00:00Kita juga akan koordinasi dengan hujan profisi, karena ini kan persoalannya di sini, di sungai, yang ada di kewadahkan profisi, yang menanggulan profisi yang diperkat terhadap di jadah ini.
00:13Saudara hujan yang terjadi selasa pagi hingga siang, membuat sejumlah wilayah di kota Semarang kembali terendam air.
00:21Ketinggian air mencapai 60 cm hingga 1 meter.
00:25Banjir sempat surut Senin kemarin, namun hujan teras sejak tadi pagi membuat wilayah itu kembali terendam banjir.
00:33Kondisi diperparah dengan rusaknya pompa untuk menyedot air.
00:37Warga berharap pompa permanen di lingkungan setempat bisa segera diperbaiki, agar air segera surut.
00:43Warga juga butuh bantuan logistik dan obat-obatan.
00:46Kemarin, hari Senin itu sudah mulai surut.
00:58Dari Senin sudah mulai surut, tapi karena pagi tadi curah hujannya tinggi, jadi air langsung naik, melebihi yang minggu kemarin.
01:08Rata-rata ketinggian sekitar berapa, Pak?
01:09Berapa centi?
01:10Mungkin sekitar 60-80 cm untuk wilayah sini, tapi di belakang itu ada rusuk awal, itu mungkin di atas 1 meter.
01:20Dan untuk mengetahui penanganan banjir di jalur Pantura Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah,
01:26saat ini kita sudah terhubung langsung dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, melalui sambungan virtual.
01:30Selamat sore, Pak Gub.
01:36Baik, Pak Gub, kita bisa diteritakan atau diinformasikan penanganan banjir di Kaligawe sejauh ini sudah sampai mana?
01:43Atau sudah bagaimana progresnya, Pak?
01:46Baik, terima kasih pemirsa untuk Komas TV.
01:49Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan.
01:52Memang dengan intensitas curah hujan yang sedang maupun tinggi di Jawa Tengah,
01:57sejak terhitung tanggal 22 kemarin, menjadi di 35 kekuatan terjadi ada genangan air.
02:04Cuman hari ini mulai surut, tinggal 2 daerah yang menjadi prioritas kita,
02:07yaitu wilayah Kaligawe dan wilayah Sayung atau Dipolitron.
02:11Untuk wilayah Kaligawe, kami luruskan pompa yang seharusnya beroperasional,
02:17memang tidak rusak, tetapi diganti dari mulai solar menjadi listrik.
02:22Jadi kita sudah operasionalkan 30 pompa yang kapasitasnya 30 ribu liter per detik.
02:29Artinya kita mampu.
02:31Dan khusus untuk Kaligawe, kita sudah menyiapkan kolam retensi terboyo,
02:36yang kapasitasnya adalah 6, juta meter kubik yang hari ini kita operasional, fungsionalkan.
02:43Dan ketinggian air ini diharapkan, apabila nanti terjadi curah hujan tinggi,
02:48maka akan secara maksimal akan kita lakukan.
02:51Upaya yang kita lakukan adalah mitigasi, karena kita mengetahui bersama,
02:56namanya air itu ada yang bisa kita lawan, ada yang tidak bisa kita lawan,
03:00misalnya kita melakukan mitigasi.
03:02Maka langkah-langkah yang kita lakukan adalah,
03:04yang pertama kita siapkan seluruh BPPD kita 1x24 jam,
03:10memastikan masyarakat kita yang terdampak betul-betul terlayani oleh hadirnya negara.
03:15Oleh karena itu, seluruh OPD di tempat kita akan kita terjunkan,
03:19baik itu di luar provinsi maupun kabupaten kota yang terdampak.
03:22Langkah yang selanjutnya adalah,
03:24meskipun dampak banjir ini melandat di wilayah Kaligawe dan sekitarnya,
03:29sampai sekarang belum ada pengungsian yang fluktuatif di satu tempat,
03:32tetapi kita sudah menyiapkan beberapa tempat-tempat,
03:35baik itu dapur umum yang kita siapkan,
03:38agar nantinya apabila terjadi adanya fluktuatif yang lebih tinggi,
03:41kita sudah kita siapkan. Demikian mas.
03:43Oke, tadi Anda mengatakan ada beberapa skema yang dilakukan
03:47untuk mengurangi debit air atau banjir yang terjadi di wilayah Kaligawe dan sekitarnya.
03:53Pak Gup tadi kan mengatakan ada kolam retensi,
03:56ada penyedotan pompa dengan menggunakan listrik bahkan sekarang.
03:59Nah itu sesignifikan apa?
04:01Signifikansinya untuk aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan bagaimana Pak Gup?
04:07Yang pertama kita pastikan masyarakat kita bisa melakukan aktivitas
04:11dengan melakukan kerja-kerja kolaboratif,
04:13baik itu di provinsi, kabupaten, kota, termasuk lintas sektoral
04:16dalam ini TNI Polri.
04:18Contoh misalkan, apabila terjadi gerangan Kaligawe,
04:21maka jalur-jalur alternatif lewat rekaya salontas
04:25harus segera kita siapkan sehingga tidak terjadi
04:28undertere black spot maupun black spot bagi masyarakat,
04:31barang maupun orang di wilayah kita.
04:32Tetapi yang paling pokok adalah cuaca yang kita lakukan.
04:36Jadi terhitung hari ini mas, untuk kolam retensi kita itu
04:391,2 ukuran, maksimalnya 1,7.
04:44Sedang debit air ulangi, sedang pantai atau laut kita adalah 0,8.
04:49Maka secara tidak langsung kolam retensi kita mampu untuk kita alirkan
04:53dari mulai terboyo lewat sungai dompo, kemudian sampai ke laut.
05:00Artinya kalau curah hujan kita tidak tinggi,
05:02sebenarnya mitigasi ini kita bisa lakukan.
05:05Tetapi yang kita perlu prioritaskan adalah
05:08bahwa masyarakat-masyarakat yang terdampak khususnya banjir di wilayah kita ini
05:12sampai sekarang masih belum ada gerakan untuk di suatu tempat.
05:16Artinya pengungsian-pengungsian belum terjadi
05:19untuk wilayah Kaligawe dan sekitarnya.
05:21Maka harapan saya, saya himpuh kepada masyarakat
05:24agar apabila terjadi fluktatif tinggi
05:27segera merapatkan ke BPPD setempat.
05:30Artinya di Kota Matiasemaran sudah menyiapkan,
05:33provinsi sudah menyiapkan
05:35agar nantinya tidak terjadi adanya bencana yang lebih parah.
05:38Demikian mas.
05:38Oke, saya mendapatkan informasi juga
05:41sebenarnya Kaligawe ini kan sudah berulang kali terjadi banjir.
05:45Apalagi jika memang ada, ditambah memang ada banjirop
05:48di daerah-daerah itu.
05:50Tapi begini Pak Gu,
05:51di Kaligawe ini dan juga wilayah-wilayah penyangganya,
05:54di wilayah sekitarnya,
05:55apakah ini penanganannya sudah juga
05:57berkali-kali dilakukan?
06:00Atau pada saat ini saja,
06:01pada saat terjadi curah hujan yang sangat tinggi?
06:03Karena ini akan berpengaruh juga untuk
06:05daerah-darah penyangga di sekitar Kaligawe juga Pak Gu?
06:08Memang jalan keluarnya untuk wilayah Kaligawe
06:11sampai ke Sayung Demak ini adalah jangka panjangnya jalan Siwal.
06:16Oke.
06:16Jadi jalan Siwal ini kita perlukan
06:18agar tidak adanya baliknya rob ke wilayah daratan,
06:23agar air sungai, khususnya Sriwulanulangi,
06:26sungai Dompo Sayung,
06:28dan sungai, apa itu,
06:30sungai, apa itu, sungai apa satunya,
06:35Tabon, itu tidak kembali.
06:37Jadi kembali airnya dari darat ke laut
06:39juga terkendali oleh adanya jalan Siwal.
06:42Tetapi yang menjadi prioritas kita ini adalah
06:44kolam retensi itu sendiri, Mas.
06:45Karena kolam retensi ini adalah
06:48menstabilkan Kaligawe agar terkendali.
06:52Jadi di 30 pompa,
06:55itu bisa kita sedot, kita masukkan
06:58debit air 6,7 meter kubik mampu.
07:01Artinya kolam retensi ini mampu
07:03untuk mengendalikan itu.
07:05Oke.
07:05Sehingga secara tidak langsung
07:06apabila terjadi ada fluktuat yang tinggi,
07:09maka kolam retensi ini sebagai balancing
07:11agar tidak terjadi banjir yang berulang
07:14di wilayah Kaligawe.
07:15Itu yang pertama.
07:16Ya.
07:16Kemudian yang kedua,
07:17kita juga akan melakukan koordinasi
07:19dengan BWS Pusat dalam ini Kementerian PU
07:22agar pendangkalan di wilayah sungai-sungai
07:24yang saya sebutkan tadi, segera dilakukan.
07:27Sehingga secara tidak langsung
07:28akan mereduksi agar tidak terjadi
07:30kenangan terulang kembali.
07:31Demikian, Pak.
07:31Oke.
07:32Tadi kalau kata Pak Gub ditegaskan,
07:34kolam retensi jadi solusi sementara
07:37dan juga bisa berpengaruh terhadap
07:40waktu-waktu berikutnya,
07:41ditambah untuk jangka panjangnya
07:43yang lebih holistik lagi adalah
07:44JNC Wall.
07:45Saya ingin tanyakan juga,
07:46tapi untuk JNC Wall ini, Pak Gub,
07:47targetnya akan selesai kapan ini?
07:50Jadi JNC Wall ini fungsionalnya
07:52pertengahan 2026.
07:54Oh, pertengahan 2026.
07:54Jadi JNC Wall itu panjangnya
07:56adalah 10 km.
07:58Ini sudah dianggarkan
07:59dan sudah hampir selesai ya,
08:01sudah hampir selesai.
08:02Yang dalam waktu detak
08:03sudah kita-kita fungsialkan
08:05dengan harapan pertengahan 2026
08:08khusus untuk wilayah Sayung,
08:10kemudian khusus wilayah Kaligawe,
08:13insya Allah bisa tereduksi
08:14dengan jadinya JNC Wall yang kita punya.
08:16Demikian, Pak.
08:17Oke, terima kasih sudah menjelaskan
08:20apa saja yang sudah dilakukan
08:21pemerintah provinsi,
08:22karena menurut BMKG ini
08:24sampai akhir Oktober,
08:25bahwa kan sampai awal November,
08:26masih surah hujannya tinggi begitu, Pak Gub,
08:28kira-kira.
08:29Tapi sudah diantisipasi oleh
08:31pemerintah provinsi Jawa Tengah.
08:33Terima kasih, Gubernur Jawa Tengah,
08:34Mat Lutfi,
08:35telah berbagi informasinya
08:37di Sapa Indonesia Malam.
08:38Sehat selalu, Pak Gub.
08:39Sampai jumpa lagi.
08:40Oke, terima kasih.
08:41Terima kasih.
08:42Saudara, dan untuk mengetahui
08:48bagaimana
08:48Tidak,
08:57dan untuk mengetahui
Komentar