Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SEMARANG, KOMPAS.TV - Hujan yang terjadi sejak Selasa (28/10/2025) pagi hingga siang membuat sejumlah wilayah di Kota Semarang kembali terendam banjir.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 60 sentimeter hingga satu meter.

Untuk mengetahui penanganan banjir di jalur Pantura Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah, simak dialognya bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melalui sambungan Zoom.

#semarang #ahmadluthfi #hujan #banjir

Baca Juga Presiden Prabowo Luncurkan Koperasi Desa Merah Putih, Bagaimana Pengawasan Kejaksaan? | HIGH LEVEL di https://www.kompas.tv/video/626560/presiden-prabowo-luncurkan-koperasi-desa-merah-putih-bagaimana-pengawasan-kejaksaan-high-level



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/626563/full-gubernur-jateng-ahmad-luthfi-jelaskan-upaya-tangani-banjir-semarang-sapa-malam

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kita juga akan koordinasi dengan hujan profisi, karena ini kan persoalannya di sini, di sungai, yang ada di kewadahkan profisi, yang menanggulan profisi yang diperkat terhadap di jadah ini.
00:13Saudara hujan yang terjadi selasa pagi hingga siang, membuat sejumlah wilayah di kota Semarang kembali terendam air.
00:21Ketinggian air mencapai 60 cm hingga 1 meter.
00:25Banjir sempat surut Senin kemarin, namun hujan teras sejak tadi pagi membuat wilayah itu kembali terendam banjir.
00:33Kondisi diperparah dengan rusaknya pompa untuk menyedot air.
00:37Warga berharap pompa permanen di lingkungan setempat bisa segera diperbaiki, agar air segera surut.
00:43Warga juga butuh bantuan logistik dan obat-obatan.
00:46Kemarin, hari Senin itu sudah mulai surut.
00:58Dari Senin sudah mulai surut, tapi karena pagi tadi curah hujannya tinggi, jadi air langsung naik, melebihi yang minggu kemarin.
01:08Rata-rata ketinggian sekitar berapa, Pak?
01:09Berapa centi?
01:10Mungkin sekitar 60-80 cm untuk wilayah sini, tapi di belakang itu ada rusuk awal, itu mungkin di atas 1 meter.
01:20Dan untuk mengetahui penanganan banjir di jalur Pantura Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah,
01:26saat ini kita sudah terhubung langsung dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, melalui sambungan virtual.
01:30Selamat sore, Pak Gub.
01:36Baik, Pak Gub, kita bisa diteritakan atau diinformasikan penanganan banjir di Kaligawe sejauh ini sudah sampai mana?
01:43Atau sudah bagaimana progresnya, Pak?
01:46Baik, terima kasih pemirsa untuk Komas TV.
01:49Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan.
01:52Memang dengan intensitas curah hujan yang sedang maupun tinggi di Jawa Tengah,
01:57sejak terhitung tanggal 22 kemarin, menjadi di 35 kekuatan terjadi ada genangan air.
02:04Cuman hari ini mulai surut, tinggal 2 daerah yang menjadi prioritas kita,
02:07yaitu wilayah Kaligawe dan wilayah Sayung atau Dipolitron.
02:11Untuk wilayah Kaligawe, kami luruskan pompa yang seharusnya beroperasional,
02:17memang tidak rusak, tetapi diganti dari mulai solar menjadi listrik.
02:22Jadi kita sudah operasionalkan 30 pompa yang kapasitasnya 30 ribu liter per detik.
02:29Artinya kita mampu.
02:31Dan khusus untuk Kaligawe, kita sudah menyiapkan kolam retensi terboyo,
02:36yang kapasitasnya adalah 6, juta meter kubik yang hari ini kita operasional, fungsionalkan.
02:43Dan ketinggian air ini diharapkan, apabila nanti terjadi curah hujan tinggi,
02:48maka akan secara maksimal akan kita lakukan.
02:51Upaya yang kita lakukan adalah mitigasi, karena kita mengetahui bersama,
02:56namanya air itu ada yang bisa kita lawan, ada yang tidak bisa kita lawan,
03:00misalnya kita melakukan mitigasi.
03:02Maka langkah-langkah yang kita lakukan adalah,
03:04yang pertama kita siapkan seluruh BPPD kita 1x24 jam,
03:10memastikan masyarakat kita yang terdampak betul-betul terlayani oleh hadirnya negara.
03:15Oleh karena itu, seluruh OPD di tempat kita akan kita terjunkan,
03:19baik itu di luar provinsi maupun kabupaten kota yang terdampak.
03:22Langkah yang selanjutnya adalah,
03:24meskipun dampak banjir ini melandat di wilayah Kaligawe dan sekitarnya,
03:29sampai sekarang belum ada pengungsian yang fluktuatif di satu tempat,
03:32tetapi kita sudah menyiapkan beberapa tempat-tempat,
03:35baik itu dapur umum yang kita siapkan,
03:38agar nantinya apabila terjadi adanya fluktuatif yang lebih tinggi,
03:41kita sudah kita siapkan. Demikian mas.
03:43Oke, tadi Anda mengatakan ada beberapa skema yang dilakukan
03:47untuk mengurangi debit air atau banjir yang terjadi di wilayah Kaligawe dan sekitarnya.
03:53Pak Gup tadi kan mengatakan ada kolam retensi,
03:56ada penyedotan pompa dengan menggunakan listrik bahkan sekarang.
03:59Nah itu sesignifikan apa?
04:01Signifikansinya untuk aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan bagaimana Pak Gup?
04:07Yang pertama kita pastikan masyarakat kita bisa melakukan aktivitas
04:11dengan melakukan kerja-kerja kolaboratif,
04:13baik itu di provinsi, kabupaten, kota, termasuk lintas sektoral
04:16dalam ini TNI Polri.
04:18Contoh misalkan, apabila terjadi gerangan Kaligawe,
04:21maka jalur-jalur alternatif lewat rekaya salontas
04:25harus segera kita siapkan sehingga tidak terjadi
04:28undertere black spot maupun black spot bagi masyarakat,
04:31barang maupun orang di wilayah kita.
04:32Tetapi yang paling pokok adalah cuaca yang kita lakukan.
04:36Jadi terhitung hari ini mas, untuk kolam retensi kita itu
04:391,2 ukuran, maksimalnya 1,7.
04:44Sedang debit air ulangi, sedang pantai atau laut kita adalah 0,8.
04:49Maka secara tidak langsung kolam retensi kita mampu untuk kita alirkan
04:53dari mulai terboyo lewat sungai dompo, kemudian sampai ke laut.
05:00Artinya kalau curah hujan kita tidak tinggi,
05:02sebenarnya mitigasi ini kita bisa lakukan.
05:05Tetapi yang kita perlu prioritaskan adalah
05:08bahwa masyarakat-masyarakat yang terdampak khususnya banjir di wilayah kita ini
05:12sampai sekarang masih belum ada gerakan untuk di suatu tempat.
05:16Artinya pengungsian-pengungsian belum terjadi
05:19untuk wilayah Kaligawe dan sekitarnya.
05:21Maka harapan saya, saya himpuh kepada masyarakat
05:24agar apabila terjadi fluktatif tinggi
05:27segera merapatkan ke BPPD setempat.
05:30Artinya di Kota Matiasemaran sudah menyiapkan,
05:33provinsi sudah menyiapkan
05:35agar nantinya tidak terjadi adanya bencana yang lebih parah.
05:38Demikian mas.
05:38Oke, saya mendapatkan informasi juga
05:41sebenarnya Kaligawe ini kan sudah berulang kali terjadi banjir.
05:45Apalagi jika memang ada, ditambah memang ada banjirop
05:48di daerah-daerah itu.
05:50Tapi begini Pak Gu,
05:51di Kaligawe ini dan juga wilayah-wilayah penyangganya,
05:54di wilayah sekitarnya,
05:55apakah ini penanganannya sudah juga
05:57berkali-kali dilakukan?
06:00Atau pada saat ini saja,
06:01pada saat terjadi curah hujan yang sangat tinggi?
06:03Karena ini akan berpengaruh juga untuk
06:05daerah-darah penyangga di sekitar Kaligawe juga Pak Gu?
06:08Memang jalan keluarnya untuk wilayah Kaligawe
06:11sampai ke Sayung Demak ini adalah jangka panjangnya jalan Siwal.
06:16Oke.
06:16Jadi jalan Siwal ini kita perlukan
06:18agar tidak adanya baliknya rob ke wilayah daratan,
06:23agar air sungai, khususnya Sriwulanulangi,
06:26sungai Dompo Sayung,
06:28dan sungai, apa itu,
06:30sungai, apa itu, sungai apa satunya,
06:35Tabon, itu tidak kembali.
06:37Jadi kembali airnya dari darat ke laut
06:39juga terkendali oleh adanya jalan Siwal.
06:42Tetapi yang menjadi prioritas kita ini adalah
06:44kolam retensi itu sendiri, Mas.
06:45Karena kolam retensi ini adalah
06:48menstabilkan Kaligawe agar terkendali.
06:52Jadi di 30 pompa,
06:55itu bisa kita sedot, kita masukkan
06:58debit air 6,7 meter kubik mampu.
07:01Artinya kolam retensi ini mampu
07:03untuk mengendalikan itu.
07:05Oke.
07:05Sehingga secara tidak langsung
07:06apabila terjadi ada fluktuat yang tinggi,
07:09maka kolam retensi ini sebagai balancing
07:11agar tidak terjadi banjir yang berulang
07:14di wilayah Kaligawe.
07:15Itu yang pertama.
07:16Ya.
07:16Kemudian yang kedua,
07:17kita juga akan melakukan koordinasi
07:19dengan BWS Pusat dalam ini Kementerian PU
07:22agar pendangkalan di wilayah sungai-sungai
07:24yang saya sebutkan tadi, segera dilakukan.
07:27Sehingga secara tidak langsung
07:28akan mereduksi agar tidak terjadi
07:30kenangan terulang kembali.
07:31Demikian, Pak.
07:31Oke.
07:32Tadi kalau kata Pak Gub ditegaskan,
07:34kolam retensi jadi solusi sementara
07:37dan juga bisa berpengaruh terhadap
07:40waktu-waktu berikutnya,
07:41ditambah untuk jangka panjangnya
07:43yang lebih holistik lagi adalah
07:44JNC Wall.
07:45Saya ingin tanyakan juga,
07:46tapi untuk JNC Wall ini, Pak Gub,
07:47targetnya akan selesai kapan ini?
07:50Jadi JNC Wall ini fungsionalnya
07:52pertengahan 2026.
07:54Oh, pertengahan 2026.
07:54Jadi JNC Wall itu panjangnya
07:56adalah 10 km.
07:58Ini sudah dianggarkan
07:59dan sudah hampir selesai ya,
08:01sudah hampir selesai.
08:02Yang dalam waktu detak
08:03sudah kita-kita fungsialkan
08:05dengan harapan pertengahan 2026
08:08khusus untuk wilayah Sayung,
08:10kemudian khusus wilayah Kaligawe,
08:13insya Allah bisa tereduksi
08:14dengan jadinya JNC Wall yang kita punya.
08:16Demikian, Pak.
08:17Oke, terima kasih sudah menjelaskan
08:20apa saja yang sudah dilakukan
08:21pemerintah provinsi,
08:22karena menurut BMKG ini
08:24sampai akhir Oktober,
08:25bahwa kan sampai awal November,
08:26masih surah hujannya tinggi begitu, Pak Gub,
08:28kira-kira.
08:29Tapi sudah diantisipasi oleh
08:31pemerintah provinsi Jawa Tengah.
08:33Terima kasih, Gubernur Jawa Tengah,
08:34Mat Lutfi,
08:35telah berbagi informasinya
08:37di Sapa Indonesia Malam.
08:38Sehat selalu, Pak Gub.
08:39Sampai jumpa lagi.
08:40Oke, terima kasih.
08:41Terima kasih.
08:42Saudara, dan untuk mengetahui
08:48bagaimana
08:48Tidak,
08:57dan untuk mengetahui
Komentar

Dianjurkan