih banyak sedikit.
16:53Kalau nanti kita
16:54yang bikin maskin-miskin,
16:57yang kaya makin kaya.
16:58Ini bukan proses
16:59pemerataan.
17:00Jadi, nanti saya akan
17:00minta mereka
17:01melakukan
17:02revisi pertimbangan
17:04DAU dan DAK-nya.
17:06Next,
17:06untuk
17:07ini kan tadi
17:09dikomplain tadi
17:09bahwa
17:10tahun ini
17:12TKD-nya
17:14tahun depan
17:14turun dari
17:151919
17:16ke
17:17693.
17:18Jadi,
17:19turunnya
17:19226,9 triliun rupiah.
17:21tapi program
17:23yang dialokasi
17:24ke daerah
17:25sebetulnya
17:25naik dari
17:261930
17:27ke
17:281377.
17:30Jadi,
17:30naiknya sebetulnya
17:31Rp47,2 triliun
17:33untuk program
17:35yang dipusat
17:35di belanjangin daerah.
17:36Harusnya manfaat
17:37di daerah sih
17:38lebih tinggi.
17:40Tidak berkurang
17:41kalau saya bilangnya.
17:42Cuman kan
17:42kadang-kadang juga
17:43pemerintah daerah
17:46mempunyai
17:48aspirasi
17:50sendiri kan.
17:51Kalau begini
17:52terus
17:52seolah-olah
17:53dibalik
17:54dari
17:56desentralisasi
17:57ke sentralisasi
17:58lagi.
17:59Cuman
17:59gini
18:00kan saya
18:02dimana
18:03gini
18:03balik loh
18:04ke daerah.
18:05Betul-betul.
18:06Betul sih.
18:06Jadi gini
18:13kan saya jadi
18:15Menteri Keuangan
18:16juga baru.
18:16Saya juga baru
18:17lihat loh
18:17kok balik gini.
18:19Ini berarti
18:19mau ke arah
18:20sentralisasi lagi.
18:22Cuman kenapa
18:22ada
18:23kebijakan
18:24seperti ini
18:25dugaan saya
18:26karena
18:26di daerah
18:27belanjanya
18:28belum cukup bagus.
18:30Kemana
18:30datang saya
18:31ribut aja
18:31uangnya masih banyak.
18:33Padahal
18:33abisin aja duitnya
18:34padahal baru ribut ke saya.
18:35Baru saya lihat lagi begitu.
18:36saya lihat
18:37oh duitnya masih banyak.
18:38Gini
18:39saya perlu
18:40cerita yang lebih kuat
18:41dari pemuda-pemuda
18:42dari daerah
18:43tentang
18:43belanjanya
18:44tentang ininya
18:45supaya
18:46saya bisa
18:47angkat ini
18:48atau
18:48debat
18:49ke presiden saya
18:50untuk bilang
18:52Pak
18:52daerah udah
18:54bagus sekarang.
18:56Kita biarkan
18:56mereka membangun
18:57sesuai dengan
18:57kemampuan mereka.
18:59Kita bantau
18:59dari pusat.
19:00Tapi tanpa
19:01track record
19:02let's say
19:032-3 bulan ke depan
19:03ada perbaikan
19:04saya pasti
19:05kalau ngomong gitu
19:06saya yang digubuk
19:07di luar.
19:09Jadi
19:09bapak-bapak
19:10ibu-ibu
19:11tolong bicara
19:12dengan pemda
19:12untuk berbuat
19:13seperti itu
19:14perbaikilah semuanya
19:15supaya saya
19:16bisa membantu
19:16mereka juga.
19:18Kalau enggak
19:18ya saya digubuk
19:19di luar.
19:20Kita kerjasama lah.
19:23Tapi
19:23sentralisasi
19:24itu balik
19:25kesentralisasi
19:25bukan hal yang
19:27baik.
19:27Kenapa?
19:35Secara ekonomi
19:36kan kita sudah
19:38melewati
19:39reformasi kan?
19:42Masa kita
19:42mengulang lagi?
19:43Tapi ini
19:44alasan
19:45pemimpin kita
19:47di atas
19:48bukan saya
19:49ada beberapa orang
19:49di atas itu.
19:51Cukup kuat.
19:52cukup kuat.
19:54Jadi
19:54tanpa perbaikan
19:55enggak bisa
19:57kita
19:57jalankan terus.
20:00Jadi tadi
20:00ngolong
20:01Pak Muda juga
20:02saling memperbaiki
20:03supaya saya punya
20:04alasan yang kuat
20:05untuk minta.
20:07Jadi
20:07sebenarnya
20:07waktu
20:08Pak
20:09nanti
20:10jalan-jalan
20:10menteri dalamnya
20:11biar aja lah.
20:13Waktu saya
20:14ke sini
20:14saya tahu kan
20:15dipotong
20:15Pak Menda
20:17Geri minta
20:17tambahan kan
20:18setelah ribut-ribut itu
20:19berapa?
20:20minta 43 triliun.
20:22Saya tanya lagi
20:23cukup enggak?
20:24Cukup.
20:25Yaudah.
20:26Jadi saya
20:27enggak motong
20:27sepeserpun.
20:30Jadi
20:31693
20:32dari
20:34650
20:34jadi
20:37hitungannya
20:39waktu itu
20:39katanya sudah cukup.
20:40Yaudah
20:40kalau cukup.
20:43Saya tanya
20:44kepada Pak Muda
20:44sudah cukup
20:45buat mereka?
20:45Cukup.
20:47Tanya lagi
20:48tangannya.
20:50tapi pada
20:53waktu itu
20:53seperti itu.
20:54Karena saya
20:54ngerti
20:56hitungannya kan
20:56Kemendagri
20:58secara
20:58seluruh
20:58jadi
21:00sekitar-kitar
21:01begitu
21:01yang lain
21:03sih ini
21:03kesimpulan
21:05langsung aja
21:06jadi gitu
21:07jadi gini
21:08kita akan
21:12memperbaiki
21:12pengelolaan
21:13anggaran
21:14dengan yang ada
21:15dengan
21:16keterbatasan
21:17uang yang ada
21:18kita pastikan
21:19nanti
21:19belanjanya optimal
21:24di pusat
21:24di daerah
21:24di kementerian
21:25juga
21:25supaya
21:26setiap sen
21:27yang kita belanjakan
21:28atau setiap sen
21:29yang kita utang
21:29sama aja
21:30itu
21:31memberi
21:33manfaat
21:34yang maksimal
21:35ke perekonomian
21:36dan
21:36ke masyarakat
21:38kita
21:38itu mungkin
21:41dari saya
21:42terima kasih
21:43wassalamualaikum
21:43marah
21:44marah
21:44marah
21:44marah
21:44marah
21:46marah
21:46marah
21:47marah
21:47marah
Komentar

Dianjurkan