00:00Proyek Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC yang menghubungkan Jakarta dan Bandung atau kereta WUS
00:14kembali menjadi sorotan karena nilai utang yang membengkak
00:19Melansir dari kompas.id, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau KCJB
00:26ditetapkan menjadi proyek strategis nasional atau PSN pada tahun 2016
00:31Biaya total dari pembangunan proyek kereta cepat WUS mencapai 7,27 miliar dolar Amerika Serikat
00:39atau senilai 118,37 triliun rupiah dengan kurs rupiah 16.283 per dolar Amerika Serikat
00:50Angka tersebut sudah termasuk dengan pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat
00:59Adapun pembangunan KCJB, kebanyakan dilakukan dengan utang yang meminjam dari China Development Bank atau CDB
01:07dengan nilai 75% dari biaya total proyek
01:11Sementara sisanya adalah setoran awal dari pemegang saham
01:15Para pemegang saham dari KCJB adalah konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC
01:22Saham 40% dipegang oleh China yakni dari Beijing Yaowen HSR
01:28Sementara dari Indonesia yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia atau PSBI
01:33dengan memegang saham sebesar 60%
01:36Adapun PT PSBI adalah diantara yang dari PT KAI
01:41PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga dan PT Perkebunan Nasional 8
01:47Nah dari keempat BUMN tersebut PT KAI yang memegang saham terbesar
01:52yakni sebesar 58,5%
01:56Kemudian diikuti oleh WIKA sebesar 33,36%
02:00Jasa Marga sebesar 7,08%
02:04dan Perkebunan Nusantara sebesar 1,03%
02:08Nantinya jika KCJB mendapat laba besar maka PT KAI lah
02:13yang mendapatkan pemasukan paling tinggi
02:16Sebaliknya jika merugi maka PT KAI jadi sosok yang paling berat bebannya
02:21menanggung beban pembayaran utang
02:23Direktur utama PT KAI Bobby Rashidin
02:26Saat mengadiri rapat dengan pendapat atau RDB
02:29dengan Komisi Inam DPR pada Agustus 2025
02:33sempat mengakui bahwa mega proyek tersebut memang menjadi bom waktu bagi perseroan
02:38Memang kami baru ya
02:40Mungkin paparan kami belum sangat komprehensif
02:44Karena kami agak
02:47Worry juga untuk menampilkan sesuatu yang kami tidak kuasai pak
02:53Yang belum kuasai
02:54Yang belum kuasai
02:55Jadi kami mohon nanti satu waktu lagi apakah kita dalam bentuk FGD gitu ya
03:00Untuk memahami lebih dalam
03:02Dan kami yakin dalam satu minggu ke depan kami bisa memahami
03:06Semua kendala-kendala permasalahan-permasalahan yang ada
03:09Di dalam KAI ini
03:13Terutama kami dalami juga masalah KCIC
03:17Yang seperti yang disampaikan tadi memang
03:19Ini bom waktu buat
03:22Sebentar Pak Bobby
03:23Kami ingin sampaikan
03:26Dalam RKAP 2025 dan antara
03:29Itu sudah ada solusi untuk penyelesaian KCIC
03:34Nah saya minta Pak Bobby
03:35Koordinasi dengan
03:36Kan setiap bulan kan
03:38KAI pasti diundang oleh dan antara untuk evaluasi kinerja kan
03:42Nah disitu tolong dibicarakan dengan managing director
03:46Bapak siapa ya managing directornya
03:47KAI ini siapa?
03:49Bu Febri
03:50Oh Bu Febri
03:50Nah tolong bicarakan
03:52Soal di dalam RKAP nya dan antara 2025
03:56Salah satunya ada penyelesaian permasalahan WUS ini
03:59Oke terima kasih Pak
04:00Jadi kami akan koordinasi dengan Danantara
04:05Untuk penyelesaian KCIC ini
04:08Sebagai informasi Bobby baru saja menjabat sebagai dirut KAI
04:12Ia menggantikan Didi Haryanto pada 12 Agustus 2025
04:17Bobby bilang ia akan mendalami masalah keuangan tersebut
04:21Untuk diketahui proyek kereta cepat WUS mengalami pembangkakan biaya
04:26Atau cost of rent hingga 1,2 miliar dolar Amerika Serikat
04:31Atau sekitar 18,02 triliun rupiah
04:35Kembali ditegaskan bahwa dana pembangunan atau utang proyek dari kereta cepat WUS
04:41Mencapai 7,27 miliar dolar Amerika Serikat
04:45Atau senilai 118,37 triliun rupiah
04:50Dengan kurs 16.283 rupiah per dolar Amerika Serikat
04:57Nominal tersebut sudah termasuk dengan pembangkakan biaya atau cost of rent
05:01Sebesar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat
05:05Dari total tersebut 75 persen dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank atau CDB
05:12Dengan bunga 2 persen per tahun dan tenor selama 40 tahun
05:17Menanggapi apa yang sedang ramai soal WUS
05:20Presiden Ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan
05:23Bahwa KCJB adalah proyek sosial
05:26Bukan untuk mencari keuntungan
05:29Ini jadi kita harus tahu masalahnya dulu
05:34Di Jakarta itu kemacetannya sudah parah
05:39Ini sudah sejak 30 tahun, 40 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu
05:47Dan Jabodetabek juga kemacetannya parah
05:54Termasuk Bandung juga kemacetannya parah
05:59Dari kemacetan itu negara rugi secara hitung-hitungan
06:04Kalau di Jakarta saja kira-kira 65 triliun per tahun
06:08Kalau Jabodetabek plus Bandung kira-kira sudah di atas 100 triliun per tahun
06:16Nah untuk mengatasi itu
06:20Kemudian direncanakan dibangun yang namanya MRT
06:26LRT
06:28Kereta cepat
06:30Dan sebelumnya lagi KRL
06:32Ada juga kereta bandara
06:34Agar masyarakat berpindah dari transportasi pribadi
06:39Mobil atau sepeda motor ke
06:42Kereta cepat
06:46MRT, LRT, kereta bandara, KLM
06:51Agar kerugian itu bisa
06:53Terkurangi dengan baik
06:57Dan prinsip dasar transportasi masal
07:02Transportasi umum itu adalah layanan publik
07:06Ini kita juga harus mengerti, bukan mencari laba
07:12Jadi, sekali lagi
07:16Transportasi masal, transportasi umum itu tidak diukur dari laba
07:22Tetapi adalah diukur dari keuntungan sosial
07:27Social return on investment
07:30Apa itu?
07:33Misalnya pengurangan emisi karbon
07:35Produktivitas
07:41Dari masyarakat
07:44Menjadi lebih baik
07:46Kemudian apalagi
07:50Polusi yang berkurang
07:54Waktu tempuh yang bisa lebih cepat
07:56Disitulah
07:57Keuntungan sosial yang didapatkan dari
08:00Pembangunan
08:02Transportasi masal
08:04Jadi, sekali lagi
08:06Kalau ada subsidi
08:08Itu adalah investasi
08:10Bukan kerugian
08:13Sementara itu diketahui tenor dari WUS direncanakan diperpanjang sampai dengan 60 tahun
08:19Ada pun Menteri Keuangan Purbaya menegaskan
08:23Ia tak mau ikut campur dalam proses restrukturisasi utang proyek rata cepat WUS
08:29Bagus
08:31Saya gak ikut kan
08:33Top
08:34Berarti gak diajak ke Cina Pak?
08:37Enggak lah
08:38Katanya si Pak Doni dia mengajak pemerintah juga buat ke Cina
08:41Paling menyaksikan
08:42Kalau mereka udah putus kan udah bagus
08:45Top
08:46Saya bisa mungkin gak ikut
08:49Biar aja mereka selesaikan business to business
08:50Jadi top
08:53Ada pun pemerintah Indonesia dan Cina
08:57Telah menyepakati perpanjangan tenor utang WUS hingga 60 tahun
09:01Dengan harapan keberlanjutan proyek ini tidak menambah beban keuangan negara
09:06Selamat menikmati
Komentar